loading
Home/ All /Jerk Husband/Bagian 4 - Luka Baru

Bagian 4 - Luka Baru

Author: Riski Hakiki
"publish date: " 2020-09-07 18:39:43

“Mana kemejaku yang putih!?” 

Anna yang saat itu sedang mencuci piring, nyaris saja menjatuhkan piring di tangannya karena terkejut mendengar suara Luke yang tiba-tiba sudah menggelegar bagai petir menyambar.

“Sudah aku letakkan di lemari pakaianmu!” jawab Anna dan Luke pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun.

Anna menghela nafasnya pelan. Tetesan demi tetesan air mata, tiba-tiba berjatuhan dari ujung hidungnya yang memerah karena terlalu lama menangis tadi malam. Baru dua hari dia tinggal bersama dan menjadi istri seorang Luxander. Luke sudah menyakitinya luar dan dalam seperti ini. Entah, sampai kapan dia bisa bertahan dan terus menghirup udara? Rasanya, tidak lama lagi, dia akan lebih memilih meng akhiri hidupnya saja. 

Anna memilih duduk dan menelungkupkan wajahnya di meja makan. Tubuhnya yang masih terasa sakit dan nyeri di mana-mana, membuatnya tak kuat lama-lama berdiri. Bagaimana dia akan menjalani hari-harinya jika terus seperti ini? Hidup di sini, sama saja hidup dalam neraka. Penuh kesedihan dan dia harus mendapatkan rasa sakit setiap saat. 

“Hiks, hiks...  Aku tidak kuat Ayah. Bawa aku pergi saja. Aku lelah,” isak Anna. Tak tahan dengan semua kegilaan Luke yang semakin menjadi saja. Tadi malam, Luke bahkan memukulinya seperti binatang. Terhina tanpa perlawanan. 

Tap! 

Anna mengangkat wajahnya dan mengusap air matanya kasar. Luke tidak boleh melihatnya menangis atau pria gila itu akan semakin berada di atas angin. Sudah cukup Luke membuatnya menangis semalaman. 

“Jangan berpura-pura. Aku tidak sudi, mejaku kotor oleh air matamu!” sinis Luke sambil menatap Anna dengan pandangan mencemooh bercampur ke songongannya. 

Anna tertawa getir. Tidak ada sedikitkah rasa empati Luke untuk dirinya? Bahkan di bandingkan barang, Luke lebih mengutamakan barang-barangnya. Di bandingkan dirinya yang jelas-jelas manusia. Luke benar-benar kejam.

“Tenang saja. Aku akan membersihkannya. Kalaupun rusak. Aku akan menggantinya dengan yang baru,” jawab Anna seadanya. Tak peduli, apa reaksi Luke nantinya. 

“Brengsek!”

Prangggg! 

Anna menutup telinga. Kaget saat mendengar bunyi keras yang tiba-tiba memekakkan telinga. Benar Luke tidak memukulnya, tapi apa yang dilakukan Luke sampai membuatnya gemetar. Luke mengamuk dan melempar guci besar di pojok ruangan sampai hancur dan membuat ruangan yang rapi menjadi berantakan. 

Luke yang mendengar jawaban Anna, memilih melampiaskan kekesalannya pada guci besar di dekatnya. Bukannya apa, Luke hanya tidak ingin Anna menang dengan mudah. Jika dia membuat Anna terluka parah, tentu Anna akan bersantai di atas ranjangnya. Tapi, Luke memiliki tujuan lain. Membuat Anna terus menderita, adalah tujuan utamanya mengikat Anna dalam pernikahan sialan itu. 

Luke mengusap wajahnya kasar. Kenapa saat melihat Anna seperti ini, dia justru tidak tega? Sialan! Anna benar-benar sialan! Batinnya.

Anna melihat Luke pergi dari hadapannya. Seketika, tangisnya kembali tumpah. Sungguh, hatinya tidak sekuat itu. Dia juga wanita berhati lemah yang akan mudah terluka. 

“Obati lukamu. Tidak perlu memasakkan makanan untukku. Dan aku sudah memesan makanan untuk kamu makan. Pagi, siang juga malam. “ 

Anna yang kembali mendengar suara Luke, hanya bisa mengerjapkan matanya--tak percaya. Secepat itukah Luke berubah? Tadi, Luke menjadi suami paling berengsek se dunia. Sekarang, Luke perhatian padanya? Apa kondisi mental Luke masih belum stabil, yang artinya Luke masih setengah gila? Atau, memang hati Luke sedikit tersentuh melihat ketulusannya?

“Jangan terlalu percaya diri. Aku hanya ingin kamu sembuh sebelum kembali aku lukai, “ ucap Luke membuang muka sambil melipat lengan kemejanya. Melihat tatapan Anna yang tak biasa, membuatnya merasa—entahlah. Dia pun sulit untuk menjelaskannya. Yang jelas, rasa itu adalah bentuk kepuasan karena Anna tak membangkangnya. 

Anna hanya mengangguk. Apa pun alasannya, setidaknya, hati Luke sudah bisa dia sentuh. “Terima kasih,” jawab Anna. “dia pasti akan tersentuh dan luluh dengan sendirinya, “ lanjutnya dan mendapat kekehan sinis dari Luke. 

“Jangan bermimpi terlalu tinggi. Kamu akan tumbang dan tidak akan bisa bangkit lagi saat terjatuh.”

“Tapi, kamu juga manusia. Sekecil apa pun, kamu pasti punya rasa simpati.”

“Tentu. Tapi, tidak untukmu!” bentakan Luke kali ini membuat Anna menarik kerah kemeja Luke dan menyentaknya sedikit keras. 

“Apa yang salah dari memberiku kesempatan untuk berubah Luke? Kamu juga pernah jadi penjahat! Kita pernah berada di posisi yang sama dan saat itu Peter memberikan kamu kesempatan untuk berubah. Tapi kenapa, untukku kesempatan itu tidak ada?!”

“Jangan melewati batasanmu Anna!” tegas Luke. Beraninya Anna membanding-bandingkannya dengan Peter? Tentu saja hal itu membuktikan, jika Anna masih menyimpan rencana jahat untuk merebut Peter dari Jasmine dan menghancurkan rumah tangga mereka. Tidak. Luke tidak akan mengampuni Anna untuk itu. 

“Kenapa? Aku hanya ingin meminta kesempatan. Kesempatan untuk berubah. Aku tidak meminta banyak. Aku hanya ingin, kamu menerimaku sebagai istrimu. Istri yang kamu cintai. Hiks... Hiks....”

Isakan Anna, malah membuat Luke menyeret tubuh Anna ke dalam kamar mandi dan.. 

Byurrrr! 

Luke menyiram tubuh Anna dengan air dingin, yang seketika membuat kulit tubuh Anna semakin terasa nyeri. 

“Lihat dirimu!” teriak Luke sambil menunjuk tubuh basah kuyup Anna lewat kaca besar di depannya.  “Apa yang bisa di banggakan dari wanita jalang sepertimu? Huh?!” lirih Luke sambil menarik rambut Anna dengan kasar. 

“Sa-kit Luke. Tolong, lepaskan, hiks ... Hiks ... “ lirih Anna mengiba. Sungguh, rasanya setiap inci kulitnya terasa nyeri.

Luke tertawa licik. “Hati yang tulus, atau wanita baik-baik?” ucap Luke.

“Bukan seperti itu caranya Luke,” jawab Anna nyaris tak terdengar. Dia mengerti apa maksud Luke lewat perkataannya yang sinis. 

“Lalu seperti apa? Apa aku harus lebih dulu membayarmu baru kamu akan mau melayaniku?” 

Plak! 

Entah kekuatan dari mana, Anna berhasil lepas dan melayangkan satu tamparan untuk mulut suaminya yang sangat tidak bermoral. 

“Bedakan aku dengan para pelacurmu itu!” teriak Anna dengan marah. Boleh saja Luke menyamakannya dengan ular, iblis atau apa pun. Tapi, jika Luke menganggapnya sebagai pelacur, maaf. Dia tidak akan bisa menerima itu. Bagaimana pun statusnya adalah sebagai seorang istri sekarang. Walaupun Luke menganggapnya sebagai budak penjaga rumahnya saja. 

“Se besar apa pun kebencianmu padaku, Tolong. Hormati status kita. Aku bukan pelacur yang bisa kamu paksa untuk memuaskan nafsumu itu, Luxander! Hiks..  Hiks.... “  

Tubuh Anna jatuh ke lantai. Anna menangis pilu dengan ke tidak berdayaanya. Kenapa karma harus mempermainkan hatinya seperti ini? Tidak. Bukan balasan seperti ini yang dia mau. Dia akan menerima apa pun sakit yang di dapatkan tubuhnya. Tapi, jika hatinya yang harus bermain peran, lambat laun,  dia pasti akan menyerah. 

“Baik. Kamu yang memintaku untuk melakukannya. Jadi, siapkan dirimu!” tegas Luke, membuat Anna menengadah. Dia belum mengerti dengan maksud perkataan Luke tadi. 

“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Anna. 

“Menghormati statusmu dengan membawa pelacur ke rumah ini untuk bisa aku tiduri!”

Braakkk! 

Luke keluar dari kamar mandi, setelah menendang pintu dengan keras. 

Anna kembali berurai air mata. Bukan itu maksudnya. Dia ingin Luke mengambil hak nya dengan kerelaan hatinya. Bukan dengan jalan ingin memperkosanya seperti semalam. Lalu, apa Luke akan kembali membuat nya kembali terluka? 

Ya Tuhan, tolong berikan sedikit kelembutan di hatinya ...  batin Anna sambil memeluk tubuhnya yang Luke pukul semalam karena penolakannya. 

***

Anna menutup dadanya yang  terbuka dengan bantal. Piama tidurnya yang berpotongan dada rendah dengan serat kain yang agak transparan, tentu saja akan membuat hasrat kelelakian pria mana pun termasuk Luke tergoda. 

Tentu saja Anna sangat ketakutan. Melihat sorot mata tajam Luke yang menakutkan, sepertinya akan terjadi sesuatu padanya malam ini. 

“Luke, ini tidak benar, “ lirih Anna dengan suara bergetar. 

Sungguh, siapa pun tolong Aku dari suami berengsek ini. Batin Anna. 

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Jerk Husband   Bagian 48 - Kekecewaan Anna

Luke yang refleks, entah kenapa justru membantu Selena lebih dulu di bandingkan Anna. Dan lihat akibat ulahnya sekarang. Anna pergi dengan raut wajah kecewa, dan sungguh, dia menyesal. “Tuan?”“Jangan sentuh aku!” tegas Luke, saat Selena beraninya memegang tangannya. “jangan mengharap lebih. Aku menolongmu karena sisi kemanusiaan dan aku menyesal!” ucapnya dengan tegas kemudian menyusul Anna yang lari entah ke mana. Luke pergi dari sana dengan wajah gusar. Anna pasti akan semakin murung setelah melihatnya menolong wanita lain di bandingkan Anna. Tentu saja Anna akan cemburu, karena Anna mencintainya. “Anna, berhenti!” teriak Luke begitu melihat punggung Anna yang berlarian di depan sana. “Please, dengarkan aku dulu Anna!” teriaknya lagi walaupun tak Anna hiraukan. Luke berlari se kencang mungkin. Anna tidak mungkin menghindarinya seperti ini, jika wanita itu tidak menangis. “Anna! Please!” ujarnya, begitu berhasil men

Jerk Husband   Bagian 47 - Renggang

Anna pergi tanpa menunggui pembicaraan itu selesai. Hatinya sudah terlanjur sakit. Kenyataan jika Luke tak mau bayi dari dirinya, membuatnya benar-benar terluka. Begitu hinanya kah dirinya, sampai-sampai Luke menganggap bayi yang dia kandung merugikan? Lalu, bagaimana dengan jalang bernama Selena? Apa Luke lebih menginginkan Selena lah yang mengandung keturunannya? Sialan! Kenapa Luke harus se berengsek ini? Jadi, selama ini, Luke membohonginya, dan dia dengan mudahnya percaya. Lantas, apa yang bisa dia lakukan sekarang? Dia tidak mungkin pergi. Bayi dalam kandungannya, pasti membutuhkan ayahnya. Dia tidak akan egois dan memikirkan dirinya sendiri. Ada bayinya yang harus dia pikirkan masa depannya. Dan dia akan melakukan apa pun agar bayinya lahir dengan selamat dan bisa merasakan kasih sayang ayahnya. Di ruang tengah Peter menyipitkan matanya. Dia perlu meluruskan pikiran Luke yang mulai gila. “Apa kau se kejam itu sampai ingin me

Jerk Husband   Bagian 46 - Keluarga Besar

Ruangan itu riuh rendah terdengar obrolan hangat dan beberapa gelak tawa. Acara makan malam sudah dimulai sejak tadi, dan mungkin akan selesai sebentar lagi. “Jasmine, kamu masih belum kenyang?” tanya Luke dengan spontan saat melihat Jasmine yang disuapi Peter masih sangat lahap makannya. Tak heran juga karena Jasmine sedang hamil, dan mungkin kerakusannya karena keinginan bayinya. Tapi, jika Jasmine tidak berhenti makan seperti itu, Luke khawatir, Jasmine akan sakit perut dan mengalami sesuatu yang tidak baik nantinya. Jasmine tersenyum manis dengan pipi menggembung. “Sate buatan Binar, enak. Aku nggak bisa berhenti makan.” Jawaban Jasmine, membuat semua yang berada di sana mengangguk pertanda setuju. “Iya. Binar pintar sekali memasak. Masakannya sangat enak. Kenapa tidak mencoba mengembangkan bisnis kuliner saja?” tanya Luke.Binar dan Rigel, terlihat bertatapan sejenak. Tatapan Binar yang sendu, Rigel balas dengan tatap tajam—

Jerk Husband   Bagian 45 - Makan Malam

“Anna? Ini serius rumah kalian?” pertanyaan polos Binar saat tiba di depan mansion keluarga besarnya, membuat Anna nyengir kuda. “Hehehe ... Iya, Bi.”Saat ini, Anna dan Binar sudah berada di mansion Daddy Alex. Sengaja, Anna membawa Binar pergi dari restoran lebih dulu, karena ke dua pria itu masih akan mengurus pekerjaan mereka. “Luas ya? Nggak nyangka, kamu se kaya ini loh, Ann?”Celetukan Binar, Anna tertawa pelan. “Mau dengar beberapa kisah gak?”Binar mengangguk dengan penuh semangatnya. “Mau, mau!”“Kalau begitu, mari sapa keluarga besarku dulu.”Anna beberapa kali terkikik geli, melihat bagaimana keterkejutan Binar saat masuk ke dalam mansion. “Pelayan di sini ternyata sangat banyak. Tapi, suasana mansion justru tenang dan damai.”Anna kembali tertawa tipis. “Mereka di buatkan paviliun khusus di belakang mansion. Saat sudah selesai bekerja, beberapa dari mereka akan kembali ke paviliun.”Bina

Jerk Husband   Bagian 44 - Keberengsekan Yang Sama

Luke dan Anna duduk di salah satu kursi restoran yang sudah menjadi tempat temu janji antara mereka dan partner bisnis kerja asal Indonesia Itu. “Kita nggak terlambat ‘kan? Jangan-jangan mereka sudah menunggu lama dan akhirnya pergi karena kita tak kunjung datang?” tanya Anna di sela-sela dia memilah kepingan cokelat di mangkuk es krimnya. “Tidak akan Anna.”“Bagaimana kau tau? Kita sudah menghabiskan waktu selama beberapa jam, dan bukannya, niat awal kita akan menemui mereka di kantor?”Luke tersenyum kilas. Anna yang cerewet dengan bibirnya yang bergerak-gerak kecil karena mencicipi es krim yang entah varian rasa apa, menjadi hiburan tersendiri untuknya. “Aku sudah menghubungi mereka. Dan kebetulan, Rigel juga sedang ada urusan mendadak.”Anna mengangguk-angguk kecil. “Oh, jadi namanya Rigel?” “Iya. Dan istrinya, Binar.”“Binar?” Ujar Anna sedikit tersentak. Luje menyipitkan matanya. “Kenapa?

Jerk Husband   Bagian 43 - Wanita Beruntung

Anna mengerucutkan bibirnya—kesal. Inilah yang terjadi sekarang. Dia harus berganti pakaian di salah satu toilet kamar hotel dan kemudian memulai riasan wajahnya dari awal. “Pria menyebalkan itu, selalu melakukan sesuatu seenak dirinya bagai sultan!” rutuk Anna sambil mengeringkan rambutnya. Bagaimana Anna tidak kesal? Di dalam mobil tadi, Luke dengan sengaja merobek bajunya saat mereka tengah berciuman. Kemudian bisa kalian tebak kegiatan apa selanjutnya. Ya. Dia dan Luke bercinta dengan panas selama 1 jam tanpa jeda. Luke menyerangnya dengan rangsangan kenikmatan dan Anna tak mampu menolak. Anna juga tau, seberapa besar Luke menginginkannya. Seakan, Luke ingin menyampaikan ke frustasian nya , amarah, egoisme, juga rasa terpendam yang masih belum mampu Anna jabarkan. Dan setelah pergulatan dadakan mereka tadi, Luke kembali menjadi pribadi yang menyenangkan seperti semula. Sepertinya, emosi yang tadinya menutupi Akal seh

Jerk Husband   Bagian 32 - Anna kesal, Luke bahagia.

Anna yang menutup matanya, membuat Luke tiba-tiba tertawa terbahak. Bingung dengan apa yang sedang berada dalam pikiran Anna. Kenapa Anna bersikap menggelikan seperti ini? Anna membuka mata dan bertanya dengan pandangan menyipit tajam. “Kenapa tertawa?” tanyanya tak paham.&

Jerk Husband   Bagian 31 - Meyakinkan Diri

Binar bahagia di mata Anna, membuat sudut bibir Luke juga terangkat. Se keras apa pun hatinya, makhluk ciptaan tuhan yang penuh keberanian dan ketegasan seperti Anna, ternyata lambat laun mulai mengikis tembok pertahanannya yang di dasari oleh dendam dan kebencian. Tak pernah seperti

Jerk Husband   Bagian 30 - Dekat Lagi

“Kamu masih ingin sesuatu?” tanya Luke, saat mereka sudah selesai makan. Anna menggeleng. Dia sudah merasa kenyang. Apalagi perubahan sikap Luke, semakin membuat perutnya berbunga-bunga. “Tidak ada. Kita langsung pulang saja,” jawab Anna dan di tanggapi Luke dengan s

Jerk Husband   Bagian 29 - Berubah Manis

Luke yang melihat kepergian Anna dengan wajah yang bisa Luke lihat sedang menahan kesal karena melihatnya berduaan dengan Selena di kamarnya, refleks membuat kaki Luke terjulur dan,Brugh!Selena terjatuh dari ranjang Anna karena Luke tendang, dan jatuhnya juga mengenaskan di lantai.

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy