Download the book for free
13. Biarkan Egois
Author: Rima NurbayinaApril sedikit terkejut ketika melihat Justin yang akan masuk kedalam lift. Justin pun sama, dia tidak tahu kalau akan bertemu April. Dan wajah April sedikit terlihat lelah.
"Hai," sapa Justin dan masuk kedalam lift.
"Hai," balas April.
"Tugas udah?" tanya Justin sambil menggaruk tengkuknya.
"Belum dikerjain?" tanya balik April.
Justin nyengir kuda. April membalasnya dengan memutar bola mata malas.
Justin ini kenapa bisa semalas itu.
"Liat yah,"
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
APRILISYA 14. Pelukkan Untuk Pertama kalinya
“Jangan bilang siapapun,” ucap April dengan wajah pucat pasi, dan lemah.“Om Alex harus tahu kalau lo sakit,” ujar Aliga.April menggelengkan kepalanya. Ia berusaha duduk dari posisi tidurnya. “Setidaknya Oma lo harus tahu kalau lo sakit. Lo terlalu memforsis diri lo sendiri.”April menghela napasnya, rasanya badannya seperti jelly. Tubuhnya dingin namun sedikit hangat.“Terima kasih sudah bawa aku kesini. Jangan bilang juga tante Sandra kalau aku sakit, kamu tolong bilangin
APRILISYA 13. Biarkan Egois
April sedikit terkejut ketika melihat Justin yang akan masuk kedalam lift. Justin pun sama, dia tidak tahu kalau akan bertemu April. Dan wajah April sedikit terlihat lelah."Hai," sapa Justin dan masuk kedalam lift."Hai," balas April."Tugas udah?" tanya Justin sambil menggaruk tengkuknya."Belum dikerjain?" tanya balik April.Justin nyengir kuda. April membalasnya dengan memutar bola mata malas.Justin ini kenapa bisa semalas itu. "Liat yah," ucap Justin.April mengangguk saja."Lo emang pahlawan gue," seru Justin senang.Lift terbuka. Justin dan April keluar bersamaan. Mereka menuju kelas.April mengambil tugasnya yang ia janji akan beri lihat kepada Justin.Seseorang berlari dengan tergesa-gesa, "Lo udah tugas?" tanya Aliga ngos-ngosan. Dia baru ingat ada tugas saat memeriksa ponselnya, ada jadwal tertera di pesan pengingatnya. "Mati gue, mana bentar lagi masuk," keluhnya dan kesal karena lupa ad
APRILISYA 12. Pemberitaan
“Dikabarkan cucu pengusaha menjalin hubungan dengan cucu rekan bisnisnya. Perjodohankah?”Sebuah judul artikel pagi ini tersebar luas. Potret Aliga dan April terpampang diartikel tersebut. April mengetuk pemberitaan itu, membukanya.“Cucu dari Pasangan pengusaha Dera Jia Miller dan Adnan Fur Miller kabarnya akan bertunangan dengan Cucu dari Gerald Adelard dan Mia Sin Adelard.”“Selain sama-sama memiliki wajah rupawan keduanya memiliki bakat yang sama dalam hal akademik. Wajah cucu dari pengusaha Dera ini baru kali ini terexpose bahkan ada foto kebersamaan mereka saat di sekolah. Intip potret mereka yang bertebaran di sosial media.”
APRILISYA 11. Pertemuan
April terlihat cantik dengan balutan dress putih tulang. Kini dia sedang bersama Oma nya menuju restoran yang sudah disewa keluarga Aliga. April duduk dengan tenang dan elegan meski dalam hatinya dia gelisah. Malam ini pertemuan itu dihadiri ayahnya. Dan April yakin bahwa Ayahnya tidak datang sendirian.“Oma yakin malam ini Raini akan ada.”April menoleh kesamping menatap Omanya, begitupun Omanya menatap April.“Kamu cukup diam dan menjadi anak yang manis,” ucap Oma sambil tersenyum smirk.April kemudian menatap ke jalanan luar. Sebentar lagi akan sampai tujuan.
APRILISYA 10. Seribu Permintaan
Malam sunyi. Tiba-tiba terasa sepi, April menatap kertas-kertas yang sudah ia isi dengan permintaanya. Baru sepuluh kertas origami yang ia bentuk Dimasukkannya kedalam toples bulat itu. Ia berencana membuat 1000 permintaan.Tiba-tiba ia ingat malam dimana ternyata saat April dan Aliga tak bisa tidur. Hanya beberapa menit menonton film yang diputar mereka ketiduran sendiri. Bahkan April tak sadar membenamkan kepalanya di dada Aliga. Sampai pagi tiba, sebelah tangan Aliga kebas karena menjadi tertindih punggung April.Bagaimana bisa April tak mencintai sosok Aliga? Meskipun tingkat percaya diri Aliga tinggi juga terkadang menyebalkan. Namun April menyukainya.Sepuluh kertas
APRILISYA 9. Apartemen
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE
APRILISYA 6. Pernah Bertemu
Sandra dan Baskara menyambut Aliga dan April untuk berada disana. Acara pun di mulai oleh pembawa acara. April sama sekali tak melepaskan tangannya yang bertaut di lengan Aliga. Dan Aliga pun sama tak melepaskannya jug
APRILISYA 5. Pertama Kali Bertemu
Taman luas itu disulap dengan indah. Tema garden party sepertinya memang sangat cocok. Hijau dari taman memberikan kesan segar untuk para orang tua. Lampu kerlap kerlip memberikan cahaya terang, di malam hari ini.
APRILISYA 8. Mau Papa
“Aku bisa jadi anak laki-laki.”“Kamu ini perempuan sayang.”
APRILISYA 7. Hari Pertama Sekolah
Aprilisya dinyatakan masuk ke kelas Istimewa bahkan tesnya itu menyatakan bahwa nilai April sangat besar. Tidak ada yang dikeluarkan dari kelas istimewa ini, karena memang ada satu kuota yang bisa masuk. Siswa dan Sisw
