Download the book for free
02. Bagaikan Sebuah Dongeng
Author: Psychopath TenderAda sebuah legenda yang pernah terjadi di masa lalu, tepatnya beratus-ratus tahun silam. Sebuah kisah yang dipercaya secara turun temurun dalam keluarga besar Akibara, karena sangat berhubungan erat dengan kisah kehidupan nenek moyang mereka juga berhubungan dengan kehidupan mereka kini.
Legenda ini menceritakan tentang kisah seorang gadis miko yang bertarung dengan iblis yang pernah menyebabkan sebuah bencana besar di muka bumi. Iblis buruk rupa yang sangat kuat dengan wajah yang sangat mengerikan.
Dia adalah iblis berwujud monyet dengan wajah yang jelek dan juga menyeramkan karena dipenuhi rambut di sekitar mata. Tubuhnya tinggi dan besar layaknya raksasa. Jika dibandingkan dengan sekarang, mungkin tingginya seperti sebuah pohon berusia ratusan tahun. Sekilas, iblis ini mirip dengan salah satu jenis monyet* yang ada di kepulauan Jepang. Iblis berbulu lebat berwarna abu-abu ini telah banyak menghancurkan pemukiman tempat tinggal umat manusia, demi kepuasan dirinya sendiri.
Memang seperti itulah sifat dasarnya iblis, senang dengan kehancuran, kemaksiatan dan hal-hal yang sangat dilarang oleh tuhan.
Berdasarkan legenda atau kisah dari mulut ke mulut lainnya, semasa hidup sang miko, gadis itu berusaha keras menyegel dan melenyapkan keberadaan makhluk yang telah banyak menyebabkan masalah ini dengan kekuatan supranaturalnya yang besar. Iblis yang sudah membunuh banyak sekali manusia itu harus segera dikurung dan disucikan dengan kekuatan yang berasal dari dalam jiwa seseorang, dan seorang miko atau pendeta sajalah yang bisa melakukannya.
Gadis itu menghabiskan banyak sekali waktunya untuk mencari keberadaannya dan mengejar Yamasuke, nama sang iblis monyet yang selalu bersembunyi darinya. Dan setelah bertemu pun, sang miko akan langsung menyerang Yamasuke tanpa ampun.
Dalam pertarungan mereka, miko itu tanpa kenal henti terus melayangkan serangannya berupa kekuatan spiritual murni kepada iblis yang memanggil dirinya sendiri sebagai Dewa Kematian.
Jelas, dia hanyalah iblis pemangsa manusia yang entah mengapa mengakui dirinya sebagai dewa. Panggilan itu jelas sangat tidak cocok untuknya. Tidak mungkin iblis bisa berubah menjadi dewa, bahkan jika bisa sekalipun, rasaya sangat mustahil terjadi. Sebab, yang ada hanyalah kehancuran di mana-mana.
Terjadi perkelahian yang sangat sengit, antara seorang anak manusia dan sesosok iblis licik. Sang gadis kuil memiliki nama yang indah; Akibara Kimiko. Gadis hebat itu lantas melepaskan kekuatan yang sangat besar untuk memusnahkan sang iblis monyet yang juga melakukan perlawanan, dengan daya yang tak kalah luar biasa darinya.
Langit yang sebelumnya cerah, mendadak kelabu dan suram. Namun, agaknya tak ada yang menyadari hal sekecil itu. Ketika Kimiko berada dalam bahaya, ia memasang pelindung di sekitarnya. Sang iblis terkekeh, lalu menatap sengit sang miko. "Berlindung di balik penghalangmu, eh?" Ejeknya sambil tertawa meremehkan.
Kimiko hanya diam tak menjawab. Bereaksi bahkan menanggapi perkataan sang iblis pun tidak. Ia bukannya tidak bisa membalas perkataan penuh kesombongan iblis itu, tetapi kali ini tujuannya hanya satu.
Yaitu, melenyapkan iblis monyet untuk selama-lamanya dari muka bumi ini.
Di saat iblis bertubuh besar sibuk tertawa, Kimiko tampak menyiapkan diri. Inilah satu-satunya kesempatan untuk memusnahkan sang iblis monyet, tepat ketika iblis itu melonggarkan kewaspadaannya.
Kimiko lalu mengeluarkan bandul dengan bentuk bulan sabit yang dikelilingi oleh dua buah titik hitam. Pemberat berbentuk aneh tersebut dijadikannya sebagai liontin dari rantai kalung yang sudah dialiri dengan kekuatan spiritualnya.
Gadis bersurai hitam dengan poni yang membingkai wajahnya itu pun langsung memakai kalung perak tersebut dan membaca sebuah mantra, tepat ketika sang iblis monyet buruk rupa mulai mengamuk, dan hampir mencelakakan sang gadis Akibara.
Mantra tersebut begitu kuat. Ketika diucapkan secara terus-menerus, mantra itu mampu menangkap dan menghentikan pergerakan sang iblis monyet yang terus meronta-ronta, berusaha melepaskan diri dari cengkeramannya.
Cara kerja teknik itu seperti sebuah tangan yang menangkap seekor hamster kecil.
Gadis itu berupaya menyegel sang iblis ke dalam bandul yang kini ada di lehernya sebagai liontin kalung. Ia tidak boleh gagal, jika ia gagal maka ia akan tamat. Kimiko berupaya keras menangkap jiwa Yamasuke, terlihat dari gerakannya yang beberapa kali mundur ke belakang—seolah sedang menarik sesuatu.
Akan tetapi, perlawanan Yamasuke ternyata tak bisa diremehkan begitu saja. Kekuatan makhluk bengis itu tampak menakjubkan saat ia berhasil mengalahkan energi yang ada pada bandul yang dikenakan oleh sang miko, dan membuat gadis kuil tersebut merasakan akibatnya.
Akibara Kimiko terlempar jauh karena energi gelap yang mendorong usahanya dalam melakukan penyegelan, membuatnya melayang cepat dan menabrak sebuah pohon besar yang ternyata ada di belakangnya. Ia terlempar ke tebing, mengenai benda keras dan jatuh tersungkur ke tanah. Gumpalan darah kental seketika merembes keluar dari mulutnya, menitik hingga menyebabkan bibir mungilnya dipenuhi dengan warna merah gelap.
Gadis itu batuk beberapa kali, dan kembali memuntahkan darah kental dari mulutnya. Kimiko hampir mencapai batasnya sebagai seorang manusia biasa.
Akan tetapi, setidaknya gadis muda itu berhasil melukai sang iblis, karena energi iblis yang gelap jika diserang atau dialiri dengan energi spiritual yang murni, maka akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Hal ini berlaku pula untuk iblis monyet yang sedang menatap tajam ke arahnya.
Kimiko tersenyum samar. Sedikit lagi, sedikit lagi ia akan mencapai keberhasilannya.
"Sialan," rutuk sang iblis dengan tubuh yang terluka cukup parah di beberapa bagian. Tubuh besarnya tampak gosong, sebab terbakar oleh kekuatan suci sang miko. "Kau ... berhasil menyakitiku," ucapnya dengan suara berat yang bergetar menahan amarah.
Sang iblis menggeram, tak terima dengan perbuatan sang anak manusia yang dengan beraninya sudah melukai tubuhnya yang bersifat abadi. Ia menyeringai, setidaknya yang ia dapatkan itu hanyalah luka, tetapi tak cukup mampu membunuhnya.
Jika saja kekuatan spiritual yang dilayangkan padanya itu lebih besar, mungkin saja Yamasuke akan kalah dan lenyap dari permukaan bumi untuk selama-lamanya.
"Sekarang, aku akan membunuhmu, Iblis," ucap Kimiko. Ia lalu mengeluarkan tasbih penyucian miliknya yang mengeluarkan cahaya putih meta. Yamasuke menatapnya nyalang.
"BERANI SEKALI MANUSIA SEPERTIMU MENGANCAM DEWA!?" murka sang iblis monyet sembari mengeluarkan kekuatan iblisnya yang luar biasa pekat dari tangan kanannya. Ia lalu membentuk bola api dengan energi gelap yang tampak menakutkan. Energi jahat berputar di sekitarnya.
Bola api di tangan sang iblis monyet lama kelamaan semakin membesar. Kimiko pada akhirnya hanyalah manusia biasa, ia mulai putus asa ketika melihat kekuatan mengerikan sang iblis. Di sisa kekuatan terakhirnya, gadis itu pun membuat pelindung yang lebih besar dan kuat. Sang iblis pun semakin geram dibuatnya.
"Wahai, Miko yo! Terkutuklah kau dan anak keturunanmu! Kau, dan mereka semua! Harus menyerahkan anak perempuan kalian kepadaku ketika sudah berumur 18 tahun!" teriak sang iblis.
Yamasuke lalu melepaskan bola berkekuatan jahat tersebut dan mengarahkannya tepat kepada Kimiko. Sang gadis menatap nanar. Miko itu lalu kembali membaca mantra, memusatkan inti energinya di telepak tangan. Ia harus menahan kekuatan iblis di depannya jika ia ingin selamat dari serangan.
Yamasuke terlihat tidak peduli, ia kembali berucap, "Kurunglah mereka di Dunia Bawah selama 100 hari. Jika ada anak keturunanmu yang berhasil mengalahkanku, maka kalian semua akan kunyatakan bebas. Tetapi, jika kalah ... maka jiwa mereka yang bebas, akan kujadikan budak untuk melayaniku yang agung ini!"
Iblis berwujud monyet berbulu abu-abu itu lantas tertawa terbahak-bahak, berusaha menganggu konsentrasi sang gadis pengusir roh jahat yang berada di depannya. Kimiko memasang ancang-ancang, masih berusaha menahan bola besar yang semakin menekan pelindung cahaya miliknya dengan daya yang luar biasa.
Yamasuke—sang iblis monyet hanya terkekeh, kemudian lagi-lagi berkata, "Jika kalian tidak menyerahkannya padaku, maka bersiaplah ... AKAN ADA BENCANA BESAR di muka bumi ini yang menimpa keluarga kalian!"
Kedua tangan Kimiko bergetar hebat, merasa tidak sanggup lagi menahan energi jahat yang dilayangkan iblis kepadanya. Sang iblis monyet tersenyum bengis melihat Kimiko di ambang kekalahan.
"Ingatlah kutukanku ini!" seru Yamasuke dengan suaranya yang menggelegar bak petir di siang hari.
Pelindung yang dibuat oleh Kimiko akhirnya retak, tenaga dahsyat yang terus menekan pelindungnya membuat penghalang tebal Kimiko itu hancur. Energi iblis berbentuk bola raksasa mengarah tepat pada gadis malang yang kini siap menemui ajalnya. Tetapi, Kimiko hanya tersenyum.
Yamasuke tersenyum lebar menyaksikan kekalahan Kimiko. "Ha! Rasakanlah itu, Manusia!" ejek sang iblis seraya berbalik badan. Bersiap kembali ke dunianya.
~•~•~
Asano memperhatikan cucu perempuannya Rin yang sedang menari dalam sebuah pertunjukan kuil Akibara keluarga mereka. Tarian yang dipercaya sebagai tarian penghibur yang dipersembahkan untuk Sang Dewa. Dapat pula dilakukan sebagai salah satu cara berkomunikasi dengan roh. Itulah makna dan kegunaan tarian kagura.
Gemerincing bel dan alunan alat musik yang dimainkan terdengar mengiringi langkah Rin yang sedang berputar seraya mengangkat tinggi-tinggi suzu*nya ke atas. Mahkota bunga menghiasi puncak kepala sang gadis berambut hitam lebat.
Asano menatap tarian cucu perempuannya dengan mimik yang terlampau serius. Cucunya itu telah tumbuh semakin dewasa, tanpa mengetahui bahwa ia akan dikorbankan menjadi tumbal kutukan yang didapat oleh Kimiko, sekitar lebih dari 500 tahun yang lalu.
Asano tahu takdir sang cucu memang begitu menyedihkan, tetapi ia juga kasihan terhadap putrinya yang bernama Kaede. Anaknya yang telah kehilangan anak pertamanya yang bernama Akibara Yuuto. Hilangnya anak laki-laki itu adalah luka di keluarga Akibara, waktu menghilangnya Yuuto yaitu ketika Rin masih berusia tujuh tahun.
Kaede telah kehilangan anak untuk meneruskan keturunan, lantas apa yang bisa mereka lakukan selain menerima takdir? Melawannya? Sungguh itu mustahil.
Wanita tua tersebut tiba-tiba saja teringat dengan perjuangan Kimiko yang masih dapat bertahan hidup, setelah mendapat serangan dari iblis yang bertarung dengannya sehari semalam. Gadis itu lalu melepas statusnya sebagai gadis penjaga kuil, lalu menikah dengan seorang pemuda biasa serta mendapat keturunan.
Namun, kutukan dari sang iblis monyet ternyata sudah dimulai.
Anak perempuan Kimiko dengan Akibara Shota, menghilang ketika genap berusia 18 tahun. Gadis malang itu menghilang tanpa jejak, tetapi Kimiko dapat menebak kemana perginya anak perempuan pertamanya. Tentu saja, Satniko sudah dibawa oleh utusan sang iblis monyet ke Dunia Bawah, tanpa sepengetahuan mereka.
Sejak itu, tak ada yang bisa menghentikan kutukan sang iblis monyet yang masih berkeliaran bebas di luar sana. Kini, mereka hanya bisa berharap Rin dapat menghapuskan kutukan tersebut dari kehidupan keluarga Akibara untuk selama-lamanya.
Hanya Rin satu-satunya harapan keluarga mereka. Maka dari itu, demi kelangsungan hidup keluarga Akibara, mereka rela mengorbankan gadis kesayangan Kaede dan Hideki itu, untuk dikirimkan ke Dunia Bawah selama 100 hari lamanya.
+ Note +
- Torii (鳥居) merupakan pembatas antara kawasan tempat tinggal manusia dengan kawasan suci tempat tinggal Kami atau dewa. Selain itu, bangunan ini juga berfungsi sebagai gerbang kuil.
- Kagura suzu ( 神 楽 鈴 ) adalah satu set dua belas lonceng yang digunakan dalam tarian kagura atau merupakan perlengkapan yang biasa digunakan oleh para miko pada saat tarian kagura.
- Kabuki adalah teater tradisional jepang yang terkenal akan pertunjukkannya yang dipenuhi dengan nyanyian dan tarian yang indah dan memukau. Alam bahasa Jepang modern, kata “Kabuki” ditulis dengan karakter “Ka” yang mengartikan lagu, “bu” yaitu tarian, dan “ki” yang mengartikan tarian. Biasanya pemain Kabuki akan mementaskan drama dengan bernyanyi dan menari, juga memakai make-up yang tebal dan para pemain akan memakai tepung beras di wajah agar mendapatkan warna putih yang nyata dan mendapatkan kesan “porselen”.
- Monyet jepang adalah salah satu spesies monyet dari familia Cercopithecidae yang endemik di Jepang. Monyet ini sering disebut monyet salju karena hidup di tengah kawasan bersalju. Monyet jepang terdiri dari dua subspesies: Macaca fuscata fuscata Macaca fuscata yakui.
Ittan Momen* Wujudnya aneh, hanya berupa kain putih mirip lap kain sepanjang 33 kaki namun kehadiran makhluk kain yang dijuluki Ittan Momen ini tidak bisa kita remehkan. Penampakan Ittan Momen dikatakan sering muncul ketika tengah malam. Dan ia bukan menjahili orang-orang yang apes bertemu dengan dirinya.
Melainkan, ia akan membungkus kepala orang tersebut dan meremukkan kepalanya sampai tewas. Sangat menyeramkan.
Share the book to
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Latest chapter
MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA) 38. Penggoda Iman Sang Gadis Miko!
Kyeo menyeringai, rencananya dalam mengerjai sang gadis Akibara berjalan dengan sukses. Lihat betapa memerahnya wajah gadis itu, bagaikan buah merah delima yang sudah kelewat matang. Belum lagi peluh yang membasahi wajah gadis yang masih ditindih olehnya kini, benar-benar terlihat lucu. Kyeo tahu gadis itu sedang gugup karena posisi mereka yang begitu intim. Bahkan dirasakan olehnya, tubuh sang gadis memanas, seperti orang yang sedang terkena demam tinggi. "Hei," panggil Kyeo, memastikan apakah gadis itu masih sadar atau tidak. Mustahil pingsan dengan mata terbuka, bukan? Rin merasa napasnya tercekat di tenggorokan, ia tak kuasa mengeluarkan kata-kata sahutan kepada sang iblis kelelawar. Ia hanya sanggup membalas tatapan Kyeo yang begitu memabukkan. Manik kuning itu bergerak, menjelajahkannya pada tubuh gadis miko yang berada di bawahnya.
MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA) 37. Segel Untuk Sang Iblis Kelelawar
Setelah menghabiskan waktu selama satu minggu di desa Orishin, Rin dan Kyeo melanjutkan perjalanan mereka. Tanpa arah, hanya mengikuti kemana gadis Akibara hendak pergi. Benar-benar pengembaraan tanpa tujuan yang jelas. Sama sekali tidak membuat sesosok iblis yang bersama Rin sejak beberapa lama mengeluh karenanya, justru Kyeo termasuk paling tenang dalam perjalanan. Kecuali jika Rin mengungkit dan membuat sang iblis kelelawar merasa terusik. Kyeo mudah sekali marah jika ketenangannya diganggu, tetapi sepertinya Rin tak terlalu mengindahkannya. Ia masih saja menjaili Kyeo, suka dengan tindakan sang iblis ketika marah. Gadis itu senang bisa menganggu sang iblis kelelawar. Baginya, mengusik Kyeo adalah salah satu pembalasan paling menyenangkan. Sebab iblis itu suka sekali menggodanya di saat-saat dirinya tak ingin diganggu.&nb
MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA) 36. Godaan Berat Dari Iblis Tampan
Rin dan Kyeo mengepel dalam diam, tak ada yang berbicara di antara keduanya. Mereka berdua sibuk melaksanakan tugas bersih-bersih, agar cepat selesai dan bisa kembali pulang ke penginapan, lalu melanjutkan perjalanan mereka di Dunia Bawah. Dengan menggunakan sebuah lap putih yang sudah kumal, mereka bolak-balik mengepel lantai itu hingga mengkilap. Tentu saja dengan cara bergantian. Mulanya, Rin lah yang terlebih dahulu mengepel lantai untuk pertama kali, baru setelahnya sang iblis kelelawar melanjutkan tugas sang gadis. Tampaknya, Kyeo sudah tak sabar lagi ingin segera menyelesaikan tugas dari kepala desa yang membuatnya dengan terpaksa terjebak di rumah tiga orang manusia tua yang menurutnya sedikit menyebalkan. "Hei, Manusia." Kyeo memecah keheningan yang terjadi di antara mereka dengan menatap tajam sang gadis Akibara. "Bernyanyilah."
MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA) 35. Rin & Kyeo: Membantu Nenek-nenek Tua!
Pagi-pagi sekali, Rin sudah dipanggil untuk menghadap kepala desa Orishin di kantornya, bersama Kyeo. Iblis itu terpaksa mengikuti sang gadis Akibara ke sana, meski sebenarnya ia tidak ingin pergi kemana-mana. Lebih enak ditinggal sendirian di penginapan, tetapi gadis itu malah menyeretnya keluar dari dalam kamar. Bagus! Istirahat sang iblis terganggu. "Baguslah kalian sudah datang. Tunggulah dulu sebentar!" Sayaka berucap tegas, kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya—menekuni dokumen penting milik desa. Mengabaikan sepasang makhluk berbeda jenis yang berdiri di hadapannya. Rin melirik Kyeo lewat ujung mata, iblis itu terlihat sedang memasang ekspresi kesal, wajahnya berpaling ke sisi lain ruangan, seperti tidak ingin melihat ke arahnya. Rin tahu Kyeo kesal dengannya, sebab ia menarik sang iblis yang sedang berbaring dengan nyaman di atas k
MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA) 34. Darah, Keringat dan Air Mata
Buru-buru sang gadis Akibara meraih belati kesayangannya dari balik kimono seputih salju, lalu mengalirkan energi spiritual ke ujung belatinya yang lancip, dengan tujuan agar apa pun yang mencoba menjebaknya saat itu tidak bisa menyakitinya. Gadis itu langsung menghujamkan belati tersebut ke dada sosok yang menyerupai sang kakak. "WUAAA!!" Sosok itu seketika menjerit kesakitan. Ia mundur selangkah demi selangkah dengan cepat, tubuhnya terhuyung selama beberapa saat hingga akhirnya ambruk ke tanah. Belati emas yang begitu berharga pemberian dari Zura tersebut masih tertancap di dada sosok yang secara perlahan mulai menampakkan wujud aslinya. Tubuhnya terbakar api biru yang identik dengan kekuatan murni yang berasal dari belati yang sebelumnya sudah gadis Akibara alirkan dengan kekuatan spiritualnya. Sang iblis menjerit-jerit ketika tubuhnya terlalap api suci yang terasa sangat menyakitka
MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA) 33. Ilusi Yang Menyakitkan
Rin dan Kyeo telah tiba di tempat yang dilaporkan oleh salah seorang penduduk yang meminta bantuan kepada mereka, untuk memberantas iblis yang meresahkan masyarakat. Rin langsung menarik Kyeo masuk ke dalam semak-semak, dengan tujuan bersembunyi dari mata musuh yakni iblis ilusi yang sedang mereka incar. Gadis itu merapatkan tubuhnya dengan sang iblis kelelawar, begitu dekat, bahkan deru napas keduanya saling berirama satu sama lain. Akan tetapi, sepertinya Kyeo salah paham terhadap setiap tindakan yang gadis Akibara lakukan padanya. "Kau bermaksud menggodaku, Manusia?" Kyeo bertanya dengan suara pelan, senyum miringnya naik sedikit. Rin yang meremas bagian depan yukata sang iblis refleks melepas pegangannya, tetapi Kyeo dengan sigap menahan pergerakan sang gadis. Rin mendongakkan kepalanya sedikit, wajahnya begitu dekat dengan wajah tampan sang ibl
MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA) 30. Mulainya Kisah Di Antara Mereka
Kyeo mendengkus kasar dan memilih mengikuti kata-kata sang anak manusia. Iblis berparas rupawan dengan netra kuning keemasannya itu langsung merampas pakaian yang Rin sodorkan kepadanya. Menatapnya sekilas, lalu memakainya dengan cepat. Tidak peduli jika yukata sepanjang mat
MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA) 29. Give Me Your Body
"Hei, kenapa kau diam saja, Manusia? Kau tak paham maksudku tadi?" Pertanyaan Kyeo membuyarkan lamunan sang gadis Akibara. Rin spontan menggeleng cepat sebagai respons, dan mendapat reaksi dingin dari sang iblis. "Cih, kupikir kau mengerti. Dasar gadis bodoh," e
MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA) 28. Syarat Sang Iblis
Kalaupun iblis itu mau, tentu dengan senang hati ia akan memilih opsi ketiga—membunuh dan memakan jiwa milik gadis manusia yang sedang berdiri di depannya. Kemudian ia akan mencari jalan keluar sendiri, tanpa perlu terlibat dengan manusia yang memiliki sikap yang sangat menyeb
MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA) 27. Perjanjian Darah Di Antara Keduanya
Ruangan yang semula gelap gulita, seketika terang benderang karena adanya bantuan sihir dari jentikan jari sang iblis. Kyeo berdecak berulang kali, merasa bangga karena berhasil mengeluarkan setitik kecil kekuatan iblisnya. Kehadiran manusia itu membuat Kyeo san
