loading
Home/ All /Zuco's Obsession (Indonesia)/5. Guru Les?

5. Guru Les?

Author: Dijeonie
"publish date: " 2020-11-02 07:27:36

Zuco terlihat berdiri di depan gerbang sekolah sang kekasih, ia mengusap wajahnya dengan gusar. Sudah setengah jam lamanya ia menunggu kedatangan Ailee, namun gadis itu tak kunjung melintas di hadapannya.

Bahkan ponselnya pun tidak bisa di hubungi, lebih tepatnya tidak di angkat.

Sampai akhirnya ia mendapat telpon balik dari Ailee.

"Hal--"

"Kamu di mana?"

"Kamu di mana?"

Zuco memutar bola mata sebal saat mendapatkan pertanyaan yang sama sebagai jawaban.

"Zu? Zuco?"

Zuco mengusap wajahnya dengan kasar. "Aku di depan gerbang sekolah kamu, udah hampir setengah jam aku nungguin kamu."

"Kamu pulang aja, aku lagi ada--apasih Angga diem! Lagi ngomong sama Zuco nih!"

"Kamu di mana?" Tanya Zuco yang terlihat geram saat mendengar Ailee menyebut nama Angga.

"Lee? Ailee jawab." Tekannya.

"Be--bentar, okay aku kirim lokasinya aja." Sahut Ailee dan panggilan pun terputus.

Zuco menggeram tertahan kemudian masuk ke dalam mobil. Dan sebuah pesan berisi lokasi pun masuk.

"Sialan. Mereka pergi berdua." Gumamnya dengan mata yang menyipit tajam.

"Arrghh..." Geramnya dengan memukul stir dan menambah kecepatan agar ia cepat sampai di tempat Ailee berada.

Raut wajahnya masih belum berubah, ekspresi marahnya masih belum mengendur. Sampai akhirnya ia sampai di sebuah halaman yang cukup luas, dan sedikit gersang. Sebuah lapangan. Jauh dari jalan raya.

Dengan cepat Zuco keluar dari dalam mobil dan membanting pintu dengan keras. Ia mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan kekasihnya.

"Ngapain mereka di tempat kayak gini?" Bingungnya.

Zuco mengernyit heran seraya berjalan menuju sebuah gubuk kecil yang berada di bawah sebuah pohon yang cukup rindang. Kekasihnya terlihat tertawa di hadapan beberapa anak-anak, Zuco pun mempercepat langkahnya menuju gubuk tersebut.

"Ekhem." Dehem Zuco untuk mengambil perhatian.

Ailee langsung melihat ke arahnya, begitupun dengan Angga dan juga beberapa anak-anak yang duduk di manis di hadapan Ailee dan juga Angga.

"Kamu lagi ngapain di sini?" Tanya Zuco to the point. "Kenapa sama dia?" Tunjuknya pada Angga.

Angga beringsut turun dari atas gubuk tersebut. "Gue sama Ailee emang rutin dateng ke sini seminggu dua kali." Ucapnya yang kini berdiri di samping Zuco.

Zuco hanya diam dengan ekspresi tidak sukanya.

"Kenapa kamu gak bilang dulu sama aku?" Kini Zuco bertanya pada Ailee yang masih duduk dengan celana olahraganya.

"Gak sempet, tadi buru-buru." Jawab Ailee.

Angga mengangguk dan menepuk bahu Zuco. "Heem, mana sempat keburu telat." Candanya dan Ailee pun tertawa, bahkan anak-anak yang berada di sana juga.

Zuco menepis lengan Angga yang menempel di bahunya.

"Turun, kita pulang." Ujar Zuco.

Ailee memutar bola mata sebal. "Gak bisa, belum selesai ngajarnya."

"Sabar dong Zu, kasian anak-anak ini. Mereka gak bisa sekolah,"

"Ya terus? Dengan kalian ngajar di sini, mereka bakal dapet ijazah? Enggak kan. Mereka bakalan tetep kerja jadi pemulung. Baju mereka aja lusuh kayak gitu." Ujar Zuco yang berhasil membuat Ailee menatapnya dengan tatapan tak percaya.

Angga tersenyum miring, kemudian ia meminta Ailee untuk berbicara terlebih dahulu dengan Zuco dan dirinya yang akan mengajarkan anak-anak pemulung itu membaca.

Ailee langsung membawa Zuco menjauh dari gubuk tersebut.

Kemudian ia tatap pria menyebalkan itu dengan tatapan tajam.

"Kamu sadar gak sih, ucapan kamu itu udah nyinggung perasaan mereka?"

Zuco melirik gubuk yang cukup jauh di belakang Ailee sekilas. "Nyinggung apa? Emang bener kan, mereka pemulung."

Mulut Ailee membulat dengan sempurna. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja dirinya dengar.

"Bener-bener gak ada perasaan."

"Ya udah ayo, pulang."

"Gak."

Zuco menatap Ailee dengan tatapan tidak suka. "Mau sama dia? Berduaan? Lucu banget."

"Aku sama Angga cuma bantu anak-anak itu belajar. Minimal mereka bisa baca supaya gak bisa di bodohi orang kaya sombong." Ucap Ailee dengan menekan kata sombong.

Zuco hanya diam dengan ekspresi datarnya.

Ailee menunjuk ke arah anak-anak tersebut. "Kamu pernah mikir gak sih betapa beratnya hidup mereka? Di usia mereka, mereka harus banting tulang membantu keuangan keluarga. Dan tadi kamu, ya tuhan... Kalimat kamu bisa aja matahin semangat mereka buat belajar."

"Aku--"

"Kamu lahir ditengah keluarga yang berkecukupan, sangat cukup. Sedangkan mereka? Mereka--"

"Apa? Intinya apa?"

"Jangan ganggu kegiatan aku." Tekan Ailee dan hendak berlalu. Namun Zuco menahan pergelangan tangannya.

"Apa?" Tanya Ailee.

Zuco menghembuskan nafas berat dan, "i'm sorry. Aku akan maaf sama mereka juga." Ucapnya.

Ailee terdiam untuk sesaat.

"Tapi lain kali, kamu harus bilang sama aku. Aku khawatir sama kamu. Ya?"

Ailee mengangguk pelan dan membawa Zuco kembali menemui Angga dan beberapa anak-anak pemulung tersebut.

"Adek-adek semua... Kak Zuco mau bilang sesuatu nih!" Seru Ailee mengambil perhatian.

Zuco melirik Ailee sekilas, setelah Ailee mengangguk meyakinkan, ia pun mulai mengucapkan permintaan maaf.

"Sebagai permintaan maaf, Kakak udah pesenin kalian makanan, bentar lagi sampe." Ucap Zuco.

"Woaaah... Makanan..."

"Makasih Kak Zuco..."

"Makanannya pasti enak..."

"Iya, dari pagi aku belum makan... Untung aku ikut belajar hari ini..."

Zuco terdiam mendengar suara-suara itu. Suara-suara yang memancarkan sebuah kebahagiaan walau hanya karena sebuah hal kecil bagi Zuco.

Ia melirik Ailee yang ternyata tengah menatapnya juga. Kemudian Ailee tersenyum seraya mengusap punggung Zuco. Hal itu membuat Zuco mengulas sebuah senyuman yang sangat indah.

"Kamu mirip Mamah aku, kalau senyum." Ucapnya. Ailee hanya mengangguk sebagai balasan.

Sedangkan Angga, ia terlihat tersenyum geli melihat sahabatnya yang setia menemani kejombloannya kini telah memiliki kekasih dan terlihat sedikit nurut pada ucapan kekasihnya itu.

Tak lama kemudian, makanan yang Zuco pesan datang. Ia memesan burger, kentang goreng dan air minum untuk masing-masing anak. 5 anak laki-laki dan 4 anak perempuan.

Ailee langsung membagikan makanan tersebut, di bantu oleh Angga. Sedangkan Zuco, ia terlihat duduk di ujung gubuk tersebut, bahkan sangat ujung.

"Sini bro, pegel duduk di ujung kayak gitu." Ucap Angga mencoba untuk bersahabat dengan Zuco.

"Just shut the fuckin' up."

"Dih, gue baik yah udah ngajak lo duduk yang bener. Serah dah, pegel-pegel tuh bokong!" Sahut Angga yang kesal karena niat baiknya malah di balas air tuba.

Ailee yang mendengar keributan kecil itu langsung mengambil posisi duduk di antara keduanya.

"Baku hantam dong, masa sahut-sahutan doang!" Ujar Ailee dengan terkekeh pelan.

Zuco berdiri dari duduknya. "Pulang yuk! Udah selesai kan?"

"Tunggu mereka selesai dulu, udah duduk sini!"

Zuco mendengus kesal. "Gak bisa..."

"Bukan gak bisa, tapi gak mau." Sahut Angga.

"Bacot lu! Ikut campur lagi, gue--"

"Apa?! Mau apa?!"

Ailee memutar bola mata sebal melihat dua pria itu bertengkar di kedua sisinya.

"Berisik woy!" Ujar Ailee. "Bentar lagi, sini duduk dulu." Ucapnya meminta Zuco untuk duduk kembali.

"Kotor." Balas Zuco setengah berbisik.

Angga menatap kekasih sahabatnya itu dengan tatapan tak percaya. "Anjir, manja banget dah! Hahaha..."

"Yaang, mau kamu yang pukul atau aku yang pukul dia?" Kesal Zuco.

Ailee hanya tertawa bersama Angga. Dan dengan perlahan raut wajah Zuco berubah masam. Ia melipat kedua lengannya di depan dada dan menatap Ailee juga Angga bergantian.

"Kak Zuco makasih yah makana--"

"DIMAS! DIMAS!" seorang wanita berjalan ke arah mereka dengan kemarahan.

Ailee melirik salah satu anak yang terlihat menunduk takut.

"INI DIA! SINI KAMU!" Ibu tersebut menarik seorang anak yang bernama Dimas itu turun dari atas gubuk.

Ailee dan Angga pun beringsut turun untuk menghampiri wanita tersebut. Sedangkan Zuco, ia hanya bisa berdiri dengan ekspresi yang sulit untuk di jelaskan.

"Kamu enak-enakan makan di sini, sedangkan adik-adik kamu kelaparan nungg--"

"Bu, saya mohon jangan marahi Dimas..." Mohon Ailee.

Angga mengangguk setuju. "Kami di sini belajar, bukan main-main."

Wanita itu menatap Ailee dan Angga bergantian. "Adik-adiknya gak bakalan kenyang karena dia belajar di sini. Dimas harus kerja." Tekannya.

Kedua mata Ailee mulai berair. Ini pertama kalinya ia melihat seorang Ibu bisa seegois ini. Bukankah sudah menjadi tanggung kewajiban orang tua untuk membiayai anaknya sampai mereka benar-benar siap untuk di lepas dan mencari jalan masing-masing, bukan malah sebaliknya.

"Bu... Hiksss... Saya mohon jangan tarik tangannya, Dimas pasti kesakitan..." Mohon Ailee saat wanita itu menarik paksa lengan Dimas agar pergi dari sana.

Zuco menggeram tertahan saat wanita itu tidak mendengarkan apa yang Ailee katakan, bahkan sampai membuat gadisnya itu menangis.

"Dimas, kita per--"

"Tunggu!" Zuco menahan kepergian wanita tersebut.

Ia menarik Ailee agar berdiri di belakangnya.

"Lepaskan tangannya." Ucap Zuco.

"Tidak ak--"

"Saya bilang lepaskan." Tekan Zuco.

Karena tak kunjung di lepaskan, Zuco meraih dompetnya dan memberikan dua lembar uang merah pada wanita tersebut.

"Ambil. Ambil dan biarkan Dimas di sini." Ucapnya.

Wanita itu langsung melepaskan lengan Dimas dan menerima uang yang Zuco tawarkan.

"Ter--terima kasih, Dimas boleh belajar. Saya--saya permisi, anak-anak saya yang lain butuh makan." Ucapnya.

Ailee mengernyit heran.

"Dimas pun. Sejak pagi dia belum makan dan Ibu tidak memikirkannya? Ibu tidak memikirkan apa Dimas memiliki tenaga untuk memulung? Berjalan berkilo-kilo meter?" Ujar Ailee dengan air mata yang keluar begitu saja.

Zuco meminta wanita itu untuk pergi. Kemudian ia raih tubuh Ailee ke dalam pelukannya.

"Makasih... Makasih kamu udah bantu Dimas..." Ucap Ailee seraya memeluk tubuh Zuco dengan erat.

"It's okay, jangan nangis..." Ucap Zuco.

Ailee melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.

Anak bernama Dimas tersebut terlihat tersenyum menatap Zuco, tangannya bertautan satu sama lain.

"Mau bilang makasih? Mau peluk Kak Zuco?" Tanya Ailee.

Dimas tersenyum malu membuat Ailee terenyuh, bisa-bisanya anak itu tidak menangis walau mendapatkan perlakuan kasar seperti tadi. Sepertinya Dimas memang sering di perlakukan seperti itu dan Ailee berharap hal tersebut tidak terjadi pada anak-anak yang lain.

"Mau gak?" Tanya Ailee kembali.

"Baju aku kotor..." Jawabnya pelan.

Ailee mengangkat wajahnya untuk melihat ekspresi wajah Zuco.

Ailee pun tersenyum saat Zuco menganggukkan kepalanya.

"This is for you..." Ucap Zuco seraya merendahkan tubuhnya untuk memeluk tubuh kecil Dimas.

Hening. Dan,

"Uuuuwuuu sekali..." Pekik Ailee.

"So sweetnya pangeran Zuco kita ini."

"Kita apa? Gue cuma milik Ailee." Sahut Zuco memprotes apa yang Angga katakan.

Mereka pun kembali melanjutkan proses mengajar anak-anak membaca dengan alat dan buku seadanya.

Zuco memeluk Ailee dari belakang dan melihat Angga yang tengah mengenalkan cara baca tiga suku kata.

"Katanya rutin yah?" Tanya Zuco.

"Heem." Jawab Ailee seraya berusaha melepaskan lengan Zuco yang memeluknya dari belakang. Namun gagal.

"Jangan lagi yah..."

"Maksudnya apa?" Ketus Ailee tak suka.

"Aku, aku gak suka kamu pergi tanpa bilang aku dan perginya bareng dia. Naik motor pula," keluh Zuco yang membuat Ailee benar-benar tak habis pikir.

"Gimana kalau, kalau aku sewain guru les aja buat mereka?"

Sebegitu niatnya Zuco sampai ia rela keluar uang hanya agar Ailee menghentikan kegiatannya dan fokus menghabiskan waktu dengan dirinya.

"Santai kali, mereka bentar lagi pinter baca. Kita tinggal kasih buku dan mereka bisa belajar sendiri di rumah masing-masing." Ujar Angga yang ternyata mendengar apa yang Zuco katakan. Dan Zuco hanya memutar bola mata sebal tanpa melepaskan pelukannya dari tubuh Ailee.

Bersambung...

TBC______

Vote dan Comment gaeees!

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Zuco's Obsession (Indonesia)   42. Ailee cemburu?

Zuco's Obsession sudah mulai dikunci sayang... Dari part 13. Jadi jangan lupa kumpulin koin bonus, check in bonus tiap hari daaan Top up koin juga boleeeh mhehehe...Terima kasih buat yang udah komen dipetikan. Neol saranghae dah!!Jangan lupa kasih riviewnya lagi yaaah...Komentar seeebawel-bawelnya... Bintangnya juga...Untuk tanya-tanya update ini atau lain-lain. bisa lewat IG: ditanyxoulOkay? DM wattpad juga boleh.***Ailee tampak bersemangat melakukan pemanasan di lapangan. Saat ini kelasnya akan melakukan olahraga lompat jauh. Jika sudah melakukan itu, maka dirinya bisa langs

Zuco's Obsession (Indonesia)   41. Tercyduk

Terima kasih buat yang udah komen dipetikan. Neol saranghae dah!!Jangan lupa kasih riviewnya lagi yaaah...Komentar seeebawel-bawelnya... Bintangnya juga...Untuk tanya-tanya update ini atau lain-lain. bisa lewat IG: ditanyxoulOkay? DM wattpad juga boleh.*****Ailee menatap Zuco yang sedang menikmati cheese cake dan satu gelas cappucino. Kemudian ia memandang Dhara yang sedang menikmati Burger dan sodanya. Dan Ailee sendiri, ia memesan satu mangkuk ramyeon dan es teh."Kuahnya jangan dimakan." Ucap Zuco yang terlihat sedang mengecek ponselnya."Iyaaa..." Ailee tidak ingin ribut seperti semalam dan kemari

Zuco's Obsession (Indonesia)   40. Fighting

Jangan lupa kasih riviewnya yaaah... Hueeeh? Komentar seeebawel-bawelnya...Untuk tanya-tanya update ini atau lain-lain. bisa lewat IG: ditanyxoulOkay? DM wattpad juga boleh, tadi juga ada Salsa yang tanya kapan update Zuco.****Seperti biasa, Zuco datang menjemput Ailee. Namun selama perjalanan menuju sekolah, mereka sama sekali tidak membuka suara. Keduanya terdiam dan berusaha untuk mengabaikan satu sama lain.Bahkan hingga saat ini, saat istirahat. Ailee sama sekali tidak melihat Zuco, pria itu tidak menemuinya dan Ailee tidak berniat untuk mencari keberadaan kekasihnya itu. Ailee masih ingin Zuco yang meminta maaf kepadanya."Sar, gue mau ke perpus nih, mau minjem buku. Ikut gak?"Sara menggelengkan kepalanya. "Enggak ah, gue masih harus nyatet takut di cek."

Zuco's Obsession (Indonesia)   39. Arguing

Ailee tampak diam menatap Angga yang sedang dibantu oleh Sara memotong steik miliknya karena tangan kanan Angga masih terbungkus perban. Melihat perhatian yang diberikan Sara pada Angga membuat Ailee tenang dan berharap jika keduanya memang memiliki perasaan satu sama lain.Fyuhh...Ailee langsung mengalihkan pandangannya pada Zuco yang tiba-tiba saja menghembuskan nafas kasar."Ada apa?" Tanya Ailee.Zuco mendelik sebal. "Kamu suka sama Angga?"What?Pertanyaan itu membuat Ailee terkejut, bahkan Nayma, Sara dan Angga pun langsung menatap Zuco dengan terheran-heran. Pertanyaan itu sangat tiba-tiba."Ish, aneh." Ucap Ailee.Zuco menjauhkan makanannya dan melipat tangan di depan dada."Kamu yang aneh." Kesal Zuco."Apa sih Zuco? Kamu kenapa?" Bingung Ailee, ia pun tidak enak pada ketiga temannya yan

Zuco's Obsession (Indonesia)   38.

Ailee terdiam dan menatap Angga dengan tatapan marah. Dan Angga hanya tersenyum seraya mengusap tengkuknya yang tidak gatal. Angga tahu bahwa Ailee akan marah jika mendengarnya seperti ini, karena Aileelah yang selalu melarang dirinya untuk kebut-kebutan bahkan lebih setuju Angga memakai sepeda untuk pergi ke sekolah dibandingkan dengan memakai motor."Gimana?" Tanya Ailee seraya berjalan menghampiri Angga yang duduk di atas ranjang rumah sakit.Kemudian Ailee duduk di tepi kanannya."Udah baikan,""Maksud gue, gimana rasanya nyium aspal? Mantap, gak? Semoga kapok deh,"Angga tertawa garing seraya melirik Nayma dan Sara yang berdiri di sisi kiri. "Kapok Lee, gak bakalan deh kebut-kebutan lagi."Ailee baru tersadar bahwa ruangan tempat Angga dirawat terpisah dari pasien lainnya, ia juga baru sadar bahwa Angga dibawa ke rumah sakit swasta yang tak murah."Si

Zuco's Obsession (Indonesia)   37. Sweet Talk

Sudah satu minggu berlalu, Ailee semakin banyak menghabiskan waktu bersama Zuco karena permintaan Zuco untuk menggantikan Nanny Sarnah dalam mengurus semua keperluannya. Sejauh ini tidak ada hal yang memberatkan tugas Ailee. Karena kalian tahu sendiri, Zuco memang selalu manja pada Ailee walau ada yang mengurusnya.Seperti saat ini, Zuco terlihat asik memeluk Ailee yang sedang menonton TV. Karena hari ini hari minggu, sudah dari pukul 10 pagi sampai sekarang pukul 1 siang, ia berada di kediaman tunangannya itu. Menemaninya yang merasa kesepian karena di rumah hanya ditemani asisten rumah tangga tetap dan harian, tukang kebun, juga supir. Lagi pula, Zuco sangat sulit untuk terbuka pada orang lain. Kecuali untuk Ailee, sejak pertama berjumpa, Zuco merasakan hal yang berbeda.~Chu...Zuco mengecup pipi Ailee dengan gemas."Diem deh, aku lagi nonton." Ailee berusaha menjauhkan wajahnya.

Zuco's Obsession (Indonesia)   36. Kerja Part Time

Zuco mengembuskan nafas kasar dan mengangguk pasti."Okay, gue gak akan marah." Ucapnya pada Angga yang berdiri di hadapannya.Angga tersenyum senang."Ailee gak ada niat buat nyembunyiin tentang dia yang kerja part time di rumah makan. Dia mau b

Zuco's Obsession (Indonesia)   35. Cemburu

Ailee berjalan dengan sebuah kotak yang ia jinjing ditangan sebelah kirinya. Ia baru saja turun dari mobil Zuco dan tanpa menunggu tunangannya itu, Ailee berlalu begitu saja menuju kantin untuk menitipkan donat yang dibuat oleh Ibu juga dirinya.Zuco yang sibuk denga

Zuco's Obsession (Indonesia)   34. Belajar Renang

Sudah satu jam lamanya, Zuco dan Ailee berada di dalam air. Di kolam renang yang ada di kediaman Corner. Awalnya Ailee ragu, tapi Zuco meyakinkan dirinya bahwa tidak akan terjadi apa-apa selama Ailee berlatih dengan dirinya. Akhirnya Ailee pun mau turun dan belajar berenang bersama tuna

Zuco's Obsession (Indonesia)   12. Pesta Perusahaan

Semoga suka?Jangan dheuegwjgeg3jqj huaaah...Ini panjang loh partnya... Voteee dan komeeen.Yang komen next & lanjut, ini bakalan di lanjut kok sampai tamat. Ok.Gugu

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy