loading
Home/ All /PLAYMATE ( INDONESIA )/05 - Momen Perdana

05 - Momen Perdana

Author: BebbyShin
"publish date: " 2020-09-29 22:28:35

Komen yang banyak biar Shin semangat ngetiknya yaa..

Happy Reading ebeb...



🌹🌹🌹🌹🌹

Sally memandang sekitarnya. Ia masuk ke dalam luasnya halaman salah satu resort mewah yang berada di Santorini. Ia pernah dua kali berlibur bersama kedua orangtuanya ke sana namun, saat itu ia masih kecil.

Santorini tidak pernah mengecewakan bagi Sally. Negara ini penuh dengan keindahan, untuk itu ia ingin memiliki pulau pribadi di negara ini.

Kaki jenjangnya melangkah tetap mengekor pria berkepala botak itu untuk bertemu dengan majikannya. Sally menyesalkan keputusannya untuk datang kemari sebagai Maid, bukan untuk liburan. Pemandangan indah, pantai yang bersih dan jernih. Akan terasa lebih sempurna jika ia memakai bikini mahal koleksinya dan berjemur di atas pasir putih itu.

Tapi Sally harus menahan keinginannya itu selama satu bulan ini. Ia harus bertahan demi pulau impiannya. Fokusnya melalui 30 hari ke depan tanpa hambatan dan bekerja sebaik-baiknya. Ia sudah berkorban sangat banyak, jadi seharusnya ia mendapatkan imbalan yang setimpal seharga pulau.

Dua orang dewasa, mungkin hampir seumuran dengan kedua orangtuanya sedang menikmati makanan di atas meja. Keduanya berhenti mengunyah roti yang ada dan segera menoleh saat Okus, nama pria yang menjemput Sally tadi datang menghadap.

Kedua bola mata biru wanita yang mungkin akan menjadi majikannya selama satu bulan ke depan itu menelisik penampilan Sally dari ujung kaki sampai ujung kepala dengan begitu teliti.

"Kau Ms Elley James?" tanya pria paruh baya memecah keheningan diantara mereka semua.

"Ya. Saya Elley James," ucap Sally tegas.

"Sepertinya kau berbeda dari maid-maid yang lain, yang telah terlebih dahulu datang kemari. Kau sama sekali tidak seperti maid pada umumnya?" ucap wanita paruh baya dengan cukup sinis,

Alamanda dan Robert adalah nama dari majikan Sally.

Sally segera mengamati penampilannya dari ujung kaki sampai kaos yang ia kenakan. Apakah pakaian murahan menjijikan seperti ini tidak cukup untuk dirinya terlihat seperti gembel pada umumnya.

"Apakah kau berpenampilan seperti ini setiap hari," tanya Alamanda lagi.

"Ya Madam. Saya biasa mengenakan pakaian seperti ini," jawab Sally tanpa ragu.

Seharusnya Sally mencoba untuk ikut casting film, dibanding menjadi seorang fake maid seperti saat ini. Aktingnya sangat luar biasa bagus melebihi aktris-aktris hollywood.

Celana jeans panjang berwarna navy, tshirt hitam dan sebuah slingbag murahan serta sneakers putih entah merek apa yang Sally juga tidak tahu apa itu yang ia pakai saat ini.

"Kau berbahaya. Kau bahkan tidak cocok untuk jadi seorang maid," ucap Alamanda dan Sally mengerenyitkan dahinya mendengar ucapan Alamanda.

"Apa maksud dan tujuanmu bekerja sebagai maid?" tanya Alamanda semakin sinis.

Demi Tuhan, jika tidak karena sebuah pulau, Sally tidak akan sudi diperlakukan seperti saat ini. Ia pasti akan segera pergi dari orang yang terlalu banyak tanya mengenai dirinya.

"Saya hanya ingin mencari uang. Saya ingin menyambung pendidikan saya yang sempat tertunda karena kekurangan biaya," jawab Sally berusaha semeyakinkan mungkin.

"Kau kuliah?" Robert angkat suara.

"Ya, dulu. Sekarang tidak lagi, karena saya tidak memiliki biaya," kata Sally.

"Kau bisa saja menjadi seorang model dibanding melamar sebagai maid di sini," ketus Alamanda.

"Saya tidak memiliki bakat untuk menjalani profesi seperti itu," jawab Sally lagi.

"Honey. Sudah cukup. Kita sudah mengambilnya dari agen yang resmi, jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan apa pun lagi," Robert menahan Alamanda untuk kembali mencecar Sally dengan berbagai pertanyaan kejam.

Alamanda masih menelisik Sally dari ujung kaki dan ujung kepala. Sally hanya diam menunduk menunggu hal apa lagi yang akan keluar dari mulut majikannya itu.

"Resort ini milik kami dan beberapa lagi resort mewah di negara ini adalah aset milik keluarga kami. Kau satu dari 34 total maid yang bekerja pada kami," ucap Alamanda sombong.

Sambil menunduk Sally memutar bola matanya malas.

'Keluargaku juga tidak kalah kaya raya. Tapi Daddy dan Mommy tidak sesombong wanita tua ini. Jika kau tahu siapa aku, kau juga akan merasa tidak enak hati, pastinya,' batin Sally.

"Semua tugasmu Elley, akan disampaikan oleh ketua maid di rumah ini. Jika kinerja mu bagus, maka aku tidak akan pelit untuk memberikanmu bonus. Namun, jika kau ceroboh. Aku bisa segera menendangmu pergi dari sini," ucap Alamanda dengan penuh penekanan.

Sally pamit undur diri dan mengikuti langkah kaki Ketua maid yang dikatakan Alamanda tadi. Pria cukup tua karena wajahnya sudah berkerut dan rambutnya sudah memutuh bersamaan dengan janggut serta kumisnya.

"Perkenalkan, namaku Dominic. Aku adalah Kepala Pelayan rumah tangga di sini. Kau berada di bawah pengawasanku, Elley," ucap Dominic menatap Elley serius.

"Tugasmu setiap pagi adalah menyiapkan perlengkapan makan dibantu dengan tujuh maid yang lain. Kalian bisa membagi tugas secara adil sendiri. Untuk siang hari, kau dan sembilan maid yang lainnya bekerja membersihkan setiap kamar, tidak boleh ada debu yang masih menempel sedikit pun. Madam Alamanda sangat cinta kebersihan. Malam hari, kau harus siaga di dekat meja makan bersama empat belas maid yang lain, berjaga-jaga jika majikan kita membutuhkan sesuatu. Apakah sampai disini, kau mengingat jadwal kerjamu?" kata Dominic panjang lebar.

Sally mengangguk.

"Ada yang ingin kau tanyakan?" tanya Dominic.

"Jam berapa aku harus bangun pagi dan jam berapa pula aku bebas tugas menjadi maid? Apakah aku memiliki hari libur?" tanya Sally tanpa ragu.

Dominic menaikkan sebelah alisnya. Ia cukup terkejut ketika Sally akan menanyakan hal yang biasanya sangat jarang ditanyakan di awal-awal bekerja.

"Kau harus sudah siap pukul 6 pagi dan pukul 9 malam waktu kerjamu berakhir. Setiap hari Jum'at kau bisa mengambil waktu liburmu," jelas Dominic.

Sally lagi-lagi mengangguk.

"Baiklah. Aku mengerti," kata Sally santai.

"Kau bisa segera mengganti seragammu dengan seragam kerja yang ada di kamar ganti khusus atas nama mu sendiri. Lalu setelah itu, kau sudah bisa menjalankan tugasmu untuk persiapan makan malam," instruksi Dominic.

Sally diantar menuju ruang ganti atas namanya sendiri di sana. Benar-benar luar biasa. Semua maid diberikan fasilitas privasi yang cukup baik dan Sally cukup senang mengenai ini.

Sally mengangkat seragam yang akan ia pakai selama satu bulan di situ

Sally mengangkat seragam yang akan ia pakai selama satu bulan di situ. Wanita itu memejamkan matanya dan mengembuskan napas kasar, berusaha mengendalikan diri agar bisa bertahan demi misinya terlewati.

Berdiri menatap cermin sambil memutar tubuhnya berkali-kali ke kanan kiri. Seragam makhluk rendahan menurutnya itu, akhirnya melekat di tubuhnya. Bagi siapa pun yang melihat penampilan Sally, wanita itu sama sekali tidak terlihat seperti maid pada umumnya, malah Sally terlihat sebagai model yang bersiap untuk melakukan pemotretan seragam maid.

"Wow, Elley, kau sangat cantik. Kau tidak pantas menjadi seorang maid, kau lebih pantas menjadi majikan kami," ucap seorang wanita berusia mungkin sekitar 25 tahunan, salah satu maid muda di sana yang bernama Amor.

Sally tersenyum menanggapi ucapan Amor padanya. Kepercayadiriannya kembali meningkat setelah ada orng lain yang memujinya.

'Aura mewahku, memang tidak bisa dielakkan sama sekali,' batin Sally.

"Sudah hampir pukul enam. Kita harus bersiap di meja makan. Ayo cepat, Elley," Amor menarik tangan Sally agar berjalan bergegas menuju ruang makan.

Semua maid yang ditugaskan untuk makan malam sudah siap di posisi masing-masing


Semua maid yang ditugaskan untuk makan malam sudah siap di posisi masing-masing. Sally bersikap santai malah terlalu santai melihat kemewahan yang ada di depan matanya.

Amor yang berdiri di sampingnya Sally menyikutnya sehingga Sally mendelik kesal.

"Kau tidak terkesan dengan isi ruangan ini?" tanya Amor penasaran dan Sally menggeleng.

"Hanya kau maid yang datang kemari dan tidak terkesan dengan semua yang ada di dalam resort ini. Aku bahkan sangat mengagumi semua yang ada di sini," celoteh Amor.

'Ck! Untuk apa aku terkesan? Di sini dan di rumahku sama saja. Rumahku penuh dengan barang-barang mewah yang tidak berbeda dengan keadaan di sini,' batin Sally.

"Bukankah semua rumah miliarder sama saja seperti ini. Jadi, aku sudah tidak heran lagi," ucap Sally.

Amor mengangguk membenarkan.

"Selain Madam Alamanda dan Sir Robert memiliki kekayaan yang luar biasa, mereka juga masih memiliki harta karun lainnya yang lebih luar biasa," bisik Amor dan Sally memicing ke arah Amor.

Baru saja Sally ingin membuka mulut untuk menanyakan maksud ucapan Amor, tapi ucapannya harus tertahan karena majikan mereka sudah tiba. Semua maid di sana menunduk rapi dan mau tidak mau Sally ikut menunduk seperti yang lainnya.

Madam Alamanda dan Sir Robert berjalan masuk ke ruang makan dan duduk di tempat masing-masing. Sepuluh menit penuh keheningan, hanya terdengar suara garpu dan pisau beradu, tapi seketika semuanya berubah ketika seorang pria dengan kemeja hitam bermotif sangat ramai dan bercelana pendek hitam masuk ke dalam ruang makan tersebut.

Sontak semua menundukkan pandangan mereka        

Sontak semua menundukkan pandangan mereka. Sally yang tidak mengerti pun turut serta melakukan hal serupa. Wanita itu menunduk meskipun tidak tahu siapa pria itu.

"Hello, everybody! Roland kembali," suara ceria yang berasal dari pria itu berhasil membuat Sally menyatukan alisnya.

Sally menyikut Amor.

"Siapa dia?" bisik Sally.

"Harta karun Madam dan Mister," jawab Amor singkat sambil berbisik pula dan Sally hanya ber-Oh ria mendengarnya.

🌹🌹🌹🌹🌹

Roland Filemon        

Roland Filemon

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

PLAYMATE ( INDONESIA )   40 - Roland yang Misterius

Shin izin gak update dulu yah, becoz mau keluar kota lagi. Jadi, gak punya waktu buat fokus nulis. Menuju detik-detik ending ??Kira-kira misteri apa yang belum kebongkar di cerita ini? Hayo loh? Jangan lupa Komen dan REVIEW nya yah ? Happy Reading gaisss gaiss! ?????

PLAYMATE ( INDONESIA )   39 - Perseteruan Sengit

Hallo, gaisssss masih inget Shin gak? wkwkwkwk ???Shin datang bawa pasangan ajaib! Bikin seneng Shin sama keramean komen kalian dong

PLAYMATE ( INDONESIA )   38 - Pengakuan

Hai semuaJangan lupa kalo keluar rumah tetap pake masker yah.Jaga kesehatan selalu

PLAYMATE ( INDONESIA )   37 - Berkencan

Full part buat Mas Jam dan Mbak SandwichSemoga berkesanJangan males komen sebanyak-banyaknya di part ini ????Part didedikasikan untuk semua ROSA's Sq

PLAYMATE ( INDONESIA )   36 - Welcome, Mr. Roland Filemon

Banjirin dengan komen kalian part ini! Happy Reading gaisssh

PLAYMATE ( INDONESIA )   35 - Oh My God!

YANG BELOM KASIH REVIEW, AYO AYO KASIH REVIEWNYA!!!JANGAN LUPA BOOM KOMEN YAHHappy reading semuanya!

PLAYMATE ( INDONESIA )   14 - Kepanikan Sally

PLAYMATE ( INDONESIA )   13 - Ketahuan

Komen yang banyak yah!!!

PLAYMATE ( INDONESIA )   12 - Tanda Tanya?

Shin bakal update lanjutannya setelah kontraknya

PLAYMATE ( INDONESIA )   11 - Rival

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy