Buch kostenlos herunterladen
15. Just This.
NadraMahyaAzura membuka matanya disela cumbuan mereka, dia melihat kedalam mata Devan dan dia tahu tatapan mata pria seperti itu dulu pernah dia lihat. 'Banu' ya Banu dulu pernah menatap dirinya dengan tatapan yang sama.
"Bisakah kau tidak lagi menatap ku seperti ini?" Devan tidak mengerti, dia memilih memeluk tubuh polos Azura yang sekarang membelakanginya menghadap kearah jendela kaca besar yang memperlihat pemandangan indah Kota London."Azura bagaimana jika kita menikah?" MengBuch teilen mit
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Aktuellstes Kapitel
My Crazy Man 45. Sorry Mom
Devano berlari menyusuri koridor rumah sakit. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan Laura dan meminta maaf atas sikapnya selama ini. Setibanya dia dipintu dia melihat Claudya dan Samantha sudah berada disisi kiri Laura sementara Abraham mengambil posisi di kanannya. Devan perlahan mendekat dengan tatapan penuh penyesalan. Wajah sayu Laura membuatnya semakin berdosa. "Ma," panggilnya dan Laura meneteskan airmata haru. "Maafkan Devan Ma." Laura menyapu rambut Devan dengan lembut. "Mama yang salah Dev. Mama terlalu egois dengan pemikiran Mama. Karena Mama hanya ingin yang terbaik buat kamu." Laura memeluk tubuh Devan yang memeluknya.Sungguh Devan menyesali apa yang sudah dia lakukan.*******Hari-hari yang dilalui Devan membaik, Abraham sudah kembali pulih dan Laura juga sudah keluar dari ruang ICU. Devan focus mengurus kembali perusahaannya dan semua berjalan lancer. Tidak ada yang bisa menghentikan semn
My Crazy Man 44. You and Me.
Seolah angin meniupkan kerinduan Azura terpaku melihat sorot mata Devano. Begitupun Devan. Dia terdiam tidak bisa berkata apapun saat Azura bergerak gelisah hingga akhirnya jarak mereka semakin terkikis. "Azura," ucap Devano penuh harap dan Azura yang tidak bisa merubah ekspresi dinginnya hanya mengangguk dengan bodohnya. "Kau disini?" tanya Devan sembari menyentuh lengan Azura. "Ya ! Aku menemani Mommy untuk cek up." Bohongnya dan Devano kecewa. Dia sudah berharap namun dengan harapan itu pula dia hancur. Tidak ada percakapan apapun diantara mereka setelahnya. Namun Azura tidak bisa menahan rasa rindu dan sesak di dada nya. Dia memeluk Devan dengan lembut sambil mengusap lengan Devan. "You must be strong Dev." Azura menahan airmatanya untuk lolos begitu saja. Baru saja Devan ingin membalas pelukan Azura, namun Claudya yang tidak tahu langsung terkejut dan mengucapkan nama Devan."Devan," katanya dan langsung menutup mulut ingin pergi. Azu
My Crazy Man 43. Devano Back.
Devano dengan wajah berantakan menunggu di depan ruang UGD rumah sakit Royal Hospital London. Orangtuanya mengalami kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan dari Bandara ke rumah sakit tempat dia di rawat.Devano berjalan mondar-mandir dengan wajah yang sangat tidak tenang.Seorang wanita menemaninya, wanita itu adalah Claudya. Sepupunya sekaligus mantan pacar Devano. Claudya tengah menjenguk Devan di tempatnya rehab namun berita yang di terima Devan saat itu membuat dia ikut dengan Devano kerumah sakit ini secepat mungkin.Dokter keluar dengan wajah khawatir. "Bagaimana Dok? Apa yang terjadi dengan kedua orangtua saya""Maaf Mr.Mackzie saya belum bisa mengatakan apa-apa. Karena Sir Abraham mengalami patah tulang belakang dan Nyonya Laura mengalami pecah pembuluh darah akibat benturan kepalanya yang cukup kuat. Kami akan memindahkan nyonya Laura ke ruang ICU sekarang juga." Devano refleks memeluk Claudya,
My Crazy Man 42. This is Fact ?
Berbulan-bulan berlalu Azura sudah kembali lagi dari India. Dia khusus kembali hari ini karena Alfa akan menikah. Semua orang bahagia menyambut kehadiran Azura yang sudah sangat lama dirindukan.Zia benar-benar bahagia akhirnya Azura berada dalam pelukannya. "Hei, kau semakin kurus saja sayang."Azura hanya mampu tersenyum.Jika perpisahan itu tidak menyiksa maka cinta mu adalah bohong semata.Nyatanya Azura semakin memikirkan Devan setiap saatnya. Apalagi kabar kalau perusahaan Devan mengalami kebangkrutan mulai terdengar oleh nya. Dia semakin memikirkan keadaan Pria itu.Akira memeluk tubuh Azura dengan riang. Dia memamerkan jari manisnya yang sudah dihiasi oleh cincin lamaran dari Azka. "Hem...ada yang akan menjadi Nyonya Orlando ternyata." Akira tertawa dan kembali memeluk adik_nya itu. "Terimakasih Azura.""Hem...kenapa aku.""Kalau kau tidak mengalah pasti aku akan patah hati."
My Crazy Man 41. We Meet Agiant.
Langkah kaki nya sangat jelas menuju tempat yang dia inginkan. Setelah mabuk semalam Devan berniat keluar dari Mansion nya, menghindari Mama__nya itu lebih baik dari pada dia harus berkata kasar akibat amarah yang tidak bisa dia gambarkan sebesar apa."Devan," suara itu menahan langkah kakinya yang sudah diambang pintu. Melanjutkan langkahnya Devan pergi begitu saja tidak memperdulikan Laura yang berdiri mematung dengan aura dingin Putra nya. "Devan berhenti !" Teriak Laura namun Devano tidak mengindahkannya. Mobil sport yang dia naiki melaju dari halaman rumah itu tanpa ragu.Laura yang ingin masuk kedalam terhenti karena saat mobil Devan keluar masuk sebuah mobil merah membuat kening Laura berkerut. Dia mulai gelisah saat seorang wanita turun dengan anggun dan sangat berkelas dari dalam mobil itu.Dengan membuka kacamata yang digunakan wanita itu berjalan menemui Laura yang masih berdiri.Tanpa basa-basi wanita itu menga
My Crazy Man 40. I'm Sorry
Alfa membawa Azura kembali ke London bersamanya. Saat masuk kedalam mobil Azura sempat melihat Devan dengan wajah terkejut juga terpukul itu."Kak berhenti. Ada yang harus aku katakan kepada Devan.""Azura apalagi____,""Please stop." Azura menghapus airmatanya juga menatap tajam Alfa. Mobil berhenti, Azura turun dari mobil. Dia menyentuh pundak Devan."Dev," ucapnya pelan menyembunyikan airmata yang akan keluar lagi. "Jangan salahkan ibu mu. Dia hanya ingin kamu bahagia juga dengan ku. Dia tidak ingin aku merasa bersalah jika tidak bisa memberikanmu keturunan." Devan menggenggam tangan Azura namun Azura melepaskannya. "Apa kau masih ingat janji mu?" Azura mencoba tersenyum sebaik mungkin."I don't want to propose to you baby. I just want to say, I will promise I will always make you happy." Azura mengucapkan janji yang pernah Devan ucapkan untuknya
My Crazy Man 9. Izinkan Aku.
Akira menempelkan card apartement Azura yang dia miliki atas titah orang tua mereka. "Masuklah," kata Akira menyuruh Devano masuk dan pria itu menurutinya."Dengar, ingat kataku jangan terlalu terburu-buru karena itu sama saja kau memaksanya. Jadilah seseorang yang selalu ada untuknya, hanya
My Crazy Man 8. Pria Gila.
Azura baru saja selesai membicarakan masalah job yang akan dia lakukan akhir tahun ini, kaki jenjangnya baru saja melangkahkan kaki turun di lobby gedung apartement nya. Dia melihat nama Akira menelponnya, segera dia mengangkatnya karena dirasa penting."Ya ada apa ?""Matil
My Crazy Man 7. Melamar
Devan keluar dari mobilnya setelah supir membukakannya pintu, dia berjalan gagah memasuki teras rumah keluarga Edward ini, saat dia memencet bel dan pintu terbuka matanya terkejut melihat sosok Azura dengan kaos berwarna biru dongker dan celana denim, ada kacamata yang bertengger dihidung mancung
My Crazy Man 6. Rasa Dingin Itu.
Hari berganti, setelah malam panas yang lagi Azura dan Devan lakukan semuanya berjalan dengan lancar bagi Devano, tidak ada penolakan bunga ataupun hadiah. Ya, Azura memang tidak menolaknya karena dia tahu siapa pelaku pengirim bunga itu, Azura lebih tidak lagi menyuruh asistennya untuk menerima
