loading
Home/ Lahat /BUTA HATI [INDONESIA]/Bab XIII - Rumah Besar Tuan Max

Bab XIII - Rumah Besar Tuan Max

Author: Ayu Tarigan
"Petsa ng paglalathala: " 2020-10-22 15:17:33

              Aku memandang kamar yang luasnya lebih besar dari rumahku itu dengan pandangan takjub. Lagi-lagi aku yang notabenenya adalah rakyat jelata dibuat terkagum-kagum dengan kemewahan yang ada di ruangan ini.

Gustong malaman kung ano ang mangyayari?
Patuloy ang Pagbabasa
Nakaraang Kabanata
Sunod na kabanata

Ibahagi ang nobela sa

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Pinakabagong kabanata

BUTA HATI [INDONESIA]   Bab XV - Sedikit Kebenaran

Tanganku spontan saja melayang dengan sendirinya untuk menampar pipi pria di hadapanku ini. Bercinta katanya? Brengsek! Tuan Max tampak tak kaget, wajahnya tetap datar, membuat keberanianku yang tadinya melambung di udara mulai turun perlahan. "Kau bisa menolak jika tak ingin, aku memang cacat, tapi bukan tak punya otak hingga akan memperkosamu."

BUTA HATI [INDONESIA]   Bab XIV - Keanehan Tuan Max

Di sore hari, aku terbangun karena bunyi alaram di ponsel yang selalu ku atur sejak bekerja dengan Tuan Max. Keterlambatan satu menit saja yang tak dimaafkannya membuatku menjadi lebih hati-hati, karena aku tahu berurusan dengan pria tua itu tidaklah mudah. Aku menggeliatkan tubuh dengan mata mengerjap perlahan untuk memindai seisi ruangan, seketika aku melompat saat menyadari di mana aku berada saat ini.

BUTA HATI [INDONESIA]   Bab XIII - Rumah Besar Tuan Max

Aku memandang kamar yang luasnya lebih besar dari rumahku itu dengan pandangan takjub. Lagi-lagi aku yang notabenenya adalah rakyat jelata dibuat terkagum-kagum dengan kemewahan yang ada di ruangan ini. Di tengah-tengah ruangan ada sebuah ranjang besar yang dilapisi bed cover berbahan sutra lengkap dengan side table-nya. Ada pula walk in closet super luas untuk menyimpan barang-barang yang kutahu nilainya bisa untuk menghidupiku berpuluh-puluh tahun ke depan. Belum lagi karpet bulu yang lebih halus dari kulitku ini, rasanya sangat tidak pantas kaki kumalku menginjak benda ini, seolah ia berkata untuk

BUTA HATI [INDONESIA]   Bab XII - Pergi Ke Rusia

Aku masih kesal setengah mati dengan pria bertubuh penuh tato itu. Dia sama sekali tak merasa bersalah setelah melontarkan kalimat tak masuk akal itu. Dengan santai ia tetap melakukan aktivitasnya bergoyang kaki dengan gaya angkuh. "Ambilkan ponselku!" titahnya saat aku selesai merapikan piring bekas makan malamnya. Aku mendengus pelan seraya berjalan ke arah ranjang dan menemukan ponsel Tuan Max terge

BUTA HATI [INDONESIA]   Bab XI - Penawaran Gila

Aku langsung saja memukul dan melibas tangannya dengan handuk yang kupegang. Dasar bayi besar mesum! Berani-beraninya dia melakukan hal tak senonoh itu padaku. "Apa yang Tuan lakukan?" hardikku marah. Pria itu mengedikkan bahu santai, tak merasa bersalah sedikitpun. "Hanya berkenalan dengan tubuhmu," sahutnya terlampau tenang.

BUTA HATI [INDONESIA]   Bab X - Hadiah Mengejutkan

Sampai sore hari, aku masih memikirkan tentang kontrak yang menurutku tak masuk akal itu. Mereka berani memberi modal tanpa takut kerugian. Bagaimana jika usaha Ayah tak mendapat keuntungan? Sudah barang tentu merekalah yang paling merasa dirugikan. Bukannya aku tak percaya keajaiban, hanya saja di zaman sekarang ini tak akan mudah mendapati hal semacan itu. Bahkan orang rela menjadi raja-rajaan demi menipu orang. &

BUTA HATI [INDONESIA]   Bab IX - Pertolongan Mencurigakan

Aku menyantap nasi goreng di kantin kampus karena bayi besar itu telah merampok sarapan pagiku. Tidak mungkin

BUTA HATI [INDONESIA]   Bab VIII - Hukuman Tak Berdasar

"Tapi sebenarnya ini semua karena kau!" hardiknya tiba-tiba.

BUTA HATI [INDONESIA]   Bab VII - Wanita Tuan Max

Aku berusaha memejamkan mata, meninggalkan sejenak kemelut yang memenuhi dada. Sore tadi aku sempat meminta i

BUTA HATI [INDONESIA]   Bab V - Akhirnya Kembali

Aku memandang wajah sayu itu di depan cermin, sisa-sisa air mata masih membekas di sana. Rambut kusam serta b

Higit pang Kabanata
I-download ang Libro
GoodNovel

Libreng I-download ang libro sa App

Download
Maghanap
Library
Maghanap
RomancefeiyHistoryUrbanMafiaSystemFantasyLGBTQ+arNoldMM Romancegenre22-菲语genre26-Pilipinoipinogenre27-请勿使用菲语genre28-Pilipinoipino
Maikling Kwento
KalangitanPagka-misteryo at panghihinalaMakabagong lungsodPag-survive sa katapusan ng mundoPelikulang aksyonPelikula ng agham-piksyonPelikulang romansaDugong na karahasanpag-asapangarapkaligayahanKapayapaanPagkakaibiganMatalinoMasayaMarahasMaamoMalakas红安Madugong pagpatayPagpatayKasaysayan ng digmaanPangarap na pakikipagsapalaranAgham-piksyonIstasyon ng tren
GumawaWriter BenefitCONTEST
Popular na Genre
RomancefeiyHistoryUrbanMafiaSystemFantasy
Makipag-Ugnayan
Tungkol sa AminHelp & SuggestionBusiness
Mapagkukunan
Download AppsWriter BenefitContent PolicyKeywordsMga Hot na PaghahanapMga Review ng AklatFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Komunidad
Facebook Group
Sundan Kami
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy