로딩 중
홈/ 전체 /Sorry, this is my heart /Chapter 1
Sorry, this is my heart

Chapter 1

작가: Iestie Adja
"게시일: " 2020-09-14 20:35:44

Kayla seorang mahasiswi tingkat akhir yang tengah proses menyelesaikan skripsinya, disukai Ilham seorang mahasiswa semester 6 yang umurnya ternyata sepantaran hanya lantaran Ilham pernah menunda waktu kuliahnya selama satu tahun. Ilham yang awal mengenal Kayla lewat temannya yang bernama Dian, yang tanpa disangka Ilham ternyata membuatnya justru tertarik dan suka dengan pribadi Kayla yang terkadang ceplas ceplos. 

“Yan, kenalin gua sama temen lu yang jomblo dong… “ucap Ilham 

“Mau buat apa? “ tanya Dian 

“Nasi bungkus. Gila aja lu nanya buat apa, lu kira gua apaan? Ya kalau cocok mau gua jadiin pacar terakhir lah…. “

“Ntar cuma lu buat main-main lagi”

“Sialan lu, gua cowok baik-baik neng. Gimana ada gak? “

“Ada, namanya Kayla. Setahu gua dia belum pernah punya pacar anak kampus sini. Dan sejauh ini sih masih jomblo. Tapi dia dah mau wisuda, lu gak malu deketin cewek pinter? “

“Jadi dia pinter? Udah mana nomernya…  Kalau seangkatan lu mah gak tua-tua juga. Sini nomernya… “

“Ntar gua kirimin. Dah ya, gua ada kuliah…. “

----------

Malam kira-kira pukul 20.00 handphone Kayla berbunyi, panggilan dari nomer baru dengan profil cowok. 

“Siapa? “ ucap Kayla penasaran kemudian diterima panggilan itu. 

“Hallo… “

“Assalamualaikum…  Kayla ya? “

“Wa’alaikum salam, iya…  Ini siapa ya?”

“Gua temennya Dian, dapet nomer dari Dian”

“Iya, teruusss…. “

“Nama gua Ilham “

“Iya, ada yang bisa dibantu? “

“Cuma pengen kenalan aja. Dian cerita banyak tentang kamu katanya suka bantuin kerjain tugas dia, suka mencuri perhatian dosen lewat pertanyaan kritis kamu, katanya kamu pinter. “ Ilham mulai keder karena sudah pakai bahasa lu lu gua gua ternya tanggapanya begitu. 

“Masa sih? “

“Hmmmm, boleh kan gua kenalan? Maksudnya aku ke kenalan… “

“Boleh…  “

“Terusss …. “

“Ya teruss mau apa? Bingung deh aku malahan”

“Yaudah besok kalau ada waktu ketemuan ya… di kampus juga boleh”

“Wah maaf mas, aku besok gak ke kampus. Aku sambil momong anak orang ini, siangan aja ya abis aku selesai momong anak orang. “

“Oke deh, besok aq chat kamu ya… “

“Iya”

“Yaudah, Assalamualaikum… “

“Iya, wa’alaikum salam… “

Siangnya lantaran penasaran Ilham benar-benar menemui Kayla, mereka janjian di sebuah tempat makan disaat jam makan siang. Ilham sudah datang terlebih dahulu menunggu di meja pojok. Sembari menunggu dia mengirim pesan pada Kayla. 

*Aku sudah sampai ya, di meja pojok pake kaos putih*

*Ok, aq otw*

Setelah beberapa lama akhirnya Kayla sampai. Setelah memparkirkan motor matic kesayangannya ia segera memutarkan pandangan mencari orang berkaos putih duduk di pojokan. Tapi tidak ada orang yang dicarinya, meja pojok semua kosong. Kayla masuk dan mencari dengan seksama tiba-tiba dari arah belakangnya ada suara mengejutkannya. 

“Kayla ya? “

Kayla langsung menoleh mencari sumber suara, ternyata seorang pria tinggi berkulit sawo matang tengah tersenyum kepadanya. Kayla sedikit bingung siapa orang yang ada di depannya ini. 

‘siapa dia? Belum pernah lihat aku, gak jelek-jelek amat sih, lumayan lah kalau buat nemenin kondangan bohongin temen-temen. Eh iya, mukanya sih kaya yang d profil semalam telpon. Berarti ini orangnya’batin Kayla. 

“Eh, maaf…  gua salah orang ya? “ kata pria itu salah tingkah. 

“Bener kok mas, aku Kayla”

“Kenalin gua Ilham… “ mengulurkan tangan mengajak berjabat tangan

“Kayla (bersalaman) tadi katanya di pojokan… “

“Iya, baru dari toilet. Ayo kita duduk di sana… “ ajak Ilham ke meja yang tadi untuk menunggu Kayla. 

Mereka memesan makan dan bercerita panjang lebar. Karena memang Kayla pribadi yang humble jadi mudah saja dia untuk cepat kenal dengan Ilham. 

Sejak pertemuan itu Ilham makin sering telpon ataupun berkirim pesan, dan terkadang mereka ketemu walau hanya sekedar untuk makan siang saja. 

Dari kedekatan itu akhirnya membuat Ilham tumbuh benih suka terhadap Kayla. Pribadi Ilham pun berubah menjadi lebih baik terlihat dari bahasanya yang tidak lagi menggunakan bahasa lu lu gua gua. Seringkali Ilham mengatakan suka dan ketertarikannya pada Kayla secara langsung ataupun melalui telepon atau chat. Tapi setiap itu juga Kayla memutar-mutar topik pembicaraan, bahkan tak jarang dia menolak Ilham dengan candaan juga terkadang membuat Ilham patah hati. 

Meskipun seringkali ucapan Kayla membuat Ilham patah hati dengan gaya penolakannya yang santai justru membuat Ilham semakin penasaran dan berusaha untuk selalu mendekatinya. Ilham menganggap penolakan Kayla hanya ucapan yang tidak serius. 

--------

 “ Hahhh? Udah di depan?!!"  

Suara Kayla kaget sambil mematikan handphone nya. 

Kayla adalah seorang mahasiswi tingkat akhir yang sedang proses penyelesaian skripsinya.  Selain itu ia juga tengah disibukkan dengan profesi barunya sebagai guru TK. 

"Gila dia, tiba-tiba aja udah didepan... " katanya sambil melangkah keluar sekolah dan mencari orang yang sedang menunggunya. 

" Hay... " sapa seorang laki-laki muda yang belum juga turun dari sepeda motornya lengkap dengan helm yang masih menempel dikepalanya. 

" Ngapain tiba-tiba kesini, Ham? " tanya Kayla sedikit sewot. 

" Sudah siang nona, makan yuukk... " 

" Haaa... " kayla melongo

" Murid kamu kan sudah pulang dari tadi.  Nungguin apa lagi? " ucap pemuda yang bernama Ilham itu. 

" Jauh-jauh ke sini cuma mau ngajakin makan? Kuliah kok kelayapan nyampe sini. "

" Aku dah sampai sini nih, gak kasihan apa? "

" Temanku belum pada pulang"

"Gakpapa, aku tungguin disini. " jawab Ilham dengan senyum

" Gila ya... " ucap Kayla sambil masuk kembali ke sekolah hendak ijin pulang duluan. 

--------

" Buk... "ucap Kayla pada seorang wanita paruh baya rekan kerjanya. 

" Iya, bu Kayla. Gimana, mau pulang duluan? " tanya Bu Rida seraya meledek. 

" Hihihi ...  Ada temen saya buk. Ngajak makan katanya... "

" Udah, sana duluan. Ini saya juga dah mau pulang kok.  Gakpapa... " jawabnya dengan senyum. 

" Makasih ya buk... " segera mengemasi barang-barangnya dan memasukan kedalam tas tentengnya. 

" Cieee, bu Kayla.... " ledek satu temannya lagi yang baru saja masuk ke ruang guru. 

" Apa sih bu Mita ini, itu temen buk bukan siapa-siapa. "

" Lebih juga gakpapa...  Kita dah pernah muda kok.  Iya kan bu Rida? "

" Bener... " sahut bu Rida kepala sekolah yang baik dan murah senyum itu.  

" Kalau begitu saya pamit dulu ya.... " bersalaman dan menjabat tangan dua rekan kerjanya itu. 

Langkahnya kemudian menuju parkiran sepeda motor hitam yang sedang tenang terparkir. Dengan sedikit lebih cepat dari biasanya Kayla masukan kunci dan segera tarik gas pelan tapi pasti hingga sepeda motor matic nya itu melaju keluar gerbang mendekati Ilham yang sedang menunggunya sambil bermain hp. 

"Ayukk... " kata Kayla

" Kemana?" ledek pria berkulit sawo matang itu. 

" Jadi gak? Kalo gak jadi sih aku mau pulang aja. "

" Jadi, jadi...  Maksudnya dimana? " jawab Ilham dengan senyuman. " oya, Kay...  Pake motorku aja gimana? "

" Ogah, pulangnya susah"

"Ya aku anterin lagi nanti, lumayan hemat bensin" bujuk Ilham. 

"Udah ah, sendiri aja." jawab Kayla "aku yang nyari tempat ya... "

" Siap...  Aku ngikut dari belakang. "

Motor Kayla melaju lebih dulu kemudian disusul Ilham dengan motor matic warna merah. Kayla menuju sebuah rumah makan yang lumayan elite yang ada di kota Purworejo. Yah kota kecil dengan kenyamanan tersendiri bagi penghuninya, kota yang selalu ramah untuk para penduduknya. 

------

"Di sana aja ya, Ham... "tunjuk Kayla ketika sampai di pintu masuk, menunjuk tempat duduk yang dekat dengan kasir. 

" Oke ... "

Tak berapa lama seorang pelayan datang dengan membawa buku menu yang ditangkupkan di tangannya.  Dengan sopan buku tersebut ia berikan pada Kayla dan Ilham yang sedang duduk berhadapan itu.  

" Silakan mau pesan apa? “ ucap pelayan dengan sopan sambil memberikan buku menu pada Ilham dan Kayla. 

Setelah beberapa waktu memilih menu yang tersedia akhirnya Kayla menentukan pilihannya dengan cepat. 

“Nasi goreng sosis sama lemon tea y mbak... Kamu apa ham? “

“Udah samain aja mbak... “

“Baik, silahkan tunggu dulu ya... “ jawab pelayan dengan sopan sambil menerima kembali buku menu yang diberikan kedua pelanggannya itu kemudian beranjak meninggalkan mereka. 

“Apa gunanya coba tadi lihat-lihat buku menu kalau ujung-ujungnya ngikut pesenanku? “ tanya Kayla datar. 

“Buat pantes-pantes aja sih... “ jawab Ilham sambil senyum melihat wanita berjilbab yang duduk didepannya itu. 

“Dasar ... “

“Kenapa? Dasar ganteng gitu ya? “

“Aisshhh... “

Ilham justru tertawa melihat tanggapan temannya itu. 

“Kay, berarti bentar lagi kamu sidang skripsi terus wisuda ya? Kalau lulus kan? “

“ Sembarangan kamu ya...  Pasti lulus lah aku. Gini-gini juga aku lumayan nyambung kalau masalah kuliah. “ jawab Kayla sedikit emosi. 

“Berarti nanti gak bakal ketemu di kampus ya kita? “

“Perasaan dari awal kenal kamu, belum pernah deh kita ketemu di kampus. Padahal prodi kita sebelahan. Apa jangan-jangan kamu tuh gak kuliah disitu ya? “

“Sembarangan kamu ya, kemarin siang  jam setengah satu aku lihat kamu di depan prodimu sama satu temenmu nunggu dosen kalau gak salah.... “ jawab Ilham sambil tertawa. 

“Kalau kamu lihat aku kenapa gak nyapa?”

“Takut kamu malu nanti”

“Dasar kamu ya... “

Tiba-tiba pelayan datang membawa pesanan dan menghidangkan di depan mereka. 

“Silakan mas, mbak... “ucap pelayan dengan sopan. 

“Makasih ... “jawab Kayla dengan senyum juga. 

Pelayan meninggalkan meja mereka. Tanpa dikomando Kayla langsung menyantap pesanannya tanpa ragu dan jaim dengan temannya itu. 

“Bismillahirrahman nirrahiim... “ 

Tanpa sungkan langsung memakan dengan lahap. Tanpa peduli apakah pria di sampingnya itu sudah mulai makan juga atau belum. 

“Kamu lapar ya Kay? “

“Iya dong, kamu ngajakin kesini buat makan kan? “

“Kan yang ngajakin kesini kamu Kay... “ jawab Ilham sambil menyedot minumannya. 

“Ups ...  “ Kayla terhenti sambil melirik Ilham. 

“Biasanya sih yang ngajak yang bayarin ya Kay... “

Kayla terhenti dan memandang Ilham sembari mikir isi dompetnya ‘kalo aku yang bayar pake apa nih? Mahasiswa akhir kaya aku mana punya duit buat traktir-traktir. Lagipula ngajar di TK kan gajinya cuma bisa buat beli bensin doang, orang aku cuma nyari kesibukan’ ucapnya dalam hati. 

“Kenapa Kay? “ tanya Ilham senyum sambil memulai makan. 

“Serius ini jadinya aku yang bayar? Kan kamu yang ngajakin aku tadi, nyamperin ke sekolah segala. “ ucap Kayla sedikit bingung. 

“Yang ngajakin di sini kamu kan? “

“Iya sih, tapi kan... “

“Berarti yang ngajakin kan Kay yang bayar? “

Belum sempat Kayla menjawab tiba-tiba Ilham sudah menjawab lebih dulu. 

“Udah Kay, aku becanda kali...  Aku yang bayar, aku yang ngajakin karena aku pengen ketemu kamu. “ucap Ilham sambil senyum menatap Kayla. 

Kayla hanya tersenyum malu mendengarnya. Mereka melanjutkan makan siangnya dengan terkadang Ilham melempar kata-kata yang seringkali membuat Kayla sedikit jengkel tapi setelah itu mereka senyum-senyum kembali. 

다음 내용을 궁금하신가요?
이어 보기
이전 챕터
다음 챕터

에 작품 공유하기

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

최신 챕터

Sorry, this is my heart    Chapter 28

Pagi saat semua orang sedang bermalas-malasan di tempat tidurnya karena hari minggu, Kayla dan bu Murni sedang membuat kue untuk dibawa Kayla ke rumah Dicky. Kayla terlihat serius dan semangat membantu ibunya. Sesekali bu Murni tersenyum melihat anak gadisnya itu kini sudah dewasa, sudah hendak dikenalkan pada keluarga kekasihnya. Padahal seperti baru kemarin ia melihat Kayla berebut mainan dengan Rafi dan berujung tangisan salah satu dari mereka.“Kay... Bukannya kemarin kamu sudah beli tiket kereta? ““Sudah bu, tapi dibatalin kemarin karena mas Dicky kan semalam nginep di mess dosen supaya pagi bisa jemput aku. Malah gak perlu susah payah ke stasiun juga kan bu? “ jawab Kayla senang sambil membantu mencetak kue kering di hadapannya.“Syukurlah kalau gitu, ibu juga senang kamu dekat dengan laki-laki dewasa dan tanggung jawab seperti Dicky.” Ucap bu Murni yang ditanggapi Kayla dengan tersenyum. “Serasa baru

Sorry, this is my heart    Chapter 27

Siang itu menjelang waktu istirahat pelatihan Dicky sudah ditutup artinya ia bisa kembali menikmati hari-harinya dengan leluasa. Hari-hari sibuknya bisa kembali ia rangkul dan tentu saja ia lebih mudah untuk komunikasi dan bertemu dengan kekasihnya kembali.Selesai penutupan kegiatan, semua peserta segera menuju kamarnya masing-masing untuk mengambil barang, tak terkecuali juga dengan Dicky. Sampai di kamar ia segera mengambil tas ransel yang berisi pakaian dan perlengkapannya yang sudah ia bereskan tadi malam.“Langsung pulang kan pak? “ tanya Dicky pada teman sekamarnya.“Iya mas, anak saya sudah nanyain terus. Nanti ambil surat tugas sama jatah makan dulu sebelum pulang... “ jawab lelaki yang lebih tua dari Dicky kira-kira 6 tahunan itu.“Iya mas... Pasti senang tuh putrinya kalau tahu ayahnya pulang. Ayahnya juga senang banget pasti karena bisa ketemu lagi sama ibu dari anaknya... “ledek Dicky.“Pasti d

Sorry, this is my heart    Chapter 26

Pagi hari saat mentari mulai menampakkan sinarnya, keluarga pak Hermawan sudah siap semua untuk aktifitasnya masing-masing. Pak Hermawan dan Kayla sudah siap dengan seragam kerjanya, Rafipun sudah siap dengan seragam sekolahnya. Semua berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama sebelum berangkat. Disela-sela makan sesekali mereka ngobrol ringan.“Fi, dah selesai belum? Ayah tunggu di luar ya... “ ucap pak Hermawan pada Rafi kemudian menuju teras diikuti bu Murni.Setelah selesai Rafi dan Kayla menuju ke teras, Rafi ikut berangkat bareng ayahnya sedang Kayla salaman mengantar ayah dan adiknya berangkat. Karena Kayla agak siang dibanding adiknya maka Kayla lebih sering masuk lagi dan mencuci piring bekas sarapan, baru setelahnya bersiap menggunakan jilbab dan persiapan yang lain baru kemudian berangkat.Saat mencuci piring Kayla teringat ucapan Dicky semalam jika ia merasa hal aneh tentang dirinya, dan saat yang sama ia tengah bertemu dengan Aldi wal

Sorry, this is my heart    Chapter 25

Malam Itu suasana ruang pelatihan masih terlihat ramai meski jam di dinding ruangan sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Terlihat para peserta yang semua anggotanya adalah dosen itu tengah memperhatikan penjelasan dari pembicara pelatihan sambil sesekali mereka memandangi laptop masing-masing untuk mengerjakan tugas dari pembicara. Tak terkecuali juga dengan Dicky yang tengah fokus dengan pelatihan malam itu.Anggota pelatihan mayoritas sudah berumur, namun beberapa juga masih muda termasuk Dicky yang saat ini duduk di barisan nomor dua bersama peserta lain. Sesekali ia melihat walpaper dari tampilan laptopnya, iya foto dirinya bersama Kayla yang terlihat sangat bahagia. Ia tidak bisa membuka hp nya karena adanya aturan saat penyampaian materi hp dinon-aktifkan.Semua peserta bisa menghubungi keluarganya hanya di saat istirahat dan saat malam ketika selesai semua sesi pelatihan atau jika pagi maka pagi sekali sebelum acara dimulai.Beberapa menit kemudian sesi

Sorry, this is my heart    Chapter 24

Sore hari yang cerah, udara tidak terlampau panas sinar mentari berwarna orens mulai bersinar. Di teras dekat kolam kecil Kayla dan ayahnya duduk santai berdua sambil memberi makan ikan-ikan yang kini berubah kecil sejak acara bakar-bakar sebelumnya. Sedang ayahnya membersihkan daun kering yang jatuh di pot-pot kecil pohon bonsainya.“Yah, besok mas Dika itu lamaran langsung apa baru tunangan sih? ““Lamaran, gak tunangan segala. Selang sebulan dua bulan terus nikah, kasihan anak orang kalau tunangan segala dan jaraknya lama sampai pernikahan. ““Emang kenapa yah? ““Perempuan kalau tunangan dan jaraknya lama itu ibarat kupu-kupu dia gak bisa lagi terbang bebas. Padahal setelah tunangan biasanya godaannya lebih besar. Laki-laki juga kalau sudah tunangan terkadang suka berfikiran kalau tunangannya itu adalah miliknya jadi yang ditakutkan tidak bisa mengerem nafsunya. Itu kalau pandangan ayah... “&ldqu

Sorry, this is my heart    Chapter 23

Kayla PovSiang itu setelah keluar dari sekolah tempatnya mengajar Kayla segera melajukan motornya ke kampus. Dengan hati bahagia bak baru saja mendapat bongkahan berlian ia melaju melewati jalanan Purworejo yang cukup ramai dan indah menurut Kayla. Suasana biasapun akan menjadi indah bagi seorang yang tengah berbunga-bunga karena akan bertemu dengan pujaan hatinya sebelum ia mengikuti rapat.Hampir sampai di kampus tiba-tiba sepeda motor yang ia naik berhenti tanpa mendapat komando dari si pengemudi. Dicoba berkali-kali dinyalakan namun tetap saja tidak berhasil. Seketika ia melihat arloji yang melilit tangan kirinya dengan penuh kecemasan.“Ya ampun, setengah jam lagi dia rapat. Ini motor kenapa berhenti mendadak sih... “ gerutu Kayla sambil mengamati motornya. Mulai ban ia periksa semua ternyata tidak ada masalah, kemudian ia memandangi motor itu penuh iba karena meski dilihat-lihat oleh dirinya sepeda motor itu tidak terlihat sakit at

Sorry, this is my heart    Chapter 22

Pagi hari rutinitas Kayla bersama anak-anak didiknya terlihat lebih santai. Tidak ada kejadian murid yang berkelahi ataupun kecelakaan kecil sehingga benar-benar hari yang menenangkan bagi Kayla. Semua muridnya hari ini terlihat sangat manis, penurut dan juga pintar semua. Entah semua itu karena

Sorry, this is my heart    Chapter 21

Selesai makan dan membereskan semua perlengkapan, semua berada di ruang depan. Pak Hermawan dan bu Murni duduk di sofa yang menghadap ke pintu, Dika dan Rahma duduk di sofa panjang yang menghadap ke kamar depan. Sementara Kayla, Dicky dan Rafi memilih duduk di bawah menyandar pada sofa yang tak b

Sorry, this is my heart    Chapter 20

Minggu pagi kira-kira pukul 9 Kayla dan keluarganya tengah berkumpul di teras rumahnya membersihkan ikan bersama. Garasinya di sulap jadi dapur umum, mobil avanza silver di parkirkan di bahu jalan tepat depan rumahnya, sedang dua sepeda motor diparkirkan tepat di luar pintu masuk rumahnya.

Sorry, this is my heart    Chapter 19

Bakda maghrib semua keluarga pak Hermawan berkumpul di ruang depan tv. Pak Hermawan dan bu Murni duduk di sofa, sedang Kayla, Rafi, Dika dan satu wanita muda duduk di karpet bulu di bawahnya. Semua terlihat menikmati kebersamaan, namun terlihat wajah canggung dan malu dari wanita muda yang asing

더보기
작품 다운로드
GoodNovel

앱에서 작품을 무료로 다운로드하세요

다운로드
원하는 항목을 검색하세요.
보관함
검색하기
로맨스가상역사도시마피아시스템판타지LGBTQ+아놀드MM Romancegenre22- 韩语genre26-한국어 번역genre27-.请勿使用한국어 번역genre28-한국어 번역
단편 소설
하늘미스터리 추리현대 도시세계 종말 생존액션 영화SF 영화로맨스 영화피비린내 나는 폭력로맨스학원물서스펜스/스릴러상상력물환생현실 감정물늑대인간희망꿈행평화우정똑똑한행복한폭력적인부드러운강력한红安피비린내 나는 대학살살인역사적 전쟁판타지 모험과학 소설기차역
만들기작가 혜택공모전
핫 장르
로맨스가상역사도시마피아시스템판타지
연락처
회사 소개도움말 및 문의비즈니스
자료
앱 다운로드작가 혜택콘텐츠 정작품키워드인기 검색어작품 이뷰팬픽션FAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
커뮤니티
Facebook Group
팔로우하기
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
이용약관|개인정보