Download the book for free

Chapter 1
"Albin, ayo nikah sama aku. Aku harus punya anak." Jovan meraih tanganku yang gemetar. Aku begitu terkejut dengan apa yang baru saja aku dengar.
"A-apa? Ta-tapi." Kata-kataku tergagap. Dia adalah lelaki paling kuinginkan di dalam hidupku. Semua ini begitu mengejutkan. Ini pasti mimpi. Aku menelan ludah membasahi tenggorokanku yang tiba-tiba terasa kering.
"Jangan khawatir, aku hanya ingin memiliki anak. No sex." Jovan menatapku dengan mata penuh permohonan. Kata-kata yang dia ucapkan semakin membuatku lemas. Aku menginginkannya siang dan malam. Tapi... apa dia bilang? No sex? Shit!
"Tapi, Jo. Gimana mau punya anak tanpa sex? Kamu pikir aku sapi? Disuntik doang bisa punya anak?" Aku menatap mata Jovan penuh rasa tidak percaya, "kampret ni orang," aku menggerutu di dalam hati.
Jovan tertawa saat mendengar kata-kataku. Dia tertawa hingga deretan giginya yang putih dan rapi terlihat jelas. "Ya, Lord. Dia ganteng banget, sumpah!"
"Mau nikah sama aku? Kita nikah sampai anak kita lahir."
"Parah kamu, Jo. Beneran kamu jadiin aku sapi. Sekalian aja, perah susu gue!" Aku marah.
"Susu kamu buat anak kita nanti," sahut Jovan tenang, "Segini cukup?" Dia menyerahkan cek kepadaku, "cek ini bisa dicairkan jika kamu bersedia menikah denganku."
****
Namaku Albin.
Hanya Albin. Itu kata kedua orang tua angkatku. Aku ditemukan di dalam kardus yang diletakkan diam-diam ke dalam bak mobil pick up pengangkut karet di sebuah pasar. Nama itu tertulis pada secarik kertas di sisiku yang entah berumur berapa hari.
Malang nasibku? Aku tertawa miris saat mengingat kenyataan ini. Semua itu belum seberapa dengan perjalanan yang harus kutempuh selama ini.
Namun, semua tiba-tiba berubah. Dunia berubah saat aku bertemu Jovan, lelaki tampan yang kutemui di tempat kerjaku tiga bulan yang lalu. Dia seringkali datang bersama teman-temannya. Seringkali dia datang lebih dulu dan memintaku duduk di sisinya dan kami saling bicara. Jovan, dia sangat ramah dan manis. Sikapnya membuatku sangat nyaman dengan segala keterbatasan dan kekuranganku.
Saat dia memintaku menikahinya, aku merasa terbang ke angkasa karena rasa bahagia, tapi saat dia berkata no sex.
No SEX?! Apa ini?! Aku menginginkannya siang dan malam, dia bilang no sex? Tapi kenapa? Jika dia tidak mengnginkanku kenapa menikahiku? Haruskah aku menerimanya? Jumlah yang dia tawarkan fantastis. Aku kerja seumur hidup dan reinkarnasi tujuh kali pun gak akan bisa dapat uang segitu banyak. Jika aku menerimanya, paling tidak aku bisa membalas kebaikan kedua orang tua angkatku dengan memberikan mereka kehidupan yang layak daripada sekedar buruh pabrik rotan.
Tapi ... tapi kenapa Jo?
Latest chapter
Marry Me White Queen (Bahasa Indonesia) BAB 11. TRAKTIR MAKAN
Albin berjalan pelan bersama temannya keluar dari Havana klub. Mereka saling tertawa. Sesekali saling menggoda dan bercanda. Tawa mereka mengisi lorong parkiran sepeda motor khusus karyawan. Jovan bersandar pada pilar lorong parkiran. Dia tersenyum manis saat mendengar Albin dan teman-temannya menggosipkan para pelanggan mereka. Dari yang menyebalkan sampai yang baik hati.
Last Updated : 2020-10-12
Marry Me White Queen (Bahasa Indonesia) BAB 10. PELANGGAN ROYAL?
Sekate-kate ini orang, “Ok Jo yang baik hati, kenapa lo nipu gue?!” “Enak aja, aku gak nipu kamu.”
Last Updated : 2020-10-12
Marry Me White Queen (Bahasa Indonesia) BAB 9 MAS JO YANG BAIK HATI
Jovan menuruni tangga rumahnya sambil menenteng sebuah tas kerja di tangannya. Dia mau menikmati sarapan paginya sebelum berangkat ke kantor pagi ini. Tubuhnya sebenarnya masih terasa lelah karena baru kemarin sore dia tiba dari luar pulau meninjau lokasi lahan yang digarap perusahaannya, tetapi dia tetap ke kantor hari ini. Banyak hal yang harus dia kerjakan. Jovan bersenandung ringan sambil menapaki anak tangga, saat dia melihat lurus ke depan, di meja makan sudah duduk di kursi lelaki tua yang sangat dikenal
Last Updated : 2020-10-12
Marry Me White Queen (Bahasa Indonesia) BAB 8. AKHIRNYA INGAT
~Jovan POV~ Aku menyodorkan ponselku kepadaTasya, memintanya mengantikan ponselku besok. Tasya, dia seseorang yang sangat kupercayai. Dia bekerja bersama kami selama dua belas tahun, bersamaku enam tahun dan bersama papa selama enam tahun. Ya, Tasya sebelumnya asisten papa kemudian papa menyerahkan kepadaku saat dia tidak aktif lagi bekerja. Tasya adalah ses
Last Updated : 2020-10-12
Marry Me White Queen (Bahasa Indonesia) BAB 7. TASYA
Jovan memperhatikan presentasi dari direktur keuangan perusahaannya, mereka semua menatap ke LED screen besar yang berada di ruang meeting. Perusahaan kayu lapisnya semakin teran
Marry Me White Queen (Bahasa Indonesia) BAB 6. SI PENIPU TAMPAN
Aku melepaskan sabuk pengaman yang sudah terpasang di tubuhku lalu mencondongkan tubuhku mendekati Albin, mendekatkan wajahku ke wajahnya.
Marry Me White Queen (Bahasa Indonesia) BAB 5. MANAGER HAVANA CLUB
Albin tersedak, beberapa detik setelah dia menghabiskan minuman yang terakhir. Dia hampir terjatuh ke belakang, aku menahannya, menariknya ke dalam pelukanku.
Marry Me White Queen (Bahasa Indonesia) BAB 4. BOLEH KUBAWA PULANG?
Albin
Reviews

Chapters
Read
Download
To Readers
Jiang Sese dapat dengan jelas mengingat betapa acuh tak acuh ayahnya ketika dia mengatakan kepadanya: "Setelah kamu pergi, jangan pernah menyebutkan bahwa kamu berasal dari keluarga Jiang, jangan sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri." Tunangannya bahkan lebih kejam, mengkritiknya dengan ekspresi menghina di wajahnya. "Jiang Sese, bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang begitu menjijikkan?" Kenangan ini membangkitkan Jiang Sese yang sudah lemah.2 YINI
