loading
Home/ All /Wedding Doll [INDONESIA]/12

12

Author: Mesir Kuno
"publish date: " 2020-10-03 12:24:45

Happy Reading and Enjoy~



Luna membuka kain yang digunakan untuk menutup mulut Yessie. Tidak menyadari Allard yang berjalan mendekat ke arahnya, pria itu mencengkran tangan Luna, membawa gadis itu menjauh dari Yessie. Satu tamparan kuat di layangkan pada pipi Yessie hingga tubuh wanita itu sedikit oleng, Allard kembali memasangkan kain untuk menutup mulut Yessie.



"Sudah ku bilang menjauh dari mereka! Kenapa kau keras kepala, hah!" teriaknya tepat di depan wajah Luna, membuat gadis itu memejamkan matanya dengan tubuh bergetar.



"Jangan dekati orang seperti mereka!" desisnya tajam. Allard menariknya menjauh dengan sedikit paksaan, sebab Luna memberontak.



Lelaki itu kembali duduk di tempatnya, membiarkan Luna berdiri di sebelahnya. Allard menyodorkan pistol yang di pegangnya pada Luna. "Bunuh mereka," perintahnya tegas.



"K-kau gila!" Tubuh Luna menggigil, tetapi ia punya ide yang lebih bagus. Diambilnya pistol itu lalu dikerahkannya pada Allard. "Aku akan membunuhmu!" katanya penuh tekad.



Allard tertawa kejam. Dengan satu sentakan kuat, pria itu menarik tangan Luna dan mengambil pistol yang berada di tangan gadis itu. Ia juga membawa Luna duduk di pangkuannya. "Lihat baik-baik, bagaimana aku memperlakukan orang yang kau anggap spesial itu."



Allard mengarahkan pistolnya tepat pada kepala Daddy Joan, daddynya sendiri tidak memberontak, hanya melayangkan tatapan tajam yang membunuh.



Kobaran kebencian berkibar di kedua mata daddynya itu. Rasa bersalah yang sangat merayapi hati Luna. Jika saja ia tidak mengikuti saran ibunya, oh, jika saja ia tidak mengunjungi Allard dan meminta pria itu menikahinya, maka semua ini tidak akan terjadi.



Sebelum Allard memutuskan untuk menarik pelatuknya, Luna merebut pistolnya dengan gerakan cepat. Ia berusaha pergi, tetapi Allard menariknya kembali ke pangkuan lelaki itu.



Allard menyatukan kedua pergelangan tangan Luna dalam cengkraman tangannya yang kuat, sementara satu tangannya yang lain membuka dasinya dengan gerakan cepat. Setelah itu, Allard mengikat kedua tangan Luna dengan dasinya.



"Lihat ini baik-baik, Luna." Ia kembali mengarahkan pistolnya ke arah Daddy Joan. Tersenyum miring sebelum menarik pelatuknya. Tetapi sebelum itu, Allard menggerakkan tangannya untuk menyuruh salah satu bodyguard agar membuka kain yang menutup mulut Joan.



Dengan senyuman sinis, Allard berucap kejam. "Ada kata-kata terakhir sebelum menuju akhirat?"



Luna memberontak, berusaha melepaskan diri dari pelukan Allard yang erat. Joan menggertakkan rahangnya, "Ingat kejadian ini, Luna. Ingat perbuatan bajingan ini terhadap keluarga kita. Ingat bahwa dia yang membunuh daddy dan juga mommymu. Balaskan dendam daddy, bunuh dia dengan kedua tanganmu!"



Allard terbahak, "Berpura-pura menjadi orang tua yang baik, eh? Jangan bersikap seperti ayah sungguhan, sialan!"



Ia menodongkan pistolnya, menarik pelatuk guna menembakkan peluru menembus dahi Joan. Suara tembakan menggema di langit-langit ruangan, seolah belum merasa cukup. Allard kembali menarik pelatuknya, menembakkan peluru beberapa kali hingga membuat tubuh Joan ambruk bersamaan dengan kursi yang di tempatinya.



Luna melemas, tubuhnya bersandar penuh pada dada Allard. Ini salah, daddy yang di sayangnya di bunuh di depan matanya. Mengapa ini terjadi? Secara tiba-tiba dan terlihat tidak masuk akal. Pistol itu tepat berada di hadapannya dan Luna tidak bisa mencegahnya. Dia anak yang tidak berguna, sungguh tidak masuk akal.



A-apa Allard mengira daddy adalah musuhnya dan Luna benar-benar mata-mata seperti yang di katakan pria itu? Jika memang begitu, Luna tidak akan mengampuninya.



***



Gadis itu masih tertidur, atau bisa disebut dengan wanita karena keperawanannya baru saja direnggut oleh Allard. Ia berjalan ke luar kamar, tidak ingin membangunkan Luna dengan suara teleponnya.



"Selidiki keluarga Luna Ananta. Aku punya firasat buruk tentangnya." Tanpa basa basi Allard langsung memerintah lawan bicaranya. Pengamatan Allard cukup tajam, itulah kenapa dirinya bisa sukses di umur yang masih muda.



Masa lalu yang kelam membuatnya tumbuh menjadi sosok yang kuat dan kejam, tetapi itu semua selalu di tutupi dengan tingkahnya yang berpura-pura ramah. Terlebih, Allard selalu ramah kepada setiap wanita dan panas di ranjang.



Orang yang bisa melihat dirinya yang kelam hanya orang-orang yang bermasalah dengannya. Allard tidak ingin menutupi sikapnya di depan Luna, ia ingin gadis itu mengenali dirinya yang asli. Ia selalu mampu menampilkan sosok ramah dan baik terhadap publik, berpura-pura memihak padahal menginjak. Itulah cara Allard mengenali musuh-musuhnya.



Ada yang mengganggu pikirannya sejak bertemu dengan gadis itu, dirinya seolah terikat. Rasa possesif dan kemauan kuat untuk memiliki mengikat erat dirinya, Allard harus menyelidiki terlebih dahulu asal usul keluarga gadis ini.



Saat apa yang di curigainya terbukti salah, Allard akan menikahi Luna dan jika kerucurigaannya benar, Allard juga akan menikahi gadir itu, Tetapi dengan prtunjukkan yang menarik. Allard akan membuat Luna melihat tontonan langsung dari rencananya.



"Bisakah kau ulangi nama gadis itu?"



Allard berdecak jengkel. "Aku tidak terlalu suka mengulangi kata-kataku, tetapi kali ini akan ku lakukan. Luna Ananta. Cepat temukan jangan membuatku menunggu terlalu lama."



Lawan bicaranya terkekeh. "Kau harus menaikkan gajiku untuk hal ini."



"Aku tidak menyangka orang seprtimu masih mengharapkan gaji," sahutnya sinis dengan nada menyindir yang kental.



Arthur, lawan biacaranya itu terbahak. "Tutup telepon ini jika kau ingin cepat prosesnya, suaramu mengganggu pekerjaanku."



Tidak perlu di perintah dua kali, Allard langsung mematikan sambungannya. Ia memilih kembali ke kamar, menatap Luna yang masih menutup matanya.



Memakaikan pakaian kepada gadis yang tertidur memang terasa sulit, bukan karena hal apapun. Tetapi karena hasrat yang harus di tahan. Dengan mengertakkan gigi berusaha memedam hasratnya yang kembali muncul, Allard memakaikan Luna pakaian dengan bersabar.



Tepat saat pakaian Luna terpasang seluruhnya, ponsel Allard berbunyi dan nama Arthur tertera di sana. Allard mengangkatnya dan kembali berjalan ke luar kamar.



"Aku menemukan kabar mengejutkan untukmu!" seru Arthur dengan semangat. Lelaki itu tampak takjub dengan hasil temuannya. "Sebutkan berapa uang yang akan kau berikan padaku mengenai hal ini? Karena ku yakin ini sesuatu yang menarik minatmu. Dan mungkin ... sesuatu yang kau tunggu-tunggu sejak lama." Ucapan Arthur berubah misterius, ada nada puas yang terselip di sana.



"Shit! Aku masih tidak mengira kau sehaus ini mengenai uang. Masalah itu tidak perlu kau khawatirkan, berapapun yang kau minta akan kuberi. Cepat katakan hasil temuanmu."



Arthur tertawa. "Baiklah, keluarga Luna Ananta adalah keluarga yang membuat masa kelammu tercipta. Singkatnya, merekalah penyebab dari semua penderitaanmu. Kau tentu tidak lupa dengan apa yang terjadi padamu dulu, bukan?"



Seluruh tubuh Allard mendingin. Keluarga Luna yang membuatnya ... membuatnya harus meminum pil setiap malam guna menenangkan dirinya. Ingatan-ingatan masa lalu itu berkelibat masuk memenuhi isi pikirannya, membuat Allard menyentuh kepalanya yang mendadak pusing.



"Intinya adalah, merekalah yang kau cari selama ini."



Bersambung....


Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Wedding Doll [INDONESIA]   33

Happy Reading and Enjoy~Dengan langkah lebar Arthur memasuki rumah Ara yang terasa nyaman, berbanding terbalik dengan keadaan yang sering terjadi di dalamnya.Ia melihat Ara terbaring malas di atas sofa, meringkuk bagai anak kehilangan induknya.“Apa yang kau rasakan?” Arthur bertanya ketika langkahnya semakin dekat, ia memilih duduk di sofa dengan gaya malas, menatap kembarannya dengan wajah letih.“Entahlah, kurasa duniaku akan hancur. Alex pasti tidak mau menerima anak ini.” Ara mendongak menatap Arthur dengan wajah cemberut.

Wedding Doll [INDONESIA]   32

Happy Reading and Enjoy~Dirinya dan Arthur tentu saja berbeda, kedua orangtua Arthur masih hidup dan rukun. Jika anak yang berada di dalam kandungan Ara benar-benar anak dari Arthur, ia tidak bisa membayangkan bagaimana Lucas Dobson bertindak dalam hal ini."Bagaimana kau tau anak di dalam kandungannya itu milikmu?"Pasalnya beberapa bulan yang lalu, Ara memilih menikah dengan terburu-buru. Meskipun, pernikahan itu luar biasa mewah, tetapi ia bisa merasakan tidak ada kemewahan yang melekat pada diri Ara.Sepanjang proses pernikahan Ara terlihat gelisah.Keluarga mereka sudah mengenal baik calon Ara, Alexander Raiford. Lelaki miskin pemalas yang sialnya sahabat gadis itu.Tentunya hanya Arthur yang merasa keberatan dengan pernikahan itu, Alex hanya se

Wedding Doll [INDONESIA]   31

Happy Reading and Enjoy~Allard mengerutkan dahinya ketika melihat makanan di nampan habis tanpa sisa. Jika tidak salah Joan baru saja mengalami kebangkrutan, itulah yang menjadi penyebab Luna meminta agar dirinya menikahi gadis itu.Sebelum itu tentunya kehidupan Luna berkecukupan, tetapi kenapa penampilan gadis ini seperti orang miskin yang kelaparan.Bahkan dalam keadaan sakit, yang biasanya kebanyakan orang tidak berselera untuk makan.Nafsu makan gadis ini tidak berubah. Tatapan Allard beralih ke perut rata Luna yang terbalut selimut, bertanya-tanya bagaimana perut sekecil itu bisa menampung banyak sekali makanan.Merasa dirinya diperhatikan, gadis itu mendongakkan wajahnya. Langsung memberikan tatapan sengit, meskipun Allard masih bisa melihat ada ketakutan di sana. Sikap Luna yang sep

Wedding Doll [INDONESIA]   30

Happy Reading and Enjoy~ Lelaki itu benar-benar bajingan. Tidak ada lagi yang bisa dipikirkan Luna kecuali kalimat itu, bagaimana bisa dia meninggalkan Luna di kursi tinggi yang berada di dapur dengan selimut tebal yang menutupi tubuh telanjangnya. Sementara itu, para pelayan mulai berdatangan satu demi satu. Oh, bahkan Luna tidak bisa menghitung berapa jumlah pelayannya, mereka berbaris rapi menunggu perintah. Ia bertanya-tanya bagaimana bisa mereka begitu patuh pada Allard, dan diam-diam mempertanykan berapa gaji yang bisa diberikan lelaki itu untuk seluruh pegawainya. Luna semakin merapatkan selimut ke tubuhnya, meskipun tatapan mereka tidak tertuju padanya, tetap saja ia merasa malu. Mereka menunggu kehadiran Allard, tadi lelaki itu pergi entah kemana, ia juga tidak tahu dan tid

Wedding Doll [INDONESIA]   29

Happy Reading and Enjoy~Ketika Allard kembali, pria itu membawa nampan beserta berbagai macam makanan lezat. Aromanya membuat perut Luna semakin sakit dengan rasa lapar yang menyengat. Jika orang lain sakit dan tidak berselera untuk makan, berbeda halnya dengan Luna yang nafsu makannya tidak menurun.Mulutnya terasa berair bahkan sebelum ia menyentuh makanan yang dibawa Allard. Lelaki itu meletakkan nampan yang dibawanya tepat dihadapan Luna, ia menatap kehadiran Allard tanpa berkedip hingga lelaki itu duduk di pinggir ranjang. Saat melihat apa-apa saja yang tersaji, tubuhnya melemas.Tatapannya menajam seolah-olah Allard sudah gila, sementara Allard yang mendapat tatapan seperti itu hanya bisa menaikkan alisnya sebelah, dengan santai lelaki itu berujar. “Apa yang kau tunggu? Makanlah, buka

Wedding Doll [INDONESIA]   28

Happy Reading and Enjoy~ Luna terbangun dengan tubuh kaku, kebas tidak bisa digerakkan. Sakit yang sangat menjulur dari setiap inci tubuhnya yang memar. Ia mengerang ketika membalikkan tubuhnya untuk menatap sekitar. Tidak ada siapapun, kamar itu kosong dengan pencahayaan yang minim. Ah, sudah jam berapa ini? Ia tidak bisa melihat apapun dalam keadaan gelap. Kepalanya berdenyut hingga menambah daftar penderitaanya. Syukurlah ketika dirinya terbangun Allard tidak berada di dekatnya. Tangan dan juga kakinya sudah terbebas, Luna bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana keadaannya saat ini. Pasti nampak kacau sekali, seolah belum sampai disana, pusat dirinya luar biasa perih. Ap

Wedding Doll [INDONESIA]   27

Happy Reading and Enjoy~Ia sering bermimpi berlari, dan di dalam mimpi itu larinya terasa lambat. Itu terjadi hanya dalam mimpi, tetapi kali ini ia sadar dan yakin bahwa semuanya terasa

Wedding Doll [INDONESIA]   26

Happy Reading and Enjoy~ "Kau rindu hukumanmu, 'kan? Tanyanya dengan suara pelan penuh ancaman. Luna memberontak, menendang luka Allard yang berada di perutnya, membuat pria itu menjer

Wedding Doll [INDONESIA]   25

Happy Reading and Enjoy~Luna gelisah, sejak tadi ia sibuk memperbaiki posisi tidurnya. Menghadap ke kanan, lalu ke kiri, terkadang berbaring terlentang sembari menatap langit-langit kamar dengan pikirannya yang berkecamuk. Ia tau ada yang salah dengan dunia Allard dan temannya y

Wedding Doll [INDONESIA]   24

Happy Reading and Enjoy~Rak itu berbunyi bersamaan dengan jantung Luna yang berdetak. Ia menatap ragu pad arak buku yang tadi disandarinya. Bunyi apa itu? Apa ada pintu rahasia atau lorong yang tersembunyi? Ia mendorong rak itu, yang seketika membuat raknya mengayun keluar.

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy