Download the book for free
Bab 6: Wanita Menjengkelkan
Author: RenkoDi satu meja makan yang sama mereka duduk bertiga dalam suasana canggung. Lunar tidak berhenti mencuri pandang kedua pasangan itu secara bergantian. Arkan tidak berhenti melonggarkan dasi yang seolah ingin mencekik lehernya. Sementara itu Raya merasa kalau meja yang mana ditempati oleh dua orang saja, kini harus digunakan bersama orang asing dan hal itu membuatnya tidak nyaman.
Arkan masih menimbang-nimbang apa yang dikatakan oleh sekretaris Ham kemarin mengenai rumah yang ti
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Fake Marriage (Indonesia) Bab 17: Situasi Rumit
Lunar memegangi bahu itu dengan kuat sambil menahan desahan yang tidak boleh lepas sepenuhnya. Dia yang selalu terbuai dengan sentuhan lembut Arkan tidak bisa menolak. Padahal seharusnya mereka berada di bawah bersama sang ibu, tetapi apa yang mereka lakukan di dalam kamar?Dia berusaha menyeimbangkan akal sehatnya kembali, "Ibu ... menunggu ...," ucapnya terputus-putus menahan kenikmatan yang menjalar di setiap jengkal jiwanya.Arkan berhenti sebentar untuk melihat wanita yang sudah dipenuhi keringat itu berbaring di bawahnya, "Kalau begitu apa kau ingin kita berhenti?" menyeringai sambil menyentuh paha yang terbuka lebar itu.Lunar menggigit bibir dalamnya mengartikan keraguan. Di harus menemui ibu, tetapi di sisi lain sulit meninggalkan kenikmatan yang telah membuatnya tidak ingin beranjak terlalu cepat."Kita bisa melanjutkannya nanti," ucapnya ada rasa tidak rela di dalamnya.Arkan tersenyum sa
Fake Marriage (Indonesia) Bab 16: Menyakiti dan Memiliki
Lunar membuka pintu apartemen yang berbunyi belnya. Tanpa pikir panjang dia langsung membuka pintu. Tamu yang datang ternyata adalah ibunya. Dia mempersilakan ibunya masuk ke dalam apartemen, lalu dengan kecemasan yang masih meliputi dia mengambilkan minuman beserta camilan sebagai sambutan. Dia duduk bersama ibunya tanpa berani mengangkat kepala.Pada akhirnya dia bersuara juga karena terpikirkan kesalahan yang sudah dibuat, "Maaf ....""Kau sangat merepotkan."Ucapan sang ibu membuat Lunar semakin menundukkan kepala. Dia tidak sepenuhnya menyesal, tetapi di balik itu dia juga merasa bersalah karena merepotkan kedua orangtua.Suara helaan napas panjang terdengar, "Kau tidak tahu betapa malunya kami di hadapan semua orang karena kaburnya dirimu di acara pernikahan. Ayahmu sampai sakit karena hal itu."Lunar langsung mengangkat kepala, "Ayah sakit?"Sebelum keluarganya datang ke apar
Fake Marriage (Indonesia) Bab 15: Hubungan Terlarang
Arkan yang bersandar di dinding itu tidak langsung menjawab pertanyaan. Dia melirik Lunar yang sibuk menyantap makanan lebih dulu sebelum mengalihkan tatapan ke arah lain. Padahal dia sudah bertekad untuk menghabiskan waktu bersama Raya agar bisa melupakan wanita menjengkelkan yang selalu hinggap di pikiran, akan tetapi sepertinya sia-sia saja karena sampai detik ini pun Lunar tidak berhenti membuatnya berada dalam kesulitan."Ya. Aku bertemu dengan kekasihku," ucapnya berharap apa yang dikatakan bisa menyingkirkan apa yang tidak seharusnya dia pikirkan.Lunar menganggukkan kepala lambat-lambat. Dia mencoba memahami kalau hubungan mereka hanya sebatas orang asing saja, tetapi mendengar Arkan mengatakan hal itu kenapa rasa sesak ikut campur menghiasi dadanya? Dia tidak boleh seperti ini.Larut dalam pikiran masing-masing, tiba-tiba Lunar tersedak. Arkan yang melihat bergegas ke lantai bawah untuk mengambilkan minuman. Tidak memberika
Fake Marriage (Indonesia) Bab 14: Makan Larut Malam
"Memangnya selain dirimu, aku bisa meminta bantuan pada siapa lagi? Hanya ada kita berdua saja di sini. Lagi pula kenapa kau tidak ingin membantuku? Apa kau merasa enggan karena hubungan kita hanya sebagai orang asing? Tidakkah kau bisa membantu orang asing ini?"Sungguh menjengkelkan. Lunar membuat dirinya seperti orang yang mengemis saja. Padahal dia tidak perlu melakukan itu. Dia tidak harus membuat dirinya kesulitan."Kau bisa melupakannya," pada akhirnya menyerah karena sudah terlanjur kesal, "Padahal permintaanku tidak sulit," gumamnya sambil membalikkan badan.Sepeninggal Lunar, tersisa Arkan saja di dalam ruang ganti. Dia memperhatikan telapak tangan yang terbuka. Masih bisa tercium bagaimana aroma pelembap yang dipakai Lunar. Tidak sulit? Seharusnya begitu. Namun, bagaimana tidak sulit jika bau itu memabukkan dan membuat hatinya bergemuruh?"Sial," ucapnya memukul lemari kayu yang ada di hadapan.
Fake Marriage (Indonesia) Bab 13: Pose Menggoda
Lunar masih tidak mengerti kenapa Arkan tiba-tiba menciumnya. Bertanya pun percuma karena pria itu hanya diam saja sampai mereka tiba di apartemen tanpa memberikan jawaban apa pun. Kini mereka berada di kamar masing-masing dengan dia yang menempati kamar utama di apartemen tersebut.Kembali pada apa yang membuat dia ingin meluruskan masalah ciuman mereka di dalam mobil. Tadi sungguh membuatnya kehilangan akal saat Arkan menariknya duduk di pangkuan. Walaupun dia tahu kalau mereka hanya berpura-pura dan Arkan ingin mengurungkan rencana, tetapi dia tidak bisa berbuat hal yang sama. Pikirannya sungguh gila tadi. Bagaimana dia bisa berpikir untuk tidur bersama Arkan?Di saat pikirannya berkecamuk, suara ketukan pintu terdengar sebelum Arkan muncul dari luar sana. Memang dia tidak mengunci pintu sehingga Arkan bisa masuk ke dalam kamar tanpa menunggu persetujuan darinya. Kenapa Arkan datang ke kamarnya? Apa karena ingin berbicara mengenai ciuman mereka?
Fake Marriage (Indonesia) Bab 12: Tragedi di Dalam Mobil 2
Tangan Arkan masih setia di belakang kepala wanita itu, sedangkan bibir mereka sibuk bertautan satu sama lain. Saling mencecap rasa yang mendebarkan hati. Menciptakan bunyi decak-decak kecil akibat pergulatan yang terjadi. Kedua bibir itu lembap seluruhnya, tetapi masih tidak berniat untuk berhenti.Dia belum pernah merasa seperti ini sebelumnya. Hasratnya terpacu tanpa bisa ditolak saat Lunar ikut pula dalam gelombang hasrat yang diciptakannya lebih dulu. Apa yang terjadi pada dirinya? Padahal selama bersama Raya, dia tidak pernah merasa sangat ingin untuk melalukan hubungan intim.Bersama Raya, dia hanya bersikap seperti pria yang harus melindungi tanpa menyentuh. Bukan dia yang tidak berhasrat pada kekasihnya, hanya saja dia tidak terpikirkan untuk itu. Baginya Raya sudah seperti seseorang yang harus dilindungi. Walaupun begitu setiap kali mereka berciuman, dia merasa kalau apa yang mereka lakukan salah. Dia merasa tidak bisa melindungi setiap ka
Fake Marriage (Indonesia) Bab 7: Malam Pernikahan
Untuk yang ke-dua kalinya Lunar mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Dibandingkan gaun pernikahannya saat bersama Nico, gaun yang sekarang lebih tertutup. Jika dia kabur dengan menggunakan gaun yang dipakai tampaknya akan sulit karena dia tidak bisa melangkah cepat. Berjalan saja dia harus h
Fake Marriage (Indonesia) Bab 5: Kepulangan Raya
Arkan menanti dalam keadaan gelisah di dalam mobil. Usai rencana pernikahannya dengan Lunar diumumkan, dia langsung mendapatkan kabar kalau Raya akan kembali. Hari ini bertepatan pada tanggal mereka akan bertemu untuk memberikan kejutan pada semua orang mengenai hubungan mereka, tetapi rencana it
Fake Marriage (Indonesia) Bab 11: Tragedi di Dalam Mobil
“Apa? Kau menikah dengan Arkan Grey?”Lunar menganggukkan kepala sebelum berkata, “Bagaimana kabar ibu dan ayah? Apa mereka baik-baik saja?” Baginya yang sudah lama tidak melihat kehadiran orangtua yang selalu dilihat setiap harinya membuat perasaan rindu muncul untuk bertemu. Me
Fake Marriage (Indonesia) Bab 10: Pertemuan Mendadak
Di salah satu toko besar itu Lunar sibuk memilih pakaian yang cocok untuk dikenakan. Dibantu oleh beberapa orang pegawai toko pekerjaannya menjadi lebih mudah. Sebenarnya dia tidak akan sesibuk ini jika tidak Arkan yang memintanya untuk membeli sebanyak-banyaknya.Pria itu mengat
