로딩 중
홈/ 전체 /CAN'T L'Héritière (INDONESIA)/32. Emily Tears

32. Emily Tears

작가: Psychopath Tender
"게시일: " 2020-11-06 05:00:51

    "Ehhh?! Kenapa kau malah menangis, Emi?" Javier panik, saat melihat Emily menyeka pipinya yang mendadak basah. Buru-buru pemuda 17 tahun itu menyeka air mata yang tersisa dengan ibu jarinya secara hati-hati. "Aku sudah sering mengatakannya padamu, jangan pernah menangis lagi!"

    "Kau tahu? Aku tidak suka melihat air matamu! Kau boleh bersedih, tapi jangan menangis seperti ini di depanku!"

    Emily men

다음 내용을 궁금하신가요?
이어 보기
이전 챕터
다음 챕터

에 작품 공유하기

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

최신 챕터

CAN'T L'Héritière (INDONESIA)   37. Bad News

Tak ada seorang pun yang bisa menebak kemana perginya seseorang dari rumah. Kecuali mereka ada memberitahukan kepergian mereka kepada orang-orang terdekat sesaat sebelumnya, atau meninggalkan teka-teki di atas tempat tidur. Hal itu pulalah yang menjadi teka-teki kepergian Julia Peterson dari rumahnya yang kini mendadak dipadati oleh orang-orang yang penasaran dengan kehadiran mobil polisi di rumah besar tersebut. "Huu ... tolong, Pak Polisi! Tolong ... tolonglah aku, tolong bantu kami mencari anakku .... Anakku Julia!" Meggan bersimpuh di atas lantai dengan wajah yang terhalangi oleh kedua tangannya. Menutupi wajah memerah yang basah karena air mata. "Kumohon! Tolonglah! Bantu aku mencari anakku! Hu hu hu.... Julia!" Suasana di kediaman keluarga Peterson tampak ramai oleh orang-orang yang datang karena rasa pena

CAN'T L'Héritière (INDONESIA)   36. Be Panic!

"Aku masih merasa sedikit ngantuk," ucap Charlie sambil menarik kursi di meja makan. Meggan, sang istri pun datang membawakannya secangkir kopi dan menaruhnya di hadapannya. Charlie menatap kopi dan wanita yang puluhan tahun lalu dinikahinya ini secara bergantian. "Terima kasih, Sayang." Siapa yang menyangka, jika kedua orang ini dulunya menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan yang sudah diatur oleh kedua orang tua masing-masing. Meggan dan Charlie tak pernah terlibat dengan perasaan seperti cinta. Mereka menikah karena paksaan dari kedua orang tua yang sama-sama menginginkan kekayaan dari keluarga yang berbesan dengannya. Saat awal pernikahan pun, tak terdengar adanya ucapan manis yang romantis keluar dari bibir keduanya. Seolah memang tak ada cinta di antara mereka. Namun, kini semua telah berbeda. Keduanya sekarang bak pecinta ulung yang

CAN'T L'Héritière (INDONESIA)   35. Worries

Tak menunggu sampai hari Sabtu tiba, pasangan suami istri dari keluarga Peterson telah kembali dari luar negeri pada hari Kamis pagi. Sepertinya, Meggan dan Charlie sudah benar-benar merindukan rumah dan anak-anak kesayangan mereka. Teman lama yang sudah mereka anggap keluarga sendiri pun, sempat meminta untuk bertemu di kediaman mereka setelah kepulangan keduanya dari perjalanan bisnis. Walau tiba di pagi hari buta, tampaknya hal itu tak membuat mereka lupa menghubungi putra kesayangan mereka, Louis, untuk menjemput mereka di bandara. Mereka sudah menyiapkan banyak sekali buah tangan yang pasti akan disukai oleh anak gadis kecil kesayangan mereka, Julia. Tentu saja oleh-oleh yang mereka bawa ini hanya untuk Julia seorang, sebab mereka tahu, Louis bukan anak yang suka meminta barang-barang bagus dari mereka. Jadi, tak ada salahnya jika mereka hanya pergi membelikan barang-barang bagus s

CAN'T L'Héritière (INDONESIA)   34. Meet

Orang-orang sering mengatakan, apa saja akan dilakukan oleh orang-orang jika segala sesuatu itu menyangkut dengan masalah uang. Alat tukar yang bisa dipakai untuk membeli sesuatu itu pun menjadi daya tarik orang di masa sekarang. Tidak, bahkan dulu pun, semua orang saling berlomba mengumpulkan uang yang banyak. Sama halnya dengan dua orang sahabat baiknya Javier, kedua orang itu langsung bergerak cepat ketika mendengar tentang adanya bayaran. Pemuda itu mengernyit seketika. "Masalah uang saja, kalian berdua langsung secepat kilat ya?" kekehnya sambil tertawa kecil. Sesaat kemudian, ponsel di dalam sakunya pun berdering dengan sangat nyaring. Sampai-sampai raut wajahnya pun berubah seketika. "Kenapa?" Daniel bertanya, lalu mendekat ke arah sahabatnya. Dengan malas, Javier mengangkat ponsel dan memperlihatkan siapa sang penelepon. "Orang berengsek itu menghubungiku sekarang," ucapnya data

CAN'T L'Héritière (INDONESIA)   33. Emily's Tears 2

Keceriaan yang terpancar di wajah tiga orang remaja yang sama-sama memiliki usia yang berbeda-beda itu memang suatu pemandangan yang teramat langka di kediaman Emily yang dirasa cukup sepi. Terutama dari apa yang dirasakan oleh kedua orang tua Emily ketika melihat anak perempuannya bisa tertawa lepas saat berada di tengah-tengah para sahabatnya yang saat itu sengaja berkunjung ke rumah mereka. Mengintip dari sela-sela pintu yang terbuka sedikit, memang bukan tindakan yang terpuji, apalagi di beberapa negara, mengintip bisa dikategorikan sebagai aksi kriminalitas. Akan tetapi, rasa penasaran kedua orang tua dari seorang anak remaja yang tumbuh pesat memang tak bisa dibendung begitu saja. Larissa memeluk lengan kokoh sang suami, bersandar pada pundak lelaki yang telah ia nikahi belasan tahun silam dengan raut wajah sendu. Nasib malang yang menimpa putri kesayangan mereka sama sekali tak b

CAN'T L'Héritière (INDONESIA)   32. Emily Tears

"Ehhh?! Kenapa kau malah menangis, Emi?" Javier panik, saat melihat Emily menyeka pipinya yang mendadak basah. Buru-buru pemuda 17 tahun itu menyeka air mata yang tersisa dengan ibu jarinya secara hati-hati. "Aku sudah sering mengatakannya padamu, jangan pernah menangis lagi!" "Kau tahu? Aku tidak suka melihat air matamu! Kau boleh bersedih, tapi jangan menangis seperti ini di depanku!" Emily menggeleng pelan, ia gigit bibirnya perlahan. "Aku ... aku tidak tahu apakah Jacob masih ingin bersamaku atau tidak," bisiknya lirih. "Aku senang kau berkata seperti itu, Javi. Aku senang sekali. Aku sudah berjanji padamu untuk tidak lagi menangis di depanmu, tapi aku malah menangis lagi. Maafkan aku, Javi." Raut wajah Emily kembali sendu. Air matanya kembali menitik jatuh. "Tapi, kakakmu sudah memiliki orang lain di sisinya, Vi. Apa yang bisa kulakukan selain

CAN'T L'Héritière (INDONESIA)   23. The Victory Is Almost In Sight

Sesaat sebelum Julia tertangkap.... Di suatu komplek perumahan yang cukup ramai penduduknya meski tak selalu berbaur antara satu tetangga dengan tetangganya yang lain, berdirilah satu rumah besar dan megah yang kentara sekali menunjukkan

CAN'T L'Héritière (INDONESIA)   22. Behind The Mission

"Hei, kau yakin sudah menghubungi Javier dan dia benar-benar sudah ada di depan gang ini?" tanya Daniel tiba-tiba. Dari kesan yang ditunjukkan, sepertinya ia kurang percaya dengan ucapan sahabatnya sendiri—Mark. "Kau meragukanku?"

CAN'T L'Héritière (INDONESIA)   21. Julia's Kidnap!

Julia terus berlari, tak memedulikan kakinya yang terluka, tak peduli dengan dadanya yang lagi-lagi terasa sesak. Walaupun harus memaksakan dirinya sendiri untuk terus berlari dari kejaran dua orang misterius yang begitu bersemangat mengejarnya. Ia harus segera pergi dari si

CAN'T L'Héritière (INDONESIA)   20. Two Mysterious People

Julia berjalan sendirian di pinggir jalanan kota New York yang ramai. Sesuatu yang sangat jarang ia lakukan, sebab ia terbiasa pergi keluar rumah dengan ditemani oleh seseorang—misalnya sang kakak. Walau kakaknya menemaninya dengan setengah terpaksa, tetapi itu saja su

더보기
작품 다운로드
GoodNovel

앱에서 작품을 무료로 다운로드하세요

다운로드
원하는 항목을 검색하세요.
보관함
검색하기
로맨스가상역사도시마피아시스템판타지LGBTQ+아놀드MM Romancegenre22- 韩语genre26-한국어 번역genre27-.请勿使用한국어 번역genre28-한국어 번역
단편 소설
하늘미스터리 추리현대 도시세계 종말 생존액션 영화SF 영화로맨스 영화피비린내 나는 폭력로맨스학원물서스펜스/스릴러상상력물환생현실 감정물늑대인간희망꿈행평화우정똑똑한행복한폭력적인부드러운강력한红安피비린내 나는 대학살살인역사적 전쟁판타지 모험과학 소설기차역
만들기작가 혜택공모전
핫 장르
로맨스가상역사도시마피아시스템판타지
연락처
회사 소개도움말 및 문의비즈니스
자료
앱 다운로드작가 혜택콘텐츠 정작품키워드인기 검색어작품 이뷰팬픽션FAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
커뮤니티
Facebook Group
팔로우하기
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
이용약관|개인정보