Загрузка
Главная/ Все /I Win You (Indonesia)/3. Little Sister

3. Little Sister

Автор: Cherry Blossom
"publish date: " 2020-10-04 21:30:53

"Beck, aku harus kembali bekerja," rintih Sophie pagi itu ketika Beck terus mencumbui dadanya yang telah mengeras.

"Aku atasanmu, kenapa kau begitu risau?" Beck mengingatkan Sophie yang dadanya sedang ia cumbu dengan rakus. Sophie adalah kekasihnya sekaligus sekretarisnya.

"Kau sangat nakal," erang Sophie ia meremas rambut Beck, menekan kepala kekasihnya seolah memperdalam kenikmatan yang dapatkan dari Beck.

"Oh, sial. Kau sangat bergairah, sayangku." Beck menarik celana dalam yang di kenakan Sophie. Memasukkan dua jari sekaligus ke dalam tubuh Sophie sementara bibirnya menjelajah kulit leher Sophie yang lembut. 

Lidahnya menjilati kulit belakang telinga Sophie, menggoda kekasihnya dengan cara yang luar biasa ahli.

"Beck, aku ingin dirimu." Sophie mengerang, suaranya terdengar sangat serak, tetapi seksi. Cara Beck menggoda tubuhnya membuat ia tidak bisa lagi menyembunyikan fakta bahwa ia menginginkan Beck memenuhi dirinya dengan segera.

Beck membalik tubuh Sophie menghadap ke arah meja kerjanya, membungkukkan tubuh kekasihnya lalu ia membuka ikat pinggangnya, tanpa melepaskan pakaian mereka ia mulai memasuki Sophie dari belakang setelah memasang pengaman terlebih dulu. Pria itu menggerakkan pinggulnya perlahan, menggoda Sophie dengan cara yang sangat ahli hingga Sophie menjerit-jerit memanggil namanya, memohon agar ia menambah ritmenya lalu ketika Beck memberikan apa yang diminta kekasihnya, gadis itu semakin menjerit memanggil namanya karena nikmat.

"Malam ini aku akan menginap di apartemenmu," geram Beck setelah ia mendapatkan kepuasannya, perlahan tubuhnya yang karas melemah lalu ia memisahkan dirinya menjauh dari Sophie yang tampak lemas tengkurap di atas meja.

"Kau telah lama tidak menginap," ujar Sophie yang sedang mengancing kemejanya.

Sophie, gadis itu tidak pernah mempermasalahkan status Beck yang memiliki tunangan, bahkan saat ia tahu jika Beck di jodohkan dengan Vanilla, gadis itu bisa menerima dengan lapang dada dan bersikap tenang membuat Beck semakin memuja Sophie yang tidak pernah menuntut apa pun darinya.

"Hmmm...." Beck tidak menyahut, ia memang selalu seperti itu, setiap kali gairahnya tuntas ia tidak berminat lagi berbicara pada Sophie bahkan ia tidak ingin kulitnya disentuh dan Sophie sudah memahami Beck sepenuhnya.

"Baiklah, aku kembali ke tempat kerjaku, jika kau butuh sesuatu panggil aku," ujar Sophie. Gadis itu melangkah meninggalkan Beck di ruangannya sendiri.

Setelah membuang pengaman ke tempat sampah dan membersihkan dirinya, ia merapikan pakaiannya. Ekspresi wajahnya tampak puas, ia sangat puas karena memiliki Sophie. Gadis tercantik yang dengan suka rela menuruti seluruh perintahnya, terutama selalu menuntaskan gairahnya kapan saja. Itulah sebabnya ia menjadikan Sophie sebagai sekretaris di kantornya dari pada harus repot-repot menahan gairahnya, dengan menjadikan Sophie sekretarisnya urusannya menjadi lebih praktis dalam segala hal.

Sudah satu bulan Vanilla tidak mengganggunya lagi. Beck merasa hidupnya yang damai telah kembali, ia bebas menggunakan tubuh Sophie kapan saja tanpa harus ketakutan oleh ancaman Vanilla, seperti saat jam kantor selesai, ia tidak harus buru-buru kembali ke rumahnya karena Vanilla selalu memantau keberadaan Beck. Gadis itu sejak dulu memegang kendali dalam hidup Beck karena orang tua Beck selalu mendengarkan Vanilla. Terutama ibunya yang selalu mengatakan jika Vanilla harus menjadi menantunya dan orang tua Beck benar-benar merealisasikan keinginan mereka dengan menjodohkan dirinya dan Vanilla sehari sebelum Vanilla pergi melanjutkan studinya ke New York. 

Sejak orang tua Vanilla membeli rumah tepat di samping rumah keluarga Peyton, orang tuanya jatuh cinta pada Vanilla. Beck yang tadinya menjadi anak tunggal tiba-tiba dibebani tugas menjaga Vanilla, gadis kecil yang berusia di tahun lebih muda darinya. Setiap hari mereka berangkat dan kembali dari sekolah bersama hingga mereka sama-sama tumbuh remaja. Kebiasaan itu seolah menjadi biasa saja dan Beck mulai bersikap layaknya kakak terhadap adiknya, sayangnya ketika Vanilla tumbuh menjadi gadis remaja, Beck justru jatuh cinta pada Sophie teman di kampusnya.

Sophie cantik, gadis berambut pirang itu memiliki liuk tubuh paling indah dan mendapatkan Sophie adalah prestasi paling gemilang bagi Beck karena Sophie adalah salah satu gadis terseksi di kampus. Dan Beck tahu jika Vanilla sangat cemburu kepada Sophie, ia bahkan terang-terangan memanggil Sophie dengan panggilan sabun. Vanilla juga tidak pernah menyapa Sophie setiap kali mereka bertemu, gadis itu selalu cemberut dan menunjukkan sikap memusuhi Sophie. Berulang kali Beck memberi penjelasan tetapi percuma, Vanilla tetap tidak bisa menerima jika Beck dan Sophie saling mencintai.

Baru saja Beck duduk di kursi kerjanya, ponselnya berdering. Panggilan itu berasal dari Nick.

"Hai, Nick," sapa Beck.

"Aku hanya ingin mengingatkan," ujar Nick tanpa berbasa-basi. "Nanti malam adalah acara reuni sekolah kita dan kau telah berjanji padaku untuk datang bersama Vanilla." 

"Damn it!" umpat Beck. "Aku hampir saja lupa." 

Benar-benar sial, malam ini rencananya Beck akan bercinta dengan Sophia hingga puas karena sejak Vanilla kembali ke Barcelona ia tidak bisa bergerak dengan leluasa. Gadis itu menggentayangi pikirannya, setiap ia hendak keluar untuk menginap di apartemen Sophie, tiba-tiba saja Vanilla memanggilnya. Gadis itu memiliki kode akses tempat tinggalnya dan juga kamera pengintai di rumahnya bahkan bisa di akses melalui ponselnya. 

Vanilla tahu betul kelemahan Beck, ia menekan Beck dengan ancaman-ancamannya sementara Beck, ia sangat takut dengan ancaman Vanilla karena ibunya selalu berkata sekali saja Beck mengecewakan Vanilla maka wanita itu tidak akan segan-segan untuk menarik semua fasilitas yang Beck terima. Termasuk perusahaan yang Beck pimpin, perusahaan itu hingga saat ini masih berada di bawah nama ibunya, Lucy Peyton. Dengan kata lain Beck hanya seorang karyawan biasa di mata ibunya.

"Terserah kau datang atau tidak di reuni itu, yang jelas kau harus memastikan Vanilla tiba di depanku dengan selamat," ucap Nick dengan nada serius.

"Astaga iya, aku tahu. Aku sendiri yang akan melemparkan Vanilla padamu," ujar Beck tak kalah serius.

"Aku tidak sabar ingin bermain-main dengan Vanilla." Nick terkekeh.

"Aku hanya memintamu menjauhkan Vanilla dariku dan Sophie. Bukan menyuruhmu mempermainkannya," sungut Beck.

"Kau mengatakan terserah mau kuapakan Vanilla, kau cepat sekali berubah," protes Nick.

"Jangan sekali pun kau membuatnya menangis," ujar Beck, diam-diam ia mengeratkan rahangnya dan di dalam benaknya mengutuk ucapannya kepada Nick beberapa waktu yang lalu karena sepertinya Nick sangat serius ingin mendekati Vanilla.

"Ck, tentu saja tidak. Baiklah, sampai jumpa malam ini, Beck." Nick memutuskan sambungan teleponnya.

Sementara Beck, ia menatap layar ponselnya yang mulai meredup. Tidak dipungkiri jika ia mulai merasa tidak nyaman karena ucapan Nick barusan. Ia khawatir jika Nick benar-benar mempermainkan Vanilla, ia tidak tega jika melihat air mata Vanilla mengalur di pipinya yang mulus. Meski ia tidak memiliki perasaan cinta kepada Vanilla sedikit pun tetapi ia memiliki rasa kasih sayang kepada gadis itu sebagai adik perempuannya.

Bersambung....

Jangan lupa tinggalkan jejak komentar dan rate.

Salam manis dari Cherry yang manis.

🍒

Хочешь узнать, что будет дальше?
Продолжить чтение
Предыдущая глава
Следующая глава

Поделитесь книгой с

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Последняя глава

I Win You (Indonesia)   16. Red Roses

"Jadi, bodyguard-mu telah berganti?" tanya Stefano, ia menjauhkan lengannya dari puncak Vanilla. "Astaga, jangan pedulikan dia, aku baru saja menolaknya," ucap Vanilla setengah berbisik.

I Win You (Indonesia)   15. My Darl

Chapter 15 My Darl

I Win You (Indonesia)   14. An Idol

Chapter 14An Idol"Jangan katakan kau memerlukan pelepasan sepagi ini, Nick." Charlotte yang berdiri di belakang nick mengecup bibir Nick yang sedang duduk menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.Charlotte, ia adalah sahabat Nick sejak kecil. Sama seperti Beck dan Vanilla. Tetapi, hubungan mereka lebih santai, Nick mencari Charlotte saat ia memerlukan pelampiasan mendesak. Begitu juga Charlotte, ia tidak keberatan bagaimanapun cara Nick memperlakukannya. Mereka berdua bebas, Nick bebas berkencan dengan gadis lain begitu juga Charlotte yang bebas berkencan dengan pria lain."Tidak, aku hanya perlu kau mendengarkan masalahku," ujar Nick. "Sialan,

I Win You (Indonesia)   13. Confused

Chapter 13Confused Vanilla baru saja memasuki ruang makan dan tertegun mendapati siapa yang ada di sana. Nick, pria itu duduk di kursi makan sedang menikmati sarapan di rumahnya bersama Xaviera."Nick...." Vanilla justru seolah mengerang memanggil nama pria itu."Sayang, selamat pagi. Ayo, kemarilah," ucap Xaviera, wanita itu sedang menuangkan susu ke dalam gelas.Sementara Nick, pria itu hanya menyeringai. Tetapi, tatapan matanya menatap Vanilla lembut, penuh kerinduan seolah-olah telah bertahun-tahun tidak melihat gadis itu.

I Win You (Indonesia)   12. Wild kissing

Chapter 12Wild KissingDi dalam bangunan yang terbuat dari kaca, Vanilla memekik, tubuhnya bergetar hebat, ia nyaris tidak bisa bernapas dengan benar. Kedua pahanya melingkar di antara pinggang Nick, ia mengalungkan lengannya di leher Nick sementara wajahnya berada di antara ceruk leher pria itu. Seumur hidupnya yang ia ingat, ia hanya pernah melihat harimau di televisi. Mungkin pernah melihat di kebun binatang ketika ia masih kecil, yang jelas ia tidak mengingatnya.Kucing yang Nick maksud adalah lima ekor harimau besar, sangat besar seperti seekor sapi hanya saja tingginya tidak setinggi sapi. Harimau itu terdiri dari tiga ekor harimau berwarna kuning dan dua ekor berwarna putih. Harimau-harima

I Win You (Indonesia)   11. In My Arms

Chapter 11In My ArmsSuasana tampak lengang, hanya suara kertas yang di bolak balik sesekali terdengar memecah keheningan."Ma, ayolah... bantu aku berpikir." Sophie merengek kepada wanita di depannya yang sedang membolak-balik tabloid."Sejak dulu sudah kukatakan jika Beck itu tidak baik untukmu, aku berulang kali mengenalkan anak-anak klienku yang jauh lebih kaya. Tapi, kau dibutakan cinta.""Kau mengenalkan aku pada pria tua," sungut Sophie."Hanya lebih tua beberapa tahun, bukan masalah. Yang penting uang mereka banyak." N

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Скачать
Поиск по умолчанию.
Библиотека
Обзор
eyumichael-ruАрнольд!MM Romancegenre22- 俄语genre26-俄语genre28-俄语
Short Stories
НебоДетективы и загадкиСовременные городаВыживание в конце светаЭкшенФантастический фильмРомантический фильмКровавое насилиенадеждамечтасчастьеМирДружбаУмныйСчастливыйЖестокийНежныйСильный红安Кровавая бойняУбийствоИсторические войныФэнтези-приключенияНаучная фантастикаВокзал
СоздатьПреимущества для писателейКонкурс
Популярные жанры
eyumichael-ruАрнольд!MM Romancegenre22- 俄语genre26-俄语
Свяжитесь с нами
О насHelp & SuggestionСотрудничество
Ресурсы
Загрузить приложениеПреимущества для писателейПравила контентаКлючевые словаПопулярные запросыОтзывы о книгеФанфикFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Сообщество
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Условия использования|Конфиденциальность