Cargando
Inicio/ Todos /Wedding Doll [INDONESIA]/08

08

Autor: Mesir Kuno
"Fecha de publicación: " 2020-10-03 12:03:39

Happy Reading and Enjoy~



"Nikahi aku!"



Allard membalikkan kursinya, menatap tertarik ke arah seorang gadis yang berdiri di hadapannya. Mata gadis itu memancarkan kesungguhan, yang membuat Allard menyunggingkan senyuman tipis.



Mengangkat alisnya dengan gaya sombong, Allard berujar, "Layani aku satu malam, jika pelayananmu memuaskan aku akan mempertimbangkan untuk menikahimu."



Gadis itu tersentak, tubuhnya menegang. Matanya yang berair menatap Allard dengan pandangan gelisah. Dengan gugup ia menggigit bibir bawahnya kecil untuk menyalurkan rasa dingin yang menjalari tubuhnya.




"Ji-jika pelayananku tidak memuaskanmu?"



Mengangkat kedua bahunya ringan, Allard berujar. "Kita tidak jadi menikah."



"Aku tidak mau!"



"Aku juga tidak mau menikahimu, mudah, bukan?"



Gadis itu berkedip, membuat air yang menggenang di matanya jatuh perlahan. "A-aku belum berpengalaman, tuan Allard. Tolonglah kasihani diriku. Sampai kapanpun aku tidak akan bisa memuaskanmu."



Allard berdiri, sebelah tangannya di masukkan ke dalam saku celana. Berjalan dengan perlahan guna membuat gadis di hadapannya merasa terintimidasi. Dan memang benar. Tanpa sadar gadis itu mundur selangkah.



Ia mengulurkan tangannya memeluk Luna, menarik pinggang ramping itu mendekat. Aroma vanilla yang manis langsung menerpa hidungnya. Allard menyukai aroma ini. Ia menunduk guna melihat wajah Luna lebih jelas. Gadis itu menatap dengan mata besarnya.



Seperti boneka.



Jika Allard tidak merasakan napas hangat Luna yang menerpa wajahnya, mungkin ia merasa saat ini sedang memeluk manekin. Tubuh dalam pekukannya tegang, wajah yang kaku dengan bola mata yang membesar.



"Baiklah, dimulai dari hal yang paling kecil saja. Cium aku, di bibir."



Gadis itu langsung menggigit kecil bibir bawahnya, matanya bergerak gelisah. Menandakan saat ini dirinya butuh pertolongan, tetapi persetan dengan itu semua. Allard tidak perduli, menikah bukan sesuatu yang mudah. Jadi, ia harus melihat terlebih dahulu, sejauh mana gadis kecil ini bisa berlayar.



Luna mengalungkan tangannya ke leher Allard. Berjinjit, Lalu ...



Cup.



Sentuhan seringan bulu, bahkan Allard mengira itu ciuman dari bibir kupu-kupu. Mengangkat alisnya dengan sikap mengejek, Allard berucap sadis. "Bahkan anjingku lebih baik ketika berciuman, setidaknya dia pandai memainkan bibir. Kau tidak lolos, Luna. Pulanglah dan pilih jalanmu, menikahi pria tua."



"Aku tidak mau!" Tanpa diduga Luna menangkup pipi Allard, berjinjit lalu kembali menempelkan bibir mereka.



Manis. Bibir gadis ini manis, Allard menahan diri agar tidak mengambil alih. Membiarkan gadis ini berbuat sesukanya. Luna sendiri menggerakkan bibirnya dengan gerakan amatir. Mata gadis itu terpejam rapat, wajahnya terlihat menggemaskan.



Allard tersenyum, gerakan bibir yang amatir ini membuat dirinya terangsang. Pasalnya ia belum berpengalaman menghadapi cewek amatir bahkan hanya untuk sebuah ciuman.



Ketika Luna melepaskan ciumannya, wajah gadis itu memerah, napasnya terengah. Berbanding terbalik dengan Allard yang tidak merasakan apapun.



"Hanya sampai di situ kemampuanmu? Itu hanya menempelkan bibir."



Dahi gadis itu berkerut. "Bukankah ciuman memang menempelkan bibir?" tanyanya dengan polos.



Tawa Allard tercetus. "Aku tidak punya pengalaman dengan perempuan amatir, terlebih dengan gadis kecil sepertimu. Tetapi aku juga tidak bisa membiarkan gadis kecil sepertimu pulang tanpa pengalaman."



Allard menunduk, mengecup ujung hidung Luna sebagai bentuk pemanasan sebelum melabuhkan bibirnya. Menggigit kecil bibir Luna agar terbuka lalu menelusupkan lidahnya, mengait lidah Luna dan memainkannya dengan intensitas yang sangat ahli.



Allard mengerang, merasakan tekstur bibir Luna yang lembut dan panas. Manis bibir Luna membuatnya kehilangan akal. Bibir ini membuatnya kecanduan.



Luna merasakan keanehan pada tubuhnya, sejak Allard melabuhkan bibirnya. Luna merasa dirinya melayang. Terlebih, saat bibir Allard bergerak di atas bibirnya.



Ada sensasi panas yang menggelenyar, membuatnya mau tak mau meremas jas depan pada bagian dada milik Allard. Ketika Allard mengerang, Luna merasa kedua kakinya lumpuh.



Tubuhnya seketika lemas dengan hasrat yang semakin bergelung. Tidak bisa dibiarkan, ini sesuatu yang salah. Ia memukul-mukul dada Allard, selain dirinya yang merasa panas Luna juga kehabisan napas. Ketika tautan bibir mereka berpisah, Luna terengah dengan wajah memerah. Sementara pria itu tampak biasa saja. Senyum sinis terukir di bibir pria itu.



"Itu namanya ciuman. Sekarang, cium aku dengan benar."



"Tap-tapi ...."



"Tidak boleh membantah, ini adalah syarat paling ringan yang bisa ku berikan padamu. Untuk membuatku bisa menikahimu tentunya tidak akan mudah. Ada beberapa syarat yang harus kau patuhi. Syarat yang semakin hari akan semakin bertambah dengan level yang berbeda-beda."



Melihat Luna yang diam saja, Allard kembali menambahkan. "Waktuku tidak banyak. 1 jam yang ku gunakan untuk meladenimu sama saja dengan membuang ratusan dollar. Sebelum kau bisa melunasi hutang keluargamu yang bangkrut itu, kau juga harus melunasi hutangmu padaku. Semakin kau menunda waktumu, semakin banyak dollar yang terbuang sia-sia."



Ha? Pria di hadapannya saat ini Allard Washington, kan? Iya, kan? Kenapa pria ini kelihatan pelit, padahal perusahaannya masuk dalam jejeran 5 besar di negaranya.



"Ratusan dollar atau menciumku dengan benar? Pilihan ada di tanganmu."



Luna mendengus, lelaki ini menyebalkan. Bibirnya sudah tidak perawan lagi, apakah itu belum cukup?



Luna berjinjit, matanya menatap manik abu itu dengan gugup. Ketika bibirnya tepat berada di atas bibir Allard, Luna berucap, "Kenapa kau tidak menutup matamu?"



Tawa kecil tercetus. "Memangnya kenapa jika mataku terbuka?"



"Ci-ciuman harus menutup mata, bukan? Luna menjauhkan wajahnya. "Aku tidak bisa menciummu jika kau tidak menutup mata."



Allard mempererat jarak mereka. "Ini masalah bagiku, ternyata kau lebih polos dari dugaanku." Ia menunduk lalu menggigit bibir bawah Luna. Matanya menatap sinis ke arah Luna yang melotot kaget.



"Aku akan menutup mataku jika kau berhasil membuatku terhanyut dengan ciumanmu. Tetapi jika aku tidak merasakan apapun, mata ini akan tetap terbuka. Dan kau gagal."



"Jika aku berhasil menciummu dan membuatmu menutup mata, kau akan menikahiku, kan?"



Allard terbahak. Puluhan gadis di luar sana memohon untuk dinikahinya, bersujud di kakinya, bersandiwara hamil anaknya, bahkan ada yang nekat bunuh diri. Itu semua dilakukan untuk mengikat Allard dalam pernikahan, tetapi sayang, tidak ada yang berhasil satupun. Sekalipun wanita itu mati, Allard tidak perduli. Bagaimana bisa ia menikahi gadis kecil hanya karena ciuman? Tentu saja itu akan menjadi lelucon terlucu.



Memainkan gadis kecil yang polos membuatnya terhibur. Apa mungkin karena ia terlalu sering bermain dengan ular, sehingga melupakan bahwa kelinci kecil lebih menyenangkan.



"Tidak, sudah ku katakan kau harus memenuhi ujian yang lain." Allard mendekat, berbisik dengan nada dingin di telinganya. "Sebuah ciuman tidak bisa membuatku percaya padamu. Berikan tubuhmu sekarang dan jadi pelacurku. Atau jadilah boneka yang diam dan penurut. Jika kau tau batasan, aku tanpa ragu akan menikahimu."



Luna meremas tangannya dengan gugup. "Aku setuju."



Bersambung...


Want to know what happens next?
Continuar Leyendo
Capítulo anterior
Capítulo siguiente

Compartir el libro a

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Último capítulo

Wedding Doll [INDONESIA]   33

Happy Reading and Enjoy~Dengan langkah lebar Arthur memasuki rumah Ara yang terasa nyaman, berbanding terbalik dengan keadaan yang sering terjadi di dalamnya.Ia melihat Ara terbaring malas di atas sofa, meringkuk bagai anak kehilangan induknya.“Apa yang kau rasakan?” Arthur bertanya ketika langkahnya semakin dekat, ia memilih duduk di sofa dengan gaya malas, menatap kembarannya dengan wajah letih.“Entahlah, kurasa duniaku akan hancur. Alex pasti tidak mau menerima anak ini.” Ara mendongak menatap Arthur dengan wajah cemberut.

Wedding Doll [INDONESIA]   32

Happy Reading and Enjoy~Dirinya dan Arthur tentu saja berbeda, kedua orangtua Arthur masih hidup dan rukun. Jika anak yang berada di dalam kandungan Ara benar-benar anak dari Arthur, ia tidak bisa membayangkan bagaimana Lucas Dobson bertindak dalam hal ini."Bagaimana kau tau anak di dalam kandungannya itu milikmu?"Pasalnya beberapa bulan yang lalu, Ara memilih menikah dengan terburu-buru. Meskipun, pernikahan itu luar biasa mewah, tetapi ia bisa merasakan tidak ada kemewahan yang melekat pada diri Ara.Sepanjang proses pernikahan Ara terlihat gelisah.Keluarga mereka sudah mengenal baik calon Ara, Alexander Raiford. Lelaki miskin pemalas yang sialnya sahabat gadis itu.Tentunya hanya Arthur yang merasa keberatan dengan pernikahan itu, Alex hanya se

Wedding Doll [INDONESIA]   31

Happy Reading and Enjoy~Allard mengerutkan dahinya ketika melihat makanan di nampan habis tanpa sisa. Jika tidak salah Joan baru saja mengalami kebangkrutan, itulah yang menjadi penyebab Luna meminta agar dirinya menikahi gadis itu.Sebelum itu tentunya kehidupan Luna berkecukupan, tetapi kenapa penampilan gadis ini seperti orang miskin yang kelaparan.Bahkan dalam keadaan sakit, yang biasanya kebanyakan orang tidak berselera untuk makan.Nafsu makan gadis ini tidak berubah. Tatapan Allard beralih ke perut rata Luna yang terbalut selimut, bertanya-tanya bagaimana perut sekecil itu bisa menampung banyak sekali makanan.Merasa dirinya diperhatikan, gadis itu mendongakkan wajahnya. Langsung memberikan tatapan sengit, meskipun Allard masih bisa melihat ada ketakutan di sana. Sikap Luna yang sep

Wedding Doll [INDONESIA]   30

Happy Reading and Enjoy~ Lelaki itu benar-benar bajingan. Tidak ada lagi yang bisa dipikirkan Luna kecuali kalimat itu, bagaimana bisa dia meninggalkan Luna di kursi tinggi yang berada di dapur dengan selimut tebal yang menutupi tubuh telanjangnya. Sementara itu, para pelayan mulai berdatangan satu demi satu. Oh, bahkan Luna tidak bisa menghitung berapa jumlah pelayannya, mereka berbaris rapi menunggu perintah. Ia bertanya-tanya bagaimana bisa mereka begitu patuh pada Allard, dan diam-diam mempertanykan berapa gaji yang bisa diberikan lelaki itu untuk seluruh pegawainya. Luna semakin merapatkan selimut ke tubuhnya, meskipun tatapan mereka tidak tertuju padanya, tetap saja ia merasa malu. Mereka menunggu kehadiran Allard, tadi lelaki itu pergi entah kemana, ia juga tidak tahu dan tid

Wedding Doll [INDONESIA]   29

Happy Reading and Enjoy~Ketika Allard kembali, pria itu membawa nampan beserta berbagai macam makanan lezat. Aromanya membuat perut Luna semakin sakit dengan rasa lapar yang menyengat. Jika orang lain sakit dan tidak berselera untuk makan, berbeda halnya dengan Luna yang nafsu makannya tidak menurun.Mulutnya terasa berair bahkan sebelum ia menyentuh makanan yang dibawa Allard. Lelaki itu meletakkan nampan yang dibawanya tepat dihadapan Luna, ia menatap kehadiran Allard tanpa berkedip hingga lelaki itu duduk di pinggir ranjang. Saat melihat apa-apa saja yang tersaji, tubuhnya melemas.Tatapannya menajam seolah-olah Allard sudah gila, sementara Allard yang mendapat tatapan seperti itu hanya bisa menaikkan alisnya sebelah, dengan santai lelaki itu berujar. “Apa yang kau tunggu? Makanlah, buka

Wedding Doll [INDONESIA]   28

Happy Reading and Enjoy~ Luna terbangun dengan tubuh kaku, kebas tidak bisa digerakkan. Sakit yang sangat menjulur dari setiap inci tubuhnya yang memar. Ia mengerang ketika membalikkan tubuhnya untuk menatap sekitar. Tidak ada siapapun, kamar itu kosong dengan pencahayaan yang minim. Ah, sudah jam berapa ini? Ia tidak bisa melihat apapun dalam keadaan gelap. Kepalanya berdenyut hingga menambah daftar penderitaanya. Syukurlah ketika dirinya terbangun Allard tidak berada di dekatnya. Tangan dan juga kakinya sudah terbebas, Luna bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana keadaannya saat ini. Pasti nampak kacau sekali, seolah belum sampai disana, pusat dirinya luar biasa perih. Ap

Wedding Doll [INDONESIA]   17

"Sudah puas lari-larinya, Luna?" Suara Allard menyapa dingin, membuat Luna langsung membelalakkan matanga. Menatap lelaki itu dengan horor.

Wedding Doll [INDONESIA]   16

Happy Reading and Enjoy~Dengan langkah lebar Allard berjalan menuju kamar tempat Luna terbangun, rahang pria itu menegang

Wedding Doll [INDONESIA]   15

Happy Reading and Enjoy~ "APA YANG KAU LAKUKAN PADA LUNA!!! AKHHH!!" Kalut, Luna menggunakan kakinya untuk menendang pintu besi itu, yang te

Wedding Doll [INDONESIA]   14

Happy Reading and Enjoy~Ketika Allard keluar sembari membawa tubuh Luna di dalam gendongannya, ia menatap seorang pemuda yang berdiri dengan kedua mata terbelalak. Ada dendam di sana. Apa pemuda itu mendengar pe

Más capítulos
Descargar el libro
GoodNovel

Descarga el libro gratis

Descargar
Buscar lo que desee
Biblioteca
Explorar
RomancexiyuHistoriaUrbanHombre loboMafiaSistemaFantasiaLGBTQ+ArnolDMM Romancegenre22- 西语genre26-Españolgenre27-请勿使用Españolgenre28-Español
Cuentos cortos
CieloMisterio y suspensoCiudad modernaSupervivencia apocalípticaPelícula de acciónPelícula de ciencia ficciónPelícula románticaViolencia sangrientaRomanceVida Escolar/CampusMisterio/SuspensoFantasíaReencarnaciónDrama RealistaHombres LoboesperanzasueñofelicidadPazAmistadInteligenteFelizViolentoDulcePoderoso红安Masacre sangrientaAsesinatoGuerra históricaAventura fantásticaCiencia ficciónEstación de tren
Géneros populares
RomancexiyuHistoriaUrbanHombre loboMafiaSistema
Contáctanos
Acerca de nosotrosAyuda y sugerenciasNegocios
Recursos
Descargar appsBeneficios para escritorPolítica de contenidoPalabras claveBúsquedas PopularesReseña de libroFicción de fansFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Comunidad
Facebook Group
Síganos
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Condiciones de uso|Privacidad