GoodNovel

Libreng I-download ang libro sa App

Download
Maghanap
Library
Maghanap
RomancefeiyHistoryUrbanMafiaSystemFantasyLGBTQ+arNoldMM Romancegenre22-菲语genre26-Pilipinoipinogenre27-请勿使用菲语genre28-Pilipinoipino
Maikling Kwento
KalangitanPagka-misteryo at panghihinalaMakabagong lungsodPag-survive sa katapusan ng mundoPelikulang aksyonPelikula ng agham-piksyonPelikulang romansaDugong na karahasanpag-asapangarapkaligayahanKapayapaanPagkakaibiganMatalinoMasayaMarahasMaamoMalakas红安Madugong pagpatayPagpatayKasaysayan ng digmaanPangarap na pakikipagsapalaranAgham-piksyonIstasyon ng tren
GumawaWriter BenefitCONTEST

Lahat ng Kabanata ng My ThesShit (Indonesian): Kabanata 11 - Kabanata 20

Home /  Lahat /  My ThesShit (Indonesian) /  Kabanata 11 - Kabanata 20
98 Kabanata

10

Felicia duduk di kursi kosong lobby gedung laboratorium seperti biasa. Gadis itu sibuk dengan laptopnya, merevisi proposal yang sudah dicoret oleh bu Dinda kemarin dan mengirim proposal ke Bu Rahmi. Ia sengaja mengirim yang sudah direvisi lagi biar mengurangi kesalahan yang mungkin akan direvisi lagi oleh bu Rahmi. Bu Rahmi itu dosen fitokimia, biasa yang berhubungan dengan tanaman dan ekstrak. Sesuai skripsi Felicia dan kelompoknya.Saking seriusnya, Felicia tidak menyadari ada pria yang duduk didepannya dan menatap gadis itu
Magbasa pa

11

"Karena gue terlalu sibuk dengan dunia gue, gue sadar gue gak punya banyak uang kayak mahasiswa lain makanya gue perlu kerja keras. Orang yang gue pikir bisa menemani gue disaat- saat terendah hidup gue, nyatanya malah ninggalin gue. Dan sekarang dia balik lagi dengan muncul didepan gue. Padahal gue mulai melupakannya."Jayden masih sangat mengingat bagaimana ekspresi Felicia saat mengatakan soal masa lalunya, tepatnya alasan gadis itu akhirnya putus dari Ansel. Sebenarnya ia hanya bercanda soal Felicia yang seakan tak pantas
Magbasa pa

12

Setelah revisi dua kali dengan dua dosen yang sama, akhirnya proposal Felicia sudah sempurna. Ia sudah memeriksanya lagi mulai dari typo atau tanda baca yang salah juga format kepenulisan proposal penelitian sangat ia perhatikan. Demi menghindari adanya revisi lagi. Karena baik Bu Dinda maupun Bu Rahmi sangat teliti dengan tanda baca dan kesalahan penulisan. Entah mereka mungkin sudah terbiasa membimbing banyak mahasiswa jadi sudah hapal kesalahan- kesalahan dalam proposal.Berhubung masih pagi, Felicia segera ke tempat fotoko
Magbasa pa

13

"Mending lo abisin makanan lo cepetan. Kita mau ke Bu Dinda loh.""Santai. Doi juga ngajar kok hari ini. Pasti ada sampe siang." Jayden tampak santai mengunyah makanannya tidak seperti Felicia yang bahkan sudah menghabiskan semangkuk soto dan teh manisnya.
Magbasa pa

15

Felicia memasang wajah masam, semasam es jeruk yang dipesannya kali ini. Ditambah mi ayam super pedas dengan setumpuk sambal diatasnya. Matanya melotot tajam pada pria yang kini asik memamerkan lipbalm buatannya ke para mahasiswi yang mendadak kepo ingin coba.Sepertinya presentasi mereka memang sukses. Jayden bahkan lebih mirip sales lipbalm dibanding mahasiswa yang presentasi. Lihat sendiri hasilnya. Banyak yang kepo dengan produk mereka.
Magbasa pa

16

"Hah? Nonton? Gak salah denger gue?" tanya Felicia sambil menggaruk kepalanya yang mendadak gatal."Gak lah. Kan masih jam delapan nih. Bisa kita nonton atau mau yang midnight?" tanya Jayden dengan santai."Gak ah gue ngantuk."
Magbasa pa

17

Akhirnya setelah mendapat tanda tangan semua dosen pembimbing dan dosen kaprodi, Jayden dan Felicia bisa mendaftar ke tata usaha untuk pelaksanaan seminar proposal yang diadakan minggu depan. Meskipun waktunya sangat mepet, mereka bersyukur masih bisa mendaftar.Felicia memicingkan matanya saat menulis biodata di buku dan melihat nama Harumi dipaling atas. Ternyata gadis itu sudah mendaftar lebih dulu dan tanpa mengabari di grup mereka. Iya sih gak perlu dikabarin segala tapi kalo begini kan rasanya seperti ... ditusuk dari be
Magbasa pa

18

Ternyata ucapan Jayden itu benar. Pria itu menjemput Felicia lagi ke kafe tempatnya bekerja. Ia pun mau tak mau akhirnya pulang bersama Jayden. Lumayan ada tumpangan."Jangan lupa besok kita ke Tangerang. Naik kereta. Baik kan gue ngajak lo naik kereta," ucap Jayden saat mereka sedang dalam perjalanan ke rumah Felicia.
Magbasa pa

19

Felicia langsung menarik tangan Jayden agar segera masuk ke kereta yang pintunya terbuka. Juga tampak padatnya bagian dalam kereta yang membuat mereka harus mendorong tubuh mereka sekuat tenaga agar bisa masuk. Apalagi Felicia dan Jayden masuk ke gerbong umum.Jarak antara Jayden dan Felicia benar-benar terhapuskan. Jayden menahan tubuhnya agar posisi Felicia bisa lebih nyaman di antara para penumpang lain. Tubuh Felicia berada di antara lengan Jayden yang ditopang pria itu. Membuat Felicia menjadi lebih aman di posisinya kini
Magbasa pa

20

"Ansel?" Kening Felicia berkerut ketika melihat pria berkacamata itu berjalan mendekat ke arahnya. Ansel mengenakan jas laboratorium lengkap dengan nametag dan ID card pengunjung seperti miliknya.Senyum pria itu mengembang seketika saat menyadari jika gadis yang ia panggil benar-benar Felicia. "Kok ke sini?"
Magbasa pa
Nakaraang pahina
Susunod na pahina
I-download ang Libro
Popular na Genre
RomancefeiyHistoryUrbanMafiaSystemFantasy
Makipag-Ugnayan
Tungkol sa AminHelp & SuggestionBusiness
Mapagkukunan
Download AppsWriter BenefitContent PolicyKeywordsMga Hot na PaghahanapMga Review ng AklatFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Komunidad
Facebook Group
Sundan Kami
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy