loading
Home/ All /Perfect Husband (Dayton And Angelica)/Bab 7

Bab 7

Author: Irhen Dirga
"publish date: " 2020-09-21 18:18:49

Sampai di kantor, Dayton langsung masuk ke ruangannya dan duduk menyerendengkan kepalanya di kursi kebesarannya, Joseph masuk ke ruangan atasannya dan melihat kegundangan hati sang atasan.

“Pak.” Joseph membuat Dayton sadar dan memperbaiki duduknya.

“Ada apa?”

“Ada meeting yang akan Anda hadiri pagi ini.”

“Baiklah, kamu bisa pergi.”

Joseph menundukkan kepala lalu berjalan keluar dari ruangan atasannya.

♥♥♥

Alice memilih tak ke sekolah lagi, sedangkan sang ayah dan ibu tak memaksa Alice untuk sekolah, Alice lebih memilih untuk menghabiskan waktunya mempersiapkan pernikahannya, hal yang sangat membahagiakannya adalah hal ini. Menikah dengan pria idaman dan menjalin sebuah hubungan yang sebelumnya tak pernah ia lakukan.

“Apa yang sedang kamu lakukan, Sayang? Kenapa tak ke sekolah? Bukan kah kamu harusnya lulus tahun ini?” tanya sang mommy.

“Sekolah itu sudah tak penting, Mom, sebentar lagi ‘kan aku menikah tentu saja hal yang terpenting adalah mempersiapkan pernikahanku,” jawab Alice membuat sang mommy menggeleng pelan.

“Baiklah. Windra memanggilmu untuk bertemu di butik jadi pergilah, Nak,” ujar Lucia.

“Windra? Kakaknya Zach? Benarkah, Mom?”

“Iya dia barusan telpon di nomor Mommy, jadi Mom sampaikan ke kamu.”

“Kenapa tak menelponku saja?”

“Dia ‘kan tak tau nomor ponselmu, Nak.”

“Oh iya benar juga, baiklah kata Windra aku ke sana jam berapa?”

“Jam 10 pagi, Sayang.”

“Sekarang sudah hampir jam 10, aku tidak boleh membuat kakak iparku menunggu, aku harus bergegas ke sana,” seru Alice. “Thanks, Mom, atas penyampaiannya,” sambung Alice mencium sang mommy sembari berlari menuju lantai atas, Lucia menggelengkan kepalanya ketika melihat semangat sang putri yang akan menikah dengan pria yang akan di jodohkan dengannya. Pernikahan Alice akan menjadi pernikahan yang membahagiakan buat Alice, ia bersemangat sekali untuk mempersiapkan pernikahannya sendiri.

Alice mengambil ponselnya dan menelpon seseorang di seberang sana. Alice begitu bahagia ketika kakak iparnya itu menyuruhnya ke butik setelah sewaktu pertemuan ia tak pernah menunjukkan senyumnya sama sekali, menandakan bahwa Windra tak suka padanya.

Alice bergegas pergi dan melajukan mobilnya menjemput Angelica, Alice tak pernah menyangka jika ternyata penilaiannya terhadap Windra salah.

Sepuluh menit kemudian Alice sampai di suatu tempat di mana Angelica menunggunya, Alice memicingkan mata melihat Angelica yang sedang menatap dengan pandangan kosong, Alice menggeleng karena tau bahwa sahabatnya itu sedang ada masalah, Alice memencet klakson mobil menyadarkan Angelica dari lamunannya yang sejak tadi membawanya pergi, Angelica tersenyum lalu berjalan memasuki mobil mewah milik Alice sahabatnya.

“Ada apa dengan wajahmu itu?” tanya Alice.

“Hem? Oh aku tidak apa-apa, Lice, hanya banyak pikiran saja.”

“Jadi kamu sudah tak ingin curhat padaku lagi?” tanya Alice.

“Bukan gitu.”

“Jika bukan begitu, lalu apa yang kamu khawatirkan sampai tak mau cerita padaku?” tanya Alice yang masih fokus mengemudikan mobilnya menuju butik.

“Aku harus pindah dari apartemen saudaraku.”

“Kenapa?”

“Ingin pindah saja karena apartemen itu sudah akan di jual.”

“Terus apa yang kamu pikirkan? Tinggal ikut dengan saudaramu kan di mana ia akan pindah.”

“Tak semudah mengatakannya, Alice.”

“Terus kamu mencari tempat tinggal?”

“Hem, aku seharian ini sudah keliling mencari tempat tinggal yang murah yang bisa aku bayar sewanya, tapi sangat susah untuk mencari tempat,” ujar Angelica.

“Kamu akan tinggal denganku jika memang kamu tak memiliki tempat.”

“Apa? Haha jangan becanda, Alice, aku tak mau merepotkanmu.”

“Jika tak merepotkanku, bagaimana? Siapa yang akan kamu mintain tolong, jangan menolaknya, Angel, aku sudah menganggapmu seperti saudaraku sendiri, kamu ‘kan tahu aku tak memiliki saudara perempuan jadi akan sangat menyenangkan jika kita tinggal bersama.”

“Kamu akan menikah, tentu saja kamu tak akan tinggal bersama orang tuamu, Alice, jangan mengatakan hal yang tak masuk akal, bantu saja aku mencari jalan keluarnya tanpa melibatkanmu di dalamnya.”

“Atau mau aku pinjamkan uang saja untuk sewa bulananmu?” tanya Alice.

“Tentu saja aku tidak mau, Alice.”

“Aku tahu jawabanmu. Terus kamu mau apa, Angel?”

“Aku harus mencari jalan keluarnya tanpa melibatkan kamu.”

“Aku bosan mendengarnya, sampai kapan kamu akan terus menolak bantuanku?”

“Aku benar-benar tak ingin merepotkanmu, Alice,” kekeh Angelica.

“Ya sudah, pikirkan saja sendiri dan katakan padaku jika kamu membutuhkan bantuan, jangan sungkan-sungkan,” ujar Alice.

Sampai-lah mereka di butik, Angelica dan Alice berjalan masuk ke butik dan di sambut hangat oleh sebagian pegawai butik dengan membungkukkan kepala.

“Temui saja kakak iparmu itu, aku akan melihat-lihat,” bisik Angelica, Alice menganggukkan kepala dan menghampiri Windra yang sedang membaca sebuah majalah.

“Hai, Win,” sapa Alice membuat Windra mendongak kesal.

“Dari mana saja kamu? Aku sudah mengatakan pada ibumu untuk menemuiku jam 10.”

“Maaf jalan macet tadi jadi aku terlambat.”

“Aku tak suka ya sama orang yang tak disiplin waktu, buang tenaga saja, jika aku tak mengingat bagaimana adikku akan menikah, aku tak akan menunggumu di sini karena itu hanya merepotkanku,” omel Windra.

“Aku—“

“Tak perlu banyak bicara, pilih saja mana yang kamu suka dan bungkus lalu bawa pulang-lah, aku tak punya waktu untuk menunggu dan menemanimu di sini,” ujar Windra kesal.

“Jadi, kamu menyuruh saya kemari hanya mau memarahiku? Aku baru telat semenit dan kamu membesar-besarkannya?” tanya Alice yang tak bisa menahan amarahnya.

“Aku sudah mengatakannya barusan jika aku lebih menyukai orang yang lebih disiplin akan waktu, jadi jangan membuang-buang waktuku, pilih saja apa yang kau suka dan bawa-lah pulang,” ujar Windra kesal.

Angelica melihat-lihat deretan gaun pernikahan yang telah menjadi pajangan toko, Angelica juga melihat beberapa pasangan yang sedang mencoba gaun pernikahan dan begitu pun setelah pengantin pria, Angelica membayangkan jika saja dirinya seperti pasangan itu, Angelica tersenyum ketika membayangkan jika wanita itu adalah dia dan pria itu adalah calon suaminya, suara Alice membuat lamunan Angelica buyar seketika, Angelica menghampiri Alice yang sedang beradu mulut dengan calon kakak iparnya itu.

“Ada apa, Alice?” tanya Angelica, melihat sahabatnya itu sedang marah.

“Asal kamu tahu, ya, sejak awal aku tidak pernah meminta bantuanmu untuk menemaniku memilih gaun pengantin, jadi di sini yang aneh siapa? Kamu atau aku? Kamu pikir aku tidak mampu membeli gaun pengantin sampai caramu memperlakukanku seperti ini? Aku bisa membeli toko ini sekaligus jika aku mau, jadi kamu tak usah meremehkanku,” ujar Alice membuat Angelica mencegahnya, namun Alice terlanjur terpancing, tentu saja jika Alice terus mengatakan hal itu, pernikahannya dengan Zach hanya akan menjadi kenangan jika saja Windra melaporkannya pada Zach tentang bagaimana sikap Alice.

“Sombong, kamu pikir hanya kamu yang bisa membeli tempat ini? Aku juga bisa, jadi kamu tak perlu menyombongkan harta orang tuamu,” ujar Windra menyunggingkan senyum.

“Nyonya hentikan, Alice ini adalah calon adik ipar Anda, jadi Anda tak perlu memperlakukannya seperti ini karena tujuan anda memanggilnya kemari bukan untuk beradu argument,” sambung Angelica yang tak tau bagaimana menyikapi suasana yang sudah menjadi tontonan ini.

“Kamu siapa? Kamu pikir aku sudi menjadi kakak iparnya? Dasar!” ujar Windra menyeringai.

“Ayo kita pergi dari sini, lebih baik aku membatalkan pernikahaku dengan Zach di bandingkan harus hidup bersama dengan kakaknya yang seperti ini,” ujar Alice menarik tangan Angelica untuk keluar dari butik.

Alice berjalan meninggalkan butik di susul Angelica, Alice meninggalkan mobilnya yang ia parkir di bahu jalan dan memilih berjalan kaki, Alice dan Angelica masuk ke café.

“Alice, apa kamu yakin akan membatalkan pernikahanmu dengan Zach? Bukankah kamu mencintainya?” tanya Angelica.

“Tentu saja, jika aku tak membatalkannya sekarang, itu hanya akan merugikanku hidup bersama pria yang memiliki saudara sangat lancang,” ujar Alice menitikkan air mata dan Angelica berusaha menenangkannya dengan cara menepuk punggung Alice.

“Jangan memutuskan semuanya berdasarkan emosimu, Alice, kamu tak akan hidup bersama kakaknya itu, kamu akan hidup bersama Zach, hanya kalian berdua bukan kakaknya itu,” ujar Angelica.

“Aku tak bisa, Angel, dia sudah membuat perasaanku hancur dengan mengataiku di depan banyak orang.”

“Apa itu penting? Bagaimana dengan orang tuamu?” tanya Angelica berhasil membuat Alice terdiam.

Alice mengacak-ngacak rambutnya dan mencoba menenangkan perasaannya di pelukan Angelica, sebagai sahabat Angelica hanya bisa menenangkan Alice dengan cara mengelus punggungnya.

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 39

Pengunjung tidak boleh melewatkan kesempatan berfoto bersama pasangan dengan latar pemandangan kota ini. Karena selalu menjadi destinasi wajib bagi yang berkunjung ke Santorini, biasanya Firá selalu menjadi lokasi yang paling dipadati pengunjung. Lokasi lain Amoudi Bay. Tempatw siata di Yunani ini merupakan salah satu destinasi teluk terbaik di Santorini. Laut berwarna biru dan jernih, dikelilingi jurang merah dan bangunan-bangunan berwarna putih khas Santorini adalah pemandangan yang akan ditemukan ketika berkunjung. Di puncak pulau terdapat Pyrogras. Spot ini berada di puncak tertinggi Santorini. Melalui Pygros, pengunjung bisa melihat pemandangan Santorini secara keseluruhan. Di sini terdapat bangunan rumah-rumah tradisional yang dibangun di sekitar Kastil Venesia. “Setelah Santorini ada juga wisata Mykonos. Tempat wisata di Yunani Mykonos adalah sebuah pulau di gugusan kepulauan Yunani (Cyclades) di Laut Aegea. Berjarak 150 kilometr sebelah timur kota Athena Tempat

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 38

Di dalam perjalanan, seperti biasa Angelica memperhatikan gedung-gedung kuno yang kini bergulir didepannya, Angelica sangat suka Yunani, sejak dulu ia memang menginginkan bisa menginjakkan kaki di negara para dewa ini, dan kali ini Tuhan mengabulkan doanya dengan berpergian bersama suaminya sebagai tujuan honeymoon mereka. Sampainya ditujuan, Levi mengemudikan mobilnya memasuki pelataran parkir sebuah kuil, Angelica melihat ke luar sana, dan banyak pengunjung seperti biasa, meski hari masih pagi. “Ini namanya Delphi, Tuan, Nyonya. Pengunjung yang datang ke tempat wisata di Yunani ini bisa menemukan sisa-sisa bangunan dari abad ke-6 Sebelum Masehi (SM). Bangunan tersebut di antaranya Kuil Apollo, Teater, dan Treasuries Teater kuno di Delphi dibangun di atas bukit tak jauh dari Kuil Apollo. Dari lokasi teater tempat wisata di Yunani ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan lembah yang menakjubkan. Menurut sejarah, teater dibangun pertama kali pada abad ke-4 SM. Namun teater te

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 37

Setelah menempuh setengah jam perjalanan, Levi memasuki pelataran parkir sebuah tempat yang ramai akan pengunjung, Angelica melotot karena tak menyangka jika ia bisa di sini, orang-orang yang kini sibuk dengan pasangan atau pun keluarga mereka. “Apa anda tidak suka tempatnya? Jika tidak suka saya bisa membawa Tuan dan Nyonya ke tempat lain,” kata Levi. “Kita di sini dulu,” kata Dayton. “Apa nama tempat ini?” Segera-lah Angelica mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan momen tempat ini dengan kamera ponselnya, ia beberapa kali mengambil gambar, membuat Alvin tersenyum melihatnya. “Tempat ini namanya Acropolis yang berarti ‘kota di ketinggian’, karena letaknya yang di perbukitan. Berada pada ketinggian 150 meter di atas permukaan laut, Acropolis Athena memiliki luas permukaan tiga hektare. Dilihat dari sudut kota mana pun, tempat wisata di Yunani Acropolis sangat menakjubkan. Untuk menikmati keindahan Acropolis Athena, pengunjung bi

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 36

Setelah bertemu dokter Hammers, Dayton dan Angelica kembali ke mansion. Lucia melihat putra dan menantunya baru saja masuk ke mansion, membuat Lucia menghampiri mereka. “Apa yang dikatakan Dokter Hammers?” tanya Lucia. “Mommy tidak usah khawatir, aku dan Angelica akan tetap berangkat besok,” jawab Dayton. “Jadi … dokter Hammers mengatakan tidak masalah?” “Benar, Mom. Cucu Mommy baik-baik saja,” jawab Angelica. “Syukurlah. Kalau begitu kamu istirahat, Mommy akan menyiapkan makanan sehat juga susu hamil untuk kamu,” kata Lucia. “Mom, kan ada Kemal yang bisa melakukannya.” “Jangan, Sayang, biarkan Mommy yang melakukan ini demi cucu Mommy.” Angelica dan Dayton tersenyum, lalu menuju lift. Angelica sangat bahagia ketika Tuhan memberikannya banyak cobaan selama ini, namun menggantinya dengan kehidupan yang lebih baik, dipertemukan suami dan keluarga baru yang sangat baik padanya, rasa syukurnya saat

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 35

Hotel Lucmail.Hotel bintang lima yang akan menjadi tempat dan saksi bisu pernikahan Alice dan Zach yang akan digelar di hotel ini. Para pelayan hotel terlihat sedang sibuk mengurus beberapa menu makanan yang mereka tata di atas meja, sedangkan tamu berangsur-angsur memadati taman hotel.Alice terlihat sangat cantik dan menarik ketika mengenakan gaun polos berwarna putih, dengan belahan dipahanya. Alice terlihat sederhana, namun elegant dan mewah, juga berkesan.“Kau terlihat sangat cantik, Alice,” puji Angelica, ketika melihat Alice bercermin.“Sejak dulu … aku memang wanita yang cantik, Angel,” kekeh Alice, membuat Angelica mengulum senyum.“Anak Mommy memang wanita yang cantik,” sambung Lucia, yang baru saja datang dan membawa subeket bunga, yang akan dipegang Alice.“Mom, aku memang terlahir mirip dengan Mommy.” Alice menghambur pelukan dan memeluk ibunya yang kini terlihat anggun mengenakan gaun berwarna putih pula. Meski sudah akan memiliki cucu, Lucia masih terlihat san

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 34

“Apa kau memanggil polisi, Arminda?” tanya Axen.“Tidak. Aku tidak memanggilnya, aku tidak segila itu.”“Lalu … mengapa seperti ini?”“Angkat tangan kalian,” perintah salah satu polisi.Arminda dan Axen mengangkat kedua tangan mereka, dan suara tepuk tangan terdengar dari arah pintu. Arminda dan Axen menoleh. Dayton. Terlihat seperti itu.“Dayton?” Arminda membulatkan matanya penuh.“Ternyata kalian bekerja sama untuk memeras keluargamu, dan aku juga baru tahu, kalau kalian berdua lah yang membuat istriku jatuh di bukit Sand.” Dayton menggelengkan kepala. “Kalian harusnya tahu tengah berurusan dengan siapa, kalian memang tidak takut padaku.”“Alvin, kamu salah paham. Yang menculik Angelica dan menjatuhkannya di bukit Sand, adalah Axen,” kata Arminda, masih setia membela dirinya. Axen melotot ketika mendengar pengakuan Arminda.“Aku melakukan semua itu karena perintahmu, Jalang!” teriak Axen. “Kau jangan coba membela diri. Aku tidak akan sendirian menerima hukuman ini.” Axen

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 17

Angelica sejak tadi hanya bisa menatap Dayto, tatapan mereka menghujam lembut, ada desir kehangatan menyeruak hebat dalam hati keduanya, tatapan mereka berlangsung lama sampai Dayton tak kuasa menahan keinginannya mencium Angelica.Dayton mencium Angelica. memagutnya pasrah jika ternyata Angelic

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 16

Di kamar, Angelica terdiam karena tak kuasa menahan rasa sedihnya ketika mendengar cerita Alice bahwa Arminda akan di jodohkan dengan Dayton, Angelica tak menceritakan kepada Alice tentang lamaran yang di lakukan Dayton semalam. “Aku tak pernah tau ternyata Arminda itu adalah kakakmu, Angel

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 15

"Aku minta maaf," ujar Angelica membuat Dayton menatapnya."Untuk apa?""Karena kamu sudah mau membelaku di depan semua orang, artikel baru saja muncul," ujar Angelica."Artikel? Tentangku?" tanya Dayton di susul dengan anggukan Angelica."Apa yang mereka katakan tentangku?""Semuanya memujimu."

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 14

"Kenapa pria ini terlihat tak menyukaiku. Aish ... benar-benar tak akan mudah untuk menggaetnya, tapi tidak apalah, anggap saja ini sebuah perjuangan untuk menjadi orang kaya," batin Arminda."Aku dan Damian sedang membicarakan bisnis dan mom memanggilku kemari untuk menjodohkanku dengan wanita i

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy