Download the book for free
Bab 6 Kota Flower
Author: Anita An“Kapan?”
“Saat aku menjemputnya dan membawanya kemari. Aku pergi meninggalkannya karena dia masih ketakutan, aku tidak mau membuatnya sampai jatuh pingsan. Maka dari itu aku memintamu untuk menemaninya!”
“Akira, ya aku mengerti sekarang. Aku dan Aresha akan menemaninya besok, kamu persiapkan saja dirimu baik- baik. Ya, nanti akan ada waktunya juga untukmu bertemu dengannya. Kami berdua tidak mungkin terus menemaninya” ucap Yasashi.
“Kenapa? Bukankah akan lebih baik kalian berdua menemaninya, dengan begitu dia akan menerima kalian kan?”
“Ya benar sih, tapi dengan begitu pula ia akan menaruh hatinya padaku!” ucap Yasashi tersenyum manis.
Ucapan Yasashi tidaklah lucu bagi Akira, justru Akira di buat kesal dengan ucapan itu.
“Apa maksudmu?” ucap Akira sembari berdiri dan mengepalkan tangannya.
Spontan Yasashi tertawa kecil, “Hahaha.... kalau begitu beranikan lah dirimu untuk menerima dirimu apa adanya. Jika memang takdir seperti itu maka tidak akan ada yang menghalangi kalian berdua kan?”
Akira pun berhenti marah pada Yasashi, Akira kembali duduk di sofa. Ia tersenyum manis dan kala tertawa kecil.
“Ya baiklah- baiklah. Urus saja dia dulu dengan baik, jangan biarkan di pulang lebih cepat!” ucap Akira memutuskan.
Putri Aresha dan Pangeran Yasashi tersenyum manis. Mereka menyetujui keputusan ini sekarang.
Perlahan- lahan rembulan malam dan bintang yang indah pergi meninggalkan negeri ini, kepergian mereka digantikan oleh arunika yang memberikan kehangatan dan kehidupan.
Aku terbangun dan merasakan kegelapan akan tempat ini. Aku merasa matahari telah bersinar terang di luar. Aku pun bergegas bangun dan segera membuka tirai jendela. Begitu terbuka aku melihat pemandangan indah, hutan belantara yang kulihat malam tadi itu memang benar, itu adalah hutan dan tempat ini yang tidak begitu ditumbuhi oleh tanaman dengan subur. Aku sekarang berada di istana seseorang, dan ini bukan lah mimpi. Untuk memastikan ini benar- benar nyata, aku mencubit tanganku sendiri hingga aku kesakitan.
“Awwww.... sakit! Ya ampun ini bukan mimpi....( beberapa saat kemudian aku tersadar) Apa? Ini bukan mimpi! Lalu aku berada dimana? Ya ampun, aku harus menemui Aresha! Mungkin dia bisa menjawab pertanyaanku sekarang, tapi... aku harus membersihkan diriku. Ya, tapi jika begitu maka aku tidak punya pakaian lain. Oh ya...( melirik lemari dan mendekatinya, lalu membuka lemari. Melihat lemari dipenuhi oleh gaun yang indah) wow.... gaun yang indah! Baiklah, pilih satu!” ucapku pada diri sendiri dengan semangat pagi.
Tidak lama kemudian aku telah selesai bersiap, dan segera keluar dari kamar ini dengan membawa tasku. Aku tidak akan meninggalkan satu barang pun disini, ya barangku.
Tidak disangka olehku, suasana malam yang sunyi itu telah berubah menjadi suasana ramai. Pagi ini aku melihat banyak orang disini. Mereka semua sibuk dengan kegiatan mereka masing- masing. Bahkan diriku, ya diriku tampaknya telah ditunggu oleh Aresha.
“An, sudah bangun? Sini! Aku mau menunjukan sesuatu sama kamu loh!” ucapnya sembari melambaikan tangan padaku.
Aku yang melihat dan mendengar dirinya pun segera bergegas mendekatinya. Aku segera menuruni anak tangga hingga tiba di dekatnya.
“Ya, apa yang menarik? Oh ya, disini banyak sekali orangnya. Mereka semua siapa?”
“Oh, itu jangan pedulikan mereka. Mereka adalah pelayan dan penjaga di tempat ini. Aku mau menunjukan sesuatu sama kamu loh, tapi kita harus keluar dari sini. Aku mau mengajakmu jalan- jalan, kamu mau kan?”
“Jalan- jalan ya? Tapi aku harus bertemu dengan orang yang membawaku kemari itu loh, siapa namanya?”
“Akira, maksudmu?”
“Ya, Akira!”
“Tenang saja, nanti siang dia akan datang kok. Dia sedang sibuk kalau pagi- pagi begini. Kita jalan- jalan dulu yuk? Pagi- pagi begini biasanya banyak banget loh pedagang yang datang ke kota ini. Mau lihat tidak? Pokoknya ini pasti sangat menarik!”
“Oh ya? Baiklah jika begitu, ya aku akan membeli beberapa barang jika memang ada barang yang bagus!”
“Wah, sama dong! Aku juga berniat gitu. Ayo kita pergi?”
“Yo!”
Aku dan Putri Aresha pun pergi, kami berdua menaiki kereta kuda. Kereta yang menarik dan bergaya klasik. Dalam perjalanan menuju tempat yang menarik itu, kami berbincang.
“Wah, kamu cantik banget hari ini! Aku baru nyadar loh kamu pake gaun” pujinya padaku hingga membuatku merasa malu.
“Ya, terima kasih. Maaf ya aku tidak meminta ijin lebih dulu memakai gaun ini. Apa aku boleh memakai gaun ini?”
“Ya tentu saja, kamu boleh memiliki gaun dalam lemari kamar mu itu loh! Semuanya jika kamu mau!”
“Benarkah? Wah, terima kasih banyak. Tapi bukannya aku menolak, aku lebih suka pakaian yang simpel. Apa ada seperti itu?”
“Pakaian yang simpel ya? Hah, maaf ya aku tidak punya! Tapi aku punya gaun yang memakai bawahan celana loh! Kamu tenang saja, rasanya sih itu ada di lemarimu. Apa kamu sudah membuka semua lemarimu?”
“Ya sudah, ada satu lemari kan? Semuanya berisi gaun!”
“Oh, tidak. Kamarmu itu memiliki lebih dari satu lemari, ya ampun itu salahku! Seharusnya aku menunjukan lemarinya padamu. Setelah ini aku akan menunjukan lemarinya deh padamu!”
“Hahaha... tidak perlu, tidak perlu repot- repot. Ini saja sudah cukup, aku sangat berterima kasih padamu dan juga pada Akira. Akira kan namanya?”
“Ya benar, Akira!”
“Sebenarnya kita mau kemana sih?” ucapku sembari tersenyum manis dan membuka sedikit tirai jendela kereta kuda ini.
“Hah, tenang saja! Bersikap biasa saja lah, sebenarnya kita akan pergi ke kota. Lebih tepatnya ke pusat perbelanjaan. Kamu pasti akan menyukainya!”
“Oh, ya itu cukup menarik. Aku harap bisa menemukan beberapa benda yang bagus!”
Aresha tersenyum manis padaku, ia tak pernah melepaskan pandangannya padaku. Sementara hatinya berkata, “Apa maksudmu cukup menarik? Apa rencanaku tidak menarik? Memang apa yang kamu inginkan hingga kamu bisa mengatakan sesuatu yang menarik? Aku kan cuman melaksanakan perintah Akira, agar kamu bertahan di negeri ini!” kesalnya.
Aku pun terus melihat pemandangan di luar kereta ini, pemandangan yang benar- benar membuatku kagum. Aku seperti berada di dunia masa lalu, semua yang kulihat bergaya klasik dan menarik untuk diperhatikan. Semua orang disini menjadikan kuda sebagai transportasi. Bahkan kulihat ada beberapa orang berpenampilan seperti pendengar dengan pedang, dan panah. Mereka semua terlihat hebat sekali.
Perlahan- lahan kami tiba kota dengan pemandangan yang menarik dan menakjubkan. Kereta kuda ini berhenti, aku pun bergegas keluar bersama Aresha.
“Wah, menarik sekali! Apa nama kota ini?” tanyaku padanya.
“Ya tentu saja seperti kataku, sangat menarik kan? Nama kota ini adalah Kota Flower”
“Apa? Kota Flower?” tanyaku terkejut mendengar nama kota ini, aku merasa tidak asing dengan nama kota ini. Nama kota ini mirip dengan nama kota dalam novel karanganku.
“Ya, Kota Flower.”
“Oh, apakah mereka semua sedang melakukan festival?”
“Festival? Tidak, tidak ada festival di bulan ini. Kenapa kamu bertanya tentang festival?”
“Ah ya karena kupikir mereka seperti mengenakan pakaian festival, pakaian mereka semua menarik. Apa ini sebuah acara?”
Aresha terdiam, dia pun berucap dalam hatinya “Apa maksudmu? Tidak ada festival, tidak ada acara! Mereka memang berpakaian seperti itu gadis bodoh!” kesalnya sementara dirinya terlihat tersenyum manis pada An.
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Pernikahan Raja Vampire (Indonesia) Bab 135
Kegelapan pun mulai menguasai tempat ini, dan semua orang berkumpul di halaman untuk menghangatkan tubuh di dekat api unggun yang dibuat. Ke tiga pangeran pun segera berhenti, dan mereka bergegas mengganti pakaian di penginapan, kamar mereka.Begitu telah selesai mengganti pakaian, mereka berkumpul di ruang tamu.
Pernikahan Raja Vampire (Indonesia) Bab 134
Kazexian dan bawahnnya menghangatkan tubuh di dekat api unggun.“Tuan, sepertinya gadis itu sangat senang. She tidak tahu tuan telah membantunya, tuan benar-benar hebat!” puji orang bawahannya, orang yang dapat he percaya untuk melakukan tugas rahasia. Mereka adalah orang yang setia mengabdi pada Pangeran Kazexian seumur hidup mereka, dan ketiga pangeran juga memiliki orang-orang seperti mereka, ini adalah rahasia mereka.
Pernikahan Raja Vampire (Indonesia) Bab 132
“Aku harap kamu tidak sungguh-sungguh kecewa, brother Kim dan yang lainnya hanya ikut bermain dalam permainan. Kami tahu kamu membuat permainan yang tidak masuk akal itu, kamu ingin menghilangkan kristal naga itu dan membuangnya ke danau naga kan? Kami menyadari perbuatan guru besar berlebihan padamu, tidak seharusnya she menjelekan dirimu. Kami sepakat untuk membagi tugas, brother Kim dan yang lain melakukan tugas mereka untuk berpura-pura saja. Kamu jangan salah paham, dan jangan membenci mereka.”
Pernikahan Raja Vampire (Indonesia) Bab 131
Begitu aku menyingkir semua orang mulai berlari menuju danau naga begitu juga dengan Tuan Idory dan keempat pangeran. Semua orang mencari kristal naga merah itu dengan keinginan mendapatkan kekuatannya, mereka akan lupa dengan teman dan kerabat dekat.Kini hanya ada aku dan dua gadis yang mengucilkan diriku. Aku menghampiri mereka yang tampak kesal itu.
Pernikahan Raja Vampire (Indonesia) Bab 133
Hingga aku lelah, aku tidak berhasil membuat percikan api sedikit pun. Matahari dalam hitungan mundur akan tenggelam dan meninggalkan kegelapan bersamaku.“Huh, lelah sekali. Ya sepertinya aku akan mati dalam kegelapan!” ucapku menyerah.
Pernikahan Raja Vampire (Indonesia) Bab 130
Aku merasa Kazexian menyadari rencanaku, he tidak terlihat bodoh untuk rencana ini.“Ya, aku juga setuju dengan permainan itu. Lempar kan saja, dan siapa saja boleh mendapatkannya. Dengan begitu nona An tidak akan memiliki tanggung jawab lagi. Guru besar juga boleh mengutus orang kepercayaan untuk mencari kristal yang dilemparkan ke air” ucap Pangeran Kim menyarankan dan setuju dengan rencanaku.
Pernikahan Raja Vampire (Indonesia) Bab 112
Aku tidak bisa tersenyum lagi setelah mendengar apa
Pernikahan Raja Vampire (Indonesia) Bab 111
Sontak aku semakin kaget, dan tubuhku merasakan tidak beratura
Pernikahan Raja Vampire (Indonesia) Bab 110
Kemudian Akira melengkungkan tangannya, mele
