loading
Home/ All /Wedding Doll [INDONESIA]/02

02

Author: Mesir Kuno
"publish date: " 2020-10-03 10:34:53

Happy Reading and Enjoy~

Sudah lebih dari dua jam Luna hanya berdiam diri di depan meja rias, memperhatikan penampilannya yang jauh dari pribadinya sendiri. Dress merah dengan belahan dada dan punggung yang terbuka, wajahnya bahkan dihias dengan make up tebal. Mencoba menutupi umurnya yang masih 19 tahun, dress itu sendiri di atas lutut dengan bentuk yang melekat pada tubuhnya seolah-olah dress itu lem yang melekat erat. Di ranjangnya tersedia tas selempang yang besar tapi tidak terlalu mencolok.

"Berjalanlah seolah-olah kau berada di karpet merah, goyangkan pinggulmu dan busungkan dadamu. Ingat, kau harus percaya diri saat mengatakan 'dimana ruangan Allard berada? aku ingin menemuinya, tolong katakan padanya bahwa aku kekasihnya' pada sekretaris Allard nanti. Buat dia mempercayai bahwa kau memang benar-benar kekasih Allard. Nah, setelah masuk ke ruangan Allard kau tunjukkan taringmu, bahkan jika Allard menyuruhmu menari untuk merayunya kau harus melakukannya. Ingat, kau harus melakukannya!"

Pesan mommynya tadi sebelum wanita tua itu pergi mengantarkoan ke dokter seperti biasa.

Sekarang? Apa yang akan dia lakukan? Bagaimana mungkin dirinya bisa bersikap sebagai wanita penggoda seperti itu, oh ya Tuhan bahkan ... bahkan mencium laki-laki saja dia belum pernah. Oh, mungkin pernah sekali, tetapi itu dulu sewaktu dirinya kecil dan seharusnya itu tidak bisa dikatakan sebagai ciuman sebab bibir mereka hanya bersentuhan dengan sentuhan seringan bulu.

"Setelah masuk nanti kau juga harus bersikap layaknya kenalan lama, bersedih ketika dia tidak mengenalimu lalu menyalahkannya. Berjalan ke arahnya dan duduk di pangkuannya, ulurkan telunjukmu ke dagunya dengan sikap mesra lalu ucapkan, aku sedih kau tidak mengenaliku. Dan kau mengucapkannya harus dengan nada yang manja. Buat dia terkesan padamu, Luna. Setelah menyentuh dagunya bersandarlah di dadanya, elus dadanya dengan manja dan katakan kau sangat merindukannya. Untuk hari ini saja buang sikap malu-malu mu itu, buang sikap polosmu. Mommy akan menunggu kehadiranmu dengan membawa berita gembira. Jika kau berhasil ini juga untuk dirimu sendiri, mommy tidak bisa membantu lebih jauh lagi. Ingat itu!"

Luna menghela napas perlahan ketika ucapan mommnya terngiang, kembali ia menatap dirinya di cermin dan seorang wanita yang cantik dan seksi balas menatapnya dari pantulan cermin. Dirinya terlihat berbeda, kembali menghela napas Luna memejamkan matanya. Apapun yang terjadi nanti jangan sampai mereka mengusirmu dengan cara yang tidak hormat. Itu pesan ibunya tadi. Kepercayaan dirimu mengantarkanmu pada kesuksesan.

Luna menatap jam dinding, sudah hampir memasuki waktu makan siang. Kesempatan yang bagus jika ia datang sekarang sebab karyawan lain akan beristirahat. Sebelum itu ia melatih jalannya, menggoyangkan pinggul dengan menggunakan heels tidaklah mudah. Ditambah dengan dressnya yang kekurangan bahan membuatnya tampak tidak percaya diri. Perlan-pelan ia melatih hingga langkahnya semakin mantap. Luna mengangkat dagunya dengan sikap arogan, ah ... ternyata seperti ini wanita-wanita kelas atas itu bersikap.

Meskipun dahulu kehidupannya lumayan tetapi Luna tidak pernah bersikap layaknya anak Ceo. Tidak pernah menggunakan uang yang diberikan Daddy untuk party ataupun berbelanja barang-barang mewah, dan sekarang bolehkah ia merasa menyesal setelah kebangkrutan mencekik keluarganya? Tetapi sepertinya tidak perlu menyesali hal yang sudah berlalu.

Luna meraih tas selempangnya, berjalan dengan penuh percaya diri untuk menghentikan taksi. Allard Washington akan menerima kejutan hari ini.

***

Luna berhenti di halaman Washington Corp, menatap gedung pencakar langit itu dengan napas tertahan. Tuhan ... berikanlah ia kekuatan. Dirinya akan menemui pemilik gedung ini, jangan tanyakan apa yang terjadi pada debaran di dadanya yang mendobrak bertalu-talu. Kedua kakinya sudah melemas, tetapi mengingat wajah tua John langkahnya menjadi mantap. Dikenakannya kaca mata berwarna coklat tua miliknya lalu melangkah dengan arogan, tak lupa menaikkan dagunya dengan sikap angkuh.

"Antarkan aku ke ruangan Allard." Berhasil, nada serta sikapnya terlihat angkuh saat berbicara dengan resepsionis wanita yang berada di sana. Luna membuka kaca matanya, mendorong sebagian rambutnya kebelakang.

Resepsionis itu tersenyum ramah. "Bisa saya tahu Anda siapa, nona?"

Luna melirik arlojinya dengan gaya tidak sabar. "Aku kekasihnya, dia menyuruhku datang. Jangan mempersulit keadaan dan tunjukkan saja diamana ruangannya, jika aku telat karirmu akan berakhir."

Masih dengan senyuman resepsionis itu berkata, "Maaf nona, saya tidak bisa memberitahu Anda ruangan Tuan Allard, karena satu hari ini saja banyak sekali wanita-wanita seperti Anda yang datang dan mengaku sebagai kekasihnya. Jika Anda tidak memberitahu nama Anda maka kami akan menganggap Anda telah berbohong. Dan tentunya kami tidak akan segan-segan menyuruh Anda kembali pulang."

Hah? Kenapa bisa jadi begini. Seharusnya ia tau tidak semudah itu untuk bertemu dengan Allard, tetapi tidak menyangka bahwa akan sesusah ini. Ia pikir dengan berpura-pura menjadi wanita dewasa dan kaya semua akan berjalan lancar. Jika menyebutkan namanya sudah pasti dia akan gagal.

"Luna, aku baru saja pulang dari inggris." Ia menatap resepsionis itu dengan pandangan sinis. "Dan tidak tau apa yang akan dilakukan Allard jika melihat kalian membiarkanku menunggu. Aku baru saja tiba dan bahkan belum makan siang! berani-beraninya kalian membuatku menunggu."

Tidak terpengaruh oleh kata-kata Luna, resepsionis itu mengangkat gagang teleponnya. "Selamat siang dengan Casandra Andira dari meja resepsionis lantai dasar Washington Corporation, saya ingin memberitahu adakah jadwal temu Tuan Allard dengan seorang gadis yang bernama Luna? Gadis ini baru saja tiba di Indonesia dan menurut penuturannya Tuan Allard sendiri yang memintanya untuk datang."

Luna merasa seluruh tubuhnya melemah, ujung-ujung kakinya membeku. Bagaimana ini? bagaimana ini? sudah pasti resepsionis itu menelpon sekretaris Allard dan kebohongannya akan terborngkar lalu dia di seret satpam untuk keluar secara tidak hormat. Misinya gagal dan ia akan menikah dengan John berumur 60 tahun. Oh ya Tuhan ... tolonglah kali ini saja.

Wanita itu mendengarkan dengan seksama ucapan yang berada di seberang telepon lalu menoleh ke arah Luna. "Bisa kami tau siapa nama belakang Anda, nona?" tanyanya dengan nada yang masih terdengar ramah, tinggal menunggu waktu kapan nada itu berubah menjadi sinis saat mengetahui Luna berbohong.

Menelan ludah dengan susah payah, Luna menjawab dengan sedikit gemetar. "A-ananta," ujarnya yang dengan susah payah mencoba santai dengan mengucapkan, "Luna Ananta. Namaku Luna Ananta."

Resepsionis itu tersenyum lalu mengangguk ringan, mengucapkan nama Luna ke seseorang yang ditelpon. Tamat lah sudah, wajah resepsionis itu berubah kelam. Sinar lembut dari wajahnya seketika menghilang, meminta maaf dengan sopan karena mengganggu sekretaris Allard, resepsionis yang bernama Casandra itu meletakkan gagang teleponnya. Tersenyum kaku ke arah Luna, berbeda dengan senyuman yang tadi dia tampilkan.

"Maaf nona Luna, Anda tidak bisa menemui Tuan Allard karena nama Anda tidak termasuk dalam list jadwal temu Tuan Allard hari ini. Jika ingin bertemu dengannya buatlah janji terlebih dahulu."

Bersambung...

Halo semuanya, jangan lupa share cerita ini ke teman-teman kamu agar bisa sama-sama suka dengan cerita ini ya. 

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Wedding Doll [INDONESIA]   33

Happy Reading and Enjoy~Dengan langkah lebar Arthur memasuki rumah Ara yang terasa nyaman, berbanding terbalik dengan keadaan yang sering terjadi di dalamnya.Ia melihat Ara terbaring malas di atas sofa, meringkuk bagai anak kehilangan induknya.“Apa yang kau rasakan?” Arthur bertanya ketika langkahnya semakin dekat, ia memilih duduk di sofa dengan gaya malas, menatap kembarannya dengan wajah letih.“Entahlah, kurasa duniaku akan hancur. Alex pasti tidak mau menerima anak ini.” Ara mendongak menatap Arthur dengan wajah cemberut.

Wedding Doll [INDONESIA]   32

Happy Reading and Enjoy~Dirinya dan Arthur tentu saja berbeda, kedua orangtua Arthur masih hidup dan rukun. Jika anak yang berada di dalam kandungan Ara benar-benar anak dari Arthur, ia tidak bisa membayangkan bagaimana Lucas Dobson bertindak dalam hal ini."Bagaimana kau tau anak di dalam kandungannya itu milikmu?"Pasalnya beberapa bulan yang lalu, Ara memilih menikah dengan terburu-buru. Meskipun, pernikahan itu luar biasa mewah, tetapi ia bisa merasakan tidak ada kemewahan yang melekat pada diri Ara.Sepanjang proses pernikahan Ara terlihat gelisah.Keluarga mereka sudah mengenal baik calon Ara, Alexander Raiford. Lelaki miskin pemalas yang sialnya sahabat gadis itu.Tentunya hanya Arthur yang merasa keberatan dengan pernikahan itu, Alex hanya se

Wedding Doll [INDONESIA]   31

Happy Reading and Enjoy~Allard mengerutkan dahinya ketika melihat makanan di nampan habis tanpa sisa. Jika tidak salah Joan baru saja mengalami kebangkrutan, itulah yang menjadi penyebab Luna meminta agar dirinya menikahi gadis itu.Sebelum itu tentunya kehidupan Luna berkecukupan, tetapi kenapa penampilan gadis ini seperti orang miskin yang kelaparan.Bahkan dalam keadaan sakit, yang biasanya kebanyakan orang tidak berselera untuk makan.Nafsu makan gadis ini tidak berubah. Tatapan Allard beralih ke perut rata Luna yang terbalut selimut, bertanya-tanya bagaimana perut sekecil itu bisa menampung banyak sekali makanan.Merasa dirinya diperhatikan, gadis itu mendongakkan wajahnya. Langsung memberikan tatapan sengit, meskipun Allard masih bisa melihat ada ketakutan di sana. Sikap Luna yang sep

Wedding Doll [INDONESIA]   30

Happy Reading and Enjoy~ Lelaki itu benar-benar bajingan. Tidak ada lagi yang bisa dipikirkan Luna kecuali kalimat itu, bagaimana bisa dia meninggalkan Luna di kursi tinggi yang berada di dapur dengan selimut tebal yang menutupi tubuh telanjangnya. Sementara itu, para pelayan mulai berdatangan satu demi satu. Oh, bahkan Luna tidak bisa menghitung berapa jumlah pelayannya, mereka berbaris rapi menunggu perintah. Ia bertanya-tanya bagaimana bisa mereka begitu patuh pada Allard, dan diam-diam mempertanykan berapa gaji yang bisa diberikan lelaki itu untuk seluruh pegawainya. Luna semakin merapatkan selimut ke tubuhnya, meskipun tatapan mereka tidak tertuju padanya, tetap saja ia merasa malu. Mereka menunggu kehadiran Allard, tadi lelaki itu pergi entah kemana, ia juga tidak tahu dan tid

Wedding Doll [INDONESIA]   29

Happy Reading and Enjoy~Ketika Allard kembali, pria itu membawa nampan beserta berbagai macam makanan lezat. Aromanya membuat perut Luna semakin sakit dengan rasa lapar yang menyengat. Jika orang lain sakit dan tidak berselera untuk makan, berbeda halnya dengan Luna yang nafsu makannya tidak menurun.Mulutnya terasa berair bahkan sebelum ia menyentuh makanan yang dibawa Allard. Lelaki itu meletakkan nampan yang dibawanya tepat dihadapan Luna, ia menatap kehadiran Allard tanpa berkedip hingga lelaki itu duduk di pinggir ranjang. Saat melihat apa-apa saja yang tersaji, tubuhnya melemas.Tatapannya menajam seolah-olah Allard sudah gila, sementara Allard yang mendapat tatapan seperti itu hanya bisa menaikkan alisnya sebelah, dengan santai lelaki itu berujar. “Apa yang kau tunggu? Makanlah, buka

Wedding Doll [INDONESIA]   28

Happy Reading and Enjoy~ Luna terbangun dengan tubuh kaku, kebas tidak bisa digerakkan. Sakit yang sangat menjulur dari setiap inci tubuhnya yang memar. Ia mengerang ketika membalikkan tubuhnya untuk menatap sekitar. Tidak ada siapapun, kamar itu kosong dengan pencahayaan yang minim. Ah, sudah jam berapa ini? Ia tidak bisa melihat apapun dalam keadaan gelap. Kepalanya berdenyut hingga menambah daftar penderitaanya. Syukurlah ketika dirinya terbangun Allard tidak berada di dekatnya. Tangan dan juga kakinya sudah terbebas, Luna bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana keadaannya saat ini. Pasti nampak kacau sekali, seolah belum sampai disana, pusat dirinya luar biasa perih. Ap

Wedding Doll [INDONESIA]   27

Happy Reading and Enjoy~Ia sering bermimpi berlari, dan di dalam mimpi itu larinya terasa lambat. Itu terjadi hanya dalam mimpi, tetapi kali ini ia sadar dan yakin bahwa semuanya terasa

Wedding Doll [INDONESIA]   26

Happy Reading and Enjoy~ "Kau rindu hukumanmu, 'kan? Tanyanya dengan suara pelan penuh ancaman. Luna memberontak, menendang luka Allard yang berada di perutnya, membuat pria itu menjer

Wedding Doll [INDONESIA]   25

Happy Reading and Enjoy~Luna gelisah, sejak tadi ia sibuk memperbaiki posisi tidurnya. Menghadap ke kanan, lalu ke kiri, terkadang berbaring terlentang sembari menatap langit-langit kamar dengan pikirannya yang berkecamuk. Ia tau ada yang salah dengan dunia Allard dan temannya y

Wedding Doll [INDONESIA]   24

Happy Reading and Enjoy~Rak itu berbunyi bersamaan dengan jantung Luna yang berdetak. Ia menatap ragu pad arak buku yang tadi disandarinya. Bunyi apa itu? Apa ada pintu rahasia atau lorong yang tersembunyi? Ia mendorong rak itu, yang seketika membuat raknya mengayun keluar.

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy