Cargando
Inicio/ Todos /Wedding Doll [INDONESIA]/10

10

Autor: Mesir Kuno
"Fecha de publicación: " 2020-10-03 12:14:38

Happy Reading and Enjoy~



Luna menggeleng pelan. Takut, ia tidak ingin tinggal dengan Allard. Tapi bagaimanapun, akhir hidupnya akan bersama Allard, mungkin sampai napas terakhirnya.



Allard menodongkan kembali benda tajam itu ke pipinya. "Aku akan memberikan beberapa syarat yang harus kau patuhi, jika kau melanggar maka ada hukuman khusus. Jadilah gadis yang baik." Allard mengecup pipinya singkat.



Seketika ruangan itu berubah menjadi terang, Luna memejamkan matanya. Cahaya lampu membuatnya belum terbiasa, lalu matanya membuka secara perlahan. Menatap Allard yang saat ini berbaring di sebelahnya sembari memainkan ponsel.



Penampilan Luna sendiri berantakan, rambutnya acak-acakan, hidungnya memerah karena menangis, pipinya terluka dan bibirnya membengkak. Allard menciumnya dengan kasar, bahkan lelaki itu menggigit bibirnya seolah-olah bibirnya adalah permen.



Ada yang aneh dan Luna baru menyadarinya, bajunya sudah terganti dengan piyama berwarna hitam. Ia menatap Allard dengan pandangan menuduh, tetapi ketika lelaki itu menoleh ke arahnya, buru-buru Luna memalingkan wajahnya.



"Kau yang meng-mengganti bajuku?" tanyanya terbata.



Allard memiringkan tubuhnya, menyanggah kepalanya dengan satu tangan. "Memangnya kenapa?" balasnya ringan.



Luna mengerjap, lelaki ini benar-benar kurang ajar. Pipinya bersemu merah, ini pertama kali tubuhnya di lihat lelaki lain.



"Kau tidak boleh melakukannya! Ki-kita bahkan belum menikah, bagaimana mungkin kau bersikap semesum itu. "



Allard mengerutkan dahinya, seolah-olah lelaki itu bingung. "Kupikir tidak ada yang salah," katanya ringan. Ia menarik kancing piyama milik Luna hingga tubuh gadis itu terjatuh di atasnya.



"Aku bahkan bisa melakukan yang lebih dari itu. Apa kau ingin mencobanya?" Allard menangkupkan tangannya di gumpalan kenyal milik Luna. Meremasnya kuat hingga membuat gadis itu memekik dengan wajah panik.



"Aku belum pernah merasakan lubang perawan. Mungkin dulu, tapi itu sudah lama sekali. Dan sekarang aku bertanya-tanya bagaimana rasanya lubang perawan itu." Ia tersenyum sinis.



Dengan sekali gerakan, Allard mengubah posisi, membuat Luna kini terbaring di bawahnya. Sebelum itu, ia meletakkan ponselnya di atas meja kecil yang berada di samping ranjang. Kedua tangannya yang kokoh memerangkap Luna yang bergetar di bawahnya.



"Ka-kau mau apa!" teriaknya kalut.



Karena Allard membuka kancing kemejanya dengan santai, sebelum meloloskan baju itu dari badannya. Menampilkan tubuhnya yang indah dengan warna perunggu. Jika Luna  berada dalam keadaan yang berbeda, mungkin ia akan mengagumi tubuh Allard. Tetapi, ini situasi yang rumit.



"Kenapa masih bertanya kalau sudah tau jawabannya, hm?"



Memberanikan diri, Luna menendang perut Allard yang sixpack. Tendangannya cukup membuat lelaki itu terjatuh, hingga Luna menggunakan kesempatan itu untuk berlari. Ini kamar yang beda dengan kamar yang berada di kantor Allard.



Ia berlari ke arah pintu, dan sialnya pintu itu terkunci. Kedua matanya sudah berair, ketakutan luar biasa menyelimutinya ketika melihat Allard berjalan ke arahnya dengan wajah dingin.



Luna membuka pintu kamar mandi, buru-buru ia masuk lalu menguncinya dari dalam. Tubuhnya terkulai lemas, ia memeluk lututnya sendiri.



"Buka sebelum aku marah."



Allard menggedor pintunya dengan pukulan bertubi, membuat jantung Luna bertalu. Seisi kamar mandi ini kaca, apapun yang di lakukan akan kelihatan. Tidak ada tempat untuk bersembunyi.



"Buka atau ku dobrak? Jangan sampai aku yang membuka pintu ini, Luna. Kau akan mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatanmu. Ku hitung sampai tiga."



"Satu."


"Dua."


"Tiga."


Tidak ada pilihan yang lebih baik lagi selain bersembunyi di dalam shower box berbalut kaca itu, meskipun transparan, tapi cukup untuk melindunginya. Sebab, ada pintu yang menjadi penghalang. Allard mengerikan, ia tidak menyangka lelaki ramah dan suka bermain wanita itu ternyata mempunyai sifat yang siapapun tidak bisa membayangkannya.



Apa sebaiknya ia menjadi istri kakek tua John saja? Setua itu tidak mungkin mampu melayangkan tangan untuk menyakiti istrinya, bukan? Tapi jika dengan si tua John ... membayangkan mencium dan juga menyerahkan dirinya saja sangat menyeramkan. Luna tidak bisa membayangkan bagaimana jika tangan-tangan keriput itu membelai kulitnya.



Ketukan di pintu berhenti, apa Allard sudah pergi? Baru aja ia berdiri untuk mengecek, tetapi pintu itu terbuka dengan anggun, tidak seperti perkataan Allard yang ingin mendobraknya. Lelaki itu masuk dengan wajah dingin.



"Aku ingin memberimu kenikmatan dunia, kenapa kau bersembunyi?" tanyanya kurang ajar. Lelaki itu berjalan dengan langkah sepelan mungkin, bak singa yang mengendap untuk menerkam mangsanya.



Luna berdiri, menahan pintu kaca itu dengan tubuh bergetar, tidak yakin pada diri sendiri mampu mengalahkan kekuatan Allard. Luna butuh sahabatnya saat ini, ia butuh Derald. Lelaki itu selalu melindunginya dari apapun, sekarang Luna membutuhkannya.



Dahi Allard berkerut, menambah kesan kejam pada wajah pria itu. "Kenapa kau menahannya? Aku ingin mandi, dan kupikir kau juga ingin mandi." Lelaki itu dengan santainya mendorong pintu kaca itu, membuat tubuh Luna terdorong ke belakang.



Luna menggelengkan kepalanya ketika melihat Allard membuka ikat pinggang, jantungnya berdebar ketika pria itu menurunkan celananya. Lupakan soal lebih baik bersama dengan Allard, Luna akan mati muda jika nekat menikah dengannya.



"Be-begini Allard, ku pikir lebih baik a-aku membatalkan keinginan menikah denganmu." Menelan ludah dengan susah payah, wajahnya menunduk, tidak memiliki keberanian menatap manik abu itu.



"Kenapa? Apa kau sudah menyerah sebelum berperang? Maaf mengecewakanmu, Luna. Tapi aku tidak ingin melepasmu." Allard berjalan mendekat hingga membuat Luna tersudut.



Lelaki itu menunduk untuk mengambil sejumput rambut Luna, lalu menciumnya dengan gerakan sensual. "Dua kalimat yang bisa kukatakan, 'aku tertarik'. Jika kau memilih pergi aku juga akan menangkapmu." Ia tertawa keras. "Salahmu sendiri karena tidak menyelidiki terlebih dahulu siapa diriku sebenarnya," ucapnya dengan nada yang kejam.



Tanpa peringatan Allard membuka piyama Luna, membuat beberapa kancing terlepas dengan paksa sebelum jatuh ke lantai. Tanpa memperdulikan pekikan kaget yang dilontarkan, lelaki itu membawa tubuh Luna mendekat. "Aku belum pernah bermain dengan perawan di dalam kamar mandi, ini pasti menyenangkan."



Luna kehilangan akal untuk menghindar, tubuhnya tidak cukup kuat untuk mendorong Allard menjauh. Ketika Allard menunduk ingin menciumnya, Luna bergerak cepat.



Menancapkan satu gigitan kuat di bahu Allard, membuat lelaki itu menjerit kesakitan sebelum menarik rambut Luna agar menjauh dari bahunya. Ada bekas gigitan kemerahan di sana.



Tatapan Allard menggelap, cengkramannya pada rambut Luna semakin menguat. Membuat gadis itu meringis kesakitan. "Tampaknya kau menginginkan lebih dari ini, cukup liar juga." Ia mendorong tubuh Luna hingga punggung wanita itu menubruk dinding dengan keras. Memungut ikat pinggangnya yang tergeletak di lantai, lalu tanpa perasaan melayangkan satu pukulan kuat.



CTAR



Bunyi pukulan itu membahana di langit-langit kamar mandi. Luna menjerit dan satu pukulan kembali melayang.



CTAR



Bersambung...


Want to know what happens next?
Continuar Leyendo
Capítulo anterior
Capítulo siguiente

Compartir el libro a

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Último capítulo

Wedding Doll [INDONESIA]   33

Happy Reading and Enjoy~Dengan langkah lebar Arthur memasuki rumah Ara yang terasa nyaman, berbanding terbalik dengan keadaan yang sering terjadi di dalamnya.Ia melihat Ara terbaring malas di atas sofa, meringkuk bagai anak kehilangan induknya.“Apa yang kau rasakan?” Arthur bertanya ketika langkahnya semakin dekat, ia memilih duduk di sofa dengan gaya malas, menatap kembarannya dengan wajah letih.“Entahlah, kurasa duniaku akan hancur. Alex pasti tidak mau menerima anak ini.” Ara mendongak menatap Arthur dengan wajah cemberut.

Wedding Doll [INDONESIA]   32

Happy Reading and Enjoy~Dirinya dan Arthur tentu saja berbeda, kedua orangtua Arthur masih hidup dan rukun. Jika anak yang berada di dalam kandungan Ara benar-benar anak dari Arthur, ia tidak bisa membayangkan bagaimana Lucas Dobson bertindak dalam hal ini."Bagaimana kau tau anak di dalam kandungannya itu milikmu?"Pasalnya beberapa bulan yang lalu, Ara memilih menikah dengan terburu-buru. Meskipun, pernikahan itu luar biasa mewah, tetapi ia bisa merasakan tidak ada kemewahan yang melekat pada diri Ara.Sepanjang proses pernikahan Ara terlihat gelisah.Keluarga mereka sudah mengenal baik calon Ara, Alexander Raiford. Lelaki miskin pemalas yang sialnya sahabat gadis itu.Tentunya hanya Arthur yang merasa keberatan dengan pernikahan itu, Alex hanya se

Wedding Doll [INDONESIA]   31

Happy Reading and Enjoy~Allard mengerutkan dahinya ketika melihat makanan di nampan habis tanpa sisa. Jika tidak salah Joan baru saja mengalami kebangkrutan, itulah yang menjadi penyebab Luna meminta agar dirinya menikahi gadis itu.Sebelum itu tentunya kehidupan Luna berkecukupan, tetapi kenapa penampilan gadis ini seperti orang miskin yang kelaparan.Bahkan dalam keadaan sakit, yang biasanya kebanyakan orang tidak berselera untuk makan.Nafsu makan gadis ini tidak berubah. Tatapan Allard beralih ke perut rata Luna yang terbalut selimut, bertanya-tanya bagaimana perut sekecil itu bisa menampung banyak sekali makanan.Merasa dirinya diperhatikan, gadis itu mendongakkan wajahnya. Langsung memberikan tatapan sengit, meskipun Allard masih bisa melihat ada ketakutan di sana. Sikap Luna yang sep

Wedding Doll [INDONESIA]   30

Happy Reading and Enjoy~ Lelaki itu benar-benar bajingan. Tidak ada lagi yang bisa dipikirkan Luna kecuali kalimat itu, bagaimana bisa dia meninggalkan Luna di kursi tinggi yang berada di dapur dengan selimut tebal yang menutupi tubuh telanjangnya. Sementara itu, para pelayan mulai berdatangan satu demi satu. Oh, bahkan Luna tidak bisa menghitung berapa jumlah pelayannya, mereka berbaris rapi menunggu perintah. Ia bertanya-tanya bagaimana bisa mereka begitu patuh pada Allard, dan diam-diam mempertanykan berapa gaji yang bisa diberikan lelaki itu untuk seluruh pegawainya. Luna semakin merapatkan selimut ke tubuhnya, meskipun tatapan mereka tidak tertuju padanya, tetap saja ia merasa malu. Mereka menunggu kehadiran Allard, tadi lelaki itu pergi entah kemana, ia juga tidak tahu dan tid

Wedding Doll [INDONESIA]   29

Happy Reading and Enjoy~Ketika Allard kembali, pria itu membawa nampan beserta berbagai macam makanan lezat. Aromanya membuat perut Luna semakin sakit dengan rasa lapar yang menyengat. Jika orang lain sakit dan tidak berselera untuk makan, berbeda halnya dengan Luna yang nafsu makannya tidak menurun.Mulutnya terasa berair bahkan sebelum ia menyentuh makanan yang dibawa Allard. Lelaki itu meletakkan nampan yang dibawanya tepat dihadapan Luna, ia menatap kehadiran Allard tanpa berkedip hingga lelaki itu duduk di pinggir ranjang. Saat melihat apa-apa saja yang tersaji, tubuhnya melemas.Tatapannya menajam seolah-olah Allard sudah gila, sementara Allard yang mendapat tatapan seperti itu hanya bisa menaikkan alisnya sebelah, dengan santai lelaki itu berujar. “Apa yang kau tunggu? Makanlah, buka

Wedding Doll [INDONESIA]   28

Happy Reading and Enjoy~ Luna terbangun dengan tubuh kaku, kebas tidak bisa digerakkan. Sakit yang sangat menjulur dari setiap inci tubuhnya yang memar. Ia mengerang ketika membalikkan tubuhnya untuk menatap sekitar. Tidak ada siapapun, kamar itu kosong dengan pencahayaan yang minim. Ah, sudah jam berapa ini? Ia tidak bisa melihat apapun dalam keadaan gelap. Kepalanya berdenyut hingga menambah daftar penderitaanya. Syukurlah ketika dirinya terbangun Allard tidak berada di dekatnya. Tangan dan juga kakinya sudah terbebas, Luna bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana keadaannya saat ini. Pasti nampak kacau sekali, seolah belum sampai disana, pusat dirinya luar biasa perih. Ap

Wedding Doll [INDONESIA]   23

Happy Reading and Enjoy~ Allard memasuki ruangan tempat Arthur berada, lelaki itu sedang sibuk mencumbu wanita yang berada di sana. Mengingat pembicaraan mereka

Wedding Doll [INDONESIA]   22

Happy Reading and Enjoy~ "Jadi apa yang berhasil kau dapatkan dari pria itu?" Arthur kembali menuangkan wiskinya ke dalam gelas yang sudah kosong, tangannya ter

Wedding Doll [INDONESIA]   21

Happy Reading and Enjoy~Allard tidak terlalu mengingat wajah-wajah yang membunuh ibunya, tetapi yang paling diingatnya adalah seorang lelaki yang memotong jari-jari daddnya. Dan itu adalah orangtua Luna, yang pa

Wedding Doll [INDONESIA]   20

Happy Reading and Enjoy~Ombak bergelung, menghasilkan buih-buih yang tak kasat mata. Langit menggelap dengan ribuan bintang yang bertebar, bulan purnama menjadi pelengkap keindahan pada malam itu.

Más capítulos
Descargar el libro
GoodNovel

Descarga el libro gratis

Descargar
Buscar lo que desee
Biblioteca
Explorar
RomancexiyuHistoriaUrbanHombre loboMafiaSistemaFantasiaLGBTQ+ArnolDMM Romancegenre22- 西语genre26-Españolgenre27-请勿使用Españolgenre28-Español
Cuentos cortos
CieloMisterio y suspensoCiudad modernaSupervivencia apocalípticaPelícula de acciónPelícula de ciencia ficciónPelícula románticaViolencia sangrientaRomanceVida Escolar/CampusMisterio/SuspensoFantasíaReencarnaciónDrama RealistaHombres LoboesperanzasueñofelicidadPazAmistadInteligenteFelizViolentoDulcePoderoso红安Masacre sangrientaAsesinatoGuerra históricaAventura fantásticaCiencia ficciónEstación de tren
Géneros populares
RomancexiyuHistoriaUrbanHombre loboMafiaSistema
Contáctanos
Acerca de nosotrosAyuda y sugerenciasNegocios
Recursos
Descargar appsBeneficios para escritorPolítica de contenidoPalabras claveBúsquedas PopularesReseña de libroFicción de fansFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Comunidad
Facebook Group
Síganos
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Condiciones de uso|Privacidad