Unduh Buku Gratis di Aplikasi
Kado (2)
Penulis: Nona KireinaSesuai dengan perintah sang tuan muda, saat ini Elia sedang mengemudikan mobilnya menuju boutique Lunia yang ada di pusat kota.
Jarak tempuh yang dibutuhkan hanya memakan waktu satu jam dua puluh lima menit saja, Elia yang baru saja memarkirkan mobilnya di garasi dan segera turun.
Dia melangkah masuk kedalam boutique setelah mendorong pintu kaca yang bertuliskan push itu.
"Selamat siang tuan, selamat datang di boutique Lunia.." seorang pelaya
Bagikan buku ke
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Bab terbaru
Rich Man (Bahasa Indonesia) Pernikahan
Kedua mempelai baru saja selesai mengikrarkan janji suci sehidup mati, bibir mereka saling merasai dengan lembut. Tamu yang hanya di hadiri oleh pihak keluarga mempelai pria dan orang-orangnya saja, cukup untuk melengkapi kebahagiaan ini. Sagaara dan Lovely yang kini sudah duduk di sebuah meja VVIP entah apa yang sedang mereka obrolkan, terlihat hangat dan bahagia. Oh ya, jangan lupakan sosok pria muda yang ternyata baru saja kembali dari London, namanya Aditi, putra semata wayang Ars dan Liora. Adit memakai setelan jas putih dengan rapih, dia sedang berdiri tak jauh dari kerumunan. Sungguh pria yang tak menyukai keramaian, ditangannya sudah menggenggam segelas juice mallbaery yang nikmat. Dia tak suka alkohol, ibu dan ayahnya sangat tak menyukai apapun yang berbau alkohol. "Ars, dimana Adit?" tanya Sagaara usai menyeruput minumannya. "Di
Rich Man (Bahasa Indonesia) Hari yang baru
Semua persiapan pernikahan telah dilakukan oleh pihak keluarga Henry, ya namanya juga kan orang kaya tinggal menjentikan jari apa pun yang dia inginkan sudah pasti akan terpenuhi. masalah biaya kalian tak perlu meragukannya lagi.Dita yang sudah memakai gaun pengantin itu pun sedang menatap pantulan dirinya yang ada di dalam cermin, cantik dan sempurna.itulah gambaran yang pas untuknya, "Kau sudah siap?" seru Henry menyadarkannya dari lamunan.Dita tersenyum sembari menoleh kearah Henry yang berada diambang pintu, kemudain mengangguk. "Iya..."Binar mata cokelatnya menatap sejuk pada manik hitam tegas Henry, siapa yang akan menyangka jika pertemuan mereka yang dikarenakan sebuah kesalahpahaman malah akan membawanya hingga di titik sekarang ini.Henry melangkah mendekatinya, dia berlutut dihadapan sang gadis lalu mengeluarkan sebuah cincin berlin dari dalam saku jasnya."Bersediakah kau menikah denganku, sayang?"Me
Rich Man (Bahasa Indonesia) Sabar
Ditatapnya dengan lekat wajah yang sednag tertidur dengan pulas itu, Henry mengelus lembut pipi Dita. "Jangan menangis lagi." bisiknya dengan lirih, perlahan ia mendekatkan bibirnya dikening gadis itu lalu menciumnya. Seolah tak ingin berhenti Henry kembali menciumnya lagi tapi kali ini di bibir ranum Dita yang merah. Tangannya menyusup masuk kedalam pakaian Dita, meraba-raba. "Akh! Sialan, apa sih yang aku fikirkan?!" Henry menggeleng cepat lalu segera keluar kamar untuk menenangkan dirinya. "Aku pasti sudah gila.." Sial sekali kau Henry, bahkan dalam keadaan galaupun seekor cicak berani mengolokmu. *** Henry yang sudah berada didalam kamar nya di lantai bawah, dia baru saja selesai mandi. Rambutnya basah berantakan, tubuh kekar yang hanya terlilit handuk di bagian pinggulnya aaaaah sungguh pemandangan yang indah. Dia duduk sebenta
Rich Man (Bahasa Indonesia) Kau Gadisku
Henry membalas pelukan Dita lalu menatap Lucas, "Sadari diri kalian, teruatama kau! Dasar penyamun!" tandas Henry pada Sera yang dibalas dengan tatapan terkejutnya. "Seperti yang Anda katakan barusan, mulai detik ini tidak ada lagi hubungan apa pun diantara kalian." Henry melepaskan pelukannya dari Dita, lalu mencengkram pergelangan tangannya. Kemudian melangkah keluar kamar memabawa gadisnya. *** Henry masih melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sebuah boutique ternama di ibu kota. "Hapus air matamu, jangan menangis lagi. Lupakan saja mereka dan mulai sekarang didunia ini kau hanya memiliki ku seorang." "Kita mau kemana?" tanya Dita dengan suaranya yang sedikit serak. "Boutique, aku akan mempercepat hari pernikahan kita " "Apa?" "Kenapa, kau terdengar tidak suka.. bukankah tadi kau se
Rich Man (Bahasa Indonesia) Jangan Sentuh Wanitaku
Batas kesabaran Dita juga ada batasnya, ia tak akan bisa menerima tuduhan yang tak pernah dilakukan. "Apa yang sebenarnya kakak inginkan, kenapa terus-terusan membahas persoalan pria itu?" "Baiklah karena kau yang bertanya jadi aku tak akan bernada basi lagi.." Sera diam sejenak lalu melangkah mendekatinya. Dia berbisik di telinga Dita dengan satu tangannya yang mencengkram pundak Dita, "Berikan dia padaku!" "Tuan muda hanya pantas menikah dengan ku, bukan dengan mu!" tandas Sera kemudian mendorong Dita sekuat tenaga hingga terduduk. "Aaarrgghh!!" rintih Dita setelah di dorong sekuat itu, "Tak kusangka ternyata hatimu sepicik itu! Setelah menghinanya dan sekarang tahu identitasnya kau bahkan sampai tega memfitnahku di depan ayah -" Plak! Sera melayangkan tangannya tepat mengenai pipi mulus Dita, "Diam kau! Tutup mulutmu yang busuk itu! Mem
Rich Man (Bahasa Indonesia) Menyudutkan
Dita menatap mereka secara bergantian, lalu menatap ayahnya sembari melangkah mendekat. "Ayah, kumohon percayalah padaku.. aku tidak mungkin melakukan hal sehina itu, ayah." "Sayang jangan percaya padanya.. jika mereka tak melakukan apa pun lalu kenapa tuan muda Henry enggan untuk singgah mesikpun hanya sebentar?" Saat Dita mencoba menyentuh tangan Sanga ayah, dengan cepat Lucas mengangkat tangannya setengah dada dan membuat Dita mengurungkan niatnya. Tangannya jatuh lemas menggantung dengan sorot mata sedihnya. "Masuk ke kamar mu, dan jangan keluar! Pelayan yang akan mengantarkan makan malam serta melayani semua keperluan mu!" tandas Lucas dengan tegas. "Ayah, dengarkan d
Rich Man (Bahasa Indonesia) Penebus Kesalahan
Jantung Dita berdebar kencang saat ia berada di dalam pelukan Henry, manik coklatnya mulai berkaca-kaca dan hampir membanjiri wajah cantiknya itu."Tidak ada gunanya kau menangis.. karena ini semua sudah menjadi takdirmu." tegas Sagaara sembari melepas kunciran rambut Dita lalu m
Rich Man (Bahasa Indonesia) Identitasnya (3)
Ibu tersenyum seolah senyuman itu sedang menghinanya, pandangan matanya tertuju pada goodie bag yang sedang di genggam Dita."Hmph! Darimana kau mendapatkan uang untuk membeli kado? Dasar pencuri.." ibu membalikan goodie bag dan membuat kedua gaun itu jatuh kelantai.
Rich Man (Bahasa Indonesia) Identitasnya (2)
Jam kantor sebentar lagi habis dan Dita benar-benar ingin memastikan nya sekali lagi, apakah Henry memang tak datang untuk bekerja.Buru-buru dia meraih jaket dan tas kerjanya dan segera masuk ke dalam lift yang akan membawanya ke lobi.Ting!Pin
Rich Man (Bahasa Indonesia) Kado
Dita dan Dian sudah duduk dilantai dengan bersandar di dinding, lalu saling bersitatap kemudian tertawa kecil."Sudahlah tidak perlu mencaritahunya lagi, lebih kita ke kantin saja.." ajak Dian."Hm.. ya benar juga.." tapi aku masih penasaran siapa sebenarnya Henr
