loading
Home/ All /Perfect Husband (Dayton And Angelica)/Bab 2

Bab 2

Author: Irhen Dirga
"publish date: " 2020-09-21 10:41:10

Alice masuk ke kantor kakaknya setelah mendapatkan telfon dari sang kakak bahwa ia harus kemari sepulang sekolah, Alice pun langsung menuju kemari tanpa berbelanja dahulu walaupun sudah berjanji pada Mutia. Tapi panggilan sang kakak adalah hal yang terpenting mengingat ketika Dayton tak tinggal bersamanya di mansion.

Apalagi sangat jarang kakaknya itu memanggilnya.

Alice masuk ke dalam ruangan kerja kakaknya dan melihat sang kakak sedang duduk sembari memijat pelipis matanya, Alice tau apa yang akan di bicarakan sang kakak ketika wajah Dayton serius seperti itu.

“Kenapa kamu memanggilku. Ada apa?” tanya Alice lalu menghempaskan tubuhnya di atas sofa.

“Oh, kamu sudah datang ternyata.” Dayton berjalan menghampiri sang adik.

“Aku tahu kenapa kamu memanggilku kemari hanya dengan melihat wajah seriusmu itu,” ujar Alice.

“Jika kamu mengetahuinya silahkan persiapkan jawabanmu.”

“Apa mommy mengadukanku?”

“Alice, mendengar apa yang di katakan mommy, aku merasa itu pun tak masuk akal, sejak tadi aku berpikir dan berusaha memahamimu tapi nyatanya aku tak mendapatkan jawabannya, kenapa kamu melakukan itu? Apa tujuanmu menunjukkan semua yang kamu miliki pada semua orang? Tanpa kamu tunjukkan pun semua orang tau kamu adalah keturunan Smith, jadi apa gunanya?” tanya sang kakak.

"Aku melakukan semua itu bukan semata-mata hanya ingin memamerkannya, Kak, aku hanya—” ujar Alice membela diri.

“Jangan membantah ucapanku, Alice! Jika kamu masih mau mengendarai mobilmu dan memiliki kartu kredit itu, gunakan lah semuanya secara benar, bukan malah menggonta-ganti mobil setiap minggunya, gunakan lah uangmu dengan cara yang benar, begitu lah cara orang kaya menghabiskannya,” ujar Dayton penuh penekanan.

“Aish ... aku hanya membeli dan melakukan sesuai kebutuhanku kok."

“Tapi sikapmu itu tak benar, sangat terlihat jika kamu hanya mau pamer.” Dayton menggeleng melihat sikap adiknya itu.

“Tunjukkan padaku sikap yang benar itu seperti apa,” tantang Alice, membuat Dayton geram melihat tingkah adiknya, namun ia masih berusaha bersabar, meski sejak tadi ia sudah emosional menghadapi adiknya.

“Kamu mau tau bagaimana sikap yang benar? Berikan uangmu atau sumbangkan uangmu kepada orang yang lebih membutuhkannya, jangan menghamburkan uangmu hanya untuk hal yang tak berguna, membantu sesama tanpa merugikan orang lain, begitu lah sikap yang benar,” jawab Dayton.

“Dan … belajarlah, jangan hanya memamerkan apa yang menjadi milikmu pada orang lain, usiamu sudah 23 tahun, dan kau masih sekolah. Aku baru melihat seusiamu masih sekolah.”

“Baiklah.”

“Baiklah? Apa?”

“Aku akan menggunakan uangku untuk hal yang lebih berguna, jadi puas?” tanya Alice.

“Dan, aku akan mencoba belajar.”

“Baiklah, kamu bisa pulang sekarang.”

“Setelah memanggilku jauh-jauh kemari dan memarahiku, kamu hanya mau mengatakan itu tanpa menawarkan makan untukku? Kamu kakak yang jahat,” rengek Alice.

“Sayangnya aku sudah makan siang bersama Mommy."

“Belikan saja untukku,” rengek Alice membuat sang kakak menghela nafas panjang lalu Dayton tersenyum melihat sikap manja sang adik yang sebentar lagi akan lulus sekolah dengan usia yang cukup tua.

***

Dayton sedang menikmati secangkir kopi di beranda apartemennya, sembari melihat pemandangan malam di luar sana, pemandangan gedung pencakar langit yang begitu indah dengan warna warni lampu yang berada di masing-masing gedung. Dayton tersenyum, hampir sama dengan tinggi dari gedung apartemen ini, gedung-gedung pencakar langit menjulang ke arah awan-awan lembut.

New York pastilah kota yang paling menggarahkan di dunia. Dengan samar, Dayton mendengar suara beep kamar yang begitu kasar, ia mendengarnya dan beranjak dari duduknya menuju pintu, Dayton melihat di balik layar jika seorang wanita sedang mengetuk pintu kamarnya, siapa wanita itu?

Dayton membuka pintu apartemennya dan membuat wanita itu terjatuh ke pelukannya, Dayton mengangkat sebelah alisnya karena heran. Ia tidak pernah dekat dengan siapa pun sehingga apartemennya ini dikunjungi seorang wanita.

Wanita itu dengan berani mencium bibir Dayton, menyerupai sebuah paksaan, anehnya Dayton menyukainya, dan sempat terbuai akan ciuman wanita yang tidak ia kenali ini.

Dayton mendorong wanita itu dan menjauhkan dirinya dari ciuman sialan yang membuatnya terbuai, entah hatinya bergejolak dan merontah menginginkan wanita itu sepenuhnya.

Sialan! umpat Dayton.

Wanita itu kembali beranjak, dan memeluk Dayton, berhasil membuat jantung laki-laki itu berdetak begitu kencang.

“Hei, sadarlah,” ujar Dayton membuat wanita itu terperangah, Dayton membantu wanita itu untuk keluar dari apartemennya tapi dengan cepat wanita itu berlari menaiki tangga dan memasuki kamar Dayton di dekat jendela kaca. Lalu terlelap di atas ranjang.

Dayton merasa hidupnya terlalu tenang sehingga harus di ganggu oleh wanita yang tidak jelas asal-usulnya itu.

“Ya Tuhan, wanita ini begitu gila!” gumam Dayton, seraya setengah berlari menyusul langkah kaki wanita yang masuk ke apartemennya tanpa sadar.

“Hei sadarlah, Nona, kamu salah kamar,” ujar Dayton.

“Siapa kamu?” tanya wanita yang bernama Angelica itu tanpa membuka pejaman matanya.

“Pergi dari sini, jangan menggangguku! Pergilah tolong, kamu sudah salah tempat, ini apartemenku,” ujar Angelica tanpa sadar membuat Dayton geram dan berjalan menghampiri ranjangnya, berusaha membangunkan Angelica agar keluar dari apartemennya, segala cara Dayton lakukan malah semakin membuat Angelica nyenyak dalam tidurnya terdengar jika Angelica bergumam dan mengeluarkan suara ngorok.

Dayton melihat pinggang Angelica sedikit terbuka, menggangu pandangannya lalu mengambil selimut dan menutupi seluruh badan Angelica yang sudah tak menyadari bahwa ia salah kamar. Entah keselahan apa yang Dayton lakukan hari ini, sehingga ia harus bertemu wanita gila.

♥♥♥

Angelica menggaruk lehernya karena begitu haus, ia mencoba meraih air putih yang biasa ia siapkan di dekatnya, agar setiap haus ia tak perlu turun dari kamarnya.

Angelica melihat dengan samar seseorang duduk di sofa sembari menatapnya dengan tajam. Angelica lalu tersadar dan membuka pejaman matanya begitu lebar dan memposisikan dirinya untuk duduk.

“Siapa kamu?” tanya Angelica lalu mengambil gelas yang ada di atas nakas hendak ia lemparkan pada pria yang kini sedang menatapnya, Angelica lalu tersadar dan melihat sekeliling kamar jika ternyata ini bukan kamarnya.

“Aku dimana? Dan … kamu siapa?” tanya Angelica melihat tubuhnya yang masih mengenakan pakaiannya yang semalam, sedangkan Dayton sejak tadi hanya diam saja dan melihat wanita gila itu sedang berbicara sendiri.

Dayton sebenarnya tidak ingin berurusan dengan wanita yang kini menatapnya, namun ia tidak memiliki opsi lain, untuk tidak melakukannya, wanita itu sudah mengganggu waktunya.

Angelica mencoba mengingat dan memutari otaknya, ia mengingat semuanya ketika ia memasuki kamar setelah pulang dari barclub, tanpa sadar ia memasuki kamar orang lain. Dengan pelan Angelica menaruh gelas berisi air kembali ke atas nakas lalu dengan pelan turun dari ranjang, ketika hendak melangkah meninggalkan Dayton yang masih menatapnya kesal, langkah kaki Angelica terhenti dan berbalik.

“Maafkan aku, akan ku pastikan aku akan membayarmu, maafkan aku karena tidur di kamarmu, aku tinggal di apartemen sebelah, jadi aku pikir ini adalah apartemenku, maafkan aku sekali lagi, aku janji akan membayarmu,” ujar Angelica tak berani menatap mata Dayton dan sejak tadi menundukkan kepala tanda maafnya. Dayton beranjak dari duduknya dan melangkah melintasi Angelica yang sedang menundukkan kepala, Angelica begitu heran ketika Dayton tak mengatakan apa pun setelah ia mengacaukannya semalaman. Angelica tak bisa pergi ketika ia belum mendengarkan sang pemilik kamar ini tak mengatakan apa pun.

Dayton menuju dapur dan mengambil segelas minum untuk ia teguk karena semalam ia harus menderita tidur di atas sofabed yang berukuran kecil. Angelica menyusul langkah kaki Dayton menuju dapur.

“Maafkan aku, aku salah ... aku tak tau harus mengatakan apalagi selain maaf, aku akan membayarmu seharga hotel ketika menginap semalam,” ujar Angelica yang sedang berdiri  di belakang punggung Dayton yang sedang meneguk air putih sampai tandas.

Angelica menundukkan kepala ketika Dayton berbalik melihatnya.

“Pastikan kamu akan membayarku,” ujar Dayton membuat Angelica lega karena mendengar jawaban dari pria tampan ini. Sungguh tampan, sehingga semua hal yang dapat ia lihat hanya wajah Dayton.

“Terima kasih, perkenalkan namaku Angelica, nama kamu siapa?” tanya Angelica menyodorkan tangannya berusaha terlihat akrab setelah apa yang ia lakukan semalam.

“Kita tak seakrab itu untuk berkenalan, ‘kan? Jadi silahkan pergi dari sini dan kembali lah ke kamarmu, aku harus berangkat bekerja,” ujar Dayton lalu berjalan melintasi Angelica yang masih berdiri mengharapkan jawabannya dan menarik kembali sodoran tangannya.

Angelica kembali menyusul langkah kaki Dayton, langkah kaki Angelica berhenti ketika ia menubruk punggung pria itu. Angelica mendongak dan menatap Dayton yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.

“Apa kamu juga mau mengikutiku sampai ke kamar mandi?” tanya Dayton membuat Angelica melangkah mundur dan cengegesan.

“Aku hanya ingin tahu nama kamu siapa? Kita kan tetangga, lagian di lantai 12 ini hanya ada kita berdua, tentu saja aku akan terus bertemu denganmu,” ujar Angelica mencoba berbaik hati.

“Aku Dayton, puas? Dan … kita tak ada alasan untuk bertemu lagi, ‘kan?” tanya Dayton.

“Aku ‘kan akan membayarmu nanti, tentu saja kita akan bertemu lagi.”

“Aku harus mandi, jadi pergi lah dari sini,” pintah Dayton, masih dengan suara yang lembut.

“Tapi … aku boleh bertanya satu hal?”

“Apa?”

“Aku tidak macam-macam, ‘kan semalam?” tanya Angelica, menggaruk tengkuknya.

“Jika aku ceritakan, mau bertanggung jawab?” tanya Dayton balik, sekilas melihat bibir merekah Angelica.

“Baiklah. Tidak usah menceritakannya,” kekeh Angelica.

“Kalau begitu silahkan pergi, karena aku harus mandi,” kata Dayton.

“Baiklah, Dayton, aku berterima kasih karena kamu sudah mau membiarkanku tidur di sini semalam, aku tak tau harus mengatakan apa selain maaf dan terima kasih, aku pamit dan aku pastikan kita akan bertemu lagi, jika kamu membutuhkan bantuan jangan segan-segan untuk ke kamarku,” ujar Angelica membungkukkan badan tanda maaf dan terima kasihnya bahwa masih ada orang baik seperti Dayton ketika ia salah masuk kamar.

Angelica lalu melangkahkan kaki menuju pintu keluar dan berbalik melihat Dayton yang sedang menatap punggungnya.

Sepeninggalan Angelica, Dayton tersenyum kecil mengingat tingkah wanita itu yang sudah salah kamar, untuk pertama kalinya Dayton membiarkan wanita masuk ke apartemennya.

Ia lalu masuk ke kamar mandi untuk bergegas mandi dan bersiap ke kantor.

Angelica masuk ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di atas sofa, dan menghela napas panjang. Ia tak menyangka jika ia akan menginap di kamar seorang pria dan pria itu tak melakukan hal jahat padanya, itu yang membuat Angelica bersyukur. . .

Bersambung.

Salam cintaku🤩❤️

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 39

Pengunjung tidak boleh melewatkan kesempatan berfoto bersama pasangan dengan latar pemandangan kota ini. Karena selalu menjadi destinasi wajib bagi yang berkunjung ke Santorini, biasanya Firá selalu menjadi lokasi yang paling dipadati pengunjung. Lokasi lain Amoudi Bay. Tempatw siata di Yunani ini merupakan salah satu destinasi teluk terbaik di Santorini. Laut berwarna biru dan jernih, dikelilingi jurang merah dan bangunan-bangunan berwarna putih khas Santorini adalah pemandangan yang akan ditemukan ketika berkunjung. Di puncak pulau terdapat Pyrogras. Spot ini berada di puncak tertinggi Santorini. Melalui Pygros, pengunjung bisa melihat pemandangan Santorini secara keseluruhan. Di sini terdapat bangunan rumah-rumah tradisional yang dibangun di sekitar Kastil Venesia. “Setelah Santorini ada juga wisata Mykonos. Tempat wisata di Yunani Mykonos adalah sebuah pulau di gugusan kepulauan Yunani (Cyclades) di Laut Aegea. Berjarak 150 kilometr sebelah timur kota Athena Tempat

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 38

Di dalam perjalanan, seperti biasa Angelica memperhatikan gedung-gedung kuno yang kini bergulir didepannya, Angelica sangat suka Yunani, sejak dulu ia memang menginginkan bisa menginjakkan kaki di negara para dewa ini, dan kali ini Tuhan mengabulkan doanya dengan berpergian bersama suaminya sebagai tujuan honeymoon mereka. Sampainya ditujuan, Levi mengemudikan mobilnya memasuki pelataran parkir sebuah kuil, Angelica melihat ke luar sana, dan banyak pengunjung seperti biasa, meski hari masih pagi. “Ini namanya Delphi, Tuan, Nyonya. Pengunjung yang datang ke tempat wisata di Yunani ini bisa menemukan sisa-sisa bangunan dari abad ke-6 Sebelum Masehi (SM). Bangunan tersebut di antaranya Kuil Apollo, Teater, dan Treasuries Teater kuno di Delphi dibangun di atas bukit tak jauh dari Kuil Apollo. Dari lokasi teater tempat wisata di Yunani ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan lembah yang menakjubkan. Menurut sejarah, teater dibangun pertama kali pada abad ke-4 SM. Namun teater te

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 37

Setelah menempuh setengah jam perjalanan, Levi memasuki pelataran parkir sebuah tempat yang ramai akan pengunjung, Angelica melotot karena tak menyangka jika ia bisa di sini, orang-orang yang kini sibuk dengan pasangan atau pun keluarga mereka. “Apa anda tidak suka tempatnya? Jika tidak suka saya bisa membawa Tuan dan Nyonya ke tempat lain,” kata Levi. “Kita di sini dulu,” kata Dayton. “Apa nama tempat ini?” Segera-lah Angelica mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan momen tempat ini dengan kamera ponselnya, ia beberapa kali mengambil gambar, membuat Alvin tersenyum melihatnya. “Tempat ini namanya Acropolis yang berarti ‘kota di ketinggian’, karena letaknya yang di perbukitan. Berada pada ketinggian 150 meter di atas permukaan laut, Acropolis Athena memiliki luas permukaan tiga hektare. Dilihat dari sudut kota mana pun, tempat wisata di Yunani Acropolis sangat menakjubkan. Untuk menikmati keindahan Acropolis Athena, pengunjung bi

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 36

Setelah bertemu dokter Hammers, Dayton dan Angelica kembali ke mansion. Lucia melihat putra dan menantunya baru saja masuk ke mansion, membuat Lucia menghampiri mereka. “Apa yang dikatakan Dokter Hammers?” tanya Lucia. “Mommy tidak usah khawatir, aku dan Angelica akan tetap berangkat besok,” jawab Dayton. “Jadi … dokter Hammers mengatakan tidak masalah?” “Benar, Mom. Cucu Mommy baik-baik saja,” jawab Angelica. “Syukurlah. Kalau begitu kamu istirahat, Mommy akan menyiapkan makanan sehat juga susu hamil untuk kamu,” kata Lucia. “Mom, kan ada Kemal yang bisa melakukannya.” “Jangan, Sayang, biarkan Mommy yang melakukan ini demi cucu Mommy.” Angelica dan Dayton tersenyum, lalu menuju lift. Angelica sangat bahagia ketika Tuhan memberikannya banyak cobaan selama ini, namun menggantinya dengan kehidupan yang lebih baik, dipertemukan suami dan keluarga baru yang sangat baik padanya, rasa syukurnya saat

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 35

Hotel Lucmail.Hotel bintang lima yang akan menjadi tempat dan saksi bisu pernikahan Alice dan Zach yang akan digelar di hotel ini. Para pelayan hotel terlihat sedang sibuk mengurus beberapa menu makanan yang mereka tata di atas meja, sedangkan tamu berangsur-angsur memadati taman hotel.Alice terlihat sangat cantik dan menarik ketika mengenakan gaun polos berwarna putih, dengan belahan dipahanya. Alice terlihat sederhana, namun elegant dan mewah, juga berkesan.“Kau terlihat sangat cantik, Alice,” puji Angelica, ketika melihat Alice bercermin.“Sejak dulu … aku memang wanita yang cantik, Angel,” kekeh Alice, membuat Angelica mengulum senyum.“Anak Mommy memang wanita yang cantik,” sambung Lucia, yang baru saja datang dan membawa subeket bunga, yang akan dipegang Alice.“Mom, aku memang terlahir mirip dengan Mommy.” Alice menghambur pelukan dan memeluk ibunya yang kini terlihat anggun mengenakan gaun berwarna putih pula. Meski sudah akan memiliki cucu, Lucia masih terlihat san

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 34

“Apa kau memanggil polisi, Arminda?” tanya Axen.“Tidak. Aku tidak memanggilnya, aku tidak segila itu.”“Lalu … mengapa seperti ini?”“Angkat tangan kalian,” perintah salah satu polisi.Arminda dan Axen mengangkat kedua tangan mereka, dan suara tepuk tangan terdengar dari arah pintu. Arminda dan Axen menoleh. Dayton. Terlihat seperti itu.“Dayton?” Arminda membulatkan matanya penuh.“Ternyata kalian bekerja sama untuk memeras keluargamu, dan aku juga baru tahu, kalau kalian berdua lah yang membuat istriku jatuh di bukit Sand.” Dayton menggelengkan kepala. “Kalian harusnya tahu tengah berurusan dengan siapa, kalian memang tidak takut padaku.”“Alvin, kamu salah paham. Yang menculik Angelica dan menjatuhkannya di bukit Sand, adalah Axen,” kata Arminda, masih setia membela dirinya. Axen melotot ketika mendengar pengakuan Arminda.“Aku melakukan semua itu karena perintahmu, Jalang!” teriak Axen. “Kau jangan coba membela diri. Aku tidak akan sendirian menerima hukuman ini.” Axen

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 33

“Sayang, apa kamu yakin akan membiarkan Arminda tinggal di sini?” tanya Dayton, ketika ia baru saja masuk ke kamar, dan melihat istrinya yang kini tengah duduk di tepian ranjang.“Hem. Aku yakin, Sayang,” jawab Angelica.“Apa kamu percaya pada Arminda?”“Dia sudah meminta maaf padaku, dan aku

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 32

Kini, Rayoen tengah menatap istrinya yang kini tengah duduk didepan cermin, seraya menyisir rambut sebahu miliknya, Rayoen tersenyum membuat Lucia merona ketika menyadari tatapan suaminya lewat pantulan cermin besar.“Jangan terus menatapku,” kata Lucia, membuat Rayoen menggaruk tengkuknya karen

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 31

“Kamu darimana?” tanya Sandy, ketika Mirra hendak melintasinya.“Aku semalam mengantar Angelica ke kota,” jawab Mirra, enteng, ia tak masalah jika memang Sandy mau memarahinya.“Kenapa kau melakukan itu tanpa izinku?” tatapan mata Sandy terlihat amarah yang berkobar.“Aku melakukannya karena A

Perfect Husband (Dayton And Angelica)   Bab 30

Dayton berjalan lurus kedepan dan mendapatkan anak tangga yang begitu tinggi dan berlika-liku, Dayton mendongak dan menatap di atas sana, lantai enam sangat lah jauh dari tempatnya berdiri saat ini, membuat Dayton menghela napas, lalu menginjak anak tangga satu persatu. Kelelahan menaiki tangga s

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy