loading
Home/ All /Jerk Husband/Prolog
Jerk Husband

Prolog

Author: Riski Hakiki
"publish date: " 2020-09-07 13:12:29

“Apa ini?” tanya Anna tak mengerti, begitu Luxander. Pria yang resmi menjadi suaminya beberapa jam yang lalu, tiba-tiba melemparkan sebuah map berisi lembaran kertas ke wajahnya. 

“Poin-poin penting dalam pernikahan kita,” jawab Luke seadanya. “itu adalah tugas dan posisi mu dalam rumah ini” tegas Luke. “kamu tau sendiri, apa akibat yang akan kamu dapat, jika kamu berani menentangnya!” lanjut Luke dengan gaya angkuh seperti biasa. 

Anna membuka surat perjanjian yang mau tidak mau harus dia pahami isinya. Pernikahan ini terjadi karena sebuah kesepakatan. Kesepakatan tetaplah kesepakatan. Anna tidak mau Luke melemparnya ke dalam penjara, jika sampai tak mematuhi peraturan pria gila itu.

“Kamu menjadikan aku pembantu?” tanya Anna tak percaya begitu membaca poin pertama dalam surat perjanjian itu. Luke memang benar-benar gila. Masak iya, dia harus membersihkan dan mengurus rumah sebesar itu sendirian? 

“Tentu saja. Apa gunanya dirimu berada di sini jika bukan untuk menjadi pembantuku. Sayang, jika aku harus membayar jasa pembantu, sedangkan ada dirimu yang cukup aku kasihani dengan makan, minum dan tempat tinggal. 

“dan jangan lupa. Kita hanyalah orang asing yang tinggal bersama. Ikatan ini tak ada artinya bagiku. Jadi, aku berhak melakukan apa pun yang aku mau dan kamu tidak berhak ikut campur. Sedangkan, aku berhak ikut campur untuk semua urusanmu. Apa yang boleh dan tidak boleh kau lakukan di rumah ini. Mengerti?!”

“Ini tidak adil!” tegas Anna tak terima. 

Luke tertawa pelan. “Jika begitu, bersiaplah untuk membusuk di penjara.”

Dasar suami brengsek! Rutuk Anna dalam hati. Kenapa dirinya harus terjerat bersama pria gila yang merangkap menjadi suami se brengsek ini? 

***

“Kamu siapa?” tanya Anna begitu melihat wanita berpakaian sexi berada dalam rumahnya. 

Wanita dengan rambut pirang itu tersenyum angkuh. “Aku Selena. Mulai sekarang, aku akan tinggal di rumah ini.”

Anna mengerutkan keningnya. Masih belum mengerti dengan maksud wanita blonde di depannya saat ini. “Tinggal di sini? Untuk apa?” 

“Tentu saja, untuk memuaskan suamimu. Memberikan suamimu sesuatu yang tidak bisa di dapatkan dari mu. Apa lagi?”

Jawaban wanita itu, membuat Anna hanya bisa diam sambil menundukkan wajahnya. Tidak perlu orang lain yang mengatakannya. Dia pun sadar diri. Luke tak akan pernah sudi untuk menyentuhnya. 

***

“Anna, katakan. Aku mengkhawatirkanmu. Apa selama ini, Luke memang seperti itu? Iya? Tidak bersikap baik padamu? Tidak memperlakukanmu layaknya seorang istri? Benar begitu? ”

Anna menggeleng pelan. “Tentu saja. Dia suami terbaik yang pernah ada, Jasmine.”

“Jangan mencoba menipuku. Meskipun aku buta. Aku tau, saat ini kau rapuh dan terluka. Anna, jujurlah padaku. Lagi pula, aku sudah mendengar bagaimana kasarnya Luke padamu. ”

Anna menatap Jasmine dengan pandangan berkaca-kaca. Kebutaan yang di alami Jasmine,  adalah keberhasilan besarnya saat menjelma menjadi iblis wanita ter keji. Dan sekarang, justru Jasmine lah yang tetap setia menjadi sahabatnya. 

“Hiks, hiks. Jasmine, dia .... “ isakan  Anna menggantung. Rasanya, dia sudah tidak sanggup lagi untuk mengatakan sesuatu tentang Luke dan semua sifat kasarnya. Sungguh, dadanya terasa sangat sesak sekarang. 

 “Apa Luke selalu menyakitimu?” tanya Jasmine lagi. Dia turut prihatin saat mengetahui bagaimana kebencian Luke terhadap Anna. Tidak bisa Jasmine bayangkan, jika dirinya berada di posisi Anna sekarang. Hidup bersama  suami yang membencinya, tidak pernah menghargainya, dan selalu menyiksa dengan kata-kata kasar. 

***

“Kamu sakit,” ucap Anna saat melihat suaminya, pulang dengan wajah pucat. “duduklah. Aku akan mengompresmu.”

Luke menoleh kilas. “Tidak perlu. Selena akan merawatku.”

Anna menarik nafasnya pelan. Dia sudah berjanji, untuk menghadapi Luke dengan kepala dingin dan meruntuhkan hatinya dengan kesabaran. “Tidak bisa.”

“Kenapa tidak?!” sergah Luke dengan suara meninggi. 

“Karena dia, kau bayar untuk memuaskan mu bukan untuk merawatmu.”

***

“Bibi, mengandung ya?” pertanyaan polos Dave, membuat Anna belingsatan. Tolong, jangan buat siapa pun mengetahui kehamilannya terutama Luke. Tidak. Anna tidak mau. Luke pasti akan melenyapkan bayi yang di kandungnya jika tau. 

“Tidak Dave. Bibi hanya masuk angin,” bohong Anna. 

Dave memegang tangan Anna yang berkeringat. “Aku mungkin masih kecil. Tapi, Bibi lupa darah siapa yang mengalir dalam tubuhku. Aku tau, bibi sedang mengandung, seperti Mommy. “

“Dave, berjanjilah. Kau tidak akan memberitahu siapa pun. Siapa pun itu.”

“Tapi kenapa?” Davio  putra pertama Peter dan Jasmine, memang selalu teliti dalam segala hal. 

“Dia akan berada dalam bahaya Dave. Jadi, berjanjilah. Kau akan melindunginya dengan tidak memberitahukan pada siapa pun tentang kehamilan Bibi. Ya?”

Davio mungkin menyanggupi permintaan Anna. Tapi seseorang yang berada di balik tembok, menyeringai penuh kelicikan begitu mendengarnya. 

Orang itu, akan membunuh bayi itu dengan tangan terbuka. 

***

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Jerk Husband   Bagian 48 - Kekecewaan Anna

Luke yang refleks, entah kenapa justru membantu Selena lebih dulu di bandingkan Anna. Dan lihat akibat ulahnya sekarang. Anna pergi dengan raut wajah kecewa, dan sungguh, dia menyesal. “Tuan?”“Jangan sentuh aku!” tegas Luke, saat Selena beraninya memegang tangannya. “jangan mengharap lebih. Aku menolongmu karena sisi kemanusiaan dan aku menyesal!” ucapnya dengan tegas kemudian menyusul Anna yang lari entah ke mana. Luke pergi dari sana dengan wajah gusar. Anna pasti akan semakin murung setelah melihatnya menolong wanita lain di bandingkan Anna. Tentu saja Anna akan cemburu, karena Anna mencintainya. “Anna, berhenti!” teriak Luke begitu melihat punggung Anna yang berlarian di depan sana. “Please, dengarkan aku dulu Anna!” teriaknya lagi walaupun tak Anna hiraukan. Luke berlari se kencang mungkin. Anna tidak mungkin menghindarinya seperti ini, jika wanita itu tidak menangis. “Anna! Please!” ujarnya, begitu berhasil men

Jerk Husband   Bagian 47 - Renggang

Anna pergi tanpa menunggui pembicaraan itu selesai. Hatinya sudah terlanjur sakit. Kenyataan jika Luke tak mau bayi dari dirinya, membuatnya benar-benar terluka. Begitu hinanya kah dirinya, sampai-sampai Luke menganggap bayi yang dia kandung merugikan? Lalu, bagaimana dengan jalang bernama Selena? Apa Luke lebih menginginkan Selena lah yang mengandung keturunannya? Sialan! Kenapa Luke harus se berengsek ini? Jadi, selama ini, Luke membohonginya, dan dia dengan mudahnya percaya. Lantas, apa yang bisa dia lakukan sekarang? Dia tidak mungkin pergi. Bayi dalam kandungannya, pasti membutuhkan ayahnya. Dia tidak akan egois dan memikirkan dirinya sendiri. Ada bayinya yang harus dia pikirkan masa depannya. Dan dia akan melakukan apa pun agar bayinya lahir dengan selamat dan bisa merasakan kasih sayang ayahnya. Di ruang tengah Peter menyipitkan matanya. Dia perlu meluruskan pikiran Luke yang mulai gila. “Apa kau se kejam itu sampai ingin me

Jerk Husband   Bagian 46 - Keluarga Besar

Ruangan itu riuh rendah terdengar obrolan hangat dan beberapa gelak tawa. Acara makan malam sudah dimulai sejak tadi, dan mungkin akan selesai sebentar lagi. “Jasmine, kamu masih belum kenyang?” tanya Luke dengan spontan saat melihat Jasmine yang disuapi Peter masih sangat lahap makannya. Tak heran juga karena Jasmine sedang hamil, dan mungkin kerakusannya karena keinginan bayinya. Tapi, jika Jasmine tidak berhenti makan seperti itu, Luke khawatir, Jasmine akan sakit perut dan mengalami sesuatu yang tidak baik nantinya. Jasmine tersenyum manis dengan pipi menggembung. “Sate buatan Binar, enak. Aku nggak bisa berhenti makan.” Jawaban Jasmine, membuat semua yang berada di sana mengangguk pertanda setuju. “Iya. Binar pintar sekali memasak. Masakannya sangat enak. Kenapa tidak mencoba mengembangkan bisnis kuliner saja?” tanya Luke.Binar dan Rigel, terlihat bertatapan sejenak. Tatapan Binar yang sendu, Rigel balas dengan tatap tajam—

Jerk Husband   Bagian 45 - Makan Malam

“Anna? Ini serius rumah kalian?” pertanyaan polos Binar saat tiba di depan mansion keluarga besarnya, membuat Anna nyengir kuda. “Hehehe ... Iya, Bi.”Saat ini, Anna dan Binar sudah berada di mansion Daddy Alex. Sengaja, Anna membawa Binar pergi dari restoran lebih dulu, karena ke dua pria itu masih akan mengurus pekerjaan mereka. “Luas ya? Nggak nyangka, kamu se kaya ini loh, Ann?”Celetukan Binar, Anna tertawa pelan. “Mau dengar beberapa kisah gak?”Binar mengangguk dengan penuh semangatnya. “Mau, mau!”“Kalau begitu, mari sapa keluarga besarku dulu.”Anna beberapa kali terkikik geli, melihat bagaimana keterkejutan Binar saat masuk ke dalam mansion. “Pelayan di sini ternyata sangat banyak. Tapi, suasana mansion justru tenang dan damai.”Anna kembali tertawa tipis. “Mereka di buatkan paviliun khusus di belakang mansion. Saat sudah selesai bekerja, beberapa dari mereka akan kembali ke paviliun.”Bina

Jerk Husband   Bagian 44 - Keberengsekan Yang Sama

Luke dan Anna duduk di salah satu kursi restoran yang sudah menjadi tempat temu janji antara mereka dan partner bisnis kerja asal Indonesia Itu. “Kita nggak terlambat ‘kan? Jangan-jangan mereka sudah menunggu lama dan akhirnya pergi karena kita tak kunjung datang?” tanya Anna di sela-sela dia memilah kepingan cokelat di mangkuk es krimnya. “Tidak akan Anna.”“Bagaimana kau tau? Kita sudah menghabiskan waktu selama beberapa jam, dan bukannya, niat awal kita akan menemui mereka di kantor?”Luke tersenyum kilas. Anna yang cerewet dengan bibirnya yang bergerak-gerak kecil karena mencicipi es krim yang entah varian rasa apa, menjadi hiburan tersendiri untuknya. “Aku sudah menghubungi mereka. Dan kebetulan, Rigel juga sedang ada urusan mendadak.”Anna mengangguk-angguk kecil. “Oh, jadi namanya Rigel?” “Iya. Dan istrinya, Binar.”“Binar?” Ujar Anna sedikit tersentak. Luje menyipitkan matanya. “Kenapa?

Jerk Husband   Bagian 43 - Wanita Beruntung

Anna mengerucutkan bibirnya—kesal. Inilah yang terjadi sekarang. Dia harus berganti pakaian di salah satu toilet kamar hotel dan kemudian memulai riasan wajahnya dari awal. “Pria menyebalkan itu, selalu melakukan sesuatu seenak dirinya bagai sultan!” rutuk Anna sambil mengeringkan rambutnya. Bagaimana Anna tidak kesal? Di dalam mobil tadi, Luke dengan sengaja merobek bajunya saat mereka tengah berciuman. Kemudian bisa kalian tebak kegiatan apa selanjutnya. Ya. Dia dan Luke bercinta dengan panas selama 1 jam tanpa jeda. Luke menyerangnya dengan rangsangan kenikmatan dan Anna tak mampu menolak. Anna juga tau, seberapa besar Luke menginginkannya. Seakan, Luke ingin menyampaikan ke frustasian nya , amarah, egoisme, juga rasa terpendam yang masih belum mampu Anna jabarkan. Dan setelah pergulatan dadakan mereka tadi, Luke kembali menjadi pribadi yang menyenangkan seperti semula. Sepertinya, emosi yang tadinya menutupi Akal seh

Jerk Husband   Bagian 22 - Efek Mager

Setelah sarapan, Luke mendadak mendapatkan telefon dari kantor dan pergi setelah bersiap-siap, meskipun Anna sempat melarangnya atas dasar kondisi Luke yang belum pulih benar. Tapi, Luke yang keras kepala, tentu saja menolak dan tetap pada kemauannya yang tidak seorang pun bisa ganggu gugat. 

Jerk Husband   Bagian 21 - Masih Tertawa Bersama

Anna membuka matanya dengan pelan. Hari sudah pagi. Dan pagi ini, dia merasa ada tubuh lain yang menempeli tubuhnya. Terasa seperti mimpi. Suaminya berada di sini. Di dalam pelukannya dan tertidur dengan lelapnya. Anna meneliti setiap inci wajah Luke yang memang terlihat cool, tegas d

Jerk Husband   Bagian 20 - Moment Langka

“Minum Luke?” bujuk Anna saat Luke tidak mau minum cairan oralit yang dia buat sendiri. “Tidak enak, Ann ... “ Luke menggelengkan kepalanya pelan. Acara kerokan sudah selesai, dan dia merasa perutnya benar-benar sedikit membaik, sekarang. Dan sekarang, Anna menyiksanya lagi deng

Jerk Husband   Bagian 19 - Doa Anna Yang Terkabul

Hari sudah sore. Anna harus terbangun dari tidurnya, karena perutnya yang minta di isi. Kekesalannya tadi siang, membuatnya lupa makan. Sebelum tidur, dia hanya memakan 2 bungkus coklat padat untuk sedikit mencairkan suasana hatinya. Dan beginilah akhirnya, saat dia sedang mengembara d

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy