Download the book for free
14. Kecurigaan Yafas
Author: MiafilyYafas melangkah dengan santai menyusuri lorong yang akan membawanya menuju sebuah pintu apartemen yang ia tuju. Tiba di depan pintu apartemen yang ia tuju, pria tampan tersebut sama sekali tidak membuang waktu untuk menekan bel pintu. Sembari menunggu pintu dibuka, Yafas pun menatap kantung p
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia) 50. Akhir yang Manis
Makaila terlihat begitu bahagia saat mendengar kabar dari Harry jika ibunya hari ini sudah diperbolehkan untuk pulang dan sebentar lagi akan tiba di kediaman Yakov. Saat ini saja, Makaila berusaha untuk melangkah dengan cepat. Ia tidak ingin sampai ibunya lebih dulu tiba, sebelum dirinya tiba di depan pintu untuk menyambut kepulangannya. Sedikit banyak, Makaila merasa bersalah karena dirinya tidak bisa menemani sang ibu yang selama beberapa minggu ini memang dirawat secara intensif di rumah sakit.Hal ini terjadi, karena Bara dan Harry sama-sama melarang Makaila untuk ke luar dari kediaman Yakov, apalagi untuk mengunjungi Luna yang memang dirawat di
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia) 49. Kenyataannya
Luna merapikan gaun sederhana yang ia kenakan. Perempuan satu itu tampak begitu senang mengenakan pakaian seperti ini, setelah sekian lama dirinya hanya menggunakan pakaian pasien. Benar, hari ini Luna sudah diperbolehkan untuk pulang. Karena itulah, Luna sama sekali tidak ingin membuang waktu lebih lama untuk segera bersiap untuk pulang. Ia ingin segera pulang dan bertemu dengan putrinya.Tentu saja, Luna ingin melepaskan kerinduannya pada sang putri yang sudah lama tak ia temui. Selama dirinya dirawat di rumah sakit, Makaila memang tidak diperbolehkan untuk menjenguk terlalu sering. Bahkan, Makaila hanya bisa menjenguk satu kali. Tentu saja, hal t
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia) 48. Insting
Bara membenarkan letak selimut yang menutupi tubuh Makaila. Setelah itu, Bara mencium kening Makaila dengan lembut sebelum bangkit dan meninggalkan Makaila yang tentu saja semakin tenggelam di alam bawah sadarnya. Bara tentunya tidak meninggalkan Makaila begitu saja tanpa penjagaan. Meskipun Makaila berada di kediaman Yakov, yang tak lain adalah kediaman ayahnya sendiri, tetapi Bara tetap harus memberikan keamanan berlapis mengingat kejadian demi kejadian buruk yang datang silih berganti dalam kehidupan Makaila. Bara menutup pintu kamar Makaila dan menatap Fabian dan beberapa pengawal yang berasal dari kediaman Yakov sendiri, serta para pengawal bawahan Bara.
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia) 47. Lebih dari Berhak
Makaila terlihat begitu terburu-buru dan melangkah cepat setengah berlari. Namun, Bara yang menggandeng tangannya dengan lembut menahan tangan Makaila dan berkata, “Pelan-pelan saja. Toh, kita sudah berada di rumah sakit. Sebentar lagi kau bisa bertemu dengan ibumu. Sekarang, lebih baik perhatikan langkahmu dengan baik.”Makaila yang mendengarnya dengan patuh memelankan langkah kakinya. Hal tersebut membuat Bara mengulum senyum dan menanamkan sebuah kecupan pada pelipis Makaila dengan lembut. “Gadis pintar,” puji Bara lalu menghela Makaila untuk melangkah kembali.
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia) 46. Selamat
Makaila tersentak. Ia tebangun dari tidurnya dan duduk di tengah ranjang dengan tubuh bergetar hebat dan keringat yang membasahi kening serta pelipisnya. Belum juga Makaila menormalkan penglihatannya, Makaila sudah lebih dulu merasakan serangan mual yang sangat. Hal itu terjadi saat dirinya mengingat kejadian di mana darah segar yang terciprat pada wajahnya disusul dengan aroma karat amis yang pekat terasa di ujung hidungnya. Makaila membekap mulutnya sendiri dan berusaha untuk menggerakkan kakinya yang terasa lemas. Namun, Makaila jelas-jelas merasa sangat kesulitan.Untungnya, seseorang datang dan membantu Makaila dengan menggendong tubuh Makaila
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia) 45. Tembakkan Pertama
“Kau ingin menjadikannya simpananmu? Maka lakukanlah! Tapi masih bisakah kau melakukannya saat sudah berada di neraka?” tanya Bara dengan wajah penuh kemurkaan dan aura mengerikan yang menguar di sekujur tubuhnya yang kekar. Pria yang menjambak rambut Makaila menoleh pada sumber suara, dan tidak bisa menahan dir
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia) 32. Latihan Menembak
Yafas berdiri di dekat pintu masuk gedung kantor di mana Edelia bekerja. Ia memang sengaja datang untuk bertemu dengan Edelia. Beberapa hari ini, Yafas memang berusaha untuk m
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia) 31. Perayaan
Edelia tampak duduk di kursi kerjanya. Saat ini adalah waktu istirahat makan siang, dan semua rekan kerja Edelia sudah tidak ada di kantor karena sibuk dengan urusan mengisi p
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia) 30. Dominik
“Kita mungkin rekan bisnis, tetapi aku sama sekali tidak senang saat pria mana pun menatap wanitaku sepertimu.”
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia) 29. Dominik
Edelia mengikat rendah rambut tebal Makaila, lalu menyelipkan sebuah jepitan cantik yang kema
