loading
Home/ All /Seven Husbands From Hell/Chapter 3

Chapter 3

Author: Fura Ferra
"publish date: " 2020-10-29 23:30:15

"Aarrgghh,"

"Sakura!"

Sebuah lambang muncul dari punggung Sakura, Lazark menatap tidak percaya. Ia tidak merasakan adanya Iblis lain yang datang, tetapi bagaimana bisa Iblis itu membuat tanda kepemilikkan dengan Sakura dalam waktu singkat.

Lazark mencoba menghapus tanda di punggung Sakura, tetapi tanda itu semakin terlihat dan tidak bisa menghilang. Lelaki itu mengumpat, ia tahu benar tanda kepemilikan siapa saja yang tidak dapat ia hilangkan.

Tanda kepemilikkan bergambar sebuah simbol lingkaran sihir, terbuat dari api neraka yang dapat membuat kulit terasa seperti terbakar dan membuat sebuah tanda berupa tato berwarna hitam. Tanda itu dapat di hilangkan jika sang pemilik tanda merupakan kasta di bawah mereka yang ingin menghapus tanda tersebut. Namun, jika setingkat dan lebih kuat dari sang penghapus, tanda itu tidak akan bisa hilang meski harus membuang kulitnya.

Tanda itu akan kembali tumbuh di kulit yang baru, dan tidak akan hilang sampai sang pemilik menghilangkan dengan sendirinya. Sakura jatuh tidak sadarkan diri di pelukan Lazark, wajah pucat Sakura membuatnya mengerti rasa sakit yang gadis itu rasakan.

Lazark menjentikkan jarinya, tubuh Sakura yang polos langsung saja tertutup dengan pakaian yang berasal dari lemari pakaian gadis itu. Dengan hati-hati Lazark merebahkan tubuh Sakura di atas ranjang, ia harus menemui teman-temannya untuk memberitahukan tentang hal ini. Ia harus segera bergerak sebelum sesuatu terjadi.

"Tunggulah di sini," bisik Lazark sambil mengecup kening Sakura.

Lazark memagari kamar Sakura agar tidak ada Iblis yang bisa memasuki barrier miliknya. Segera ia bergegas menemui teman-temannya untuk menceritakan apa yang telah terjadi. Selepas kepergian Lazark, pintu kamar Sakura terbuka dan menampilkan Sean yang baru saja tiba dengan wajah datarnya.

Sean mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar Sakura, tetapi ia tidak mendapatkan apa yang telah mengganggunya sedari tadi. Ia melihat Sakura yang masih asik tertidur pulas di atas ranjang dengan wajah sedikit pucat.

"Nona Sakura, waktunya bangun. Matahari sudah merangkak naik dan Anda masih berada di atas ranjang!" ucap sang Pelayan tampan dengan suara indahnya.

Tidak ada pergerakan dari tubuh Sakura, hingga Sean memberanikan diri untuk mendekati Sakura dan menepuk pipi mulus gadis itu. Kelopak mata Sakura mulai bergerak dan perlahan terbuka, Sean mengerutkan keningnya saat melihat keanehan pada diri Sakura. Tidak biasanya Sakura terlihat lemah seperti saat ini.

"Nona, apa Anda sedang sakit?" tanya Sean dengan suara lembut.

Sakura belum merespon pertanyaan Sean, ia sedang memikirkan apa yang baru saja terjadi. Punggungnya terasa terbakar hingga membuatnya tidak sadarkan diri, di tambah seseorang yang memeluknya dari belakang saat ia sedang mandi.

Perasaan takut mulai menggelayuti Sakura, rasa tidak tenang dan takut tercetak jelas di wajah gadis cantik itu. Sean mulai menatap serius sang Nona, ia memegang tangan Sakura sampai gadis itu menyentak keras tangan Sean.

"Pergi!" teriak Sakura tanpa sadar.

"Nona, saya adalah Sean," jawab pelayan itu sambil menatap khawatir Sakura.

Sakura dengan cepat menatap Sean dan napasnya terlihat kembali stabil, Sakura langsung saja menarik Sean dan memeluknya erat. Ia takut, tentu saja. Seseorang yang datang dan memeluknya dari belakang, lalu rasa panas di punggungnya hingga terasa seperti kulitnya terkelupas.

"Tenanglah, Nona, aku di sini akan melindungimu," ujar Sean menenangkan.

Sean Clinton, usia Sean hanya berbeda 3 tahun dari Sakura. Sean diangkat menjadi pelayan pribadi Sakura saat umur Sakura 15 tahun dan saat itu Sean bersekolah di sekolah khusus Butler. Kemampuan Sean membuat Tuan Leonardo memilihnya untuk melayani sang putri.

 Kemampuan Sean membuat Tuan Leonardo memilihnya untuk melayani sang putri        


Namun, Trisca selalu meminjamnya dari Sakura. Dan sikap Trisca yang semena-mena pada Sakura membuatnya muak melayani gadis cantik itu. Ia tidak menyukai Trisca yang selalu menempatkan Sakura dalam keadaan bahaya. Hingga sebuah perasaan lain membuatnya semakin tidak menyukai Trisca, Sean mulai mencintai Sakura. Entah sejak kapan perasaan itu muncul, tetapi ia tetap merahasiakan perasaannya dari Sakura. Ia tidak ingin Nona manisnya itu menjauh darinya. 

Sean mengelus lembut surai merah muda milik Sakura, tubuh gadis itu gemetar ketakutan dan ia tidak tahu apa yang telah terjadi pada majikannya. Beberapa kali ia mengutuk  Tuan Leonardo karena telah membuatnya tidak melayani Nona tercintanya dalam waktu tiga bulan.

Mungkin Sakura akan biasa saja, tetapi tidak dengannya. Dunianya kembali terlihat abu-abu saat berjauhan dengan Sakura, dunianya terasa begitu hampa saat tidak mendengar suara Sakura. Inilah yang ia namakan sendiri dengan cinta, dengan lantang ia akan mengatakannya jika ia memang mencintai Sakura. Namun, itu terasa seperti angan-angannya. 

Sean menggelengkan kepala, itu bukan angan-angan, ia adalah seorang bangsawan maka ia pantas mendapatkan Sakura. Ya, ia pantas mendapatkan Sakura, karena ia bukan hanya seorang bangsawan. Apa yang ia inginkan selalu ia dapatkan sejak kecil, maka Sakura akan menjadi miliknya suatu hari nanti.

"Nona, kau baik-baik saja?" tanya Sean dengan nada khawatir, melepas keformalitasan agar Sakura merasa nyaman bersamanya.

"Ya," jawab Sakura singkat lalu melepaskan pelukannya pada tubuh Sean.

Wajah Sean terlihat kecewa saat Sakura melepaskan pelukannya, ia ingin Nonanya terus memeluknya agar ia tahu apakah sang Nona memiliki perasaan yang sama terhadapnya.

"Ada apa kau ke sini? Bukankah kau sedang di bebas tugaskan?" tanya Sakura sambil menyembunyikan raut wajahnya yang ketakutan.

"Aku mengkhawatirkan dirimu," jawab Sean sambil menyipitkan matanya saat melihat Sakura yang sedikit gemetar.

Sakura tersenyum, ia senang saat Sean melepaskan keformalitasannya saat bersama dengan dirinya. Karena dengan itu ia benar-benar memiliki seseorang yang dekat dengannya. Gadis itu menghembuskan napasnya lega, rasa takutnya telah berkurang dan ia mulai jengkel dengan Lazark yang tidak ada di kamarnya.

"Apa kau bertemu dengan Lazark?" tanya Sakura, Sean mengangkat satu alisnya.

Sean membenci lelaki bernama Lazark yang terang-terangan ingin memiliki Sakura. Dan ia benar-benar membenci kelima temannya yang memandang Sakura sama halnya Lazark memandang Sakura. Mereka menginginkan Sakura, dan tentu saja ia tidak akan membiarkan keenam lelaki itu merebut Sakura darinya.

"Tidak, tidak ada orang di kamarmu saat aku datang. Apa kalian tidur bersama?" tanya Sean sambil menatap tajam Sakura.

Sakura menggeleng kuat, ia tahu Sean tidak menyukai para idola kampus itu. Entah mengapa Sean selalu saja menatap mereka berenam dengan tatapan permusuhan. Lebih baik saat ini ia mencari aman dari cermah panjang lebar  layaknya dosen yang sedang menerangkan betapa layaknya sebuah lukisan di sebuah pameran.

"Bagus, jangan mendekati mereka, mereka berbahaya," jawab Sean.

Pelayan tampan itu bangkit dan berjalan menuju arah pintu. "Aku akan mencari makan siang untukmu," ujar Sean tanpa menoleh.

"Tunggu, aku ikut!" Sakura langsung turun dari ranjang dan mengejar Sean yang menunggunya di depan pintu.

"Tapi, bagaimana jika Trisca melihatmu?" tanya Sakura sambil menoleh ke segala arah memastikan tidak ada adik tirinya yang menyebalkan.

"Katakan saja jika aku sedang berkencan denganmu,"

"Ehh?"

***

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Seven Husbands From Hell   Chapter 14

"Ahhhh ... hilang sudah masa mudaku yang masih ingin bermain-main dan memiliki teman," keluh Sakura setelah selesai menyelesaikan lukisannya.Saat ini Sakura sedang berada di danau dekat dengan asrama di kampusnya. Bersama dengan Lazark yang saat ini mendampingi Sakura kemana pun wanita itu pergi. Kini para Raja itu membuat peraturan di mana setiap hari Sakura harus ditemani salah satu dari mereka. Dan memiliki satu hari bebas tanpa mereka dengan hanya berdiam diri dalam mansion miliknya.

Seven Husbands From Hell   Chapter 13

"Ayah!" panggil Trisca yang baru saja datang ke Mansion. Ia baru mendengar kabar jika saudara tirinya akan menikah dengan enam orang sekaligus, sebelumnya ia justru senang karena dengan itu Sakura akan terlihat seperti wanita murahan yang mau menikahi banyak pria. Tetapi, lain lagi ceritanya saat ia mengetahui siapa yang akan dinikahi oleh saudaranya.

Seven Husbands From Hell   Chapter 12

"Tunggu." Seorang memasuki kamar Sakura dengan kemeja merah dan jas hitam yang membalut tubuh lelaki itu. Wajah tampannya mengalihkan pandangan Sakura dari Mysth yang sedang menarik tangannya.

Seven Husbands From Hell   Chapter 11

Sebuah sentuhan halus terasa di tubuh Sakura, ia merasakan sebuah rantai yang mulai melilit tubuhnya dan seketika menghujam jantung dengan rasa sakit luar biasa. Air mata itu menetes dari kedua pipi Sakura, tetapi kedua kelopak matanya enggan untuk terbuka. Lebih tepatnya ia tidak bisa membuka kedua matanya.Tubuhnya terasa menegang karena sakit di jantungnya, dan ia merasa begitu lemas hingga napasnya terengah-engah. Begitu menyakitkan hingga ia tidak tahan saat rantai dingin itu seperti membelenggu jantungnya.

Seven Husbands From Hell   Chapter 10

Sakura menatap luar jendela dengan tatapan waspada, hari sudah beranjak pagi beberapa jam yang lalu. Ternyata selama ini ia sudah hidup dengan di kelilingi para Iblis, Sakura menoleh saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah kamarnya."Nona Sakura, apa Anda sudah bangun?" tanya Sean setelah mengetuk pintu tiga kali.

Seven Husbands From Hell   Chapter 9

Saat itu juga aku berlari meninggalkan rumah dan memasuki mobil range rover milikku. Aku melesat pergi keluar dari Mansion. Membelah angin malam yang dingin menusuk kulit pucatku. Air mataku terus menetes membasahi kedua pipi, hatiku terasa sakit mengingat dengan apa yang dikatakan Ayah padaku. Bagaimana mungkin aku menikahi mereka, mereka yang telah menolongku di kampus dan selalu menjagaku. Oh Ibu. Meski aku belum pernah melihatmu, tolonglah anakmu ini.Aku menginjak pedal g

Seven Husbands From Hell   Chapter 8

Mansion milik keluarga Michaelis memang terbilang sangat besar. Untu

Seven Husbands From Hell   Chapter 7

"Apa maksudmu dengan menikahiku, Lazark?"

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy