loading
Home/ All /MISSION COMPLETED [INDONESIA]/Tiga - Memulai Siasat

Tiga - Memulai Siasat

Author: Ayu Tarigan
"publish date: " 2020-09-25 10:47:43

Pagi pertama di kota Las Vegas, Alona sudah berdiri seraya menatap bimbang gedung pencakar langit yang menjulang tinggi di depannya. Bangunan dengan lambang hurup W yang sangat besar diukir sedemikian rupa dan berlapiskan emas, begitu mengkilap ketika diterpa cahaya matahari. Namun, bukan itu yang membuat Alona mengernyit bingung, melainkan apa yang tertulis di layar smartphone wanita itu tentang promo sewa apartemen yang menurutnya tak masuk akal.

Mengabaikan kebingungannya, Alona melangkah masuk menuju petugas informasi.

"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu, Nona?"

Wanita itu menunjukkan ponselnya sambil berkata, "Apa nominal yang tertera di sini benar?" tanyanya.

Wanita berseragam rapi itu terdiam sejenak, memandang aneh Alona. Namun, sedetik kemudian ia tersenyum kaku. "Iya, benar, Nona."

Alona meneliti sekitarnya, tidak ramai orang seperti di Jakarta jika ada diskon besar-besaran, atau memang dirinya sudah ketinggalan.

"Jika anda berminat, kami bisa mengantar anda, Nona, kebetulan hanya tersisa satu unit lagi," ucap gadis dengan name tag Molly itu dengan kikuk.

Mendengar hanya tersisa satu unit, Alona langsung saja mengangguk setuju, pasalnya harga yang ditawarkan benar-benar murah, bahkan dibanding harga apartemen sederhana sekalipun yang bisa mencapai $800 perbulannya.

Gadis cantik bernama Molly itu menginteruksikan agar Alona mengikutinya. Sepanjang perjalanan mata wanita itu sibuk mencermati ukiran-ukiran yang terpahat indah di bangunan ini. Diiringi ketukan sepatu bertumit tinggi milik Molly yang menghentak lantai marmer, memberi suara berirama yang menghantar mereka.

"Silahkan, Nona." Molly berhenti berjalan setelah membuka sebuah pintu di depannya.

Alona tersenyum tipis seraya melayangkan pandangan ke seisi ruangan. Ada satu set sofa santai di dalam, lengkap dengan TV plasmanya. Berjalan lebih jauh ke dalam Alona juga menemukan dapur yang cukup luas untuknya sehingga leluasa jika ingin bereksperimen dengan masakannya. Melihat itu semua Alona menyimpulkan bahwa apartemen ini adalah apartemen termurah yang ada di Las Vegas mengingat furniture di dalamnya cukup lengkap.

Yah, sebenarnya pagi tadi Alona sedang melihat-lihat harga sewa apartemen melalui situs boking online, dan secara tidak sengaja menemukan tempat ini sedang menawarkan diskon mengagumkan menjelang akhir tahun.

Molly mempersilahkan Alona untuk melihat kamar tidur yang katanya hanya ada satu, Alona rasa itu bukan masalah karena ia memang hanya tinggal sendiri. 

Melihat kondisi kamar tidur di apartemen ini membuat dahi Alona lagi-lagi berkerut, pasalnya berbeda dari ruang tamu yang telihat mungil tadi, kamar tidur di sini malah terlihat sangat luas, Alona yakin ini sama luasnya dengan kamar penginapan di hotel bintang lima. Bahkan kamar mandinya terlihat begitu mewah dan elegan, lagi-lagi sangat kontras dengan ruangan sebelumnya yang terlihat simpel dan hampir mirip dengan apartemen miliknya sewaktu di Jakarta.

Mengabaikan kejanggalan yang ada Alona akhirnya menyetujui untuk menyewa apartemen tersebut, dan Molly permisi untuk menyiapkan surat-suratnya.

Alona jatuh terlelap setelah menyusun barang-barang yang dibawanya serta menyelesaikan masalah sewa menyewa apartemen yang sekarang resmi dihuninya.

---

"Anda ingin segera menemuinya, Sir?" pria berwajah western bertanya dengan suara tenang.

"Tidak, Drew." Menghirup dalam cerutu di tangannya. "Biarkan seperti ini dulu."

Drew mengangguk paham, menuruti kehendak tuannnya.

Suasana kembali hening, samar-samar terdengar suara detik berpadu detak yang terus bergerak. Sampai suara tarikan napas panjang menjadi tanda bahwa ruangan ini masih berpenghuni.

"Menurutmu, apa dia menyukai kejutan dariku?" Pria itu tersenyum simpul, menggoyangkan ringan ujung sepatunya yang terangkat di atas meja, begitu menikmati posisi sok berkuasanya.

Drew bergeming, masih mengira-ngira, kalimat apa yang pas untuk menjadi jawabannya. "Nona Alona pasti sangat terkejut, Sir."

Pria itu terkekeh seolah sedang mendengar sebuah lelucon menggelikan dari mulut sang bodyguard kesayangannya.

"Kuharap begitu, Drew," tuturnya.

---

Pukul tiga sore Alona terbangun dari tidur, tangan kanannya refleks mengelus perutnya yang masih datar. Tersenyum manis, Alona segera menuju kamar mandi, ia berencana untuk berendam dan memanjakan kulitnya sore ini agar rasa lelahnya segera menghilang.

Lagi-lagi alis Alona harus bertaut dalam mendapati perlengkapan mandi yang super lengkap di dalamnya, mengambil salah satunya membuat kerutan di dahinya semakin jelas. Alona memutar tutup packaging salah satunya sehingga aroma maskulin menguar menyerang indera penciumannya.

Ini shampo pria, pantas Alona kurang familiar, mungkin ini milik penghuni sebelumnya, batin wanita itu. Tidak ambil pusing, Alona melanjutkan acara mandinya.

Selesai mandi Alona memutuskan keluar apartemen untuk mencari makanan, dan sedikit terkejut ketika mendapati dua pria berwajah seram berdiri seperti patung di seberang pintu kamarnya, takut-takut Alona melanjutkan langkahnya menuju lift.

Sesampainya di lobi, Alona merasa bingung harus kemana. Pasalnya ini pertama kalinya ia berkunjug di kota berjulukan Sin City ini. Untungnya dia bukan tipe wanita penakut, hidup tanpa ayah sedari kecil mengajarkan Alona bahwa hidup harus kuat dan mandiri, karena itu ia memantapkan diri untuk mendatangi kedai di seberang jalan yang malam ini terlihat sepi.

Saat sedang asyik menikmati makanan, Alona dibuat bingung dengan sapaan seseorang. "Apple, Apa yang kau lakukan d isini?"

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

MISSION COMPLETED [INDONESIA]   Empat Puluh Satu - Menjadi Seorang ayah

Hari ini Mama Alona tiba di Las Vegas bersama Irene dan Rena, kakak perempuan Alona. Kedatangan mereka disambut tangis haru dari wanita itu, bisa melihat wajah mama dan kakaknya lagi adalah sebuah impian yang sangat didamba Alona saat masih menjadi tawanan Thomas dulu.Wickley membiarkan mereka saling melepas rindu, ia berniat memberi waktu bagi mereka, tapi saat hendak meninggalkan ruangan itu, matanya tak sengaja menemukan bayi kecil dalam gendongan Rena. Tak ada yang salah pada perempuan itu, hanya saja jantung Wickley tiba-tiba

MISSION COMPLETED [INDONESIA]   Empat Puluh - Kematian Merry

Thomas terkejut bukan main, tubuh itu sudah ambruk ke lantai, dengan darah mengalir sampai ke ujung sepatu pria itu. Merry ... Merry-nya yang penurut, kenapa melakukan semua ini? Kenapa wanita itu melindungi bocah sialan itu?!Pistol itu terjatuh dari genggamannya, lututnya gemetar, sehingga ketika melangkah ia tak sanggup lagi menahan beban tubuhnya hingga terjatuh tepat di hadapan Merry yang sudah tak bernapas lagi."Apa yang kau lakukan?!" bisiknya marah. "Apa yang kau lakukan?! Bangun perempuan sialan?!" bentaknya."B

MISSION COMPLETED [INDONESIA]   Tiga Puluh Sembilan - Menemukan Alona

Wickley merasa tak percaya dengan pendengarannya sendiri, pria setua Thomas ternyata masih bisa bersikap kekanakan. Benar-benar tak masuk akal. Mungkinkah laki-laki itu mempunyai kelainan jiwa?"Aku memintamu untuk menjadi penerusku, tapi dengan angkuhnya kau menolak." Suara Drage terdengar mendesis."Aku tidak berminat! Dan kurasa sudah cukup basa-basimu, sebaiknya cepat beritahu di mana Alona!" ujar Wickley tenang."Oh, sabar sedikit,

MISSION COMPLETED [INDONESIA]   Tiga Puluh Delapan - Kegilaan Thomas Drage

Sudah dua bulan lebih dari kepergian Alona, dan Wickley masih belum bisa menemukan wanita itu. Beberapa kali mereka mendapatkan informasi palsu yang ketika ditelusuri berakhir dengan jalan buntu. Pria itu yakin sekali bahwa kali ini Thomas pasti melibatkan anggota mafianya untuk menyembunyikan Alona. Entah apa yang diinginkan pria tua itu, yang jelas Wickley akan menghabisi pria brengsek itu dengan tangannya sendiri."Tuan, kami memiliki informasi baru." Andrew datang dengan

MISSION COMPLETED [INDONESIA]   Tiga Puluh Tujuh - Di mana Alona?

Irene keluar dengan tubuh keringat dingin, wajah pucat pasti serta lutut gemetar hebat. Ia menghampiri Ilyas yang memeluk sang mama sambil menangis segugukan. "Ilyas ...," panggilnya pelan.Pria itu mendongak, matanya tampak sangat merah, tak ada sinar keangkuhan seperti biasa. "Aku ... aku ..." Irene menarik napas panjang. "Aku menemukan sesuatu," lirihnya.

MISSION COMPLETED [INDONESIA]   Tiga Puluh Enam - Kecurigaan Irene

Flashback OnWickley baru saja menerima telepon dari Joe, satu jam yang lalu bawahannya itu mengabarkan bahwa Merry telah tiba di Jakarta hari ini dan sekarang sedang menuju ke rumah yang baru dibelinya untuk Alona. Pria itu menggeram jengkel, tak habis pikir oleh kemauan wanita itu yang selalu mengusiknya. Pria itu segera menghubungi Josh, tangan kanan Drage. Ia yakin pasti

MISSION COMPLETED [INDONESIA]   Tiga Puluh Tiga - Rencana Merry

Merry duduk gelisah di hadapan laki-laki itu, jemarinya ber

MISSION COMPLETED [INDONESIA]   Tiga Puluh Dua - Modus Wickley

Alona duduk santai dengan pemandangan asri di halaman belakang. Dia baru saja selesai olahraga pagi, berjalan keliling pekarangan rumah ini.

MISSION COMPLETED [INDONESIA]   Tiga Puluh Satu - Datang Sesukamu

Alona diam, masih tak sanggup berbuat apa-apa,

MISSION COMPLETED [INDONESIA]   Tiga Puluh - Merindukanku?

Wickley duduk tenang di dalam mobil hitamnya, sudah tiga jam lebih dia berd

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy