loading
Home/ All /MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA)/12. Kenyataan Selalu Saja Menyakitkan

12. Kenyataan Selalu Saja Menyakitkan

Author: Psychopath Tender
"publish date: " 2020-09-10 08:00:01

    Di sebuah rumah yang luarnya cukup megah, meski telah berusia tua, terlihat beberapa orang sedang berkumpul di ruang tamu keluarga.

    Mereka adalah sepasang suami istri dari keluarga Akibara. 

Keduanya tengah membicarakan sesuatu dengan serius, ketegangan tampak di wajah wanita yang memiliki tanda lahir di pipi kanannya yang hanya dimiliki oleh anggota keluarga Akibara saja. Meski setiap keturunan memiliki tanda lahir di tempat yang berbeda-beda. Simbol itu begitu unik, tetapi sangat cocok untuk para anggota keluarga Akibara yang terpandang sebagai keluarga kuil di kotanya. 

"Bagaimana nasib keluarga kita di masa depan? Kita sudah tidak punya keturunan lagi untuk melanjutkan persembahan itu!" Sang wanita mulai mengeluarkan argumennya. Wajahnya memerah, terlihat jelas sedang memendam perasaan yang terus berkecamuk di dalam dada. 

Kaede marah, sangat marah. Dia juga merasa sedih, kecewa dan perasaan mencolok lainnya tengah bercampur aduk di hatinya saat ini. 

"Kaede, tenanglah. Pasti ada jalan di balik semua musibah ini." Di lain sisi, sang suami tampak sedang berusaha menenangkan istrinya yang dilanda kepanikan atas sesuatu yang sangat penting di keluarga mereka. 

Bagaimana tidak penting? Ini menyangkut kehidupan mereka nantinya. Salah sedikit, hilanglah sudah keluarga Akibara di muka bumi ini. Itu pun jika bumi ini masih ada. 

Suami istri generasi ke-26 dari keluarga Akibara itu sepertinya sedang mendiskusikan hal penting menyangkut masa depan mereka, keturunan. Kaede memijat pelipisnya yang lagi-lagi terasa sakit. Sudah beberapa hari ini pusing melanda dirinya, dan menyebabkan amarahnya mudah tersulut karena hal sepele. 

Ditambah lagi, ia kini merasa tak enak badan. Lengkap sudah apa yang Kaede rasakan saat ini. Jika bukan karena sedang berdiskusi dengan suaminya, tentu Kaede akan memilih tidur di kamarnya saja. 

"Haruskah aku hamil lagi agar cucu kita kelak dapat kita korbankan?" tanyanya tanpa sempat berpikir panjang. Benar-benar merasa frustrasi terhadap takdir yang menimpanya dan keluarga. "Kalian tentu tahu jika kita perlu satu lagi anak perempuan untuk meneruskan keturunan Akibara, bukan?"

"Jangan konyol!" bentak sang suami tanpa sadar. Hideki menatap Kaede dengan tatapan tajam. "Dokter sudah mengatakan bahwa kau itu sudah tidak bisa lagi hamil, Sayang. Jika kau terus memaksa, itu semua kelak akan membahayakan nyawamu. Kau tidak bisa lagi mengandung seorang anak, pahamilah itu."

Hideki bukannya tak memikirkan tentang penerus keluarga Akibara. Ia juga merasa pusing. Gelisah dan risau menjadi satu perasaan yang dialaminya kini.

Siapa yang akan mengirim tumbal ke sang pengutuk, jika tak ada anak lagi dalam keluarganya untuk melanjutkan persembahan itu? Keturunan mereka semua telah habis, berhenti di Yuuto yang hilang entah kemana dan Rin yang telah dikorbankan menghadap Yamasuke.

"Aku tahu itu!" pekik Kaede nyaring sehingga membuat sang suami terdiam. Lelaki itu tahu apa yang kini istrinya rasakan, oleh sebab itu ia memilih diam daripada menyuarakan pendapatnya. Kaede lagi-lagi berucap dengan nada kesal. "Tapi, mau bagaimana lagi? Jika tetap seperti ini ... keluarga kita akan mendapat kemalangan!"

"Iblis itu akan membunuh kita semua!"

"Tolonglah, anak-anak ... berhentilah bertengkar. Mari kita sudahi permasalahan ini sampai di sini saja." Suara lembut seorang wanita tua menginterupsi pembicaraan penuh urat saraf antara Hideki dan sang istri.

Asano lalu duduk di depan anak dan menantunya seraya menaruh nampan berisi tiga buah gelas dan sebuah teko teh. Kemudian wanita tua itu mulai membuka suara. "Ibu mengerti dengan apa yang kau rasakan, Kaede."

"Kita semua tentu tahu jika setiap keluarga Akibara memiliki dua anak perempuan sebagai keturunan mereka, maka anak perempuan pertamalah yang akan dikorbankan ketika sudah berusia 18 tahun," ucap wanita berkimono satin warna hitau tua dengan lembut.

"Digaris keturunan keluarga kita kali ini, kalian berdua memiliki anak perempuan dan laki-laki. Rin adalah anak perempuan pertama kalian. Oleh sebab itulah, Rin kita korbankan kepada iblis monyet yang berkuasa, untuk menghindari kutukan darinya."

"Akan tetapi ... sayang sekali. Anakmu Yuuto menghilang dan hingga kini belum ditemukan, sedangkan Rin telah kita kirimkan menghadap Yamasuke ke Dunia Bawah. Parahnya lagi ... Kaede mengidap kanker serviks."

Kaede menundukkan kepalanya dalam-dalam, menangis meratapi nasibnya yang malang. Apa yang ibunya katakan itu adalah benar. Padahal ia sudah mengorbankan putri kesayangannya Rin, dan menghadapi kenyataan bahwa putranya Yuuto hingga kini masih belum ditemukan.

Ditambah dengan ia yang didiagnosis oleh dokter tidak bisa memiliki seorang anak lagi, sungguh membuat Kaede semakin terpuruk dan begitu bersedih hatinya.

"Seharusnya ... seharusnya waktu itu aku nikahkan saja Rin dulu lebih cepat! Seandainya aku mengetahui penyakit ini lebih dulu!" teriak Kaede sambil terisak pelan.

"Bagaimana nasib kita kelak?" tanya wanita itu dengan nada pilu, lalu kembali melanjutkan ucapannya, "Kita sudah tidak punya persembahan lagi untuk iblis itu."

Melihat istrinya menangis tersedu-sedu, Hideki langsung memeluk wanita itu erat-erat, berusaha menguatkan sang istri meski lelaki itu juga tak kalah kalut perasaannya.

Apabila keluarga mereka tidak bisa memberikan persembahan kepada sang iblis monyet, maka iblis itu tidak akan tinggal diam saja melihat pembangkangan dari keluarga mereka.

Yamasuke akan mencari mereka, dan menghancurkan kehidupan keluarga mereka seperti janjinya ratusan tahun silam. Tak ada yang lebih menakutkan bagi para manusia, selain diamuk oleh iblis yang menyukai pembantaian dan darah. Membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduk berdiri. Menakutkan.

"Seandainya saja ada Yuuto, mungkin ... sekarang ia sudah menikah dan memiliki anak yang dapat mengamankan kita dari kutukan," ucap Kaede sambil mengusap pipinya yang basah. "Ya, andai anak itu tidak hilang. Mungkin saja sekarang, kita sudah menyiapkan pernikahannya, dan jika anak itu ... menikah, kita akan selamat!"

Kaede berucap tidak jelas, semakin lama, semakin terlihat kepanikan menyerangnya. Betapa gundahnya hati wanita Akibara itu.

Asano mengelus surai lembut putrinya dengan penuh kasih sayang, menyampaikan dukungan kepada sang anak. Asano dulu juga pernah kehilangan anak karena kutukan yang menimpa keluarga mereka, kakaknya Kaede terpaksa ia korbankan kepada Yamasuke karena dialah harapan mereka saat itu. 

Kini, mereka semua sudah tak punya siapa-siapa lagi untuk melanjutkan keturunan. Takdir mereka semua telah ditentukan sejak awal. "Jangan menangis lagi, Anakku" ucapnya menenangkan.

Tanpa mereka ketahui, sejak mulainya pembicaraan serius di antara mereka bertiga, di dekat jendela rumah yang cukup megah itu berdiri seorang laki-laki dewasa yang belum menikah, tengah diam mematung di tempatnya bersembunyi.

Anak pertama Kaede yang menghilang belasan tahun silam itu sedang termenung, memikirkan semua perkataan anggota keluarganya yang baru saja ia dengar beberapa saat yang lalu.

Yuuto hanya diam saja mendengarkan semua percakapan dan cerita yang disampaikan oleh setiap anggota keluarganya. Meski begitu, hatinya terasa sakit sekali saat mengetahui kenyataan bahwa keluarga yang ia rindukan selama ini, tidak sepenuhnya peduli kepadanya.

Mereka semua tidak pernah mencari keberadaan pemuda itu dengan benar dan hanya memikirkan nasib keturunan mereka saja. Yuuto dulu sempat berpikir bahwa orang tua mereka yang tidak benar-benar mencarinya itu hanyalah kabar angin semata. Sebab, ia pernah mendengarnya dari salah seorang tetangga mereka yang tinggal tepat di luar kompleks kuil Akibara.

Mereka menyebutkan bahwa Kaede dan Hideki sengaja membiarkan anak laki-laki mereka menghilang agar mereka berdua dapat fokus ke anak perempuan mereka yang sangat berharga. Yuuto dulu tak percaya dengan cerita para tetangganya itu, tetapi kini ... ia telah mengetahui kebenarannya. 

Yuuto lantas menyentuh dada kirinya yang terasa sakit, berdenyut-denyut dengan nyeri tanpa sebab yang pasti. Apa yang terlihat di depan mata, nyatanya adalah kebenaran. "Rin ...." Gumamnya sendu. "Apakah ini yang kau maksud di dalam mimpiku hari itu, Adikku? Tentang kemalangan yang menimpamu?"

Yuuto menundukkan kepalanya dalam-dalam. Hatinya seperti diiris oleh sembilu, sungguh sakit sekali dan semakin sakit ketika Yuuto harus mendengar kenyataan bahwa adik yang ingin ia temui hari itu telah dikorbankan kepada iblis. Sesosok makhluk yang bahkan Yuuto saja tak mengetahui seperti apa rupanya.

Menguatkan hati, Yuuto lalu kembali menguping pembicaraan keluarganya, baru setelah itu ... ia akan kembali ke dunia yang lebih bisa menerima keberadaannya. Yuuto akan kembali ke Dunia Bawah, dan tinggal di sana untuk selama-lamanya.

Pemuda itu bahkan tidak ingin lagi tinggal di sana. Tidak ingin lagi bersama keluarganya.

Sungguh, Yuuto tak ingin kembali bersama mereka. Bersama keluarga yang tega membuang adik kesayangannya demi menyanggupi permintaan sang iblis. Mereka tak punya hati, Rin jauh lebih berharga daripada menuruti keinginan iblis itu.

Atas apa yang telah ia lalui selama ini, dan melihat tak ada yang merindukannya sama sekali, sungguh semuanya telah membuat Yuuto menutup mata hatinya. Pemuda itu tiba-tiba saja merasa benci terhadap anggota keluarganya sendiri. Namun, itu tidak sepenuhnya benar.

Kenyataannya, Yuuto hanya perlu ketenangan sebentar saja dan mendapat keterangan lebih lanjut dari keluarganya sendiri agar ia dapat memahami semuanya sebelum menyimpulkanya cepat di dalam kepala.

Yuuto mencoba berpikir positif dan kembali memfokuskan dirinya untuk mendengar pembicaraan di dalam rumah. Ia janji setelah ini, tak ada lagi yang perlu ia dengar dari mereka semua.

"Aku tidak tahu apakah Rin mampu mematahkan kutukan itu atau tidak, tetapi jika ia berhasil ... maka kita semua tak perlu lagi mengirimkan anak-anak kita kepada iblis monyet dan membuat mereka menjadi budak di dunia sana!"

Kaede yang masih terisak langsung menghapus air mata yang menggenang di pelupuk matanya dengan usapan kasar. "Aku tidak peduli jika anakku itu kalah! Asalkan kita sudah memperoleh keturunan yang baru, atau ia berhasil memenangkan pertarungan," ucap wanita itu lagi tanpa penyesalan.

"Aku tak mau peduli lagi!"

Kedua tangan Yuuto yang berada di sisi tubuhnya terkepal kuat. Begitu mudahnya sang ibu mengatakan hal tersebut seolah itu adalah hal ringan dan bisa dianggap persoalan biasa. Apakah wajar mengorbankan anak kandung sendiri untuk dikorbankan kepada iblis? Jelas Dewa akan marah jika hal ini terus dilakukan.

Yuuto tak bisa lagi mempercayai mereka. Pemuda itu benar-benar tidak bisa memaafkan keluarganya yang telah menelantarkan anak-anak yang telah mereka lahirkan demi sebuah persembahan. Namun, rasa bersalah karena tidak bisa menolong Rin jauh lebih besar dari amarah yang ia rasakan saat ini.

Padahal Rin telah memberikannya sebuah tanda lewat mimpi. Mengapa ia baru menyadari hal itu sekarang?

Yuuto tiba-tiba saja teringat dengan ucapan gurunya mengenai Dunia Bawah, tempat di mana Rin dikirimkan oleh kedua orang tuanya ke sana guna memenuhi kutukan yang dimaksud keluarganya.

Dunia Bawah adalah tempat berkumpulnya para iblis Dunia Kematian yang suka mencari mangsa, karena Dunia Bawah itu dipenuhi dengan sumber makanan iblis Dunia Kematian, berupa manusia dan siluman yang lemah.

Jika Yuuto ingin menyelamatkan adik kesayangannya dan membebaskan Rin dari kutukan, maka ia harus memiliki setidaknya kekuatan spiritual yang hampir setara dengan Himiko. Dia adalah gadis kuil yang pernah bertarung dengan iblis kelelawar yang disegel di sebuah kuil kecil yang berada di belakang bangunan kuil utama Akibara.

Yuuto lalu berbalik badan. Ia pergi meninggalkan rumah lamanya itu dan kembali ke dalam hutan. Mendatangi sebuah tempat berbentuk lingkaran, dengan pusaran cahaya di tengahnya. Itu adalah portal dunia lain yang tadi sempat dibuat oleh Yuuto yang merupakan sebuah pintu masuk untuk pergi ke mana saja.

Pria berambut hitam panjang yang diikat kuda itu lalu pulang dengan sebuah tekad yang besar. Yuuto berkeinginan kuat untuk menyelamatkan adik kesayangannya yang kini jiwanya tengah membara mencari pertolongan. Yuuto harus menyelamatkan Rin dari kutukan itu dan membebaskannya.

Yuuto juga bertekad akan membantu Rin mengalahkan iblis yang telah membuat semua keturunan Akibara menderita.

Syaratnya hanya satu, Yuuto harus menjadi seseorang yang sangat kuat. Ia menyadari bahwa kekuatan yang ia miliki saat ini, membuatnya tidak memiliki kesempatan untuk menang dari iblis yang dimaksud oleh keluarga mereka.

Yuuto masih lemah dibandingkan pendahulunya yang telah lama tiada.

Laki-laki itu lalu berjanji dalam hati, bahwa ia akan menyelamatkan Rin tidak peduli apa yang akan terjadi ke depannya. Itu adalah janjinya kepada Rin, dan Yuuto akan berusaha keras untuk menepatinya.

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA)   38. Penggoda Iman Sang Gadis Miko!

Kyeo menyeringai, rencananya dalam mengerjai sang gadis Akibara berjalan dengan sukses. Lihat betapa memerahnya wajah gadis itu, bagaikan buah merah delima yang sudah kelewat matang. Belum lagi peluh yang membasahi wajah gadis yang masih ditindih olehnya kini, benar-benar terlihat lucu. Kyeo tahu gadis itu sedang gugup karena posisi mereka yang begitu intim. Bahkan dirasakan olehnya, tubuh sang gadis memanas, seperti orang yang sedang terkena demam tinggi. "Hei," panggil Kyeo, memastikan apakah gadis itu masih sadar atau tidak. Mustahil pingsan dengan mata terbuka, bukan? Rin merasa napasnya tercekat di tenggorokan, ia tak kuasa mengeluarkan kata-kata sahutan kepada sang iblis kelelawar. Ia hanya sanggup membalas tatapan Kyeo yang begitu memabukkan. Manik kuning itu bergerak, menjelajahkannya pada tubuh gadis miko yang berada di bawahnya.

MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA)   37. Segel Untuk Sang Iblis Kelelawar

Setelah menghabiskan waktu selama satu minggu di desa Orishin, Rin dan Kyeo melanjutkan perjalanan mereka. Tanpa arah, hanya mengikuti kemana gadis Akibara hendak pergi. Benar-benar pengembaraan tanpa tujuan yang jelas. Sama sekali tidak membuat sesosok iblis yang bersama Rin sejak beberapa lama mengeluh karenanya, justru Kyeo termasuk paling tenang dalam perjalanan. Kecuali jika Rin mengungkit dan membuat sang iblis kelelawar merasa terusik. Kyeo mudah sekali marah jika ketenangannya diganggu, tetapi sepertinya Rin tak terlalu mengindahkannya. Ia masih saja menjaili Kyeo, suka dengan tindakan sang iblis ketika marah. Gadis itu senang bisa menganggu sang iblis kelelawar. Baginya, mengusik Kyeo adalah salah satu pembalasan paling menyenangkan. Sebab iblis itu suka sekali menggodanya di saat-saat dirinya tak ingin diganggu.&nb

MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA)   36. Godaan Berat Dari Iblis Tampan

Rin dan Kyeo mengepel dalam diam, tak ada yang berbicara di antara keduanya. Mereka berdua sibuk melaksanakan tugas bersih-bersih, agar cepat selesai dan bisa kembali pulang ke penginapan, lalu melanjutkan perjalanan mereka di Dunia Bawah. Dengan menggunakan sebuah lap putih yang sudah kumal, mereka bolak-balik mengepel lantai itu hingga mengkilap. Tentu saja dengan cara bergantian. Mulanya, Rin lah yang terlebih dahulu mengepel lantai untuk pertama kali, baru setelahnya sang iblis kelelawar melanjutkan tugas sang gadis. Tampaknya, Kyeo sudah tak sabar lagi ingin segera menyelesaikan tugas dari kepala desa yang membuatnya dengan terpaksa terjebak di rumah tiga orang manusia tua yang menurutnya sedikit menyebalkan. "Hei, Manusia." Kyeo memecah keheningan yang terjadi di antara mereka dengan menatap tajam sang gadis Akibara. "Bernyanyilah."

MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA)   35. Rin & Kyeo: Membantu Nenek-nenek Tua!

Pagi-pagi sekali, Rin sudah dipanggil untuk menghadap kepala desa Orishin di kantornya, bersama Kyeo. Iblis itu terpaksa mengikuti sang gadis Akibara ke sana, meski sebenarnya ia tidak ingin pergi kemana-mana. Lebih enak ditinggal sendirian di penginapan, tetapi gadis itu malah menyeretnya keluar dari dalam kamar. Bagus! Istirahat sang iblis terganggu. "Baguslah kalian sudah datang. Tunggulah dulu sebentar!" Sayaka berucap tegas, kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya—menekuni dokumen penting milik desa. Mengabaikan sepasang makhluk berbeda jenis yang berdiri di hadapannya. Rin melirik Kyeo lewat ujung mata, iblis itu terlihat sedang memasang ekspresi kesal, wajahnya berpaling ke sisi lain ruangan, seperti tidak ingin melihat ke arahnya. Rin tahu Kyeo kesal dengannya, sebab ia menarik sang iblis yang sedang berbaring dengan nyaman di atas k

MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA)   34. Darah, Keringat dan Air Mata

Buru-buru sang gadis Akibara meraih belati kesayangannya dari balik kimono seputih salju, lalu mengalirkan energi spiritual ke ujung belatinya yang lancip, dengan tujuan agar apa pun yang mencoba menjebaknya saat itu tidak bisa menyakitinya. Gadis itu langsung menghujamkan belati tersebut ke dada sosok yang menyerupai sang kakak. "WUAAA!!" Sosok itu seketika menjerit kesakitan. Ia mundur selangkah demi selangkah dengan cepat, tubuhnya terhuyung selama beberapa saat hingga akhirnya ambruk ke tanah. Belati emas yang begitu berharga pemberian dari Zura tersebut masih tertancap di dada sosok yang secara perlahan mulai menampakkan wujud aslinya. Tubuhnya terbakar api biru yang identik dengan kekuatan murni yang berasal dari belati yang sebelumnya sudah gadis Akibara alirkan dengan kekuatan spiritualnya. Sang iblis menjerit-jerit ketika tubuhnya terlalap api suci yang terasa sangat menyakitka

MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA)   33. Ilusi Yang Menyakitkan

Rin dan Kyeo telah tiba di tempat yang dilaporkan oleh salah seorang penduduk yang meminta bantuan kepada mereka, untuk memberantas iblis yang meresahkan masyarakat. Rin langsung menarik Kyeo masuk ke dalam semak-semak, dengan tujuan bersembunyi dari mata musuh yakni iblis ilusi yang sedang mereka incar. Gadis itu merapatkan tubuhnya dengan sang iblis kelelawar, begitu dekat, bahkan deru napas keduanya saling berirama satu sama lain. Akan tetapi, sepertinya Kyeo salah paham terhadap setiap tindakan yang gadis Akibara lakukan padanya. "Kau bermaksud menggodaku, Manusia?" Kyeo bertanya dengan suara pelan, senyum miringnya naik sedikit. Rin yang meremas bagian depan yukata sang iblis refleks melepas pegangannya, tetapi Kyeo dengan sigap menahan pergerakan sang gadis. Rin mendongakkan kepalanya sedikit, wajahnya begitu dekat dengan wajah tampan sang ibl

MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA)   32. Sebuah Tugas

Mendengar penuturan sang roh pendahulu Akibara, sontak membuat Rin dan Kyeo memerah. Gadis muda itu memerah karena merasa malu mendengar pertanyaan konyol sang iblis yang dikomentari oleh Yue, sedangkan sang iblis malu karena dirinya terkesan seperti manusia bodoh.

MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA)   31. Bertemu dengan Yue, Salah Satu Nenek Moyang Akibara!

Rin kembali memulai perjalanan spiritualnya demi meningkatkan kekuatannya bersama Kyeo. Dia adalah iblis kelelawar yang mengikat perjanjian dengannya tempo hari yang lalu. Berdasarkan perjanjian, iblis itu harus selalu bersama sang gadis

MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA)   16. Sebuah Janji Yang Tak Sempat Terucap

"Ah!" Angin berembus dengan sangat kuat, disusul cahaya putih meta yang langsung membuat Rin menghalangi cahaya yang masuk ke retina matanya menggunakan lengan baju sebelah kanan.Helaian rambut hitam Rin beterbangan, berkibar dengan sangat kencang ke

MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA)   15. Berpisah Untuk Bertemu Kembali

Sesosok rubah siluman berekor sembilan tiba-tiba saja melintas di depan Rin dan Zura yang sedang melakukan pencarian buah Sensa. Beruntung, Zura terlebih dahulu menarik sang gadis Akibara untuk bersembunyi di antara semak-semak sehingga siluman berbulu warna putih tersebut t

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy