Libreng I-download ang libro sa App
Mulai Curiga
Author: HYR_NovelSejak hari itu, Kevin rutin mengantar dan menjemput Andrea. Meski masih ketus dan jutek, nyatanya Andrea senang berdekatan dengan Kevin. Meski hubungan mereka belum ada kemajuan apa-apa tapi setidaknya Kevin tak perlu cari-cari alasan untuk ketemu Andrea.
“Drea… tunggu.
Ibahagi ang nobela sa
Facebook
Twitter
Whatsapp
Reddit
Copy Link
Pinakabagong kabanata
KEVIN & ANDREA Penasaran
Hendra memencet tombol remote TV. Entah apa yang tengah ia cari sampai berulang kali memindahkan siaran TV. Saking kesalnya tak menemukan yang menarik perhatiannya ia membanting remote ke sofa. Ia mendecak kesal dan baru sadar kalau Andrea belum juga balik kerumah. Gadis itu pamit untuk mengambil pesanan makanan yang ia pesan dari layanan ojek online. "Mana sih ini anak. Keluar ambil pesanan makan aja lama bener." Ucap Hendra kesal. "Ambil pesanan aja lama bener. Di Baghdad gitu ngambilnya." Gerutu Hendra.
KEVIN & ANDREA Our Kissing
“Ya ampun Sa kita khawatir banget tahu. Kok ngga kasih kabar sih kalo elo sakit.” Cecar Andrea saat bertemu dengan Salsa di rumah sakit. “Tahu nih Salsa. Kirain gue elo mabal, Sa.
KEVIN & ANDREA Menjenguk Salsa
“Eugh…” lenguh Salsa yang mulai siuman. “Dek… Bangun sayang.” Seru Indah sambil mengelus lengan putrinya. Salsa menggerakkan bola matanya mencoba untuk membuka mata namun terasa berat. Kedua mata bergerak perlahan membuka sedikit demi sedikit sambil menyesuaikan diri dengan cahaya. “Ma…” ucapnya.
KEVIN & ANDREA Khawatir
“Eugh…” lenguh Salsa yang mulai siuman. “Dek… Bangun sayang.” Seru Indah sambil mengelus lengan putrinya. Salsa menggerakkan bola matanya mencoba untuk membuka mata namun terasa berat. Kedua mata bergerak perlahan membuka sedikit demi sedikit sambil menyesuaikan diri dengan cahaya. “Ma…” ucapnya.
KEVIN & ANDREA Sakit
Setibanya di rumah. "Kenapa kamu lemes gitu?" tanya Mirna melihat putranya pulang dengan lemas dan muka sedih. "Gpp." jawabnya singkat. Hendra memilih langsung naik ke lantai dua kamarnya. Mirna mengerutkan dahi. "Kenapa sih tuh anak? Pulang ke rumah bete banget mukanya." Hendra menutup pintu kamarnya. Tubuhnya tidak seringan tadi pagi. Hatinya sakit karena penolakan Salsa. Ia memilih tidur untuk menghilangkan kegundahan hatinya namun tidak berhasil. Ia semakin gundah dan resah. &nb
KEVIN & ANDREA Tembak?
Setibanya di minimarket depan kompleks rumahnya, baik Hendra maupun Salsa tampak canggung satu sama lain. Hendra hanya mengintili gadis itu yang tengah asik memilih camilan yang seharusnya tidak ia beli karena mamanya sudah menyediakan banyak camilan kesukaannya di rumah.Entah apa yang ada dipikirannya saat tadi ia keluar rumah menemui Hendra. Yang terlintas di pikirannya hanyalan membeli camilan dan disinilah mereka."Kak mau jajan camilan juga?" tanya Salsa membuka obrolan. Lagi pula sudah tak ada yang ingin ia beli lagi. Hanya sekotak yoghurt plain dan sebungkus kuaci dalam keranjang yang ia bawa."Hm... apa?""Kakak mau beli jajanan? Aku cuma mau beli ini aja." ucap Salsa sambil menunjukkan isi keranjang belanjanya.
KEVIN & ANDREA Menjemput si cantik
“Kamu kemana tadi? Mas telepon ngga diangkat. Mas samperin ke rumah kata si bibi kamu udah berangkat ke toko buku. Kamu pergi sama s
KEVIN & ANDREA Bertemu
“Sarapan udah siap, Tuan Putri.” Ucap Kevin sambil meletakkan piring yang berisikan omelete buatannya untuk kekasih tercinta.
KEVIN & ANDREA Morning Surprise
Hendra menatap ke sudut kamarnya, dimana helm yang dipakai oleh Salsa. Gadis manis dan lugu yang menjadi teman sekelas Andrea. Ia masih teringat wajah kemerahan
KEVIN & ANDREA How To Get A Boyfriend?
“Bilang? Bilang apaan sih? Mama itu kalau mau ngomong yang jelas deh. Ngga usah berbelit-belit.”“Ok
