Download the book for free

Chapter 1
"Tidak semua hal yang ada di dunia ini bisa kau anggap untuk baik- baik saja. Apalagi jika itu adalah sebuah perasaan"
Saat ini acara dalam aula berukuran besar ini berlangsung begitu meriah. Mereka saling bergembira bernyanyi dan bahkan ada yang menari seperti layaknya orang gila. Mereka semua tampak bersenang- senang dan sangat bahagia merayakan pesta selamat datang mahasiswa baru jurusan Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Namun semua kesenangan itu tampaknya tidak berlaku bagi seorang mahasiswi berkacamata yang tampak bosan dengan acara yang ada. Ah, sungguh musik seperti ini bukanlah seleranya. Gadis itu merupakan gadis yang memiliki keturunan Indonesia – Korea Selatan, pastinya sulit mendapatkan teman yang serumpun dengannya
"Hey, apa kau bosan ?" tanya seseorang yang tiba-tiba duduk disampingnya dan sedikit mendekatkan wajahnya pada gadis berkacamata itu
Tentu saja tingkah seseorang itu membuat gadis berkacamata itu tampak terkejut dengannya
"Ka..kau siapa ?" tanya gadis berkacamata itu dengan menoleh kearah seseorang disampingnya yang nyatanya adalah seorang pria
Pria itu menoleh kearah gadis kacamata dan menatap kearah mata gadis itu
"Aku ?" tunjuk pria itu pada dirinya sendiri
"Namaku Alvin Edward Kim. Dan kau ?" ucap pria itu mengulurkan tangannya kearah gadis itu
Gadis itu masih ragu untuk membalas uluran tangan dari pria yang bernama Alvin Edward Kim itu, namun ia tidak bisa berlaku tidak sopan pada yang ia yakini bahwa pria ini adalah teman seangkatannya. Dengan sedikit ragu sekaligus gugup gadis berkacamata itu mengulurkan tangannya
"Na...Nayla Melody Lim" akhirnya gadis itu menyebutkan namanya membuat pria bermarga Kim itu tersenyum kearahnya
"Apa kau bosan ?" ulang pria itu lagi
"Eum, Ya..Ya aku bosan" Nayla menjawab dengan menganggukkan kepalanya
"Kau begitu ikut aku. Kita keluar dari tempat membosankan ini" ajak pria itu dengan sedikit berbisik kepada Nayla.
"Ap..apa?" pekik Nayla yang merasa tidak mengerti dengan ucapan pria asing ini. Namun Alvin tidak peduli dengan kebingungan Nayla dengan cepat ia berdiri dan mengenggam tangan Nayla. Membawa wanita itu yang nampak terkejut lagi dengan tindakan pria asing yang barusaja dikenalnya ini.
Namun mau bagaimana lagi, daripada ia mati kebosanan ditempat ini bukankan lebih baik mengikuti ajakan pria asing ini. Meskipun ia tidak tahu pria ini mengajaknya kemana namun ia yakin bahwa ia akan baik- baik saja
Alvin dan Nayla berjalan mengendap- endap keluar dari aula, tangan mereka berdua saling bertautan. Mereka mencoba mencari jalan menghindari beberapa senior mereka yang terlihat mengobrol di luar ruangan. beruntung disaat Alvin membuka pintu senior mereka tidak melihat kearah pintu, maka dengan cepat ia bersama Nayla menghindari ruangan itu dan berlari sekencang-kencangnya
"Hah...hha...huuhh" nafas Nayla terasa tersenggal- senggal karna berlari sekencang itu untuk menghindari senior- senior mereka. Mereka saat ini sedang berada halaman Universitas
"Kau lelah ?" ujar Alvin yang berkacak pinggang dan terlihat mengatur nafasnya
"Kau pikir ?" sentak Nayla dan menyeka keringat yang sedkit mengucur di area pelipisnya
Pria itu terkekeh kecil
"Tenanglah, sebentar lagi kau pasti akan merasa senang" ucap pria itu dengan menarik tangan Nayla kembali. Nayla hanya mampu menuruti kemana laki-laki ini membawanya pergi
Dan akhirnya sampailah dirinya dan Alvin dibelakang sebuah gedung yang terletak tidak jauh dari gedung jurusannya, ia melihat ada beberapa orang yang sedang asik melakukan pesta sendiri
"Oh, Alvin Edward Kim !! kemarilah" ucap seseorang yang melihat kearah kami, bukan kami tapi Alvin lebih tepatnya
Alvin membalas lambaian tangannya, lalu menoleh kearah Nayla yang maish terlihat binggung
"Ayo kesana !" ajak Alvin yang masih mengenggam tangan Nayla
"Oh, kau datang bersama siapa ?" tanya seorang pria bermata sipit disana, ketika Alvin dan Nayla sampai ketempat mereka
"Dia teman satu jurusanku, aku membawanya karna ia terlihat seperti mayat hidup disana" ucap Alvin apa adanya dan tanpa rasa sungkan, membuat mereka semua disana tertawa mendengarnya
Nayla menundukkan wajahnya yang mulai malu, sialan pria ini benar- benar membuatnya tampak buruk disaat pertamakali bertemu dengan orang-orang asing ini
"Kemarilah, bergabung bersama kami" ucap seseorang yang berambut pirang itu yang memanggil Alvin untuk bergabung
"Kau pasti bosan bukan diacara seperti itu" ucapnya dengan senyum yang begitu manis hingga membuat matanya menghilang
"Namaku Mino Park" ucap pria itu tiba-tiba "aku dari jurusan hubungan internasional dan dia adalah Yoga Sebastian Min" tunjuknya pada pria lain yang memiliki mata yang hampir mirip dengan pria yang bernama Mino itu, namun bedanya pria itu tampak terkesan cuek dan dingin
"Dia berada di tingkat empat, dia lebih tua dari kami. Dia dari jurusan Management" ucap pria itu lagi.
Sedangkan pria yang bernama Yoga itu hanya tersenyum tipis. "Dan dia adalah Jino Kim, dia juga satu angkatan dengan Yoga. Kami semua berdarah campuran Indonesia – Korea Selatan" tunjuk Mino pada seseorang yang memiliki perawakan tinggi itu. Lalu pria itu terlihat melambaikan tangan pada Nayla dan tersenyum ramah
"Lalu kau siapa ?" Tanya Mino kembali pada Nayla
"Ak..aku Nayla Melody Lim dari jurusan Ekonomi dan Bisnis" ucap Nayla memperkenalkan diri, ia merasa senang akhirnya bertemu dengan orang- orang yang memiliki darah campuran sepertinya
Setelah perkenalan itu membuat Nayla semakin akrab dengan keempat pria itu, ia sungguh senang bisa bertemu dengan mereka. Dan sejak saat itu Nayla bersahabat baik dengan mereka, kemana-mana selalu bersama mereka. Mulai dari makan siang dan nongkrong dan jalan-jalanpun juga bersama mereka. Bahkan tak jarang mereka menginap dalam satu apartemen yang sama. Mereka memperlakukan Nayla dengan baik, dan Naylapun juga senang bisa membantu mereka semua
Latest chapter
MAKE ME GO (Bahasa Indonesia) Part 13
Note : Hallo dear, jangan lupa memberikan ulasan beserta rating ya. fancyyou :) Benarkah dia adalah sumber masalah dari pria itu dan menghancurkan hidup seorang Alvin Edward Kim ?****
Last Updated : 2020-11-14
MAKE ME GO (Bahasa Indonesia) Part 12
Note : Hallo dear, jangan lupa memberikan ulasan beserta rating ya. fancyyou :)“Isshhhh... sebenarnya kau dimana Nayla Melody Lim !” geram Alvin yang sedari tadi hanya sibuk dengan ponsel pintarnya saja. Pria muda itu terlihat uring- uringan tidak jelas hanya karna seseorang yang tidak memberinya kabar sama sekali selama 3 hari ini.Yang dilakukan Alvin hanyalah kegiatan tak
Last Updated : 2020-11-14
MAKE ME GO (Bahasa Indonesia) Part 11
Sebuah mobil Audy R8 yang begitu mewah memasuki halaman sebuah perusahaan terbesar di Jakarta, yaitu Golden Tech Corporation sebuah perusahaan besar yang bergerak dibidang IPTEK. Memiliki gedung pencakar langit serta ratusan karyawan didalamnyaSejak datangnya mobil itu memasuki halaman perusahaan sudah banyak menarik perhatian orang- orang yang disekitar sana. Tentu saja yang menjadi daya tarik mereka adalah didalam mobil itu ialah terdapat seorang manusia yang tampan rupawan layaknya seora
Last Updated : 2020-11-04
MAKE ME GO (Bahasa Indonesia) Part 10
Kalimat yang Alvin luncurkan beberapa waktu lalu kini seakan menjadi sebuah melodi indah yang selalu terbayang dalam benaknya. Wanita muda itu kini tampak begitu termenung memikirkan perkataan Alvin ? istimewa ? benarkah dirinya seistimewa itu ?Bukankah ini terlalu berlebihan untuk seseorang yang dianggapnya hanya sebatas sahabat ? dan mengingat Alvin ingin menjadikannya sebagai priori
Last Updated : 2020-11-04
MAKE ME GO (Bahasa Indonesia) Part 9
Nayla memasuki kehalaman keluarga Alvin dengan perasaan yang begitu gugup. Meskipun dulu s
MAKE ME GO (Bahasa Indonesia) Part 8
DEGSerasa dijatuhi bom nuklir dalam
MAKE ME GO (Bahasa Indonesia) Part 7
"Apa yang sedang kau lakukan disini Alvin? Dan lepaskan tanganku!!" Ucap Nayla meronta- ronta agar Alvin mau melepaskan cengkraman
MAKE ME GO (Bahasa Indonesia) Part 6
"APA YANG KALIAN LAKUKAN?" Teriak seseorang yang baru saja muncul dari balik pintu lift
Reviews

Chapters
Read
Download
To Readers
Jiang Sese dapat dengan jelas mengingat betapa acuh tak acuh ayahnya ketika dia mengatakan kepadanya: "Setelah kamu pergi, jangan pernah menyebutkan bahwa kamu berasal dari keluarga Jiang, jangan sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri." Tunangannya bahkan lebih kejam, mengkritiknya dengan ekspresi menghina di wajahnya. "Jiang Sese, bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang begitu menjijikkan?" Kenangan ini membangkitkan Jiang Sese yang sudah lemah.2 YINI
