loading
Home/ Lahat /Rich Man (Bahasa Indonesia)/Kisah Awal

Kisah Awal

Author: Nona Kireina
"Petsa ng paglalathala: " 2020-10-03 11:37:23

Deringan alarm diatas meja dengan bentuk jam walker nya yang menyerupai kodok itu terus berbunyi sejak lima belas menit yang lalu.

Di balik selimut tersebut seorang pria sedang meringkuk seolah kedinginan.

Siapa lagi jika bukan Henry atau kalian semua bisa memanggilnya dengan sebutan tuan muda. Tetapi anehnya jika ia mendengar dirinya di panggil demikian maka Henry pasti akan memasang wajah sebalnya.

Henry terlahir dengan sifat lembut ibunya, lembut bukan berarti dia lemah dan tidak bisa tegas. Jangan salah kawan, karena di balik sikap pendiam nya itu jika Henry mulai terusik maka ia akan segera membuka rahangnya dan menerkam siapa pun yang telah berani mengusiknya.

Tegas adalah turunan sikap ayahnya siapa lagi kalau bukan Sagaara, seantero jagad raya juga sudah tahu seperti apa dia.

Pria yang bahkan tak segan-segan menjebloskan istrinya sendiri ke dalam kandang harimau, ah mengerikan sekali.

***

Henry membiarkan alarm itu terus berdering sementara dirinya sendiri malah sibuk menggulung tubuhnya dengan selimut tebal tersebut.

Lama kelamaan dia pun bosan, segera dia bangun dan mematikan deringan alarmnya.

Henry menguap lebar namun dia segera menutup mulutnya dengan tangan, usai menguap Henry menatap figura di atas meja.

Dia tersenyum sembari menatap wajah saudari kembarnya itu, siapa lagi kalau bukan Kyara.

Ngomong-ngomong Kyara kemana?

Menurut kabar yang di dapat sekarang, Kyara ternyata sedang melanjutkan kuliahnya diluar negeri.

Kemudian Henry kembali duduk di tepi ranjang nya yang tepos, kamar berukuran kecil yang hanya terpasang kipas angin dinding dan berisikan lemari pakaian serta perlengkapan penerangan lampu.

Dia sengaja hidup sederhana seperti ini, bukan karena gulung tikar atau apapun hanya saja Henry sedang mencoba peruntungannya.

Mencari jodoh dengan cara pura-pura menjadi pria yang miskin. Pasalnya selama ini semua wanita yang mendekatinya hanya karena uang dan kedudukannya saja sebagai putra seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan penuh.

Belum lagi bekingan orang-orang berpengaruh seperti paman Jack, paman Longe dan tak lupa juga juga ada sang tangan kanan yang selalu setia pada ayahnya.

"Kyara, kau sudah bangun?" pesan terkirim.

"Bangun apanya? Disini baru saja malam menjelang. Tidur saja belum bagaimana bisa aku bangun?"

"Haaaah.. benar, aku terkadang lupa kalau kau saat ini berada di luar negeri."

"Kenapa? Tumben sekali kau mengirimi ku pesan?"

"Tidak apa-apa, hanya rindu saja.. memangnya tidak boleh?"

"Haha.. apa katamu? Rindu? Menjauh lah dariku.. lebih baik kau cari saja wanita yang bersedia menikah dengan mu.. memangnya mau sampai kapan kau bersandiwara menjadi miskin seperti itu kakak ku tersayang?"

"Cerewet! Cepat selesaikan kuliah mu, dan tidurlah.."

Henry mengirim pesan terakhirnya dengan senyuman, lalu mematikan layar hp nya.

"Aku juga harus bersiap dan segera pergi kerja, atau papah akan memarahiku."

Henry beranjak dari duduknya setelah meletakan hp itu begitu saja di atas ranjang, dia menarik handuk hijaunya yang terpaku di dinding kamar dan segera membawanya masuk ke bath room.

Entah apakah rencananya dalam mencari istri akan berhasil?

Kita doakan saja ya kawan, semoga saja ada wanita yang tulus mencintainya. 

***

Usai mandi dan dilanjutkan dengan sarapan barulah Henry bersiap untuk berangkat ke kantor.

Dia memakai tas gendong hitam juga tak lupa memakai helm, dia lebih suka menaiki motor dari pada mobil.

Semoga pagi ini menjadi hari yang menyenangkan untuk nya, ya.

Gustong malaman kung ano ang mangyayari?
Patuloy ang Pagbabasa
Nakaraang Kabanata
Sunod na kabanata

Ibahagi ang nobela sa

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Pinakabagong kabanata

Rich Man (Bahasa Indonesia)   Pernikahan

Kedua mempelai baru saja selesai mengikrarkan janji suci sehidup mati, bibir mereka saling merasai dengan lembut. Tamu yang hanya di hadiri oleh pihak keluarga mempelai pria dan orang-orangnya saja, cukup untuk melengkapi kebahagiaan ini. Sagaara dan Lovely yang kini sudah duduk di sebuah meja VVIP entah apa yang sedang mereka obrolkan, terlihat hangat dan bahagia. Oh ya, jangan lupakan sosok pria muda yang ternyata baru saja kembali dari London, namanya Aditi, putra semata wayang Ars dan Liora. Adit memakai setelan jas putih dengan rapih, dia sedang berdiri tak jauh dari kerumunan. Sungguh pria yang tak menyukai keramaian, ditangannya sudah menggenggam segelas juice mallbaery yang nikmat. Dia tak suka alkohol, ibu dan ayahnya sangat tak menyukai apapun yang berbau alkohol. "Ars, dimana Adit?" tanya Sagaara usai menyeruput minumannya. "Di

Rich Man (Bahasa Indonesia)   Hari yang baru

Semua persiapan pernikahan telah dilakukan oleh pihak keluarga Henry, ya namanya juga kan orang kaya tinggal menjentikan jari apa pun yang dia inginkan sudah pasti akan terpenuhi. masalah biaya kalian tak perlu meragukannya lagi.Dita yang sudah memakai gaun pengantin itu pun sedang menatap pantulan dirinya yang ada di dalam cermin, cantik dan sempurna.itulah gambaran yang pas untuknya, "Kau sudah siap?" seru Henry menyadarkannya dari lamunan.Dita tersenyum sembari menoleh kearah Henry yang berada diambang pintu, kemudain mengangguk. "Iya..."Binar mata cokelatnya menatap sejuk pada manik hitam tegas Henry, siapa yang akan menyangka jika pertemuan mereka yang dikarenakan sebuah kesalahpahaman malah akan membawanya hingga di titik sekarang ini.Henry melangkah mendekatinya, dia berlutut dihadapan sang gadis lalu mengeluarkan sebuah cincin berlin dari dalam saku jasnya."Bersediakah kau menikah denganku, sayang?"Me

Rich Man (Bahasa Indonesia)   Sabar

Ditatapnya dengan lekat wajah yang sednag tertidur dengan pulas itu, Henry mengelus lembut pipi Dita. "Jangan menangis lagi." bisiknya dengan lirih, perlahan ia mendekatkan bibirnya dikening gadis itu lalu menciumnya. Seolah tak ingin berhenti Henry kembali menciumnya lagi tapi kali ini di bibir ranum Dita yang merah. Tangannya menyusup masuk kedalam pakaian Dita, meraba-raba. "Akh! Sialan, apa sih yang aku fikirkan?!" Henry menggeleng cepat lalu segera keluar kamar untuk menenangkan dirinya. "Aku pasti sudah gila.." Sial sekali kau Henry, bahkan dalam keadaan galaupun seekor cicak berani mengolokmu. *** Henry yang sudah berada didalam kamar nya di lantai bawah, dia baru saja selesai mandi. Rambutnya basah berantakan, tubuh kekar yang hanya terlilit handuk di bagian pinggulnya aaaaah sungguh pemandangan yang indah. Dia duduk sebenta

Rich Man (Bahasa Indonesia)   Kau Gadisku

Henry membalas pelukan Dita lalu menatap Lucas, "Sadari diri kalian, teruatama kau! Dasar penyamun!" tandas Henry pada Sera yang dibalas dengan tatapan terkejutnya. "Seperti yang Anda katakan barusan, mulai detik ini tidak ada lagi hubungan apa pun diantara kalian." Henry melepaskan pelukannya dari Dita, lalu mencengkram pergelangan tangannya. Kemudian melangkah keluar kamar memabawa gadisnya. *** Henry masih melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sebuah boutique ternama di ibu kota. "Hapus air matamu, jangan menangis lagi. Lupakan saja mereka dan mulai sekarang didunia ini kau hanya memiliki ku seorang." "Kita mau kemana?" tanya Dita dengan suaranya yang sedikit serak. "Boutique, aku akan mempercepat hari pernikahan kita " "Apa?" "Kenapa, kau terdengar tidak suka.. bukankah tadi kau se

Rich Man (Bahasa Indonesia)   Jangan Sentuh Wanitaku

Batas kesabaran Dita juga ada batasnya, ia tak akan bisa menerima tuduhan yang tak pernah dilakukan. "Apa yang sebenarnya kakak inginkan, kenapa terus-terusan membahas persoalan pria itu?" "Baiklah karena kau yang bertanya jadi aku tak akan bernada basi lagi.." Sera diam sejenak lalu melangkah mendekatinya. Dia berbisik di telinga Dita dengan satu tangannya yang mencengkram pundak Dita, "Berikan dia padaku!" "Tuan muda hanya pantas menikah dengan ku, bukan dengan mu!" tandas Sera kemudian mendorong Dita sekuat tenaga hingga terduduk. "Aaarrgghh!!" rintih Dita setelah di dorong sekuat itu, "Tak kusangka ternyata hatimu sepicik itu! Setelah menghinanya dan sekarang tahu identitasnya kau bahkan sampai tega memfitnahku di depan ayah -" Plak! Sera melayangkan tangannya tepat mengenai pipi mulus Dita, "Diam kau! Tutup mulutmu yang busuk itu! Mem

Rich Man (Bahasa Indonesia)   Menyudutkan

Dita menatap mereka secara bergantian, lalu menatap ayahnya sembari melangkah mendekat. "Ayah, kumohon percayalah padaku.. aku tidak mungkin melakukan hal sehina itu, ayah." "Sayang jangan percaya padanya.. jika mereka tak melakukan apa pun lalu kenapa tuan muda Henry enggan untuk singgah mesikpun hanya sebentar?" Saat Dita mencoba menyentuh tangan Sanga ayah, dengan cepat Lucas mengangkat tangannya setengah dada dan membuat Dita mengurungkan niatnya. Tangannya jatuh lemas menggantung dengan sorot mata sedihnya. "Masuk ke kamar mu, dan jangan keluar! Pelayan yang akan mengantarkan makan malam serta melayani semua keperluan mu!" tandas Lucas dengan tegas. "Ayah, dengarkan d

Rich Man (Bahasa Indonesia)   Bodoh

Henry yang khawatir akan keadaan Dita benar-benar membuatnya berfikir, bagaimana caranya agar bisa cepat sampai ke rumah sakit.Sementara itu Dita masih cegukan, "Henry turunkan aku.. ini bukan masalah besar, sungguh!" Namun Henry masih enggan mengoment

Rich Man (Bahasa Indonesia)   Salah Faham

Henry dan Dita masih menikmati suguhan pemandangan yang ada di taman oval, "Aku haus.." kata Dita.Orang kaya tapi tak pernah kencan, Henry memberikannya kartu Gold S. "Belilah dan gunakan ini untuk membayarnya.""Kartu, untuk apa?""Tadi kau bil

Rich Man (Bahasa Indonesia)   Lihat Apa?

Jalan-jalan melihat taman oval yang begitu luas, ah indahnya andaikan saja mereka sudah menikah pasti bisa lebih romantis lagi. "Ayo duduk.." ajak Henry yang hanya di jawab dengan anggukan pelan Dita. Mereka duduk di sebuah kursi panjang, tak jauh dari pa

Rich Man (Bahasa Indonesia)   Tundukan Pandanganmu

Mobil masih melaju dengan kecepatan sedang menuju taman oval."Kenapa kau masih mengikat rambut mu? Aku kan sudah bilang kalau aku tidak suka rambut mu di ikat-ikat seperti ini.." mengatakan kalimat 'seperti ini' sembari meremas ujung rambut Dita yang dikuncir, "Apa ini.. sudah s

Higit pang Kabanata
I-download ang Libro
GoodNovel

Libreng I-download ang libro sa App

Download
Maghanap
Library
Maghanap
RomancefeiyHistoryUrbanMafiaSystemFantasyLGBTQ+arNoldMM Romancegenre22-菲语genre26-Pilipinoipinogenre27-请勿使用菲语genre28-Pilipinoipino
Maikling Kwento
KalangitanPagka-misteryo at panghihinalaMakabagong lungsodPag-survive sa katapusan ng mundoPelikulang aksyonPelikula ng agham-piksyonPelikulang romansaDugong na karahasanpag-asapangarapkaligayahanKapayapaanPagkakaibiganMatalinoMasayaMarahasMaamoMalakas红安Madugong pagpatayPagpatayKasaysayan ng digmaanPangarap na pakikipagsapalaranAgham-piksyonIstasyon ng tren
GumawaWriter BenefitCONTEST
Popular na Genre
RomancefeiyHistoryUrbanMafiaSystemFantasy
Makipag-Ugnayan
Tungkol sa AminHelp & SuggestionBusiness
Mapagkukunan
Download AppsWriter BenefitContent PolicyKeywordsMga Hot na PaghahanapMga Review ng AklatFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Komunidad
Facebook Group
Sundan Kami
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy