loading
Home/ All /Arranged Married (Indonesia)/6. Azka

6. Azka

Author: Nul
"publish date: " 2020-09-30 11:26:18

PoV. Azka

Posisiku kali ini di kelilingi oleh para tamu undangan. Ya malam ini pertunangan ku dengan Putri. Semenjak kejadian beberapa hari lalu aku belum pernah bertemu dengan Rubbi lagi. Kami hanya bertukar nomor saja, tapi itupun tidak ada komunikasi yang terjalin di antara kami. Jujur, Aku masih menginginkan Rubbi. Untung saja percakapan ku dengan Rubbi waktu itu tidak terdengar oleh Putri maupun Rama. Saat aku bertanya, mereka kompak mengatakan tidak mendengar apa pun.

Kutatap Rubbi diujung sana, tampil cantik seperti biasanya. Pandangan kami bertemu, lalu melempar senyum satu sama lain. Kemarin aku menghadiri sebuah seminar dan Rubbi lah moderator nya. dia sangat cantik di acara itu.

"Kamu lihatin siapa, hm? Rubbi?" Tanya ibuku yang berdiri di sampingku dan berhasil memutuskan pusat perhatianku. "Dengar Azka, kamu itu calon suami Putri, jangan berpikiran untuk mendekati Rubbi. Ibu gak suka sama dia, sudah terlihat dari ibunya" ujar ibu dengan matanya  yang menatapku sebesar jeruk bali.

"Ibu.."

"Lihat itu menantu ibu! Cantik banget hari ini.." ucap ibu terlihat kagum.

Aku menoleh mengikuti arah pandang ibu. Ya, kuakui malam ini bunga terlihat berbeda dan ... Sedikit cantik. Kualihkan pandanganku, ku gelengkan kepalaku agar gadis itu tak menguasaiku. Sampai dia dan mamahnya sudah berada di dekat kami. Kemudian acara tukar cincin pun dimulai yang di sambut tepuk tangan menyebalkan.

***

"Kalau kamu gak becus pakai heels, ya gak usah, bikin susah saja" bisikku padanya yang sedang merangkul lenganku. Kami berjalan menyapa yang datang setelah sesi tukar cincin. Dia merespon ucapanku dengan melepas rangkulannya dan menatapku tajam tanda dia kesal. Terserah! Kubiarkan saja dia jalan sendiri. Aku pun lebih dulu sampai di sana, bergabung bersama Rama dan Rubbi yang sangat cantik.

"Hai" sapa ku pada Rubbi.

"Hai, Mas Az.." ucapan Rubbi terpotong oleh kelakuan upnormal Putri yang sukses membuatku kaget karena dia hampir jatuh di hadapan para tamu. Dengan cepat kurangkul pinggang nya, meraihnya dalam dekapanku. Dasar anak nakal! " Kamu bikin susah saja" bisikku menahan kesal. Bisa kudengar jantungnya berdetak sangat kencang. Sepertinya dia benar-benar takut jatuh.

"Kamu baik-baik aja?" Tanya Rama pada Putri yang telah melepaskan diri dariku. Dia mengipasi wajahnya, terlihat pucat pasih.

"Aku gak papa, mas" jawabnya mulai santai.

"Ya ampun Putri. Kamu ini lucu banget, sih. Pakai heels aja gak bisa." Kata Rubbi. "Kenapa? Bukannya kamu sudah tahu aku tidak bisa pakai ginian dari dulu" jawab Putri tajam. Ayolah kenapa mereka jadi berdebat seperti ini.

"Oh iya, ya. Kamu kan sukanya pakai sepatu kets. Mulai sekarang belajar lah pakai heels, nanti kasihan Mas Azka punya istri tapi gak bisa di bawa ke acara perusahaan" aku merasa Rubbi terlihat seperti orang yang sedang cemburu, apa mungkin..? "Yaudah, dia bisa pergi sendiri!" Ucap Putri. Kenapa respon nya hanya seperti itu, kenapa aku seperti tidak terima si gadis pencopet ini cuek saja?. "Nanti Mas Azka di ambil orang loh" apa kita akan bersama Rubbi? Aku harap begitu.

"Ehem! Putri, malam ini kamu kelihatan beda. Kamu cantik." Rama menengahi percakapan kedua gadis itu. Dia tersenyum dan si pencopet cilik pun membalasnya.

"Selamat atas pertunangan kalian," ucap Rama yang kini menoleh padaku. Aku mengangkat bahuku malas.

"Perhatian semua. Maaf menggangu. Saya ingin mengumumkan kalau pernikahan Azka dan Putri akan di adakan minggu depan. Udangan nya akan kami berikan secepatnya, terima kasih" ucap ayah di depan sana. Aku memijat keningku yang mendadak pening setelah mendengarnya. Ku mohon tuhan.. cukup..

***

Seperti biasa pagi ini aku berangkat ke kantor menggunakan mobil kesayanganku. Minggu depan aku akan menikah dengan gadis copet itu. Sudah aku putuskan jika kami akan tinggal di apartement milik ku saja. Ini kan hanya pernikahan yang tidak akan berjalan selamanya. cepat atau lambat kami akan tetap bercerai. jadi untuk apa aku membangun rumah impian? belum menikah saja rasanya aku sudah mau bercerai darinya.

bruk!!! aduh. sepertinya ada yang menabrak mobilku ketika aku sedang mundur untuk parkir. siapa yang berani menabrak mobil ku! dengan segera aku turun dari mobil ku dan dengan langkah lebar menghampiri orang itu. sial! pelakunya adalah pencopet kecil ini, emosiku seketika naik melebihi level vulkano. " kamu!!" geramku menunjuknya penuh emosi.

Putri turun dari mobilnya menhampiriku, kemudian dia bergerak memriksa mobilku yang di tabraknya " lecet sedikit, gak parah lah. biar aku bawa ke bengkel gak usah marah sampai mata mau keluar gitu kali, santai saja".

aku sangat kesal, benar-benar kesal sampai mau meledak, "swdikit ataupun banyak kamu udah bikin mobil kesayanganku rusak" bentaku. "gak usah bentak-bentak" katanya tak mau kalah. masa bodo aku tidak peduli dia ini wanita atau waria yang jelas dia sudah merusak mobil ku. para karyawn yang lewatpun berhenti sebentar dan melihat ke arah kamisebelum benar-benar masuk kedalam gedung kantor.

" kan aku udah bilang bakal bawa ke bengkel. mggak usah berlebihan deh!" ucapnya. astaga! gadis nakal ini benar-benar menguji kesabaranku! "ada apa ini?" Rama datang diantar kami.

"Dia nabrak mobilku!"

"aku nggak sengaja!"

"Tapi tetep aja kamu, nabrak mobilku. kamu lihat itu jadi rusah, astaga!"

"ya ampun. itu gak rusak, itu cuma lecet sedikit" ucapnya menjentikan jari.

"kam..." ucapan ku terputus saat Rama menariku menjauhi Putri.

"udah Ka. Putri sekarang kamu masuk dan mulai bekerja" kata Rama. sebelum Putri pergi dia sempat mentapaku sinis, lalu melangkah pergi.

***

"astaga! dia itu musibah di hidupku, Ram" kataku setelah kita berada di dalam ruanganku."oke. sabar Ka kamu biasanya nggak gampang emosi, aku tahu itu mobil kesayanganmu aku juga yakin jika Putri nggak sengaja, udah lupain aja ingat sepuluh menit lagi kita ada meeting" benar kata Rama. belakangan ini memang aku jadi mudah tersulut emosi, sementara orang di sekelilingku mengenalku sebagai pribadi yang tenang.

"lagian berantem terus, ingat minggu ini kalian akan menjadi pasangan yang sah, dari pada berantem di sini lebih baik nanti saja di kamar pengantin, jika sudah sah" Rama tersenyum kearahku. sial! Rama justru menggodaku. aku hanya memutar bola mataku malas, lalu meminum segelas air putih di mejaku, meminumnya dengan sekali teguk.

setelah menikah nanti aku akan membalas Pencopet cilik itu! usai meletakan gelas di atas meja, kuraih gagang telpon dan menghubungi nomor kantor bagian marketing "pak Budi, untuk seterusnya potong tujuh puluh persen gaji karyawan bernama Putri. katakan sekarang padanya" ucapku tegas tanpa bertele-tele.Rama hanya menatapku dengan gelengan kepala tidak mengerti. entah dengan sikap ku atau keputusan yang aku ambil.

sekarang Putri mungkin masih bisa berleha-lehadenga uang Om Salman. pasti dia akan bersikap biasa saja dan tidak peduli, tapi kupastikan setelah menikah nanti semua akan berubah seratus delapan puluh derajat.

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Arranged Married (Indonesia)   27. Author (terungkap)

PoV. Author Malam ini Azka sangat kelsal, sudah beberapa hari ini Putri tak mau lagi sekamar dengannya, entah apa penyebabnya. Gadis itu ternyata lebih memilih tidur di sofa daripada dikamar bersamanya. "tidur didalam,"Azka berujar sembari lewat ke pantry. "nggak mau. "Kata Putri yang tak memutuskan pusat perhatiaanya pada layar televisi di depannya." hampir seminggu kamu nggak mau tidur lagi di kamar, kenapa si? Udah mulai nggak sabaran aku sama kamu," Azka mearik paksa Putri dari berbaring sampai terduduk. "kamu tuh ya.. harusnya kamu tuh senang aku balik ke sini kan kamu jadi leluasa tuh tidur di... AAAaaa" Putri meronta-ronta saat Azka membopongnya kea rah kamar dan melemparnya ke atas Kasur seperti sekarung beras. Akibatnya baju tidur Putri terangkat dan memperlihatkan setengah perutnya serta celana dalamnya.Azka seketika terdiam merasakan sentuhan kulit paha Putri di lengannya. Sat

Arranged Married (Indonesia)   26. Author (jujur dari hati?)

PoV. AuthorSemua karyawan perempuan hari ini terlihat sangat aneh, mereka menatap Putri sinis. Beberapa orang bahkan mencibirnya seolah ia telah melakukan kesalahan yang fatal. Apalagi, saat ia melewati gerombolan Ani dan kawan-kawan. Tak lama Aji ikut bergabung, duduk di meja yang sama dengan Putri dan Mitha. Jangan tanya lagi kenapa Aji masih tetap bekerja, Azka sudah membatalkannya beberapa hari lalu, dengan syarat tentunya Aji tidak boleh mangkir dan menggoda karyawan lain. Meski yang tersirat sebenarnya adalah jangan pernah mendekati Putri.Dan... Akhirnya pertanyaan di otaknya tentang tatapan sini itu terjawab setelah Aji mengatakan bahwa tersebar gosip tentang Azka dan Putri mesra-mesraan di ruangan bos mereka itu. Putri melongo mendengarnya. Mulutnya berbentuk huruf 0. Secepat itukah kabar itu beredar? Dasar wanita bermulut ember!, Umpat Putri dalam hati.

Arranged Married (Indonesia)   25. Author (Azka berubah)

PoV. AuthorDua hari berlalu setelah Azka pulih, mereka kembali ke rutinitas biasanya yaitu pergi kekantor. Malam itu, tidak terjadi apapun. Putri menolak Azka dengan alasan kesehatan Azka yang tidak memungkinkan untuk melakukan itu. Walaupun alasan yang membuat Putri menolak sebenarnya adalah kemungkinan perceraian mereka akan terjadi cepat ataupun lambat, jelas ia tidak mau menjadi pihak yang banyak di rugikan. Logika saja.Setelah makan siang hari ini, Putri dan Mitha mengobrol dengan salah satu teman mereka yang bernama Aji. Pria itu terus saja menggombali Putri terang-terangan. Sejak tadi Putri dan Mitha tak henti-hentinya tertawa mendengarnya."Ehem.. jam makan siang sudah habis, ngapain masih cekikikan disini?" Tanya Azka dingin."Iya nih pak, ini karen

Arranged Married (Indonesia)   24. Author (Hak suami?)

PoV. AuthorAzka meremas rambutnya. Jawaban dari Putri tadi benar-benar mengganggu benaknya. Bahkan rasa tidak terima menggerogoti hatinya, miliknya telah direnggut orang lain. "Ka?" Adit menghampiri Azka yang tadi menelponnya untuk menemaninya minum, ia merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya satu itu. Azka bukan tipe pria yang suka minum minuman keras, hanya masalah berat yang mampu membawanya ketempat seperti itu."Ada apa, Ka?" Azka duduk di depan Azka sambil menatap penuh tanya. Azka terlihat sangat kacau. "Dia..." Azka terus meminum minuman nya lagi dan lagi sambil meracau tak jelas. "Udah, Stop!" Adit merampas gelas dan botol itu, lalu memanggil bartender untuk membawa botol dan gelas itu menjauh. "Sebenarnya kenapa, ha?" Tanya Adit lagi.

Arranged Married (Indonesia)   23. Author (salah paham 18+)

PoV. AuthorPagi ini Azka dan Putri duduk berhadapan di meja makan. Padahal Putri sudah berusaha menghindari Azka dengan bangun lebih pagi. Namun tak selang berapa lama, Azka malah muncul dan bergabung sarapan bersamanya. Salahnya sendiri yang makan dengan lamban, harusnya ia bisa kabur tadi untuk menikmati hari liburnya. Melihat Azka yang makan dengan tenang di hadapannya membuat Putri merasa cabul saat ia mengingat seluruh kejadian di kamar mandi serta ciuman tadi malam. Wajahnya pias saat sadar ia tidak seperti biasanya, kemana jiwa tukang pukulnya yang biasa ia kerahkan untuk mengatasi pria di saat seperti itu.Azka menatap Putri yang sejak tadi hanya diam saja. Azka meneliti penampilan Putri yang telah rapih di pagi hari. "Ehem!" Azka meletakan sendok di tangannya, berusaha menarik perhatian Putri. Namun malah di acuhkan oleh Putri."Pagi-pag

Arranged Married (Indonesia)   22. Author (sudah terjerat 18+)

PoV. AuthorPutri benar-benar ingin menangis meraung-raung sekarang. Rasanya ia ingin terhisap lumpur hidup hinggak keluar dari Apartemen ini dan tak perlu melihat Azka lagi selamanya. Saat ini ia berada di atas closed masih menggunakan handuk nya, Putri begitu malu. Sangat malu! Sampai ia merasa rambutnya bisa rontok parah karena sejak tadi ia jambakki. Putri tak tahu harus bersembunyi ke mana sekarang.Setelah menghabiskan hampir satu jam lebih berdiam diri diatas closed, dengan sisa-sisa keberaniannya Putri keluar. Dengan cepat Putri membuang pandangannya saat sudut matanya menangkap sosok Azka yang duduk di tepi tempat tidur. "Nggak usah terlalu dipikirin. Aku nggak tertarik sama badan gak berbodi." Ucap Azka dengan nada serius. Pembohong."Apa?!" Rasa malu Putri menguap begitu saj

Arranged Married (Indonesia)   11. Author

PoV. AuthorAzka yang baru saya membeli sate dipersimpangan menatap sebuah mobil yang baru saja pergi melewatinya, ia juga melihat Putri turun dari dalam mobil itu. Ia berusaha bersikap biasa saja saat melewati Putri yang menatapnya sinis.Mereka berjalan berdua

Arranged Married (Indonesia)   21. Authore (hasrat 18+)

PoV. AuthorPagi hari di kamar Azka, Putri berteriak cukup keras saat menyadari dirinya bangun-bangun sudah berpelukan dengan Azka dan kedua guling yang semalam mereka jadikan pembatas sudah jatuh kelantai. Ketika mereka sadar mereka langsung

Arranged Married (Indonesia)   20. Author (inplusive 18+)

Kini langit terlah menghitam menjadi malam yang bertabur bintang-bintang. Malam ini Azka akan menemui Rubbi. Ia sudah menerima ajakan Rubbi untuk makan malam bersama. Namun saat keluar dari dalam kamar, Azka melihat Putri yang berdiri berhadapan dengannya."Ngapain mas

Arranged Married (Indonesia)   19. Author (terhalang ego)

PoV. AuthorPara tamu undangan telah pulang menyisakan keluarga inti mereka. Putri berpamitan dengan Ibu dan Ayah Azka. Berbeda dengan Rubbi yang justru mengambil kesempatan untuk mendekati Azka."Mas, besok jalan yuk?"

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy