Download the book for free
9. Tentu. Aku tidak akan mati
Author: Apple LeafEros POV
Aku menghentikan mobilku dan melihat wanita dengan bibir merah itu mengeluarkan bulir-bulir keringat dingin dari dahinya. Dia nampak pucat karena mimpi buruk saat ini kemungkinan tengah menyapa dalam tidur singkatnya.
Saat aku sibuk mengemudi, Kanya Arundhati memberontak ingin turun dari mobilku. Aku bisa melihat rasa takut berlebih dari kelopak mata indah itu, namun aku tak tahu mengapa dia bisa sampai setakut itu padaku tadi pagi, bahkan juga barus
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
Make A Wish (Indonesia) 28. Tangan lembab yang menghentikan langkahku
Eros POV“Kamu mau minum teh hangat sebelum tidur?” Aku dengan baik hati menawarinya dan mengajaknya menginap di sini hanya sekedar basa-basi saja, tetapi dia mengiyakannya. Ada rasa lega, juga canggung setelah yang aku rasakan saat ini.Begitupun juga dengan udara yang aku rasakan malam ini cukup pengap, sehingga aku membuka jendela kamarku dan membiarkan angin menyerbu ke dalam.Dia sedang duduk di tepi ranjang dengan canggung sama canggungnya seperti aku.“Nggak usah,” jawabnya singkat.Kanya mencubit jarinya dengan kuat. Aku tahu dia sedang mencoba menghilangkan rasa gugupnya.“Jangan gugup. Aku tidak akan melakukan apa-apa padamu. Kalau begitu tidur saja. Aku juga sudah mengantuk.” Lantas aku pergi ke kamar mandi dengan tujuan menggosok gigi dan mandi sebelum aku pergi tidur. Aku menoleh pada Kanya yang masih terduduk dengan tatapan kosong, “kalau kamu ma
Make A Wish (Indonesia) 27. Mau nginap?
Eros POVMalam ini terasa lebih dingin lagi dalam kamar besar yang kuhuni sendiri. Kemarin malam ranjang ini sangat panas dari suhu tubuh Kanya. Aku menatap langit-langit putih dan berpikir kalau aku sudah gila saat ini. Menyuruh perempuan gila itu agar makan di apartemenku setiap hari dan rela memasak hanya karena aku tinggal sendirian.Alasan klise yang bisa kutemukan tanpa perlu berpikir keras dan dia mau datang setiap hari.Betapa anehnya dunia ini. Aku tidak dapat merasakan keakraban bahkan dengan orang yang sudah lama aku kenal, tetapi Kanya … dia perempuan yang baru aku temui satu hari. Namun, kami seperti mengenal satu sama lain terasa sangat lama.Apakah hanya perasaanku saja atau semua ini hanya kebetulan saja?“Hentikan Eros! Jangan gunakan waktu liburmu yang singkat hanya untuk memikirkan tetanggamu yang gila,” ujarku pada diriku sendiri.
Make A Wish (Indonesia) 26. Mimpi membunuhku?
Kanya POVSetelah menunggu sekitar 30 menit, akhirnya aku dapat menikmati masakan Eros—pria yang tidak pernah memasak untuk siapa pun sebelumnya, kecuali aku.Ih, tapi aku tidak akan merasa bangga karena hal ini. Aku mengambil beberapa sendok sayuran lagi, juga daging ayam cincang. Rasanya sangat lezat ketika mereka sampai di mulutku. Rasanya ingin makan masakan Eros setiap hari.“Tampaknya kamu sangat menikmati masakanku?”Eros bertanya sambil menatapku, dan tidak menghiraukan makanannya. Aku balas menatapnya, lalu menjawab pertanyaan pria yang sudah repot-repot memasak untukku, “Enak banget! Gue nggak nyangka masakan lo bisa seenak ini. Belajar di mana?”Eros menggeleng, “Aku tidak belajar memasak di mana pun. Sudah kukatakan kalau pekerjaanku sangat sempurna.” Dia mulai lagi berkata arogan, membuatku terbatuk dan harus meminum air disaat makanan sedang lezat-lezatnya masuk ke dalam mulutku.
Make A Wish (Indonesia) 25. Tunggu dan duduk di sana
Eros POV“Cici!”Tatapanku mengarah lurus seraya berjalan mendekat ke arah Cici—kucingku—yang aku adopsi beberapa bulan lalu. Kucing kecil dengan bulu berwarna putih keabu-abuan sedang bersandar malah di atas punggung kaki seorang perempuan yang kukenal baru kemarin.Kanya mengalihkan tatapannya dari Cici padaku. Dia nampak kaget sangat jelas dari kedua kelopak matanya yang terangkat tinggi-tinggi ketika aku memanggil nama kucing kecil.“Ini kucing lo? Kenapa … bisa ada diluar?” aku membiarkan Kanya bertanya penasaran sebelum aku menjawab.Cici sudah berada di tanganku. Aku mengelus-elus bulu lembut kucing kecil tanpa keluarga. Meskipun demikian, sekarang aku merupakan keluarganya. Cici tidak sendirian.“Bagaimana kamu bisa keluar, hum?” Ah, melihat alis Kanya yang ditekuk. Aku lupa menjawabnya dan menyapa Cici lebih dulu. Cici lebih imut daripada dia, membuat
Make A Wish (Indonesia) 24. Eros—pria tengik
Kanya POV“Ah! Capek banget.”Kubaringkan badanku di atas ranjang karena terlalu lelah setelah mengetik sebanyak 3000 kata dalam tiga jam karena aku berhati-hati dalam setiap kalimat yang aku ketik. Merangkainya sampai aku benar-benar puas akan menjadi kalimat yang membuat para pembaca terhanyut, hingga penasaran di akhir chapter nanti. Hari ini aku belum update chapter yang seharusnya sudah aku update jam 12 tadi malam. Namun, semalam aku sama sekali tidak dapat menyentuh laptop.Setelah hari yang cukup melelahkan dan mencekam bagiku. Rasa takut itu menjalar ke seluruh tubuh sampai-sampai menelusup ke nadiku.Samuel Wijaya sejak kemarin tidak menghubungiku lagi. Kemungkinan dia merasa bersalah atau bahkan sudah menganggapku gila. Apalagi jika aku beritahu tentang orang berjas hujan merah. Dia pasti akan menggelengkan kepalanya dengan intens. Lantas berbalik pergi menjauh dariku.Drrrt!
Make A Wish (Indonesia) 23. Perempuan itu lagi!
Eros POV“Dia membunuhku dalam mimpinya?” aku menggelengkan kepala tidak percaya akan perkataan Kanya padaku tadi pagi. Hanya sebuah mimpi dan dia begitu ketakutan setelah mengalaminya. Mungkinkah wajahku ketika dibunuh olehnya sangat mengerikan? Aku menjadi semakin penasaran dengan perempuan itu dan juga mimpi anehnya. Mimpi berulang yang aneh dan dia bawa ke dalam kehidupan nyata.Dari tempatku berdiri saat ini, di lantai 17. Aku dapat melihat pemandangan di luar sana; gedung-gedung pencakar langit, jalanan yang senantiasa macet dan taman-taman kecil di sela-sela gedung perkantoran. Pemandangan yang sama kulihat setiap hari tanpa bosan.“Aku masih penasaran apakah benar pria dalam mimpinya adalah aku? Lalu kenapa dia membunuhku? Kanya sama sekali tidak menjelaskan hal itu padaku, dia langsung keluar dari apartemenku setelah berkata demikian. Bahkan dia dia tidak menoleh lagi. Mungkin dia ingin melupakan kejadian tadi malam. Apakah
Make A Wish (Indonesia) 18. Aku di sini
Kanya POVPunggungku seketika membeku layaknya dihujam oleh ketajaman es batu. Suara itu datang dari belakang, serta hembusan angin membelai rambutku dari arah suara tersebut.Napasku masih sesak terasa sebuah tekanan kuat menghimpit paru-paruku, tidak membiarkan
Make A Wish (Indonesia) 17. Dasar pria brengsek!
Kanya POVSakit!Remuk!Semua tulang-tulangku terasa telah dipotong-potong dengan pisau tajam. Kelopak mataku bergerak-gerak, memaksa untuk terbuka karena rasa nyeri menjalar di seluruh tubuhku saat ini.Ketika netraku telah terb
Make A Wish (Indonesia) 16. Jangan menyesal
Eros POVPekatnya malam di luar sana, juga dinginnya udara yang masuk menelusup melalui pintu balkon yang terbuka melambaikan tirai putih sedikit demi sedikit. Dinginnya angin tersebut tak membuat kamar apartemenku menjadi sejuk.Suhu hangat dari kedua badan yang
Make A Wish (Indonesia) 15. Coba lihat dirimu sekarang
Eros POVMembulatkan mata tak percaya dengan apa yang terjadi saat ini. Aku seperti pria yang tak berdaya di bawah paksaan kedua tangan Kanya yang memeluk erat leherku. Kanya memaksa mendaratkan bibirnya pada bibirku tanpa aba-aba, seketikan membuat tubuhku mematung. Aku bahkan t
