loading
Home/ All /Arranged Married (Indonesia)/10. Author

10. Author

Author: Nul
"publish date: " 2020-09-30 11:43:11

PoV. Author

"kamu tahu apa yang sudah kamu lakuin hari ini?!" Tuding Azka yang baru saja tiba di apartemen sepulang dari kantor. Pagi tadi Azka terkejut saat pintu kamarnya tidak bisa di buka, saat ia memanggil Putri berkali-kali namun tidak ada respon Azka sadar jika gadis itu kembali mengerjainya. Kali ini dia sudah kelewatan!

"Gara-gara kamu aku jadi telat ngantor, Ayah marah besar karena aku telat padahal hari ini ada meeting pemegang saham! Untung ada Rama yang mengganti kan aku" jelas Azka dengan nada marah.

"Bagus dong ada Mas Rama," jawab Putri cuek.

"Kamu sadar dong Put, ini keterlaluan. Nggak lucu!" Azka menatap Putri serius.

"Kamu pikir dengan nyuruh Om aku narik semua fasilitas itu lucu?!" Sembur Putri yang emosinya terpancing.

"Itu beda, Put.." Azka terlihat geram pada gadis di depannya.

"Apa bedanya? Coba kasih tahu aku?!" Putri masih tak mau kalah. Kepalanya mendongak ke atas  menatap Azka sambil bertolak pinggang, menantang suaminya itu.

"Kamu ini kerjaannya ngelawan terus! beda sama Rubbi yang lemah lembut" Azka memijat keningnya sambil mengelang-gelengkan kepalanya. 

Nah mulai lagi deh, batin Putri kesal.

"Masih mau main-main ternyata, oke!" Azka melirik sebuah amplop di tangan Putri. "Amplop ini bakal aku robek!" Dengan cepat Azka merampas amplop berisi uang gaji dari tangan Putri. Azka membuat gerakan lambat hendak merobek amplop uang tersebut.

"JANGAN!!!" teriak Putri panik. Matanya terpejam sambil menutup kupingnya saking takut melihat amplop gaji nya di robek. "Balikin nggak!! Itu gaji ku. Aku udah bela-belain kerja disini buat dapetin itu... Jangan di robek, dong!!" Seru Putri dengan kaki yang di hentak-hentak kan. 

Putri melompat-lompat untuk meraih amplop gajinya yang ada di tangan Azka. Sayang nya Azka jelas jauh lebih tinggi ketimbang tubuhnya. "Bailikin!!" Putri tidak menyerah dan terus melompat berusaha meraih amplop gajinya yang ada di tangan Azka. 

Putri langsung mendorong Azka, meski tak keras tapi cukup membuat Azka semakin geram dan tetap menjauhkan amplop gaji itu dari Putri. "Balikin nggak!!" Akibat terlalu bersemangat melompat akhirnya, Putri kehilangan keseimbangannya. Ia terjatuh menimpa Azka. Mereka terjatuh di lantai dengan posisi Putri berada di atas Azka. Yang membuat suasana menjadi sunyi seketika adalah saat merasakan bibir mereka menempel sempurna. Membuat mereka membatu, tak menyangka akan kejadian ini. Dengan segera mereka menjauhkan wajah mereka, Putri sangat Gugup, sedangkan Azka terdiam kaku.

"Ck gak nyangka ya anak jaman sekarang memang nggak tahu tempat,  kalau mau bikin cucu jangan disini" ucap Ibu Gilang tiba-tiba yang berhasil masuk karena tahu sandi apartemen anaknya. "Betul mbak, dikamar kan bisa" Tante Iren menimpali dengan mimik judes nya. 

"Mama!!?" "Tante!?" Putri dan Azka terkejut menoleh ke arah pintu dengan terkejut karena kedatangan keduanya.

***

Sejak kejadian memalukan itu, Putri selalu mencoba menjauhi Azka sebab ia mendadak selalu gugup jika berhadapan dengan pria itu. Berbeda dengan hari ini, Putri tidak bisa menghindar lagi karena tidak seperti biasanya, hari sabtu begini Azka ada di rumah. Biasanya di hari libur begini pria itu akan pergi entah kemana, Putri tidak peduli.

"Mau kemana?" Azka meletakan majalah bisnisnya ketika melihat Putri keluar dari kamarnya. Gadis nakal itu sudah rapi dengan dress berwarna nude diatas lutut dengan sling bag kecil yang menggantung di bahunya. Setelah menikah, Putri memang terlihat lebih terlihat feminin karena semua jenis pakaiannya telah di ubah.

"Bukan urusanmu" Putri berusaha cuek sambil berlalu ke pentri mengambil satu minuman kaleng untuknya di lemari es.

"Ah, aku tahu kamu belakangan ini menghindar" 

Azka sangat yakin Putri menghindarinya belakangan ini. Semenjak kejadian itu, Putri selalu berusaha menghindarinya. Putri akan berbalik arah jika berpapasan dengan nya di kantor. Sementara di apartemen, Putri akan tiba dan pergi lebih cepat darinya bahkan makan dan berbenah juga seperti itu, tidak seperti biasanya. Lebih cepat mandi l, lebih cepat makan dan lebih cepat tidur. Semua itu pasti demi menghindarinya.

"Ituu perasaanmu saja kali!" Putri meneguk minumannya, mencoba menyembunyikan rasa gugupnya di hadapan Azka yang kini sedang menatapnya dengan alis yang terangkat sebelah. Seolah pria itu meragukan ucapannya. 

"Jangan-jangan itu.. ciuman pertamamu," tebak Azka yang sukses membuat Putri tersedak seketika. Wajahnya berubah merona menahan malu.

"Dilihat dari respon dan ekspresimu, dugaan ku benar." Azka tersenyum geli menatap gadis itu.

"Sok tahu! Sudah ah aku buru-buru" Putri berlari menuju rak sepatu, berusaha mengelak dari Azka.

"Kamu harus pulang sebelum pukul sepuluh, itu aturan di sini" Azka berjalan menghampiri Putri dengan tatapan peringatan. 

"Apa sih? Sejak kapan ada aturan seperti itu?" Putri mengangkat bahunya cuek. 

"Sejak hari ini! Ingat sebelum jam sepuluh!" Azka menekankan pada Putri. Putri memutar bola matanya mendengar perintah itu. Ia mendengus dan segera pergi meninggalkan Azka.

Tujuan Putri saat ini ingin bertemu temannya di pemukiman pinggir kota. Menurut informasi yang ia dapat teman-temannya akan mengadakan operasi, Putri ingin ikut dalam operasi itu. Lumayan untuk menambah persediaan melangsungkan hidup.

Sekitar pukul lima Putri dan kawan-kawan mulai beroperasi. Targetnya kali ini adalah seorang pria yang mobilnya sedang mogok, langsung saja Putri mengambil dompet pria yang sedang sibuk memeriksa mesin mobilnya itu. "Hei! Awas!!" Brug...!!

Putri merasakan kepalanya pusing dan pengelihatanya mengabur. "Kamu nggak apa-apa?" Tanya pria yang di copetnya. Mati aku!

Putri menggeleng lalu berusaha duduk meski kepalanya masih terasa sangat pusing. Pria itu menatapnya lurus membuat Putri memalingkan wajahnya, "kamu beneran baik-baik saja? Kamu mau saya antar pulang?" Dengan cepat Putri menggeleng. "Aduh! Pusing" keluh Putri saat merasakan pusing di kepalanya. 

"Ayo saya antar, sebentar lagi mobil saya beres. Kamu tunggu di sini dulu" Putri hanya bisa pasrah, ia merasa salah target kali ini. Laki-laki itu kembali setelah pergi membeli minum untuk Putri. "Ini, di minum" ujarnya.

"Makasih Pak, juga maaf" ucap Putri dengan menyesal. Pria itu tersenyum lalu mengusap kepala Putri dengan pelan. "Kenapa kamu lakuin itu? Apa kamu nggak tau itu pekerjaan yang salah?" Tanya pria itu.

"Aku butuh uang, buat bertahan hidup" jawab Putri yang membuat pria itu tertawa geli. 

"Kamu bisa cari kerjaan lain, yang lebih aman" 

"Susah" Putri teringat pekerjaan nya di kantor Azka. Di kantor saja gajinya dikit!.

"Kamu bisa kerja di tempat saya, saya punya cafe di dekat sini. Kebetulan baru buka minggu lalu dan masih kurang orang. Mau?"

"MAU!!" seru Putri dengan semangat dan semangat.

"Ya sudah, besok kamu datang ke alamat ini. Sekarang kamu saya antar pulang ya" dengan dibantu berjalan Putri memasuki mobil pria itu.

Lima belas menit sudah Putri menghabiskan waktu di mobil berbincang-bincang dengan pria itu. "Nama kamu siapa? Dari tadi kita belum kenalan," tanya pria itu sambil terkekeh.

"Putri, kamu?"

"Dimas, senang bisa kenal, walaupun harus di copet dulu" ledek Dimas. Putri memanyunkan bibirnya. Ia malu mengingat hal itu. "Eh! Stop disini saja, rumah ku di situ" tunjuk Putri pada apartemen di depannya.

Dimas mengerutkan alis tebalnya, merasa aneh saat ada seorang pencopet yang tinggal di sebuah apartemen mewah. Namun dengan cepat ia mengabaikan pikirannya itu.

"Oke besok aku tunggu di kafe ya" 

"Oke, bey!!" Putri melambaikan tangan saat mobil Dimas melaju pergi.

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Arranged Married (Indonesia)   27. Author (terungkap)

PoV. Author Malam ini Azka sangat kelsal, sudah beberapa hari ini Putri tak mau lagi sekamar dengannya, entah apa penyebabnya. Gadis itu ternyata lebih memilih tidur di sofa daripada dikamar bersamanya. "tidur didalam,"Azka berujar sembari lewat ke pantry. "nggak mau. "Kata Putri yang tak memutuskan pusat perhatiaanya pada layar televisi di depannya." hampir seminggu kamu nggak mau tidur lagi di kamar, kenapa si? Udah mulai nggak sabaran aku sama kamu," Azka mearik paksa Putri dari berbaring sampai terduduk. "kamu tuh ya.. harusnya kamu tuh senang aku balik ke sini kan kamu jadi leluasa tuh tidur di... AAAaaa" Putri meronta-ronta saat Azka membopongnya kea rah kamar dan melemparnya ke atas Kasur seperti sekarung beras. Akibatnya baju tidur Putri terangkat dan memperlihatkan setengah perutnya serta celana dalamnya.Azka seketika terdiam merasakan sentuhan kulit paha Putri di lengannya. Sat

Arranged Married (Indonesia)   26. Author (jujur dari hati?)

PoV. AuthorSemua karyawan perempuan hari ini terlihat sangat aneh, mereka menatap Putri sinis. Beberapa orang bahkan mencibirnya seolah ia telah melakukan kesalahan yang fatal. Apalagi, saat ia melewati gerombolan Ani dan kawan-kawan. Tak lama Aji ikut bergabung, duduk di meja yang sama dengan Putri dan Mitha. Jangan tanya lagi kenapa Aji masih tetap bekerja, Azka sudah membatalkannya beberapa hari lalu, dengan syarat tentunya Aji tidak boleh mangkir dan menggoda karyawan lain. Meski yang tersirat sebenarnya adalah jangan pernah mendekati Putri.Dan... Akhirnya pertanyaan di otaknya tentang tatapan sini itu terjawab setelah Aji mengatakan bahwa tersebar gosip tentang Azka dan Putri mesra-mesraan di ruangan bos mereka itu. Putri melongo mendengarnya. Mulutnya berbentuk huruf 0. Secepat itukah kabar itu beredar? Dasar wanita bermulut ember!, Umpat Putri dalam hati.

Arranged Married (Indonesia)   25. Author (Azka berubah)

PoV. AuthorDua hari berlalu setelah Azka pulih, mereka kembali ke rutinitas biasanya yaitu pergi kekantor. Malam itu, tidak terjadi apapun. Putri menolak Azka dengan alasan kesehatan Azka yang tidak memungkinkan untuk melakukan itu. Walaupun alasan yang membuat Putri menolak sebenarnya adalah kemungkinan perceraian mereka akan terjadi cepat ataupun lambat, jelas ia tidak mau menjadi pihak yang banyak di rugikan. Logika saja.Setelah makan siang hari ini, Putri dan Mitha mengobrol dengan salah satu teman mereka yang bernama Aji. Pria itu terus saja menggombali Putri terang-terangan. Sejak tadi Putri dan Mitha tak henti-hentinya tertawa mendengarnya."Ehem.. jam makan siang sudah habis, ngapain masih cekikikan disini?" Tanya Azka dingin."Iya nih pak, ini karen

Arranged Married (Indonesia)   24. Author (Hak suami?)

PoV. AuthorAzka meremas rambutnya. Jawaban dari Putri tadi benar-benar mengganggu benaknya. Bahkan rasa tidak terima menggerogoti hatinya, miliknya telah direnggut orang lain. "Ka?" Adit menghampiri Azka yang tadi menelponnya untuk menemaninya minum, ia merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya satu itu. Azka bukan tipe pria yang suka minum minuman keras, hanya masalah berat yang mampu membawanya ketempat seperti itu."Ada apa, Ka?" Azka duduk di depan Azka sambil menatap penuh tanya. Azka terlihat sangat kacau. "Dia..." Azka terus meminum minuman nya lagi dan lagi sambil meracau tak jelas. "Udah, Stop!" Adit merampas gelas dan botol itu, lalu memanggil bartender untuk membawa botol dan gelas itu menjauh. "Sebenarnya kenapa, ha?" Tanya Adit lagi.

Arranged Married (Indonesia)   23. Author (salah paham 18+)

PoV. AuthorPagi ini Azka dan Putri duduk berhadapan di meja makan. Padahal Putri sudah berusaha menghindari Azka dengan bangun lebih pagi. Namun tak selang berapa lama, Azka malah muncul dan bergabung sarapan bersamanya. Salahnya sendiri yang makan dengan lamban, harusnya ia bisa kabur tadi untuk menikmati hari liburnya. Melihat Azka yang makan dengan tenang di hadapannya membuat Putri merasa cabul saat ia mengingat seluruh kejadian di kamar mandi serta ciuman tadi malam. Wajahnya pias saat sadar ia tidak seperti biasanya, kemana jiwa tukang pukulnya yang biasa ia kerahkan untuk mengatasi pria di saat seperti itu.Azka menatap Putri yang sejak tadi hanya diam saja. Azka meneliti penampilan Putri yang telah rapih di pagi hari. "Ehem!" Azka meletakan sendok di tangannya, berusaha menarik perhatian Putri. Namun malah di acuhkan oleh Putri."Pagi-pag

Arranged Married (Indonesia)   22. Author (sudah terjerat 18+)

PoV. AuthorPutri benar-benar ingin menangis meraung-raung sekarang. Rasanya ia ingin terhisap lumpur hidup hinggak keluar dari Apartemen ini dan tak perlu melihat Azka lagi selamanya. Saat ini ia berada di atas closed masih menggunakan handuk nya, Putri begitu malu. Sangat malu! Sampai ia merasa rambutnya bisa rontok parah karena sejak tadi ia jambakki. Putri tak tahu harus bersembunyi ke mana sekarang.Setelah menghabiskan hampir satu jam lebih berdiam diri diatas closed, dengan sisa-sisa keberaniannya Putri keluar. Dengan cepat Putri membuang pandangannya saat sudut matanya menangkap sosok Azka yang duduk di tepi tempat tidur. "Nggak usah terlalu dipikirin. Aku nggak tertarik sama badan gak berbodi." Ucap Azka dengan nada serius. Pembohong."Apa?!" Rasa malu Putri menguap begitu saj

Arranged Married (Indonesia)   21. Authore (hasrat 18+)

PoV. AuthorPagi hari di kamar Azka, Putri berteriak cukup keras saat menyadari dirinya bangun-bangun sudah berpelukan dengan Azka dan kedua guling yang semalam mereka jadikan pembatas sudah jatuh kelantai. Ketika mereka sadar mereka langsung

Arranged Married (Indonesia)   20. Author (inplusive 18+)

Kini langit terlah menghitam menjadi malam yang bertabur bintang-bintang. Malam ini Azka akan menemui Rubbi. Ia sudah menerima ajakan Rubbi untuk makan malam bersama. Namun saat keluar dari dalam kamar, Azka melihat Putri yang berdiri berhadapan dengannya."Ngapain mas

Arranged Married (Indonesia)   19. Author (terhalang ego)

PoV. AuthorPara tamu undangan telah pulang menyisakan keluarga inti mereka. Putri berpamitan dengan Ibu dan Ayah Azka. Berbeda dengan Rubbi yang justru mengambil kesempatan untuk mendekati Azka."Mas, besok jalan yuk?"

Arranged Married (Indonesia)   18. Author (cemburu kah)

PoV. AuthorMalam ini, Putri sudah siap berangkat ke acara ulang tahun ibu mertuanya. Ia terpaksa harus ijin pada Dimas karena tidak dapat masuk bekerja. Putri terlihat cantik dengan gaun malam berwarna abu-abu pastel yang ibu Azka belikan untuknya. Sebuah

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy