Download the book for free
19. Siapa yang Menang
Author: Miafily“Nyonya,” panggil Slevi merasa cemas karena hampir tiga jam Olevey mengurung diri di dalam kamar mandi. Setelah sarapan, Olevey yang terlihat kurang enak badan segera masuk ke kamar mandi dan belum ke luar hingga saat ini.
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Olevey and the Devil King (Bahasa Indonesia) 34. Tak Boleh Mati
“Bagaimana kabar Ayah dan Ibu, ya? Apa mereka baik-baik saja?” tanya Olevey sembari menatap bunga-bunga segar yang dibawa oleh Slevi. Bunga yang sengaja dipetik untuk dirangkai oleh Olevey.Entah kenapa, tadi malam Diederich tiba-tiba berkata jika dirinya ingin sebuah pot bunga berisi karangan bunga yang dibuat sendiri oleh Olevey. Awalnya, Olevey sendiri tidak mau menuruti apa yang diinginkan oleh Diederich. Namun, Diederich mengancam akan mengurungnya di dalam kamar, lebih tepatnya mengikatnya di atas ranjang dan membuatnya mengerang sepanjang hari.
Olevey and the Devil King (Bahasa Indonesia) 33. Ajakan
“Bagaimana mungkin tidak bisa?!” tanya Leopold dengan nada tinggi pada para penyihir yang sudah ia kumpulkan dari sepenjuru negeri sebagaimana petunjuk yang diberikan oleh Elgah.Salah satu penyihir yang dituakan mendongak dari posisi berlututnya di hadapan singgasananya. “Yang Mulia, portal tersebut sangat sulit untuk ditembus. Meskipun sudah disatukan, energi kami tidak cukup untuk memaksa membukanya. Bahkan saat menembus kabut pembatas di tepi lembah Darc saja, kami sudah hampir kehabisan kekuatan. Jadi—”
Olevey and the Devil King (Bahasa Indonesia) 32. Serangan Balasan
Leopold mengernyitkan keningnya saat menyadari jika dirinya tengah mengalami kondisi di mana dirinya sadar tengah berada dalam alam bawah sadarnya, lebih tepatnya tengah mengalami sebuah mimpi. Saat ini, Leopold berada di sebuah ruangan luas dengan aksen hitam dan merah yang sangat kental. Hanya dalam sekali lihat, Leopold bisa menyimpulkan jika ruangan ini tak lain adalah sebuah kamar tidur. Hal itu semakin diperkuat dengan sebuah ranjang berukuran besar berkelambu yang berada di sisi ruangan ini. Saat cahaya bulan merambat memasuki ruangan, Leopold bisa melihat dengan jelas melihat siluet yang tercetak pada kelambu.
Olevey and the Devil King (Bahasa Indonesia) 31. Tak Masuk Akal
Diederich menyugar rambutnya sembari menatap arah di mana portal penghubung antar dua dunia berada. Ia sesekali menyesap anggur dari gelas kristal di tangannya, dengan ekspresi dingin. Ia masih bisa merasakan, jika ada kekuatan-kekuatan yang berada di seberang portal yang berusaha untuk membuka portal tersebut. Meskipun kuasa untuk membuka portal ada sepenuhnya di tangannya, Diederich sama sekali tidak bisa memungkiri jika portal pada akhirnya memang bisa dipaksa untuk terbuka tanpa seizinnya sekali pun. Namun, hal itu akan terasa sangat mustahil, jika yang berusaha membukanya adalah kaum manusia.
Olevey and the Devil King (Bahasa Indonesia) 30. Tidak Ingin Melepaskan (21+)
Olevey menggigit ujung bantal, berusaha untuk tidak mendesah sama sekali saat Diederich terus bergerak memasukinya dengan dalam dan kuat. Tentu saja, Diederich sengaja menyentak miliknya dengan sentakkan yang kuat, demi mendengar erangan Olevey. Namun, sejak awal menyatukan diri, Olevey sama sekali tidak mau mengeluarkan sedikit pun erangannya yang manis. Diederich menyeringai, sepertinya ia perlu membuat Olevey terkejut dan melonggarkan pertahanannya. Diederich memeluk Olevey dari belakang lalu berbicara dalam hatinya, “Eve, mengeranglah. Aku ingin mendengar erangan manismu.”“Dasar Iblis tidak tau malu!”
Olevey and the Devil King (Bahasa Indonesia) 29. Penobatan
Diederich menyelimuti Olevey menggunakan sayapnya yang lembut dan lebar. Olevey jatuh tertidur karena terlalu lelah mengimbangi Diederich yang terus saja menariknya untuk menyelami kenikmatan demi kenikmatan. Setela hampir semalaman terus membuat Olevey terjaga, saat menjelang pagi Diederich pun membiarkan Olevey yang sudah merengek ingin tidur. Tentu saja, Diederich melepaskan Olevey begitu dirinya sendiri mendapatkan pelapasan terbaik yang sesuai dengan harapannya. Pelepasan menakjubkan yang hanya bisa ia rasakan jika mereguk kenikmatan bersama dengan Olevey.Diederich menatap Olevey yang berusaha mencari kehangatan. Saat ini, Olevey tampak begitu bersahabat dan butuh perlindungan. Berbeda
Olevey and the Devil King (Bahasa Indonesia) 27. Gagal Melarikan Diri
Olevey membuka matanya secara tiba-tiba dan langit-langit kamar berwarna gel
Olevey and the Devil King (Bahasa Indonesia) 26. Tidur Siang
Kabar duka menjadi penyambut pagi yang mendung, dan membuat semua rakyat kerajaan Xilen tidak bisa menahan diri untuk merasa sedih. Kabar duka tersebut data
Olevey and the Devil King (Bahasa Indonesia) 25. Usaha
“Sakit,” gumam Olevey dan memejamkan matanya sembari meringkuk d
Olevey and the Devil King (Bahasa Indonesia) 24. Kesempatan Emas
“Yang Mulia Putra Mahkota, ada seseorang yang ing
