loading
Home/ All /Jerk Husband/Bagian 2 - Dispensasi

Bagian 2 - Dispensasi

Author: Riski Hakiki
"publish date: " 2020-09-07 18:37:04

Anna mengusap wajahnya kasar. Luke sudah tidak ada di sana. Dia tidak boleh menangis, hanya karena gertakan saja. Luke tidak boleh melihat kelemahannya. Kegilaan Luke pasti akan lebih menakutkan jika melihatnya cengeng seperti ini. Lalu kenapa dirinya harus lemah? Pertarungan yang sebenarnya, belumlah dimulai. 

Anna melangkah perlahan menuju dapur. Tenggorokannya terasa kering karena menangis dan berteriak-teriak tadi. Setelah ini, dia harus belajar mengendalikan diri sebelum mengalami gejala penyakit darah tinggi di usia muda. Itu sangat tidak baik untuk kesehatannya. Bisa-bisa, rencana Luke untuk membuatnya gila sukses besar. Tidak! Dia tidak akan membiarkan Luke berhasil. 

Setelah meneguk segelas air dingin untuk meredakan tubuhnya yang memanas, Anna lantas bangkit kemudian melangkah menuju tangga. 

Tap! 

Langkah Anna sontak saja berhenti ketika melihat ketukan sepatu mengkilap di depannya. Kepalanya mendongak, dan di depannya sudah berdiri Luke dengan tampang sangar dan menakutkannya. 

“Apa?” tanya Anna dengan lemah kemudian  membuang muka. Dia terlalu lelah untuk berdebat sekarang. 

“Mau ke mana kamu?”  pertanyaan Luke, membuat Anna tertawa. 

“Ke penjara,” jawab Anna seadanya. “ya, ke kamarku lah. Karena aku memilih menjadi pembantumu!” tegas Anna.

“Bagus. Kamu sadar diri. Sekarang, buatkan aku kopi!”

“Tapi, aku lelah. Aku ingin istirahat.”

Luke tertawa tipis—mengancam. Dengan kejam, Luke menjambak rambut panjang Anna dan menariknya sampai-sampai membuat Anna meringis—kesakitan. “Kamu lupa apa statusmu? Kamu bukan Tuan putri lagi. Kamu pembantuku sekarang! Jadi, patuhi semua perintahku, mengerti!”

“Sakit Luke,” rintih Anna sambil memegang tangan Luke yang masih menarik paksa rambutnya. 

“Katakan! Kamu akan mematuhi semua perintahku!” 

“I-iya. Aku akan mematuhi semua perintahmu. Tolong, lepaskan rambutku. Ini sangat sakit Luke,” 

Luke melepaskan jambakan nya di rambut Anna. Matanya yang tajam, menatap Anna penuh selidik. “Awas saja, jika kamu berniat meracuniku,” tegas Luke membuat Anna meringis. 

“Apa kamu pikir, aku tidak akan berubah menjadi wanita baik lagi?” mendengar perkataan Anna, Luke lantas tertawa terbahak. 

“Ular tetaplah Ular. Bagaimana pun tempat tinggal dan statusnya sekarang. “

Cukup. Anna memilih berbalik arah ke arah dapur, sebelum Luke mengatakan hal-hal yang lebih kejam dan menyakitkan. Sepertinya, dia harus menuruti semua perintah Luke dari pada membantah, kemudian berdebat dan berakhir Luke yang menyakitinya dengan kata-kata kasar juga menyakiti fisiknya seperti tadi. 

Anna menyeduh kopi permintaan Luke dengan cepat. Sebelum Luke marah dan melakukan sesuatu yang tidak dia inginkan. Setelah selesai, Anna membawa kopi yang diseduhnya tadi ke lantai atas di mana kamar Luke berada. 

Tok, tok, tok! 

“Luke, ini kopinya. Mau aku letakkan di mana?” tanya Anna di balik pintu. Anna masih belum berani masuk ke dalam sebelum mendengar perintah dari sang majikan. Bisa-bisa, majikannya itu  naik pitam. 

Tok, tok, tok! 

Anna mengetuk pintu lagi. Berharap Luke segera membuka pintu sebelum kopi yang dibawanya dingin. Bisa-bisa, Luke memerintahnya untuk membuat lagi dan kapan dia bisa ber istirahat?

Anna kehilangan kesabaran. Dengan memantapkan hati, Anna memutar kenop dan mendorong pintu itu sampai terbuka lebar. 

“Luke, kamu di dalam?” cicit Anna begitu masuk ke dalam. 

Sepi dan sunyi. Tidak ada sahutan ataupun jejak keberadaan Luke di dalam kamarnya. Entah sedang berada di mana pria menakutkan itu sekarang? 

Anna terpaku. Matanya berlarian ke sana kemari menatapi setiap jengkal arsitektur kamar Luke yang dominan berwarna putih. Hanya Putih saja, tidak ada warna cat dinding atau perabotan dengan nuansa warna berbeda di sana. 

Meja putih, ranjang putih, bahkan lemari pakaian Luke pun berwarna putih. Aneh. Anna semakin tidak mengerti dengan jati diri Luke dan bagaimanakah jalan pikirnya. 

Dan figora yang berjejer di dinding putih itu, kenapa juga hanya berisi kertas putih? 

Klik! 

Anna memutar tubuh begitu terdengar suara pintu terbuka di belakangnya. Dan astaga. Luke berdiri di sana dengan kondisi—setengah  telanjang? 

Ya Tuhan, apa ini?  Batin Anna sambil memutar tubuhnya kembali untuk menghindari suasana yang tiba-tiba canggung untuknya. Lebih tepatnya, nyaris seperti sebuah ancaman. 

Rahang Luke mengeras. Bagaimana bisa Anna se lancang ini? Apa Anna lupa statusnya sehingga berani memasuki area pribadinya? 

Anna mendadak gemetar, saat Luke melangkah mendekat ke arahnya. Anna tidak tau apa yang sedang di pikirkan oleh Luke. Tapi, merasakan bagaimana mencekamnya suasana  di sekelilingnya, Luke pastilah sedang kerasukan setan pemarah seperti sebelum-sebelumnya. 

“Apa yang kamu lakukan di sini?” bisik Luke membuat Anna meremas pinggir nampan yang di pegangnya kuat-kuat. Sungguh, Anna merasa sangat ketakutan sekarang. 

“Aku tanya apa yang kamu lakukan di sini, budak?!” suara Luke meninggi. Anna memejamkan mata sambil menelan salivanya kasar. Dia tidak punya pilihan lain selain  memberanikan diri untuk memutar tubuhnya dan menghadapi manusia kerasukan setan di depannya. 

“Aku me-ngantarkan kopimu,” jawab Anna nyaris tak terdengar. Takut. Sungguh Anna merasa sangat ketakutan. Dia menunggu dengan berdebar. Kira-kira, apa yang akan Luke lakukan padanya atas apresiasi kelancangannya kali ini. 

Tangan Luke menggapai gelas. Selanjutnya, dengan pelan Luke meminum kopi buatan Anna yang entah bagaimana rasanya. 

Luke yang terdiam, membuat Anna penasaran. “Bagaimana rasanya? Apa e .... “

Byurrr! 

Belum selesai pertanyaan Anna, Luke sudah lebih dulu menyiramkan kopi buatan Anna ke wajah Anna tanpa rasa kasihan. 

“Aduh, panas. Hiks, hiks ...” Anna merintih sambil mengibaskan telapak tangannya di depan wajahnya yang terasa terbakar karena kopi panas tadi. Luke benar-benar kejam. 

“Kamu itu tolol atau sengaja huh?!” teriak Luke sambil mencengkeram lengan Anna yang kecil. “kopi buatanmu itu rasa air! Kamu berniat merusak lidahku! Iya?!” cecarnya tak peduli Anna yang merintih kepanasan. 

Anna merintih disela tangisnya yang menderas. “Aku akan belajar. Tapi tolong, beri aku air. Wajahku panas  seperti terbakar,” pinta Anna memelas. 

Luke berdecih pelan. Kemudian dengan kasar, Luke menarik Anna ke kamar mandi dan mengguyur tubuh Anna dengan se ember air dingin. 

Anna mengusap wajahnya yang sudah terasa membaik. Kulit wajahnya tidak terasa panas lagi. “Terima kasih,” ucap Anna sambil memeluk tubuhnya yang basah kuyup. 

“Jangan berharap lebih. Aku peduli karena kamu budakku. Jika terjadi sesuatu, uangku akan terbuang percuma untuk pembantu tolol sepertimu!”  sinis Luke dengan tatapan matanya yang menakutkan. “anggaplah sebagai sebuah dispensasi, karena aku, Tuan yang bertanggung jawab atas pembantunya!” lanjutnya lalu pergi dari sana sambil membanting pintu dengan keras.

Anna menundukkan wajahnya dalam. Semoga saja, hatinya masih di kuatkan untuk bertahan di rumah ini sebagai bentuk kesepakatan. 

***

Ting, Ting! 

Anna yang saat itu sedang memasak makan malam, bergegas mencuci tangannya untuk melihat siapa tamu yang kira-kira datang malam-malam. Untuk masakannya kali ini, Anna yakin. Luke akan menyukainya walaupun tak banyak. Anna sudah mengikuti dengan detail, cara memasak makanan yang lezat lewat searching di youtube. 

Anna memutar kenop pintu. Dan begitu pintunya terbuka, alangkah terkejutnya Anna begitu melihat tamu di depan pintu adalah ... 

“Pe-ter?” 

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Jerk Husband   Bagian 48 - Kekecewaan Anna

Luke yang refleks, entah kenapa justru membantu Selena lebih dulu di bandingkan Anna. Dan lihat akibat ulahnya sekarang. Anna pergi dengan raut wajah kecewa, dan sungguh, dia menyesal. “Tuan?”“Jangan sentuh aku!” tegas Luke, saat Selena beraninya memegang tangannya. “jangan mengharap lebih. Aku menolongmu karena sisi kemanusiaan dan aku menyesal!” ucapnya dengan tegas kemudian menyusul Anna yang lari entah ke mana. Luke pergi dari sana dengan wajah gusar. Anna pasti akan semakin murung setelah melihatnya menolong wanita lain di bandingkan Anna. Tentu saja Anna akan cemburu, karena Anna mencintainya. “Anna, berhenti!” teriak Luke begitu melihat punggung Anna yang berlarian di depan sana. “Please, dengarkan aku dulu Anna!” teriaknya lagi walaupun tak Anna hiraukan. Luke berlari se kencang mungkin. Anna tidak mungkin menghindarinya seperti ini, jika wanita itu tidak menangis. “Anna! Please!” ujarnya, begitu berhasil men

Jerk Husband   Bagian 47 - Renggang

Anna pergi tanpa menunggui pembicaraan itu selesai. Hatinya sudah terlanjur sakit. Kenyataan jika Luke tak mau bayi dari dirinya, membuatnya benar-benar terluka. Begitu hinanya kah dirinya, sampai-sampai Luke menganggap bayi yang dia kandung merugikan? Lalu, bagaimana dengan jalang bernama Selena? Apa Luke lebih menginginkan Selena lah yang mengandung keturunannya? Sialan! Kenapa Luke harus se berengsek ini? Jadi, selama ini, Luke membohonginya, dan dia dengan mudahnya percaya. Lantas, apa yang bisa dia lakukan sekarang? Dia tidak mungkin pergi. Bayi dalam kandungannya, pasti membutuhkan ayahnya. Dia tidak akan egois dan memikirkan dirinya sendiri. Ada bayinya yang harus dia pikirkan masa depannya. Dan dia akan melakukan apa pun agar bayinya lahir dengan selamat dan bisa merasakan kasih sayang ayahnya. Di ruang tengah Peter menyipitkan matanya. Dia perlu meluruskan pikiran Luke yang mulai gila. “Apa kau se kejam itu sampai ingin me

Jerk Husband   Bagian 46 - Keluarga Besar

Ruangan itu riuh rendah terdengar obrolan hangat dan beberapa gelak tawa. Acara makan malam sudah dimulai sejak tadi, dan mungkin akan selesai sebentar lagi. “Jasmine, kamu masih belum kenyang?” tanya Luke dengan spontan saat melihat Jasmine yang disuapi Peter masih sangat lahap makannya. Tak heran juga karena Jasmine sedang hamil, dan mungkin kerakusannya karena keinginan bayinya. Tapi, jika Jasmine tidak berhenti makan seperti itu, Luke khawatir, Jasmine akan sakit perut dan mengalami sesuatu yang tidak baik nantinya. Jasmine tersenyum manis dengan pipi menggembung. “Sate buatan Binar, enak. Aku nggak bisa berhenti makan.” Jawaban Jasmine, membuat semua yang berada di sana mengangguk pertanda setuju. “Iya. Binar pintar sekali memasak. Masakannya sangat enak. Kenapa tidak mencoba mengembangkan bisnis kuliner saja?” tanya Luke.Binar dan Rigel, terlihat bertatapan sejenak. Tatapan Binar yang sendu, Rigel balas dengan tatap tajam—

Jerk Husband   Bagian 45 - Makan Malam

“Anna? Ini serius rumah kalian?” pertanyaan polos Binar saat tiba di depan mansion keluarga besarnya, membuat Anna nyengir kuda. “Hehehe ... Iya, Bi.”Saat ini, Anna dan Binar sudah berada di mansion Daddy Alex. Sengaja, Anna membawa Binar pergi dari restoran lebih dulu, karena ke dua pria itu masih akan mengurus pekerjaan mereka. “Luas ya? Nggak nyangka, kamu se kaya ini loh, Ann?”Celetukan Binar, Anna tertawa pelan. “Mau dengar beberapa kisah gak?”Binar mengangguk dengan penuh semangatnya. “Mau, mau!”“Kalau begitu, mari sapa keluarga besarku dulu.”Anna beberapa kali terkikik geli, melihat bagaimana keterkejutan Binar saat masuk ke dalam mansion. “Pelayan di sini ternyata sangat banyak. Tapi, suasana mansion justru tenang dan damai.”Anna kembali tertawa tipis. “Mereka di buatkan paviliun khusus di belakang mansion. Saat sudah selesai bekerja, beberapa dari mereka akan kembali ke paviliun.”Bina

Jerk Husband   Bagian 44 - Keberengsekan Yang Sama

Luke dan Anna duduk di salah satu kursi restoran yang sudah menjadi tempat temu janji antara mereka dan partner bisnis kerja asal Indonesia Itu. “Kita nggak terlambat ‘kan? Jangan-jangan mereka sudah menunggu lama dan akhirnya pergi karena kita tak kunjung datang?” tanya Anna di sela-sela dia memilah kepingan cokelat di mangkuk es krimnya. “Tidak akan Anna.”“Bagaimana kau tau? Kita sudah menghabiskan waktu selama beberapa jam, dan bukannya, niat awal kita akan menemui mereka di kantor?”Luke tersenyum kilas. Anna yang cerewet dengan bibirnya yang bergerak-gerak kecil karena mencicipi es krim yang entah varian rasa apa, menjadi hiburan tersendiri untuknya. “Aku sudah menghubungi mereka. Dan kebetulan, Rigel juga sedang ada urusan mendadak.”Anna mengangguk-angguk kecil. “Oh, jadi namanya Rigel?” “Iya. Dan istrinya, Binar.”“Binar?” Ujar Anna sedikit tersentak. Luje menyipitkan matanya. “Kenapa?

Jerk Husband   Bagian 43 - Wanita Beruntung

Anna mengerucutkan bibirnya—kesal. Inilah yang terjadi sekarang. Dia harus berganti pakaian di salah satu toilet kamar hotel dan kemudian memulai riasan wajahnya dari awal. “Pria menyebalkan itu, selalu melakukan sesuatu seenak dirinya bagai sultan!” rutuk Anna sambil mengeringkan rambutnya. Bagaimana Anna tidak kesal? Di dalam mobil tadi, Luke dengan sengaja merobek bajunya saat mereka tengah berciuman. Kemudian bisa kalian tebak kegiatan apa selanjutnya. Ya. Dia dan Luke bercinta dengan panas selama 1 jam tanpa jeda. Luke menyerangnya dengan rangsangan kenikmatan dan Anna tak mampu menolak. Anna juga tau, seberapa besar Luke menginginkannya. Seakan, Luke ingin menyampaikan ke frustasian nya , amarah, egoisme, juga rasa terpendam yang masih belum mampu Anna jabarkan. Dan setelah pergulatan dadakan mereka tadi, Luke kembali menjadi pribadi yang menyenangkan seperti semula. Sepertinya, emosi yang tadinya menutupi Akal seh

Jerk Husband   Bagian 42 - Ciuman Balas Dendam

“Anna, kau sudah siap, sayang?”Suara Luke yang memenuhi ruangan, membuat Anna lekas mengambil tas nya setelah melihat penampilannya yang sempurna. Hari ini, dia harus ikut serta bertemu dengan partner kerja suaminya yang datang dari Indonesia, sekaligus bertemu

Jerk Husband   Bagian 41 - Testpack

Anna mengemudikan mobilnya sedikit tergesa. Seharusnya, dia ke apotek dulu, baru menemui keluarga besarnya. Sekarang, karena ulah Davio dan Jasmine, dia harus tertahan berjam-jam di rumah besarnya, dan baru bisa pulang setelah hari mulai gelap. Anna sudah sampai di depan apotek.

Jerk Husband   Bagian 40 - Bertemu

Luke menapakkan kaki di perusahaan besarnya. Perusahaan yang tergabung dari warisan ayah Alex dan ayah mertuanya, papa Axel. Kini, perusahaan miliknya, semakin besar berkat kerja keras dan ke uletan nya. Peter juga turut andil menjadi penopang, yang selalu kokoh mendorong perusahaanny

Jerk Husband   Bagian 39 - Sudah Bahagia

4 bulan berlalu. Rumah tangga Luke dan Anna, sudah bahagia layaknya rumah tangga pasangan suami istri lainnya. Mereka hidup harmonis, dan selama itu tidak ada pertengkaran di antara mereka, meskipun ungkapan cinta tetap ada di sebelah pihak. Tapi Anna tak mempermasalahkannya. Karena yang te

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy