Unduh Buku Gratis di Aplikasi
Army?
Penulis: Nona KireinaBagikan buku ke
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Bab terbaru
Rich Man (Bahasa Indonesia) Pernikahan
Kedua mempelai baru saja selesai mengikrarkan janji suci sehidup mati, bibir mereka saling merasai dengan lembut. Tamu yang hanya di hadiri oleh pihak keluarga mempelai pria dan orang-orangnya saja, cukup untuk melengkapi kebahagiaan ini. Sagaara dan Lovely yang kini sudah duduk di sebuah meja VVIP entah apa yang sedang mereka obrolkan, terlihat hangat dan bahagia. Oh ya, jangan lupakan sosok pria muda yang ternyata baru saja kembali dari London, namanya Aditi, putra semata wayang Ars dan Liora. Adit memakai setelan jas putih dengan rapih, dia sedang berdiri tak jauh dari kerumunan. Sungguh pria yang tak menyukai keramaian, ditangannya sudah menggenggam segelas juice mallbaery yang nikmat. Dia tak suka alkohol, ibu dan ayahnya sangat tak menyukai apapun yang berbau alkohol. "Ars, dimana Adit?" tanya Sagaara usai menyeruput minumannya. "Di
Rich Man (Bahasa Indonesia) Hari yang baru
Semua persiapan pernikahan telah dilakukan oleh pihak keluarga Henry, ya namanya juga kan orang kaya tinggal menjentikan jari apa pun yang dia inginkan sudah pasti akan terpenuhi. masalah biaya kalian tak perlu meragukannya lagi.Dita yang sudah memakai gaun pengantin itu pun sedang menatap pantulan dirinya yang ada di dalam cermin, cantik dan sempurna.itulah gambaran yang pas untuknya, "Kau sudah siap?" seru Henry menyadarkannya dari lamunan.Dita tersenyum sembari menoleh kearah Henry yang berada diambang pintu, kemudain mengangguk. "Iya..."Binar mata cokelatnya menatap sejuk pada manik hitam tegas Henry, siapa yang akan menyangka jika pertemuan mereka yang dikarenakan sebuah kesalahpahaman malah akan membawanya hingga di titik sekarang ini.Henry melangkah mendekatinya, dia berlutut dihadapan sang gadis lalu mengeluarkan sebuah cincin berlin dari dalam saku jasnya."Bersediakah kau menikah denganku, sayang?"Me
Rich Man (Bahasa Indonesia) Sabar
Ditatapnya dengan lekat wajah yang sednag tertidur dengan pulas itu, Henry mengelus lembut pipi Dita. "Jangan menangis lagi." bisiknya dengan lirih, perlahan ia mendekatkan bibirnya dikening gadis itu lalu menciumnya. Seolah tak ingin berhenti Henry kembali menciumnya lagi tapi kali ini di bibir ranum Dita yang merah. Tangannya menyusup masuk kedalam pakaian Dita, meraba-raba. "Akh! Sialan, apa sih yang aku fikirkan?!" Henry menggeleng cepat lalu segera keluar kamar untuk menenangkan dirinya. "Aku pasti sudah gila.." Sial sekali kau Henry, bahkan dalam keadaan galaupun seekor cicak berani mengolokmu. *** Henry yang sudah berada didalam kamar nya di lantai bawah, dia baru saja selesai mandi. Rambutnya basah berantakan, tubuh kekar yang hanya terlilit handuk di bagian pinggulnya aaaaah sungguh pemandangan yang indah. Dia duduk sebenta
Rich Man (Bahasa Indonesia) Kau Gadisku
Henry membalas pelukan Dita lalu menatap Lucas, "Sadari diri kalian, teruatama kau! Dasar penyamun!" tandas Henry pada Sera yang dibalas dengan tatapan terkejutnya. "Seperti yang Anda katakan barusan, mulai detik ini tidak ada lagi hubungan apa pun diantara kalian." Henry melepaskan pelukannya dari Dita, lalu mencengkram pergelangan tangannya. Kemudian melangkah keluar kamar memabawa gadisnya. *** Henry masih melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sebuah boutique ternama di ibu kota. "Hapus air matamu, jangan menangis lagi. Lupakan saja mereka dan mulai sekarang didunia ini kau hanya memiliki ku seorang." "Kita mau kemana?" tanya Dita dengan suaranya yang sedikit serak. "Boutique, aku akan mempercepat hari pernikahan kita " "Apa?" "Kenapa, kau terdengar tidak suka.. bukankah tadi kau se
Rich Man (Bahasa Indonesia) Jangan Sentuh Wanitaku
Batas kesabaran Dita juga ada batasnya, ia tak akan bisa menerima tuduhan yang tak pernah dilakukan. "Apa yang sebenarnya kakak inginkan, kenapa terus-terusan membahas persoalan pria itu?" "Baiklah karena kau yang bertanya jadi aku tak akan bernada basi lagi.." Sera diam sejenak lalu melangkah mendekatinya. Dia berbisik di telinga Dita dengan satu tangannya yang mencengkram pundak Dita, "Berikan dia padaku!" "Tuan muda hanya pantas menikah dengan ku, bukan dengan mu!" tandas Sera kemudian mendorong Dita sekuat tenaga hingga terduduk. "Aaarrgghh!!" rintih Dita setelah di dorong sekuat itu, "Tak kusangka ternyata hatimu sepicik itu! Setelah menghinanya dan sekarang tahu identitasnya kau bahkan sampai tega memfitnahku di depan ayah -" Plak! Sera melayangkan tangannya tepat mengenai pipi mulus Dita, "Diam kau! Tutup mulutmu yang busuk itu! Mem
Rich Man (Bahasa Indonesia) Menyudutkan
Dita menatap mereka secara bergantian, lalu menatap ayahnya sembari melangkah mendekat. "Ayah, kumohon percayalah padaku.. aku tidak mungkin melakukan hal sehina itu, ayah." "Sayang jangan percaya padanya.. jika mereka tak melakukan apa pun lalu kenapa tuan muda Henry enggan untuk singgah mesikpun hanya sebentar?" Saat Dita mencoba menyentuh tangan Sanga ayah, dengan cepat Lucas mengangkat tangannya setengah dada dan membuat Dita mengurungkan niatnya. Tangannya jatuh lemas menggantung dengan sorot mata sedihnya. "Masuk ke kamar mu, dan jangan keluar! Pelayan yang akan mengantarkan makan malam serta melayani semua keperluan mu!" tandas Lucas dengan tegas. "Ayah, dengarkan d
Rich Man (Bahasa Indonesia) Sadari Batasanmu
Sesampainya El di lantai tertinggi gedung Woolim Group, disebuah sofa hitam yang jaraknya dekat dengan sudut ruangan itu, ada Lucas yang sedang duduk dengan wajah gusarnya.Saat melihat El mendekat Lucas pun segera memposisikan dirinya. Beranjak dari duduk lalu memberikannya bow.
Rich Man (Bahasa Indonesia) Menyebalkan
Sesampainya Henry diruang kerja ia pun langsung duduk di sofa, tepat mereka duduk bersebrangan. "Ada apa El?" "Tuan Lucas baru saja menemui saya dikantor, dia ingin menemui nona muda." Kelopak mata Henry terlihat turun kelihatannya di
Rich Man (Bahasa Indonesia) Percaya Diri
Dokter Rey baru saja selesai memeriksa keadaan Dita, "Nona tidak apa-apa.. hanya butuh istirahat saja.""Kau yakin? Baru saja dia mengeluh sakit padaku.." seru Henry sembari memicingkan matanya menatap Dita yang ketahuan berbohong, lalu ia menghela nafas kemudian mengi
Rich Man (Bahasa Indonesia) Kau Sakit?
Henry baru saja mematikan mobilnya saat sampai di garasi vila, dia segera turun dari mobil dan melangkah cepat ke tempat Dita berada.Di dekat tangga Ran sedang berdiri seolah ia tahu kapan kedatangan si tuan muda ini, "Selamat datang tuan.."Henry hanya mengangg
