loading
Home/ All /Arranged Married (Indonesia)/11. Author

11. Author

Author: Nul
"publish date: " 2020-09-30 20:35:38

PoV. Author

Azka yang baru saya membeli sate dipersimpangan menatap sebuah mobil yang baru saja pergi melewatinya, ia juga melihat Putri turun dari dalam mobil itu. Ia berusaha bersikap biasa saja saat melewati Putri yang menatapnya sinis.

Mereka berjalan berdua memasuki gedung apartemen dengan Putri yang berjalan di belakang Azka. Sampa di dalam lift mereka masih tidak berbicara satu kata pun. Sampai di dalam apartemen Azka berbalik menatap Putri dengan alis terangkat sebelah. "Tadi siapa?" Tanya Azka.

"Ada deh, kamu nggak perlu tahu," jawab Putri, berlalu masuk kedalam kamar. "Aku cuma tanya ya, takut nanti Om kamu nanyain ke aku!" Seru Azka yang di acuhkan Putri.

***

Keesokan harinya, Azka bolak-balik melihat jam di dinding. Sudah pukul sepuluh malam tapi Putri belum juga pulang. Ia mencoba menghubungi. Nomor bunga dan terdengar suara dering ponsel dari arah sofa ruang TV. Azka pun melangkah ke sana mendekati sumber suara itu. Rupanya putri lupa membawa ponselnya. Ponsel itu terselip diantara bantal-bantal sofa. Az(kardus) calling.. tertera di layarnya. Sial! Gadis itu memang jago membuatnya kesal sampai ke ubun-ubun.

Putri membuka pintu apartemen dengan wajah lelah. Tadi dia sudah mulai bekerja di cafe milik Dimas. Lebih cepat lebih baik, karena ia membutuhkan uang banyak. Setelah dari sana, Putri juga menemani Mitha untuk acara ulang tahun perusahaan besok malam. Jadilah Putri semakin lelah.

"Aku udah bilang sebelum pukul sepuluh. Kamu dari mana aja?!" Azka mendekati Putri dengan raut kesal yang terlihat.

"Bukan urusan kamu," Putri menjawab ketus hendak berlalu.

"Putri.." panggil Azka dengan nada tidak sukanya.

"Apa lagi si? Malas tau ngomong sama kamu. Aku tuh udah sial terus karena kamu, mikir kenapa si!" Putri menghentakkan langkahnya. Berbalik menatap suaminya yang teramat menyebalkan.

"Jaga sikap kamu! Aku heran kalian saudara tapi kamu bisa beda banget sama Rubbi," tegur Azka yang kini melayangkan tatapan tajamnya.

"Jadi mau kamu apa, Azka!" Putri mengangkat dagunya. Ia sungguh tidak terima dibanding-bandingkan terus dengan orang-orang bermuka dua.

"Cukup! Aku jauh lebih tua dari kamu. Jadi, jangan pernah lagi panggil namaku tanpa sopan santun!" Azka mengacungkan telunjuknya tepat di depan wajah Putri dengan tatapan mata yang semakin menajam.

Putri menghela napas lelah. Lalu beranjak masuk kedalam kamar, meninggalkan Azka yang masih tenggelam oleh amarahnya. Setelah membersihkan diri dan berganti baju dengan baju tidur yang paling ia benci, Putri kembali lagi ke ruang tengah sambil membawa selimutnya. Dilihatnya Azka yang masih setia menonton televisi yang menampilkan acara berita.

"Aku mau tidur, kamu ke kamar aja!" Putri mendekat lalu mengambil tempat duduk di samping Azka, sofa yang sudah menjadi tempat istirahatnya sejak mereka menikah. "Aku masih nonton," jawab Azka tanpa memutus perhatiannya pada layar televisi. Putri sangat lelah. Ia malas beradu mulut dengan Azka yang tak ada habisnya. Tak berapa lama, Putri pun tertidur pulas dengan posisi meringkuk sementara kepalanya bersandar di lengan sofa. Putri kelihatan begitu lelah.

Azka menoleh kearah Putri yang sudah tertidur lelap. Mesiki pun istrinya itu menyebalkan, tapi ia masih punya sedikit hati. Pelan-pelan Azka mengangkat Putri, menyelipkan lengannya di bawah lutut  dan punggung Putri. Membaringkannya di sofa, lalu diraihnya selimut untuk menyelimuti Putri hingga sebatas leher. Napas Putri terdengar teratur, pertanda gadis itu benar-benar pulas. Azka mematikan televisi, kemudian mematikan lampu utama sebelum menyalakan lampu tidur. Azka melipat kedua tangannya di depan dada sambil memandangi Putri yang terlihat begitu damai dalam tidurnya, tidak mengesalkan seperti saat gadis itu sedang sadar. Azka pun tersenyum sebelum masuk ke dalam kamarnya.

***

"Putri, aku aneh ya?" Tanya Mitha setelah mereka memasuki ballroom salah satu hotel berbintang. Mitha memakai gaun berwarna abu-abu berlengan panjang dengan panjang gaun sebatas mata kaki. Tak ketinggalan kacamata besarnya yang masih setia menghiasi wajah kecil itu. Malam ini adalah malam perayaan ulang tahun perusahaan Pratama Group yang memang selalu di rayakan setiap tahun. "Enggak, cantik kok, ini sudah ke sepuluh kali nya kamu nanya gitu, Mith" Putri menatap Mitha dengan jengkel.

Sebelum ke acara tersebut mereka mampir ke salon. Ternyata harga make up saja dua ratus ribu. Kalau dihitung-hitung sisa uang nya setelah membeli gaun kemarin karena di paksa Mitha, uang Putri saat ini tinggal empat ratus ribu lagi dari gajinya di perusahaan Azka. Jadi orang jujur memang susah, tapi ia harus tetap sabar. Takut dosa!

"Hai..," sapa Rama menghampiri mereka. Rama langsung memandang takjub pada Putri yang berubah sangat cantik. Putri memakai gaun berwarna hitam tanpa lengan dengan panjang di bawah lutut. Sedang di bagian atas gaunnya dihias oleh silver pearl yang membuatnya jadi semakin mempesona.

"Hai, Pak," sapa mereka dengan kompak. Putri tidak memanggil Rama mas didepan karyawan kantor. Lalu tiba-tiba semua karyawan yang ada di sekitarnya berbisik-bisik menatap kearah yang sama. Membuat Putri penasaran, ia pun ikut menoleh mengikuti arah pandang mereka. Ternyata, yang menjadi pusat perhatian di acara itu adalah Azka yang datang bersama Rubbi. Para karyawan yang ada di sekitar Putri itu kini berbisik-bisik memuji keduanya serasi, membuat Putri mencebik kesal. "Aku kesana dulu," kata Rama lalu beranjak menghampiri Azka dan Rubbi. 

"Yang aku tahu, Pak Azka itu baru nikah," ucap Mitha.

"Hemm.." hanya itu yang keluar dari bibir Putri. Kini mereka sama-sama memperhatikan Azka, Rama, dan Rubbi yang berdiri di depan sana. Rubbi cantik seperti biasanya. Sesekali Putri melirik ke arah Rubbi menyentuh lengan Azka sambil menyunggingkan senyum manis.

"Apa istrinya Pak Azka itu Bu Rubbi ya? Kalo iya bener-bener pasangan yang cocok banget," Putri cepat menoleh ke arah Mitha yang berdiri di sampingnya. "Kamu tahu dari mana?" Putri mengernyit heran. 

"Nebak aja, soalnya aku cukup sering lihat Bu Rubbi ke kantor dan makan siang bersama di ruangan Pak Azka..." Putri malas mendengarnya. Ya, harusnya memang Rubbi yang menikah dengan Azka bukan dirinya. Putri tersenyum kecut sambil menatap Azka dan Rubbi didepan sana yang kini tengah menebar senyum satu sama lain.

***

Azka sudah mulai berdansa dengan Rubbi, begitupun karyawan lain yang ikut menikmati alunan musik yang romantis. Entah kenapa Putri merasa panas di ruangan full AC itu. Ia sepertinya butuh udara segar di luar. Namun niatnya untuk keluar ruangan ia urungkan, karena Rama lebih dulu datang menghampirinya.

"Ayo!" Rama mengulurkan tangannya mengajak Putri berdansa. "Aku? Tapi aku nggak bisa." Putri berusaha menolak. "Udah santai aja, ayo!" Rama langsung menarik Putri ketengah lantai dansa.

Rama menuntun kedua lengan Putri untuk mengalungi lehernya, sementara kedua lengannya ada di pinggang Putri. Mereka pun mulai berdansa meski Putri sangat-sangat kaku melakukannya. Azka yang sedari tadi sibuk berdansa dengan Rubbi sambil sesekali tersenyum menoleh dan mendapati si gadis pencopetnya tengah berdansa dengan sahabatnya. Meski yang terlihat gadis itu kesusahan dan sering tak sengaja menginjak kaki Rama, tapi justru itu malah yang membuat mereka tertawa dan terlihat begitu akrab. Azka baru sadar selama ini ia tidak pernah melihat Putri tertawa lepas. Yang sering ia tahu gadis itu selalu berwajah galak, sinis dan judes padanya. Menyadari itu raut wajah Azka perlahan berubah datar. 

"Mas? Kamu kenapa?" Tanya Rubbi yang menyadari perubahan mood Azka.

"Nggak papa, kok" jawab Azka dengan senyum terpaksanya.

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Arranged Married (Indonesia)   27. Author (terungkap)

PoV. Author Malam ini Azka sangat kelsal, sudah beberapa hari ini Putri tak mau lagi sekamar dengannya, entah apa penyebabnya. Gadis itu ternyata lebih memilih tidur di sofa daripada dikamar bersamanya. "tidur didalam,"Azka berujar sembari lewat ke pantry. "nggak mau. "Kata Putri yang tak memutuskan pusat perhatiaanya pada layar televisi di depannya." hampir seminggu kamu nggak mau tidur lagi di kamar, kenapa si? Udah mulai nggak sabaran aku sama kamu," Azka mearik paksa Putri dari berbaring sampai terduduk. "kamu tuh ya.. harusnya kamu tuh senang aku balik ke sini kan kamu jadi leluasa tuh tidur di... AAAaaa" Putri meronta-ronta saat Azka membopongnya kea rah kamar dan melemparnya ke atas Kasur seperti sekarung beras. Akibatnya baju tidur Putri terangkat dan memperlihatkan setengah perutnya serta celana dalamnya.Azka seketika terdiam merasakan sentuhan kulit paha Putri di lengannya. Sat

Arranged Married (Indonesia)   26. Author (jujur dari hati?)

PoV. AuthorSemua karyawan perempuan hari ini terlihat sangat aneh, mereka menatap Putri sinis. Beberapa orang bahkan mencibirnya seolah ia telah melakukan kesalahan yang fatal. Apalagi, saat ia melewati gerombolan Ani dan kawan-kawan. Tak lama Aji ikut bergabung, duduk di meja yang sama dengan Putri dan Mitha. Jangan tanya lagi kenapa Aji masih tetap bekerja, Azka sudah membatalkannya beberapa hari lalu, dengan syarat tentunya Aji tidak boleh mangkir dan menggoda karyawan lain. Meski yang tersirat sebenarnya adalah jangan pernah mendekati Putri.Dan... Akhirnya pertanyaan di otaknya tentang tatapan sini itu terjawab setelah Aji mengatakan bahwa tersebar gosip tentang Azka dan Putri mesra-mesraan di ruangan bos mereka itu. Putri melongo mendengarnya. Mulutnya berbentuk huruf 0. Secepat itukah kabar itu beredar? Dasar wanita bermulut ember!, Umpat Putri dalam hati.

Arranged Married (Indonesia)   25. Author (Azka berubah)

PoV. AuthorDua hari berlalu setelah Azka pulih, mereka kembali ke rutinitas biasanya yaitu pergi kekantor. Malam itu, tidak terjadi apapun. Putri menolak Azka dengan alasan kesehatan Azka yang tidak memungkinkan untuk melakukan itu. Walaupun alasan yang membuat Putri menolak sebenarnya adalah kemungkinan perceraian mereka akan terjadi cepat ataupun lambat, jelas ia tidak mau menjadi pihak yang banyak di rugikan. Logika saja.Setelah makan siang hari ini, Putri dan Mitha mengobrol dengan salah satu teman mereka yang bernama Aji. Pria itu terus saja menggombali Putri terang-terangan. Sejak tadi Putri dan Mitha tak henti-hentinya tertawa mendengarnya."Ehem.. jam makan siang sudah habis, ngapain masih cekikikan disini?" Tanya Azka dingin."Iya nih pak, ini karen

Arranged Married (Indonesia)   24. Author (Hak suami?)

PoV. AuthorAzka meremas rambutnya. Jawaban dari Putri tadi benar-benar mengganggu benaknya. Bahkan rasa tidak terima menggerogoti hatinya, miliknya telah direnggut orang lain. "Ka?" Adit menghampiri Azka yang tadi menelponnya untuk menemaninya minum, ia merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya satu itu. Azka bukan tipe pria yang suka minum minuman keras, hanya masalah berat yang mampu membawanya ketempat seperti itu."Ada apa, Ka?" Azka duduk di depan Azka sambil menatap penuh tanya. Azka terlihat sangat kacau. "Dia..." Azka terus meminum minuman nya lagi dan lagi sambil meracau tak jelas. "Udah, Stop!" Adit merampas gelas dan botol itu, lalu memanggil bartender untuk membawa botol dan gelas itu menjauh. "Sebenarnya kenapa, ha?" Tanya Adit lagi.

Arranged Married (Indonesia)   23. Author (salah paham 18+)

PoV. AuthorPagi ini Azka dan Putri duduk berhadapan di meja makan. Padahal Putri sudah berusaha menghindari Azka dengan bangun lebih pagi. Namun tak selang berapa lama, Azka malah muncul dan bergabung sarapan bersamanya. Salahnya sendiri yang makan dengan lamban, harusnya ia bisa kabur tadi untuk menikmati hari liburnya. Melihat Azka yang makan dengan tenang di hadapannya membuat Putri merasa cabul saat ia mengingat seluruh kejadian di kamar mandi serta ciuman tadi malam. Wajahnya pias saat sadar ia tidak seperti biasanya, kemana jiwa tukang pukulnya yang biasa ia kerahkan untuk mengatasi pria di saat seperti itu.Azka menatap Putri yang sejak tadi hanya diam saja. Azka meneliti penampilan Putri yang telah rapih di pagi hari. "Ehem!" Azka meletakan sendok di tangannya, berusaha menarik perhatian Putri. Namun malah di acuhkan oleh Putri."Pagi-pag

Arranged Married (Indonesia)   22. Author (sudah terjerat 18+)

PoV. AuthorPutri benar-benar ingin menangis meraung-raung sekarang. Rasanya ia ingin terhisap lumpur hidup hinggak keluar dari Apartemen ini dan tak perlu melihat Azka lagi selamanya. Saat ini ia berada di atas closed masih menggunakan handuk nya, Putri begitu malu. Sangat malu! Sampai ia merasa rambutnya bisa rontok parah karena sejak tadi ia jambakki. Putri tak tahu harus bersembunyi ke mana sekarang.Setelah menghabiskan hampir satu jam lebih berdiam diri diatas closed, dengan sisa-sisa keberaniannya Putri keluar. Dengan cepat Putri membuang pandangannya saat sudut matanya menangkap sosok Azka yang duduk di tepi tempat tidur. "Nggak usah terlalu dipikirin. Aku nggak tertarik sama badan gak berbodi." Ucap Azka dengan nada serius. Pembohong."Apa?!" Rasa malu Putri menguap begitu saj

Arranged Married (Indonesia)   19. Author (terhalang ego)

PoV. AuthorPara tamu undangan telah pulang menyisakan keluarga inti mereka. Putri berpamitan dengan Ibu dan Ayah Azka. Berbeda dengan Rubbi yang justru mengambil kesempatan untuk mendekati Azka."Mas, besok jalan yuk?"

Arranged Married (Indonesia)   18. Author (cemburu kah)

PoV. AuthorMalam ini, Putri sudah siap berangkat ke acara ulang tahun ibu mertuanya. Ia terpaksa harus ijin pada Dimas karena tidak dapat masuk bekerja. Putri terlihat cantik dengan gaun malam berwarna abu-abu pastel yang ibu Azka belikan untuknya. Sebuah

Arranged Married (Indonesia)   17. Author (18+)

PoV. AuthorSejak Rama meminjamkan motor metik itu untuknya, Putri tidak pernah lagi bangun lebih awal seperti sebelumnya. Malah, Azka yang terlebih dulu bangun dan pergi ke kantor. Sekitar pukul tujuh Putri baru menyelesaikan mandinya. Putri berani keluar dari kamar man

Arranged Married (Indonesia)   16. Author

PoV. Author"Putri!" Azka berdiri mendapati Putri yang mengantar kuenya. Matanya meneliti dari atas sampai bawah. Mungkinkah gadis nakal itu bekerja di toko kue ini? Dilihat dari pakaiannya Azka tidak mungkin salah."Bie.. kenalin ini Putri, sepupu Azka," ucap

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy