Download the book for free
Bagian 5 - Pelacur Baru
Author: Riski HakikiAnna menutup dadanya yang terbuka dengan bantal. Piama tidurnya yang berpotongan dada rendah dengan serat kain yang agak transparan, tentu saja akan membuat hasrat kelelakian pria mana pun termasuk Luke tergoda.
“Luke. Ini tidak benar.” Suara Anna bergetar. Sungguh, dia sangat ketakutan sekarang. Apa yang akan Luke lakukan, dia belum siap. Hubungannya dengan Luke hanya sebatas status saja. Demi menutupi niat Luke untuk membalas dendam. Jadi, untuk memberikan Luke hak sebagai suaminya, dia tidak mungkin bisa memberikan.
Luke menyeringai—kejam. Tak peduli dengan teriakan Anna, Luke malah melepaskan kaos putihnya dan bertelanjang dada. Dengan beringas, Luke menarik kaki Anna sampai-sampai Anna jatuh telentang di bawah kungkungan tubuh Luke yang besar dan kekar.
“Luke! Apa yang kamu inginkan?” ucap Anna sambil memberi sekat pembatas antara tubuhnya dan Luke dengan mendorong dada Luke dengan ke dua tangannya.
Luke menatap Anna dengan pandangan tajamnya yang sayu. “Menidurimu, istriku.”
“Apa?!”
Luke menarik tangan Anna yang mendorong-dorong tubuhnya dan menahannya di samping kepala. Anna mencoba berontak sekuat tenaga. Tapi nihil. Pergerakan tubuhnya sia-sia karena tubuh besar Luke yang menindihnya dan pergelangan tangannya malah sakit karena kuatnya cengkeraman tangan Luke yang kasar.
“Tapi, dalam surat kesepakatan itu, tidak ada Sex dalam rumah tangga kita.”
“Jangan menolakku, Ann ... “ lirih Luke sambil menjatuhkan kepalanya di ceruk leher Anna yang wangi.
Anna merasa mual saat mencium aroma alkohol dari nafas Luke yang hangat. “Luke, kamu mabuk!” Anna mencoba menyadarkan Luke walaupun sangat kecil kemungkinannya untuk Luke bisa menyadari apa yang dilakukannya saat ini. “kamu akan menyesal saat kamu sadar nanti, “ lanjut Anna.
Luke menggeleng pelan. “Aku sadar Ann,”
Anna menetralkan detak jantungnya. Luke sedang mabuk dan tidak sadar dengan yang dilakukannya. Beberapa tahun yang lalu. Saat dirinya masih kuliah dan menjadi wanita urakan, yang suka berpesta di club setiap malam. Luke hampir merampas kesuciannya. Tapi, ada Peter yang saat itu menjadi malaikat penolongnya. Dan sekarang, saat Luke akan melakukan itu lagi, siapa yang bisa menolongnya? Anna sendirian dan harus berjuang sendiri pula.
Luke mulai melakukan tugasnya, dan Anna harus memutar akal untuk bisa melepaskan diri.
“Luke, aku tidak mau! Tolong, jangan lakukan ini,” tegas Anna sambil menghindari sentuhan Luke di lehernya.
“Kamu istriku. Dan aku punya hak atas dirimu!”
“Tapi, aku tidak mencintaimu!”
“Bagus! Karena aku pun sama.”
“Kau tidak bisa memaksaku! Ingat, aku pembantumu! ”
“Kalau begitu, aku akan memerkosa pembantuku!”
Deg! Anna bungkam. Entah harus dengan kata-kata apalagi dia menghentikan kebejatan suaminya itu? Luke berniat untuk memperkosanya? Tidak. Anna tidak akan membiarkan Luke berhasil dengan keinginannya.
“Luke, henti—kan!” Anna berhasil mendorong tubuh Luke yang tadinya menempel dengan tubuhnya. “tolong, berhenti!” pinta Anna dengan nafas memburu.
Luke menatap Anna tajam. Rambutnya yang berantakan dengan rahangnya yang tegas, membuat Anna terus merapalkan do’a agar tidak mudah tergoda. Bagaimana pun, dia wanita dewasa. Melihat suaminya se hot itu, tentu akan membuat imannya goyah.
Luke mendekap tubuh Anna dan kembali melakukan aktivitasnya yang sempat terhenti tadi. Dengan brutal dan memaksa, Luke mengecap bagian leher dan bahu Anna yang terbuka. Luke memang membenci Anna. Tapi, entahlah. Anna seakan punya daya tarik sendiri untuk membuatnya luluh begitu saja.
Anna memutar akal. Dia tidak mau Luke semakin membuat hidupnya hancur. Apalagi yang akan Luke lakukan setelah menidurinya, jika bukan menjadikannya sebagai pelacurnya. Luke pasti akan menjadikannya sebagai boneka sex nya yang bisa kapan pun dan di mana pun bisa pria itu tiduri.
“Aku sudah tidak suci lagi, Luke!” teriakan Anna bersamaan dengan berhentinya aktivitas Luke yang menarik tali piamanya.
Luke mengangkat wajahnya. Matanya yang semula menyiramkan kelembutan, kini terlihat berkobar oleh api amarah. “Katakan sekali lagi!” titah Luke sarat akan sebuah ancaman.
Anna gemetar. Tapi dia harus meyakinkan Luke, agar dirinya selamat. Tak peduli apa yang akan Luke lakukan nanti, asalkan Luke tidak berhasil menjeratnya untuk semakin terikat dengan pernikahan palsu itu.
“Aku sering bergonta-ganti pria setiap akhir pekan.”
Seketika, Luke bangkit dan berdiri di samping ranjang. Anna memeluk tubuhnya dengan takut. Tatapan mata Luke, memberinya peringatan, jika Luke sudah kerasukan setan pemarahnya lagi.
“Terima kasih, sudah mengakui betapa kotornya dan tak pantasnya dirimu menyandang gelar sebagai istriku!” ucap Luke sambil mencengkeram rambut panjang Anna dalam sekali sentakan, hingga membuat Anna terjatuh dari ranjang.
“Awww! Sa—kit Luke.” Anna mengaduh kesakitan. Benar. Inilah yang akan dia dapatkan atas penolakannya. Tapi tak apa. Lebih baik dia merasakan sakit, dari pada jatuh dalam jeratan neraka suaminya.
Luke menarik ikat pinggang nya, dan—plak! Tanpa berpikir panjang, Luke mencambuki tubuh lemah Anna yang meringkuk di lantai. Plak!
Anna menutup matanya rapat-rapat sambil mendesis menahan rasa sakitnya. Dia akan merelakan tubuhnya dicambuki oleh Luke sepuas hatinya. Asalkan Luke melepaskannya, yang artinya membebaskannya dari hak sebagai seorang istri. Karena sudah lebih dulu Luke menegaskan, jika posisinya di rumah ini, hanya sebagai seorang pembantu, tidak lebih. Dan apa salahnya, jika kali ini, dia mengatakan sebuah kebohongan, agar bisa melepaskan diri?
Plak!
Air mata Anna mengalir di sudut matanya. Dan entah sudah berapa banyak cambukan yang didapatkan oleh tubuhnya. Perlahan, kegelapan menjemput kesadarannya. Anna pingsan secara mengenaskan di lantai kamar saat malam pertama pernikahannya.
Prangg!
Luke melempar ikat pinggangnya yang sudah dengan keji menyakiti tubuh tak berdaya Anna sampai pingsan. Dia kacau. Luke merasa, Anna sangat berengsek. Bagaimana bisa Anna se jalang itu?
Lalu, di mana letak kesalahan Anna? Anna berhak dengan hidupnya sendiri. Mereka hanyalah dua orang asing yang terikat pernikahan karena sebuah dendam. Dan di luar itu, mereka bebas dengan hidup mereka masing-masing.
Luke tersenyum tipis. Dia menarik tubuh Anna dalam rengkuhan tangannya yang besar lalu membaringkannya di ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Anna yang memerah oleh bekas cambukan.
“Kenapa kamu se berengsek ini, huh?! Siapa kamu berani menolak dan mempermainkan emosiku?” lirih Luke sambil mengusap wajah Anna yang sembab. “kamu tidak akan bermain dengan pria-pria bajingan itu lagi. Karena aku, aku akan mengikatmu disisiku selamanya,” lanjut Luke kemudian keluar dari kamar itu.
Flash back off
***
Anna sedang membaca buku di halaman rumah. Karya tulis seorang ibu rumah tangga yang menuliskan kisah seorang istri sepertinya, membuat Anna tersentuh.
Beberapa karya tulis, penulis bernama Riski Hakiki itu juga berhasil membuatnya jatuh cinta dan susah move on.
Ceritanya yang selalu berkisahkan wanita yang lemah tapi harus tetap tegar menjalani kehidupan, benar-benar menjadi motivasi untuk dirinya.
Anna mengusap air matanya yang terjatuh dengan ibu jarinya. Akhir kisah hidup tokoh wanita dalam cerita itu berakhir bahagia. Dan Anna berharap, takdir hidupnya juga akan sama dengan tokoh dalam cerita itu.
Anna menutup novel yang di bacanya. Udara yang sejuk dan rindang pepohonan, membuatnya betah berada di sana. Tak peduli apa komentar Luke nantinya, begitu melihat dia berada di luar rumah. Dia butuh udara segar. Terus berada di dalam rumah, akan membuatnya menderita penyakit asma.
Beberapa jam sudah dilewatinya. Beginilah cara untuk membuang kejenuhan selama menyandang gelar sebagai istri Luxander yang di cap sebagai pembantu.
Ya Tuhan, malang sekali nasibku.
Anna bangkit dan merapikan buku-buku bacaannya. Dia kembali melangkah masuk ke dalam rumah. Ahh – lebih tepatnya, sel penjara nya .
Jika saja dia tidak terikat dengan pernikahan bodoh ini, tentu saja, dia akan bebas menikmati hidup dan masa mudanya. Jika saja dia tidak melakukan kesalahan yang amat fatal, mungkin orang tuanya masih hidup dan sekarang dia akan melanjutkan bisnis ayahnya sebagai satu-satunya penerus Axelendra Company.
Jika saja, dia tidak pernah terobsesi untuk merebut Peter dari Jasmine, pasti hidupnya tidak akan se buruk ini. Ini adalah karma, dan dia harus menjalaninya sebagai penebusan dosa.
Tiba-tiba, datang seorang wanita dengan pakaian ketat dan rambut pirang mendekat ke arahnya. Anna mulai berpikiran tidak-tidak. Kalau dilihat dari segi penampilan, wanita itu sepertinya kalangan yang menjadi sumber masalah kaum istri sah.
“Kamu siapa?” tanya Anna begitu melihat wanita berpakaian sexi berada dalam rumahnya. Wanita dengan rambut pirang itu tersenyum angkuh.
“Aku Selena. Mulai sekarang, aku akan tinggal di rumah ini.”
Anna mengerutkan keningnya. Masih belum mengerti dengan maksud wanita blonde di depannya saat ini. “Tinggal di sini? Untuk apa?”
“Tentu saja, untuk memuaskan suamimu. Memberikan suamimu sesuatu yang tidak bisa di dapatkan dari mu. Apa lagi?”
Jawaban wanita itu, membuat Anna hanya bisa diam sambil menundukkan wajahnya. Tidak perlu orang lain yang mengatakannya. Dia pun sadar diri. Luke tak akan pernah sudi lagi untuk menyentuhnya.
***
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Jerk Husband Bagian 48 - Kekecewaan Anna
Luke yang refleks, entah kenapa justru membantu Selena lebih dulu di bandingkan Anna. Dan lihat akibat ulahnya sekarang. Anna pergi dengan raut wajah kecewa, dan sungguh, dia menyesal. “Tuan?”“Jangan sentuh aku!” tegas Luke, saat Selena beraninya memegang tangannya. “jangan mengharap lebih. Aku menolongmu karena sisi kemanusiaan dan aku menyesal!” ucapnya dengan tegas kemudian menyusul Anna yang lari entah ke mana. Luke pergi dari sana dengan wajah gusar. Anna pasti akan semakin murung setelah melihatnya menolong wanita lain di bandingkan Anna. Tentu saja Anna akan cemburu, karena Anna mencintainya. “Anna, berhenti!” teriak Luke begitu melihat punggung Anna yang berlarian di depan sana. “Please, dengarkan aku dulu Anna!” teriaknya lagi walaupun tak Anna hiraukan. Luke berlari se kencang mungkin. Anna tidak mungkin menghindarinya seperti ini, jika wanita itu tidak menangis. “Anna! Please!” ujarnya, begitu berhasil men
Jerk Husband Bagian 47 - Renggang
Anna pergi tanpa menunggui pembicaraan itu selesai. Hatinya sudah terlanjur sakit. Kenyataan jika Luke tak mau bayi dari dirinya, membuatnya benar-benar terluka. Begitu hinanya kah dirinya, sampai-sampai Luke menganggap bayi yang dia kandung merugikan? Lalu, bagaimana dengan jalang bernama Selena? Apa Luke lebih menginginkan Selena lah yang mengandung keturunannya? Sialan! Kenapa Luke harus se berengsek ini? Jadi, selama ini, Luke membohonginya, dan dia dengan mudahnya percaya. Lantas, apa yang bisa dia lakukan sekarang? Dia tidak mungkin pergi. Bayi dalam kandungannya, pasti membutuhkan ayahnya. Dia tidak akan egois dan memikirkan dirinya sendiri. Ada bayinya yang harus dia pikirkan masa depannya. Dan dia akan melakukan apa pun agar bayinya lahir dengan selamat dan bisa merasakan kasih sayang ayahnya. Di ruang tengah Peter menyipitkan matanya. Dia perlu meluruskan pikiran Luke yang mulai gila. “Apa kau se kejam itu sampai ingin me
Jerk Husband Bagian 46 - Keluarga Besar
Ruangan itu riuh rendah terdengar obrolan hangat dan beberapa gelak tawa. Acara makan malam sudah dimulai sejak tadi, dan mungkin akan selesai sebentar lagi. “Jasmine, kamu masih belum kenyang?” tanya Luke dengan spontan saat melihat Jasmine yang disuapi Peter masih sangat lahap makannya. Tak heran juga karena Jasmine sedang hamil, dan mungkin kerakusannya karena keinginan bayinya. Tapi, jika Jasmine tidak berhenti makan seperti itu, Luke khawatir, Jasmine akan sakit perut dan mengalami sesuatu yang tidak baik nantinya. Jasmine tersenyum manis dengan pipi menggembung. “Sate buatan Binar, enak. Aku nggak bisa berhenti makan.” Jawaban Jasmine, membuat semua yang berada di sana mengangguk pertanda setuju. “Iya. Binar pintar sekali memasak. Masakannya sangat enak. Kenapa tidak mencoba mengembangkan bisnis kuliner saja?” tanya Luke.Binar dan Rigel, terlihat bertatapan sejenak. Tatapan Binar yang sendu, Rigel balas dengan tatap tajam—
Jerk Husband Bagian 45 - Makan Malam
“Anna? Ini serius rumah kalian?” pertanyaan polos Binar saat tiba di depan mansion keluarga besarnya, membuat Anna nyengir kuda. “Hehehe ... Iya, Bi.”Saat ini, Anna dan Binar sudah berada di mansion Daddy Alex. Sengaja, Anna membawa Binar pergi dari restoran lebih dulu, karena ke dua pria itu masih akan mengurus pekerjaan mereka. “Luas ya? Nggak nyangka, kamu se kaya ini loh, Ann?”Celetukan Binar, Anna tertawa pelan. “Mau dengar beberapa kisah gak?”Binar mengangguk dengan penuh semangatnya. “Mau, mau!”“Kalau begitu, mari sapa keluarga besarku dulu.”Anna beberapa kali terkikik geli, melihat bagaimana keterkejutan Binar saat masuk ke dalam mansion. “Pelayan di sini ternyata sangat banyak. Tapi, suasana mansion justru tenang dan damai.”Anna kembali tertawa tipis. “Mereka di buatkan paviliun khusus di belakang mansion. Saat sudah selesai bekerja, beberapa dari mereka akan kembali ke paviliun.”Bina
Jerk Husband Bagian 44 - Keberengsekan Yang Sama
Luke dan Anna duduk di salah satu kursi restoran yang sudah menjadi tempat temu janji antara mereka dan partner bisnis kerja asal Indonesia Itu. “Kita nggak terlambat ‘kan? Jangan-jangan mereka sudah menunggu lama dan akhirnya pergi karena kita tak kunjung datang?” tanya Anna di sela-sela dia memilah kepingan cokelat di mangkuk es krimnya. “Tidak akan Anna.”“Bagaimana kau tau? Kita sudah menghabiskan waktu selama beberapa jam, dan bukannya, niat awal kita akan menemui mereka di kantor?”Luke tersenyum kilas. Anna yang cerewet dengan bibirnya yang bergerak-gerak kecil karena mencicipi es krim yang entah varian rasa apa, menjadi hiburan tersendiri untuknya. “Aku sudah menghubungi mereka. Dan kebetulan, Rigel juga sedang ada urusan mendadak.”Anna mengangguk-angguk kecil. “Oh, jadi namanya Rigel?” “Iya. Dan istrinya, Binar.”“Binar?” Ujar Anna sedikit tersentak. Luje menyipitkan matanya. “Kenapa?
Jerk Husband Bagian 43 - Wanita Beruntung
Anna mengerucutkan bibirnya—kesal. Inilah yang terjadi sekarang. Dia harus berganti pakaian di salah satu toilet kamar hotel dan kemudian memulai riasan wajahnya dari awal. “Pria menyebalkan itu, selalu melakukan sesuatu seenak dirinya bagai sultan!” rutuk Anna sambil mengeringkan rambutnya. Bagaimana Anna tidak kesal? Di dalam mobil tadi, Luke dengan sengaja merobek bajunya saat mereka tengah berciuman. Kemudian bisa kalian tebak kegiatan apa selanjutnya. Ya. Dia dan Luke bercinta dengan panas selama 1 jam tanpa jeda. Luke menyerangnya dengan rangsangan kenikmatan dan Anna tak mampu menolak. Anna juga tau, seberapa besar Luke menginginkannya. Seakan, Luke ingin menyampaikan ke frustasian nya , amarah, egoisme, juga rasa terpendam yang masih belum mampu Anna jabarkan. Dan setelah pergulatan dadakan mereka tadi, Luke kembali menjadi pribadi yang menyenangkan seperti semula. Sepertinya, emosi yang tadinya menutupi Akal seh
Jerk Husband Bagian 26 - Curahan Hati
Anna menangis tergugu di taman belakang. Tak mengerti, kenapa perkataan Luke tadi begitu menyakiti hatinya. Seandainya saja, hatinya tidak se lemah ini, tentu saja dia akan bertahan. Tidak perlu mengeluarkan air mata, yang tetap saja menurut Luke hanya bentuk sandiwara.Andai saja Anna bisa
Jerk Husband Bagian 25 - Dalangnya
Luke yang seperti mendengar suara Jasmine dan Davio di lantai bawah, memilih bangkit dari ranjang. Sejenak, Luke mengusap wajahnya pelan. Sesi percintaannya dengan Selena tadi, benar-benar menguras emosi dan tenaganya. “Tuan mau ke mana?” lirih Selena sambil memegang lengan Luke yang
Jerk Husband Bagian 24 - Kedatangan Tamu
Anna mendadak gugup. Tidak tau harus bersikap bagaimana melihat kedatangan keluarga kecil yang pernah dia hancurkan. Semuanya tidak akan sama seperti sebelumnya. Apa yang dia lakukan, benar-benar kejam. Lihat, Jasmine yang biasanya bersinar, kini terlihat menyedihkan dengan kebutaannya.“Ka
Jerk Husband Bagian 23 - Manipulasi
Luke yang biasanya di perbudak oleh pekerjaan, kini mendadak gelisah. Dia ingin cepat-cepat pulang dan melihat wajah Anna yang membuatnya hampir diabetes karena kemanisannya. Baru Luke sadari, jika Anna itu, tipikal wanita yang manis, cerewet dan lucu. Jika saja, pertemuan mereka tidak se rumit i
