GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
author-background
Snow Sparkle
Author
Snow Sparkle

Novels by Snow Sparkle

Marry Me White Queen (Bahasa Indonesia)

Marry Me White Queen (Bahasa Indonesia)

"Ayo nikah sama aku. Aku harus punya anak." Jovan meraih tanganku yang gemetar. Aku begitu terkejut dengan apa yang baru saja aku dengar. "A-apa? Ta-tapi." Kata-kataku tergagap. Dia adalah lelaki paling kuingnkan di dalam hidupku. Semua ini begitu mengejutkan. Ini pasti mimpi. Aku menelan ludah membasahi tenggorokanku yang tiba-tiba terasa kering. "Jangan khawatir, aku hanya ingin memiliki anak. No sex." Jovan menatapku dengan mata penuh permohonan. Kata-kata yang dia ucapakan semakin membuatku lemas. Aku menginginkannya siang dan malam. Tapi... apa dia bilang? No sex? Shit! "Tapi, Jo. Gimana mau punya anak tanpa sex? Kamu pikir aku sapi? Disuntik doang bisa punya anak?" Aku menatap mata Jovan penuh rasa tidak percaya, "kampret ni orang" aku menggerutu di dalam hati. Jovan tertawa saat mendengar kata-kataku. Dia tertawa hingga deretan giginya yang putih dan rapi terlihat jelas. "Ya, Lord. Dia ganteng banget." "Mau nikah sama aku? Kita nikah sampai anak kita lahir." "Parah kamu, Jo. Beneran kamu jadiin aku sapi. SEKALIAN AJA, PERAH SUSU GUE!" Aku marah.
10
| 362 Views | Ongoing
BAB 11. TRAKTIR MAKAN
Albin berjalan pelan bersama temannya keluar dari Havana klub. Mereka saling tertawa. Sesekali saling menggoda dan bercanda. Tawa mereka mengisi lorong parkiran sepeda motor khusus karyawan. Jovan bersandar pada pilar lorong parkiran. Dia tersenyum manis saat mendengar Albin dan teman-temannya menggosipkan para pelanggan mereka. Dari yang menyebalkan sampai yang baik hati.
Last Updated: 2020-10-12
BAB 10. PELANGGAN ROYAL?
Sekate-kate ini orang, “Ok Jo yang baik hati, kenapa lo nipu gue?!” “Enak aja, aku gak nipu kamu.”
Last Updated: 2020-10-12
BAB 9 MAS JO YANG BAIK HATI
Jovan menuruni tangga rumahnya sambil menenteng sebuah tas kerja di tangannya. Dia mau menikmati sarapan paginya sebelum berangkat ke kantor pagi ini. Tubuhnya sebenarnya masih terasa lelah karena baru kemarin sore dia tiba dari luar pulau meninjau lokasi lahan yang digarap perusahaannya, tetapi dia tetap ke kantor hari ini. Banyak hal yang harus dia kerjakan. Jovan bersenandung ringan sambil menapaki anak tangga, saat dia melihat lurus ke depan, di meja makan sudah duduk di kursi lelaki tua yang sangat dikenal
Last Updated: 2020-10-12
BAB 8. AKHIRNYA INGAT
~Jovan POV~ Aku menyodorkan ponselku kepadaTasya, memintanya mengantikan ponselku besok. Tasya, dia seseorang yang sangat kupercayai. Dia bekerja bersama kami selama dua belas tahun, bersamaku enam tahun dan bersama papa selama enam tahun. Ya, Tasya sebelumnya asisten papa kemudian papa menyerahkan kepadaku saat dia tidak aktif lagi bekerja. Tasya adalah ses
Last Updated: 2020-10-12
BAB 7. TASYA
Jovan memperhatikan presentasi dari direktur keuangan perusahaannya, mereka semua menatap ke LED screen besar yang berada di ruang meeting. Perusahaan kayu lapisnya semakin terancam karena kayu semakin sulit didapat. Bahkan mereka memiliki rencana mengurangi pegawai demi menyesuaikan keuangan perusahaan yang semakin sulit. Adi Jaya Sakti-ayahnya Jovan dan beberapa investor mendengarkan rapat dengan saksama. Tidak lama setelah itu Jovan memberikan presentasi untuk mengambil proyek membuka lahan yang dilakukan perusahan sawit, mereka bisa memberikan separuh harga untuk membuka lahan itu, tapi semua kayu yang diteb
Last Updated: 2020-10-12
BAB 6. SI PENIPU TAMPAN
Aku melepaskan sabuk pengaman yang sudah terpasang di tubuhku lalu mencondongkan tubuhku mendekati Albin, mendekatkan wajahku ke wajahnya. Aku menyentuh bibirnya dengan ujung jemariku. Desiran darahku terasa semakin naik sampai ke ubun-ubun. Albin masih tertidur pulas. Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat berusaha menyingkirkan pikiran liar di dalam kepalaku, aku menelan air liur, hela napas Albin terasa hangat menyentuh wajahku. Aku menyusupkan tangan ke belakang punggung Albin untuk mengambil tasnya yang tadi diletakkan Gina di belakangnya. Aku mengambil ponsel milik Albin, aku ingin mengirimkan pesan dari
Last Updated: 2020-10-12
prev Previous Page
Next Pagenext
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy