GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Home / All / The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)
Last Updated : 2020-11-02
The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)

The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)

Bahasa_indonesia
·
18+
·
Ongoing
By:  Miafily

33

Chapters
10
Ratings

4.3K

Views
Synopsis
Luna sudah cukup dewasa untuk memulai sebuah hubungan serius dengan seorang pria, tetapi Luna terlalu sibuk menghidupi dirinya sendiri. Hingga suatu hari, Luna yang bekerja sebagai pelayan hotel, bertemu dengan seorang CEO misterius bernama Dominik. Bagi Luna, Dominik adalah pria dengan sejuta pesona yang sanggup membuat tubuhnya bergetar hebat. Sementara bagi Dominik, Luna adalah perempuan yang berhasil membuat sesuatu dalam diri Dominik bangkit dan meminta untuk dipuaskan. Meskipun sudah memiliki frekuensi yang sama, keduanya ternyata tidak bisa bersatu dengan mudahnya. Karena suatu hari, Luna mendapati sebuah fakta yang menyakitkan. Selama ini ada sosok lain yang Dominik lihat dari dirinya, semua cinta yang ia terima dari Dominik hanyalah perasaan semu semata.“Sebenarnya, selama ini kamu melihatku sebagai siapa?”—Luna Hedva“Apakah itu masih penting? Toh, kita sudah berbagi ranjang, berbagi gairah, hingga berbagi klimaks.”—Dominik Yakov
Share the book to

Chapter 1

1. Sebuah Bencana

Luna menguap lebar sebelum memasuki aula hotel yang saat ini difungsikan sebagai tempat di mana pesta mewah tengah diselenggarakan. Luna adalah gadis berusia dua puluh empat tahun yang sibuk bekerja freelancer, sebelum dirinya mendapatkan pekerjaan tetap yang sesuai dengan ijazah yang ia miliki. Saat ini, Luna sendiri tengah bekerja sebagai pelayan tambahan karena pihak hotel ternyata membutuhkan pelayan tambahan untuk membantu. Luna yang mendengar kabar itu dari temannya, tentu saja tidak melepaskan kesempatan emas untuk mendapatkan tambahan uang bulanan.

Jadilah, pada akhirnya Luna berada di sini, di tengah-tengah para tamu kelas elit yang jelas sangat jauh dari level Luna. Ini adalah hari kedua Luna bekerja sebagai pelayan di pesta mewah beruntun yang diselenggarakan, tetapi Luna masih saja tidak terbiasa dengan kemewahannya. Luna merasa jika di sini bukanlah tempatnya. Namun, Luna di sini bukan untuk mengamati atau membandingkan kehidupannya dengan para konglomerat yang mungkin jika mau, semasa sisa hidupnya saja mereka tidak perlu bersusah payah bekerja mengingat seberapa banyak uang yang mereka miliki. Luna di sini untuk bekerja, dan ia akan bekerja sebaik mungkin, agar tidak mengecewakan pihak yang mempekerjakannya.

Luna melihat sahabatnya yang kesulitan membawa gelas wiski kosong di nampannya. Luna pun beranjak dan membantunya. “Sini, aku bantu, Yeni,” ucap Luna sembari tersenyum.

Namun Yeni menolak bantuan Luna, dan berkata, “Lebih baik bantu yang lainnya untuk menyajikan wiski. Psstt, hati-hati sepertinya ada sedikit perselisihan di sana. Ingat, jangan ikut dalam pembicaraan atau apa yang mereka lakukan. Tutup telinga, dan mulutmu.”

Luna menghela napas dan mengangguk. Yeni inilah yang Luna maksud sebagai rekan yang membuatnya mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan tambahan di hotel ini. Karena itulah, Luna menurut. Luna tidak ingin membuat masalah untuk teman yang sebenarnya tak lain adalah kakak tingkatnya di kampus. Luna pun beranjak menuju meja prasmanan dan mengambil beberapa gelas wiski untuk ia sajikan pada para tamu. Luna terlihat begitu lincah tetapi penuh kehati-hatian. Terlihat sekali jika gadis yang tampak cerdas tersebut berusaha untuk menghindari masalah yang kemungkinan terjadi.

Meskipun ini bukan kali pertamanya bekerja sebagai seorang pelayan di sini, tetapi tetap saja Luna harus tetap hati-hati. Luna tersenyum tipis lalu beranjak setelah beberapa tamu undangan mengambil gelas dari nampan yang ia bawa. Luna berusaha untuk mempertahankan senyumnya, walaupun saat ini Luna sendiri merasa begitu lelah. Sangat lelah malahan. Hal ini terjadi, karena sebelum bekerja di sini, Luna sudah lebih dulu harus bekerja di sebuah restoran yang tentu saja membuatnya harus bekerja sangat-sangat ekstra.

“Luna, tolong ke sini sebentar!”

Luna menoleh ke sumber suara dan segera beranjak untuk mendekat. “Ya, ada apa?”

“Bisakah kamu mengantarkan wiski ini ke kamar 444? Maaf, aku harus memintamu karena pelayan tetap lainnya terlalu sibuk dan aku sendiri tidak bisa mengantarkannya,” ucap rekan Luna tersebut.

Luna menatap botol wiski yang tampak mahal itu dengan kedua netranya yang indah. Luna pun mengangguk. “Aku hanya perlu mengantarkannya saja, bukan?” tanya Luna.

“Iya, kamu hanya perlu mengantarkannya dan kembali ke sini.”

Luna pun mengangguk. “Kalau begitu aku pergi,” ucap Luna. Setelah meletakkan nampan yang tadi ia bawa, Luna pun menerima botol wiski tersebut dari temannya.

Dengan langkah cepat tetapi tetap hati-hati, Luna pun masuk ke dalam lift. Luna baru saja akan menekan tombol di mana kamar hotel yang ia tuju berada, tetapi saat pintu akan tertutup Luna mendengar jika ada yang meminta untuk menahan pintu tertutup. Luna pun segera menahan menahannya, tetapi ternyata bukan hanya pintu saja yang tertahan, napas Luna juga tertahan saat melihat sosok yang memintanya untuk menahan pintu lift. Luna pun mempersilakan sosok menawan tersebut untuk masuk ke dalam lift.

“Ke mana Tuan akan pergi?” tanya Luna bermaksud untuk menekan tombol lift, tetapi pria yang memiliki netra sebiru langit tersebut melirik pada tombol lift dan tersenyum tipis.

“Aku pergi bersamamu, Nona. Aku juga akan pergi ke lantai yang sama,” jawabnya dengan suara berat beraksen agak unik bagi bagi telinga Luna. Aksen khas yang selalu muncul di saat orang asing yang berusaha menggunakan bahasa Indonesia. Namun Luna perlu mengacungi jempol pria tinggi rupawan pemilik netra biru langit ini. Ia cukup pandai berbahasa Indonesia walaupun Luna yakin seratus persen jika pria di hadapannya memang benar-benar orang asing.

Luna mengangguk dan membiarkan pintu tertutup. Luna pun agak menyandarkan bahunya pada sisi lift. Salah satu alasan mengapa Luna mau menerima pekerjaan tambahan untuk mengantar botol wiski ini adalah, Luna ingin sedikit istirahat, seperti ini. Bersandar termasuk ke dalam cara beristirahat dalam kamus Luna. Saat ini, rasa dingin dari dinding besi yang Luna sandari meresap dan menyentuh kulit bahunya. Rasanya nyaman. Rasa nyaman yang mendorong Luna untuk merasa mengantuk.

Namun, karena merasakan tatapan yang tertuju padanya, Luna mulai merasa tidak nyaman. Luna benar-benar bisa merasakan jika pandangan pria bernetra biru itu tertuju padanya. Pria itu terang-terangan mengamatinya! Sungguh tidak sopan! Namun entah kenapa hal itu malah membawa gelenyar aneh dalam diri Luna. Sungguh gila! Apa kelelahan bisa membuat seseorang berpikiran gila seperti ini? Sepertinya, beberapa hari ke depan Luna hanya perlu mengambil satu pekerjaan saja, selagi dirinya mempersiapkan diri untuk mengikuti wawancara di sebuah perusahaan yang ia impikan.

“Apa kau bertugas untuk mengantarkan botol itu?” tanya pria itu tiba-tiba.

Luna pun menoleh dan mengangguk dengan senyum tipis. “Iya, Tuan.”

“Kamar nomor berapa?” tanyanya lagi membuat Luna tidak bisa menahan kernyitan di keningnya.

Luna tentu saja berpikiran jika pria ini sangat aneh karena menanyakan hal semacam itu padanya, dan pemikiran Luna ditangkap dengan tepat oleh pria bernetra biru langit tersebut. Pria itu pun berkata, “Aku bukan pria aneh, Nona.”

Kening Luna semakin mengernyit dan ia pun menempelkan punggungnya pada sisi lift karena merasa merasa agak terancam. Menurutnya, orang yang mengatakan dirinya bukanlah orang jahat, kemungkinan terbesarnya dialah orang jahat yang sesungguhnya. Pria itu pun mendengkus. “Jika itu untuk kamar 444, maka kau hanya perlu memberikannya padaku,” ucap pria itu lagi lalu sedetik kemudian lift berdenting tanda jika mereka sudah sampai di lantai yang dituju.

“Memangnya kenapa saya harus memberikannya pada Tuan? Memangnya Tuan yang menempati kamar tersebut dan memesan wiski ini? Jika benar, mana buktinya?” tanya Luna beruntun berusaha untuk mengenyahkan pesona yang mulai membuat kakinya melemas.

Pria itu melangkah mendekati Luna selayaknya seorang predator ganas. Tentu saja Luna merasa panik, tetapi saat melirik jika kamera pengawas yang berada di sudut ruang lift hidup, maka Luna pun berusaha untuk tetap tenang. “Apa yang akan Anda lakukan?” tanya Luna saat pria asing it uterus mendekatinya.

“Memberi bukti,” jawab pria itu singkat saat dirinya sudah begitu dekat dengan Luna.

Ternyata pria itu menunjukkan sebuah cardlock bernomor 444 pada Luna. Hal tersebut membuat Luna memerah karena merasa malu teah bepikiran yang tidak-tidak. Luna pun memberikan botol wiski tersebut dengan kedua tangan putihnya. “Maafkan saya Tuan, ini milik Anda,” ucap Luna.

Pria bernetra biru itu memegang botol wiski tersebut tetapi tidak menariknya segera. Ia malah menunduk dan membisikkan sesuatu yang membuat sekujur tubuh Luna bergetar oleh sesuatu yang sangat asing baginya. “Jangan memanggilku dengan panggilan Tuan, Nona manis. Panggil aku Dominik,” bisiknya tepat di telinga Luna.

Pria itu menarik diri dan menegapkan punggungnya. Pria yang memperkenalkan dirinya sendiri sebagai Dominik, segera mengambil alih botol wiski dan menyeringai saat melihat raut kebingungan di wajah ayu Luna. “Kau sangat manis dan menggoda saat berekspresi seperti itu …,” pria itu melirik nama di name tag yang tersemat pada seragam pelayan yang digunakan Luna sebelum melanjutkan, “Luna.”

Dominik melangkah untuk ke luar dari bilik besi tersebut. Namun, sebelum benar-benar ke luar, pria itu menoleh dan berkata, “Kita akan bertemu lagi Luna. Ingatlah namaku baik-baik. Jika saat kita bertemu kau melupakan namaku, saat itu aku tidak akan berpikir dua kali untuk menyeretmu ke atas ranjang dan membuatmu menjerit karena mendapatkan klimaks yang hebat.”

Setelah memberikan seringai yang membuat Luna bergetar hebat, Dominik pun membiarkan pintu lift tertutup dan membuat Luna meluruh. Luna merasa kepalanya berputar oleh hantaman emosi yang berkecamuk. Luna merasa begitu takut, tetapi di sisi lain ada sesuatu yang aneh terjadi padanya. Sekarang apa yang harus Luna lakukan? Hal yang Luna yakini adalah satu. Ia sama sekali tidak boleh bertemu lagi dengan pria itu di masa depan, atau Luna yakin, jika sebuah bencana akan datang dalam hidupnya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

  • The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)   33. Untuk Terakhir Kali (21+)

    Dominik mengusap pipi Luna yang terasa dingin. Setelah Dominik menemukan Luna di tepi jalan, Luna segera dibawa oleh Dominik kembali ke kediaman Yakov. Tentu saja, Dominik sudah memanggil orang yang kompeten untuk memastikan jika kondisi Luna baik-baik saja. Dominik jelas merasa sangat cemas, apalagi dengan kondisi Luna saat dirinya ditemukan. Luna mengenakan pakaian yang rusak parah, dengan jas milik pria yang melindungi pakaiannya tersebut. Tentunya, Dominik harus memastikan jika Luna belum disentuh oleh pria mana pun. Jika hal itu terjadi, tentu saja Dominik harus menangani kondisi Luna yang pastinya memburuk, baik itu fisiknya, maupun mentalnya.Namun syukurlah, Luna tidak mengalami luka selain pada wa

    Last Updated : 2020-11-02
  • The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)   32. Kenyataan

    Lalu tubuh yang menimpa Luna disingkirkan dengan mudah. Mayat itu kini tergeletak di atas lantai dengan kepala hancur dan darah yang tercecer di mana-mana. Luna yang awalnya berpikir seseorang yang menolongnya itu adalah Dominik, seketika terkejut saat menyadari pemikirannya yang salah. Luna segera menutupi dadanya dan memanggil orang itu dengan bibir bergetar, “Ignor.” Ignor yang mendengar Luna memanggilnya dengan lirih, mau tidak mau menyeringai pad

    Last Updated : 2020-10-14
  • The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)   31. Ignor

    Luna terbangun dan sadar jika dirinya tengah dalam penyandraan. Dengan kondisi kaki dan tangan yang terikat dan mulut yang dilakban, siapa pun pasti bisa menyimpulkan hal itu dengan mudah, bukan? Meskipun ini bukanlah situasi yang baik-baik saja, tetapi Luna berusaha untuk menenangkan diri. Setidaknya, Luna tidak boleh terlihat seperti orang yang ketakutan, karena ketakutannya nanti pasti dengan mudah dimanfaatkan oleh orang yang sudah menculiknya ini. Luna merasa jika keadaan selalu tidak pernah berpihak padanya. Bahkan, saat Luna menjalankan kesehariannya seperti orang normal saja, Luna tetap terseret dalam masalah seperti ini. Luna menggerakkan sedikit tubuhnya yang memang terikat erat pada kursi yang ia tempati. Luna memang belum bisa menebak siapa yang sudah menculik dan menyekapnya ini, tetap

    Last Updated : 2020-10-06
  • The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)   30. Nyonya Menghilang

    Hingga malam, Luna sama sekali tidak bisa beristirahat. Padahal, tubuhnya sendiri sudah menjerit meminta untuk istirahat. Namun, otak Luna terus mengulang kejadian mengerikan di mana dirinya melukai seseorang bahkan membuat orang itu mati. Luna melirik kotak berisi pisau berlumur darah kering yang ia simpan di atas nakas. Semuanya bagai mimpi buruk bagi Luna. Sejak awal, keputusan Luna untuk ikut ke Rusia. Seharusnya, Luna mendengarkan suara hatinya dan mengikuti firasatnya. Jika dirinya tidak terjebak dalam tipu muslihat Dominik, Luna tidak mungkin sampai berada di titik ini. Luna tidak mungkin terbawa arus dan menjadi seorang penjahat sama halnya dengan Dominik.Luna mendengar deru mobil, lalu melirik jam dinding. Ini jam satu pagi, dan Dominik baru kembali dari urusan pe

    Last Updated : 2020-10-04
  • The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)   29. Dimulai

    Setelah hampir dua minggu menghabiskan waktu bulan madu berkeliling dari satu negara ke negara lainnya, tibalah saat di mana Dominik dan Luna kembali ke Rusia. Ternyata, ada beberapa hal yang terja

  • The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)   28. Fontana

    “Sepertinya, rencana kita hari ini kita urungkan saja,” ucap Dominik tiba-tiba membuat Luna yang sudah merapikan diri menatap penuh tanda tanya pada sang suami yang tampak tampan dengan setelan kasualnya.

  • The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)   27. Rome & Juliet

    “Kita mau ke mana lagi?” tanya Luna saat Dominik kembali mengajaknya berpindah dari desa indah yang sudah mencuri hati Luna. Setelah membawa Luna menikmati sensasi melayang di udara den

  • The Hottest CEO (Bahasa Indonesia)   26. Paralayang

    Chapter 1 Paralayang

More Chapters

Reviews

no comment
No comment yet

Chapters

Read

Download

You might like

Remarry (Indo)
I SHARE MY BODY WITH YOUR BOS (Indonesia)
CHRISTOPHER SI PSIKOPAT
Devil Bodyguard (INDONESIA)
Beautiful Doctor VS The Cyber Police
Rich Man (Bahasa Indonesia)
Remarry (Indo)

Remarry (Indo)

Nhovie EN

Warning!! Mengandung sedikit kekerasan, hubungan pernikahan, emosi, airmata dan hal krusial lainnya. Bijaklah dalam memiih bacaan.---Rafa yang sudah memberikan talak 3 kepada Nisa, ingin memiliki kembali wanita itu.Namun secara agama, Rafa tidak mungkin bisa kembali kepelukan Nisa. Kecuali jika Nisa menikah lagi dengan orang lain kemudian laki-laki itu menceraikannya. Namun Rafa yang licik dan sekarang sudah berubah menjadi pria yang kaya raya, melakukan segala cara untuk bisa menikahi Nisa kembali."Kau sudah tidak berhak atas diriku Rafa Purnawan. Kau bukan siapa-siapaku lagi, aku berhak bahagia dengan pria manapun yang aku mau.” Nisa memberontak ketika diperlakukan kasar oleh Rafa."TIDAK AKAN.” Rafa berteriak dengan sangat keras.Rafa yang begitu menggilai Nisa memperlakukan wanita itu dengan sangat kasar. Rafa terbakar cemburu melihat Nisa tersenyum bahagia bersama suami barunya. Rafa lebih baik melihat Nisa mati daripada harus bahagia bersama pri lain. Rafa juga terbakar amarah ketika Nisa menolaknya.Bagaimanakah kisah Rafa dan Nisa selengkapnya?Apakah Nisa akan bahagia, atau berujung Derita yang tiada berujung? Jangan lupa follow aku ya, salam sayang untuk semuanya.

download Remarry (Indo)Download the book on the App

To Readers

Jiang Sese dapat dengan jelas mengingat betapa acuh tak acuh ayahnya ketika dia mengatakan kepadanya: "Setelah kamu pergi, jangan pernah menyebutkan bahwa kamu berasal dari keluarga Jiang, jangan sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri." Tunangannya bahkan lebih kejam, mengkritiknya dengan ekspresi menghina di wajahnya. "Jiang Sese, bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang begitu menjijikkan?" Kenangan ini membangkitkan Jiang Sese yang sudah lemah.2   YINI

Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy