loading
Home/ All /I Hate You But Love You/Chapter 26

Chapter 26

Author: Rilla
"publish date: " 2020-11-02 11:20:41

Ambulan yang membawa Riani baru saja sampai di rumah sakit. Tim medis juga sudah bersiaga di depan menunggu kedagangan Riani. Bahkan tempat tidur dorong pun sudah terletak di sana.

Setelah Riani di turunkan dari ambulan, tempat tidur awal yang menjadi alas Riani di ambulan, beralih menjadi ranjang yang sudah disediakan untuk Riani.

Wajah wanita i

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

I Hate You But Love You   Chapter 32

Ara menatap Babas yang sudah diam sejak dua menit yang lalu. Setelah Babas meminta untuk mereka bicara, mereka duduk di ruang TV dengan posisi duduk yang dipisah oleh meja. Ara memutar matanya jengah. Suara Naima masih setia berteriak di luar dan wanita gila itu selalu menggedor-gedor pintu sejak tadi. Ingin rasanya ia mematahkan lengan Naima dan menyumpalkan ke mulut Naima agar Naima mau diam dan tak berisik serta membuat kegaduhan. "Urus dulu kekasihmu.." perintah Ara dingin. "Aku tak ada urusan dengannya sekarang, aku ada urusan denganmu..." ucap Babas tenang. "Tapi kekasihmu berisik. Jangan sampai aku mematahkan lengannya.." "Lakukan saja jika kau ingin." jawab Babas dengan wajah serius. Ara berdiri dari duduknya dan langsung berjalan menuju pintu depan. Sedangkan Babas hanya melihat gerak gerik Ara dari belakang.

I Hate You But Love You   Chapter 31

Bersulaaaaang!! Teriakan tersebut terdengar memekakkan di dalam sebuah kedai minuman yang ada di tepi pantai. Kedai tersebut terletak di Sebuah resort yang menampilkan pemandangan laut yang bersih dan luas. Tempat mereka semua berlibur sengaja dipilihkan Raka di daerah pantai. Jadi jika penat, bisa berjalan-jalan melihat pemandangan laut. Apalagi matahari saat terbenam. "Kalian tahu? Radit itu sangat payah.." ucap Leoni salah seorang rekan tim Ara. Radit itu pacar baru Leoni. Ia mengatakan itu tentang kekasihnya karena Radit sangat culun dan tak bisa apa-apa. "Kalau payah kenapa kau pacari?" tanya Ara yang langsung meneguk minumannya. Oh iya, jangan kalian berpikir jika mereka semua mengkonsumsi alkohol. Tidak sama sekali. Jika berkumpul bersama, mereka semua menghindari yang namanya alkohol, berbeda jika mereka sendirian.&n

I Hate You But Love You   Chapter 30

Dalam kamar yang ada di sebuah apartemen, Naima tengah duduk bermenung di atas ranjangnya. Bagian bawah mata yang hitam, rambut acak-acakan dan tanpa busana. Sungguh Naima nampak seperti wanita yang tengah dipenuhi emosi dan frustasi.Semenjak Babas pergi dari rumahnya semalam, ia sungguh tak tak bisa menghubungi Bastian lagi. Bahkan Naima nyaris depresi karena kehilangan kontak tentang Babas. Ia merasa dunianya hancur.Kenapa Babas jadi nerubah seperti ini.? Bantinnya bertanya."Lihat saja Bas, istri sialan mu itu tak akan bisa hidup tenang." ucap Naima sembari tersenyum menakutkan.Naima kembali meraih botol yang berisi minuman berakohol itu. Selama di luar negeri, Ia sudah biasa menikmati dan meneguk minuman memabukkan terseb

I Hate You But Love You   Chapter 29

Ara mengangguk lucu sebagai tanda ia mengiyakan apa yang Babas minta. Setelahnya, Babas tak banyak bicara lagi. Pria itu langsung berjalan menuju lantai atas dan masuk ke dalam kamar.Ara semakin dibuat bingung. Sebenarnya suaminya itu kenapa? Apa ada yang salah dengan suaminya? Kenapa bisa jadi seperti ini? Babas yang mendadak lembut dan tak kasar lagi, apalagi kartu kredit itu..Ara merogok saku celananya dan menatap kembali kartu kredit yang tadi Babas berikan padanya melalui amplop yang tertempel di pintu lemari pendingin.Menatap kartu tersebut lalu menatap pintu kamar Babas secara bergantian, itulah yang Ara lakukan selama beberapa detik sebelum akhirnya ia tersadar dengan tingkah bodohnya.Ara berjalan menuju dapur. Ia meraih c

I Hate You But Love You   Chapter 28

Apa aku bermimpi?Aku seperti melihat Babas tengah duduk di hadapanku. Tapi kenapa dia hanya diam?.Aku melirik ke sekeliling, dimana hanya ada putih tanpa dinding. Walaupun begitu, aku tak ketakutan. Justru yang kurasakan adalah sebuah kenyamanan.Sekali lagi aku melirik Babas ada di hadapanku. Kutatap mata itu penuh minat. Jantung yang awalnya berdetak normal, lambat laun berdetak cepat dan semakin tak karuan.Ruangan putih yang tadi menutupi sekelilingku, langsung berubah menjadi lorong rumah sakit tempat aku duduk setelah lelah menemani Riani.Walaupun lorong itu berubah, ada satu yang tak berubah. Yaitu Babas yang duduk di depanku. Apa aku bermimpi?

I Hate You But Love You   Chapter 27

Aku menengadah langit yang sedari tadi gelap. Bukan karena matahari yang tenggelam, namun karena awan hitam yang menutupi dan berkuasa atas matahari siang ini.Aku menatap lurus ke depan. Gedung-gedung menjulang tinggu terlihat berjejer mencakar langit. Dari puncak rumah sakit ini, aku sekaali lagi menghembuskan nafas gusar.Ada hal yang berkecamuk di hatiku. Dan semua hal itu ada pada satu titik, yaitu Naima.Entah kenapa aku bisa begitu gila karena seorang Naima. Perkenalanku dengan Naima dimulai sejak aku menginjak bangku sekolah menengah pertama. Saat itu Naima menjadi siswi paling cantik dan populer di sekolahku tersebut.Jujur, dulu aku tak menyukai dia sama sekali. Namun banyak yang memintaku untuk mendekati Naima sampai akhirnya aku menyetujui permintaan teman-temanku tersebut.Singkat cerita, aku dekat dengan Naima dan memutuskan pacaran setelah tiga bulan

I Hate You But Love You   Chapter 25

Babas tak bisa tidur dengan nyenyak ketika otaknya masih saja memikirkan apa yang Tian katakan padanya.Ia bingung dengan dirinya sendiri. Selama ini ia tak pernah gelisah seperti ini, bahkan saat Nai

I Hate You But Love You   Chapter 24

Babas melirik ke sebelahnya. Sudah setengah jam yang lalu Tian tertidur di kursi penumpang. Sedangkan dirinya masih saja terjaga. Padahal jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.Perjalanan menuju J

I Hate You But Love You   Chapter 23

Babas dan Tian baru saja berangkat. dan selama kedua pria itu pergi ke Jepang, Riani akan menginap di rumah Babas bersama Ara.langit sudah berubah gelap. Riani dan Ara pun baru saja selesai makan mal

I Hate You But Love You   Chapter 22

Haaaahh...Ara menghembuskan nafasnya gusar. Ia melirik ke arah Bastian yang tengah menarik koper besar keluar dari kamarnya. Entah mau kemana pria itu sekarang. Yang jelas saat ia bertanya, Bastian tak memberi tahu sedikitpun.

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy