GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Home / All / Twenty-Four Seconds
Last Updated : 2020-11-03
Twenty-Four Seconds

Twenty-Four Seconds

Filipino
·
18+
·
Ongoing
By:  Gret San Diego

52

Chapters
10
Ratings

304

Views
Synopsis
Shelby San Diego, the only daughter of a Filipino business tycoon, Magnus San Diego, went to New York City in the hope of carving a name for herself in the fashion industry. She never expected that she will end up marrying Gunter Albrecht, NYC's hottest billionaire bachelor and be entangled in his complicated love life! Her once peaceful existence was turned upside down and she found herself fearing for her life and that of her family! Will their love for one another enough to beat all odds that keep on tearing them apart?
Share the book to

Chapter 1

PROLOGUE

Namaku Sakura Michaelis, usiaku 21 tahun dan seorang mahasiswa tingkat 3. Aku terkenal dengan rambutku yang berwarna merah muda dan juga merupakan putri dari Pengusaha terkaya di Amerika. Ibuku sudah tiada sejak aku kecil dan kini Ayahku kembali menikah dengan seorang wanita yang sering kali membuatku kesal. 

Ibuku berasal dari Jepang dan Ayahku berasal dari Inggris, karena itu mereka menamaiku Sakura Michaelis        

Ibuku berasal dari Jepang dan Ayahku berasal dari Inggris, karena itu mereka menamaiku Sakura Michaelis. Leonardo Michaelis itulah nama Ayahku, dan Lili Mirai Michaelis adalah ibu kandungku. Sedangkan Yeon Hee Michaelis dan Trisca Michaelis, mereka berdua adalah Ibu dan adik tiriku.

Untuk mencapai puncak kesuksesan, Ayahku melakukan cara apa pun setelah kepergian Ibuku. Sikapnya berubah setelah ia kembali menikah dengan ibu tiriku, tetapi aku tahu jika Ayah selalu mengawasiku. Walaupun aku tidak meminta, ia akan membelikan apapun yang aku mau. Berbanding dengan Trisca yang hanya berbeda satu tahun denganku, ia terlalu manja hingga selalu merepotkan ayahku.

"Dasar orang kaya baru," cibirku setiap kali mendapati Trisca meminta banyak hal kepada ayah.

Trisca Michaelis, gadis manja dan selalu menganggapku sebagai rivalnya        

Trisca Michaelis, gadis manja dan selalu menganggapku sebagai rivalnya. Memiliki sifat angkuh dan juga sombong, bahkan ia lupa jika berasal dari keluarga miskin sebelumnya. Dan juga gadis itu selalu saja mengambil para lelaki yang mendekatiku. Trisca berparas cantik, ia juga berwajah asia sepertiku tetapi ia jauh lebih cantik daripada diriku.

Aku jarang memperhatikan penampilanku sedangkan Trisca selalu bergaya modis dan style yang ia miliki mengikuti perkembangan zaman. Kami berdua berbeda, jelas berbeda karena kami berbeda orang tua. Dan karena kecantikannya itu Ayah selalu membandingkannya denganku.

Hari-hariku di kampus bahkan tidak pernah tenang, Trisca selalu saja menggangguku dan berakhir dengan menangis mengadu pada Ayah. Menyebalkan, tetapi Ibu tiriku tidak pernah menyalahkanku. Tetap saja aku harus waspada kepada kedua rubah betina itu.

Kampus bersejarah Elon terletak di wilayah Piedmont Carolina Utara , bersebelahan dengan Burlington , sebuah kota berpenduduk 50.000. Elon berjarak 20 menit dari Greensboro dan dalam satu jam berkendara dari banyak universitas lain - Duke , NC State, UNC-Chapel Hill, UNC-Greensboro, Universitas Negeri A&T Carolina Utara, Guilford College, dan Wake Forest .

Elon dibagi menjadi tujuh lingkungan utama: Kampus Bersejarah, Kampus Pusat, Lingkungan Global, The Oaks, Stasiun di Mill Point, Pusat Danieley, Lingkungan Timur, Tiang-Tiang, dan Kampus Selatan. Setiap area terdiri dari berbagai layanan dan fasilitas. Ada 46 bangunan tempat tinggal di kampus dan 20 bangunan akademik utama. Elon juga memiliki banyak danau dan air mancur di seluruh kampusnya.

Itulah kampusku, aku tinggal di asrama yang di sediakan oleh pihak kampus dan beruntung aku tidak sekamar dengan Trisca. Dan juga aku memiliki pelayan pribadi yang diberikan Ayah padaku, tetapi pelayanku lebih sering bersama Trisca. Gadis manja itu benar-benar membuatku pusing dan kesulitan dengan meminjam pelayan pribadiku.

"Kakak!" Aku menoleh ke arah sumber suara.

Trisca, seperti biasa pasti akan menggangguku di saat-saat aku sedang menenangkan diri di  sini. Di bawah pohon besar yang selalu membuatku nyaman untuk berpikir jernih. Melupakan semua masalahku yang telah di perbuat oleh gadis menyebalkan yang sudah berada tepat di hadapanku.

"Di mana Sean?" Aku memutar bola mataku jengah.

"Kau meminjamnya sedari tadi pagi dan belum mengembalikannya hingga sekarang, kau bodoh atau apa?" jawabku sembari menghiraukan tatapan tidak percaya Trisca kepadaku.

"Aku menyuruhnya untuk kembali padamu tadi siang." Aku melihat jam di pergelangan tanganku.

16.30 sore, sudah pasti Sean sedang menyembunyikan dirinya dari Trisca. Aku mendesah kasar lalu bangkit berdiri, aku menepuk celanaku yang kotor karena duduk di atas rumput. Ku ambil buku tebal milikku, lalu meninggalkan Trisca yang hanya menatapku dengan penuh tanda tanya.

"Kakak, di mana Sean? Aku ingin meminjamnya lagi." Langkahku berhenti lalu memutar tubuhku untuk menatap gadis manja itu.

"Untuk apa kau meminjamnya?" tanyaku dan raut wajahnya mulai terlihat bingung.

"Trisca, aku sudah mendapatkan keluhan beberapa kali dari Sean saat membantumu, berhentilah melakukan hal yang tidak-tidak pada pelayanku. Sekarang kau kembali ke asramamu!" Trisca langsung saja manghentakkan kakinya dan meninggalkanku bersama pelayan pribadinya.

"Nona Sakura, maafkan saya karena tidak dapat menghentikan Nona Trisca." Aku menoleh ke arah Luxian, pelayan pribadi Trisca.

Pria yang tak kalah tampan dengan Sean, tetapi Trisca lebih menyukai Sean dari pada Luxian. Dan saat aku meminta bertukar dengannya, Trisca menolaknya mentah-mentah. Dasar gadis manja!

"Ya, aku akan kembali ke asramaku," jawabku lalu meninggalkan Luxian yang masih menatapku dengan tatapan bersalah.

Kedua kakiku melangkah ke belakang gedung asrama campuran. Di sana perempuan dan laki-laki dapat bergabung dalam satu asrama yang memiliki 500 kamar. Pohon pinus menyapa ku saat melewati lorong yang sepi dan terhubung ke taman belakang. Di sana aku dapat melihatnya, Sean yang sedang merokok sambari menatap pemandangan hutan.

"Sean." panggilku, pria itu menoleh lalu tersenyum ke arahku.

"Nona Sakura," jawabnya lalu sedikit membungkuk memberi hormat. "Anda tidak seharusnya menemui saya di sini."

"Trisca mencarimu," wajah penuh senyuman itu langsung saja berganti dengan tapan datar dan dingin yang menusuk.

"Nona, kau tahu aku tidak menyukai saat berdekatan dengannya." Aku dapat mendengar perkataan dingin itu dengan jelas.

Aku menghembuskan napasku lelah. "Baiklah, lain kali aku akan menolaknya. Jadi berhenti berekspresi seperti itu." 

Sean tersenyum lalu mengecup punggung tangan kananku. Kali ini sudah pasti Ayah akan menceramahiku panjang lebar. Akan tetapi, aku tidak peduli  dengan ocehan Ayah yang mengharuskan aku selalu mengalah pada Trisca.

"Sakura." Aku mendengar suara yang tidak asing lagi untukku.

Aku menoleh  kebelakang dan mendapati enam orang lelaki tampan sedang tersenyum ke arahku. Aku tersenyum lalu berlari ke arah mereka. Pria berwajah lembut dengan surai berwarna merah muda itu langsung saja memelukku.

"Aku merindukanmu, Sakura."

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

  • Twenty-Four Seconds    EPILOGUE

    Umiinat-inat pa lamang si Shelby sa kama nang may marinig na sunud-sunod na katok. Para bagang may something urgent. Kinapa niya ang katabi. Wala na si Gunter sa kama. Napatingin siya sa orasan sa bedside table. It was almost one o’clock in the afternoon!“Ate Shelby, sina Kuya Morris at Kuya Moses po ay nasa ibaba. Aakyat nga po sana sila rito kaso ang sabi ko po bawal po kayong istorbohin dahil iyon ang bilin ni Kuya Gunter bago umalis kanina papuntang work,” bungad ng katulong nang pagbuksan niya ito. Napahikab si Shelby habang napatangu-tango. She was wondering what made her brothers come visit her in her

    Last Updated : 2020-11-02
  • Twenty-Four Seconds   CHAPTER FIFTY

    Napanganga si Shelby nang makitang halos kompleto ang buo niyang pamilya sa kanilang living room sa pangunguna ng mga kuya niya. Nandoon din si Gunter. Nasa bandang likuran ito nila Moses at Morris. Ang Kuya Marius at Markus niya ang may hawak ng chocolate cake. Maluha-luha sa tabi nila ang kanyang mga magulang. Hawak na ng mommy niya si Shy. Pati ang bulinggit ay tila may alam sa ginawang pa-surprise ng pamilya niya sa kanya. Tumitili-tili na ito habang nagka-clap-clap. “You guys are crazy,” mangiyak-ngiyak na sabi niya sa kanila. Halos hindi na niya maihakbang ang mga paa para tuluyang makababa ng hagdanan. Bigla kasing nanlambot ang mga tuhod niya at animo’y bibigay na ang mga ito. Siguro natumba siya roon kung hind

    Last Updated : 2020-10-23
  • Twenty-Four Seconds   CHAPTER FORTY-NINE

    Naging laman na naman ng headlines ng mga dailies sa NYC ang pamilya Albrecht matapos mailibing ang patriarch nito na si Henry Klaus Albrecht. Pormal kasing pinahayag ng publicist ng korporasyon pagkatapos ng libing na naayos na raw ang gusot ukol sa problemang pinansiyal ng Skylark Quandt Corporation. Kahit hindi nabanggit ang tungkol sa pagpapanggap na na-bankrupt ito, lumabas pa rin ang usap-usapan na niloko raw ng matandang Albrecht ang lahat. May umugong na alingasngas mula sa mga nagsipag-alisang executives at stockholders. Nagalit ang iba sa panlilinlang diumano ng former president ng korporasyon. Mayroon pa ngang mga news outlet na nabwisit din dahil pati raw sila ay nauto ng matanda. Sa lahat ng may negatibong reaksiyon sa pang

    Last Updated : 2020-10-18
  • Twenty-Four Seconds   CHAPTER FORTY-EIGHT

    Shelby stiffened upon seeing Albus Smith, Jr. Awtomatiko siyang napalapit kay Gunter saka agad na kinuha si Shy. Ang asawa nama’y natigilan din, pero mukhang nakabawi agad ito. May pinindot itong numero sa intercom at makaraan ang ilang sandali’y nagmamadaling pumasok sa loob ng upisina nito ang bagong assistant na sa tanda ni Shelby ay nagngangalang Jackson. May sinenyas dito si Gunter at agad namang pinakita ng lalaki ang tablet nito. Saglit na pinasadahan ng asawa ang tantiya ni Shelby ay listahan ng appointment nito nang araw na iyon at ito’y napangiwi.“You didn’t tell me he was this guy,” pabulong na sabi ni Gunter sa assistant.

    Last Updated : 2020-10-10
  • Twenty-Four Seconds   CHAPTER FORTY-SEVEN

    My Dearest Shelby,

  • Twenty-Four Seconds   CHAPTER FORTY-SIX

    Tila naalimpungatan si Shelby nang hawakan siya ng yaya ni Shy sa pisngi. Ang lamig ng kamay nito and she was screaming like crazy.

  • Twenty-Four Seconds   CHAPTER FORTY-FIVE

    “Ser Gunter, you ned toh practez des. You hataw-hataw des like des.”

  • Twenty-Four Seconds   CHAPTER FORTY-FOUR

    Nagising si Shelby sa tila isang mahimbing na tulog. Pinangunutan siya ng noo nang makitang puro puti ang paligid. Dumagundong sa kaba ang puso niya. Lalo na nang tila bahang rumagasa sa

More Chapters

Reviews

no comment
No comment yet

Chapters

Read

Download

You might like

The Night Before Summer Ends  (TAGALOG)
Shadows of Sandoval #1: Chasing the Wild
Chain of Lust (Tagalog)
Silence (Dark Seduction Series#3) TAGALOG  (EDITING)
Depths || Filipino Novel ✔
Celestial Zodiacs: The Chosen Twelve (Tagalog)
The Night Before Summer Ends  (TAGALOG)

The Night Before Summer Ends (TAGALOG)

yajesdecru

Nang mapunta si Raven De Leon, sa lugar na kung saan malayo sa syudad. Lugar na kung saan, puro puno at tunog ng mga ibon at alon ng dagat lamang ang maririnig. Lugar, na kung saan nakilala niya ang isang binatilyo na si, Aries De Guia. Nagkita at nagkakilala sila sa hindi inaasahan na lugar at pagkakataon, at mag hihiwalay nga din ba sila, sa itinakdang panahon?

download The Night Before Summer Ends  (TAGALOG) Download the book on the App

To Readers

Malinaw na natatandaan ni Jiang Sese kung gaano kawalang-interes ang hitsura ng kanyang ama nang sabihin nito sa kanya: "Pagkaalis mo, huwag mong banggitin na ikaw ay mula sa pamilya Jiang, baka gumawa ka ng katangahan." Mas malupit pa ang fiance niya, pinupuna siya ng may masamang tingin sa mukha. "Jiang Sese, paano mo magagawa ang isang bagay na kasuklam-suklam?" Ang mga alaalang ito ay pumukaw sa isang mahina na si Jiang Sese.2  FEI

Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy