Wird geladen
Startseite/ ALLE /I Was Never YOURS (INDONESIA) /Scene 31

Scene 31

Rose Marberry
"Veröffentlichungsdatum: " 10.10.2020 17:00:42

"Anakku ..." teriakan Delisha kembali menyadarkan Juna. Cowok itu langsung berlari ke kerumunan orang-orang, dan melihat bagaimana darah itu membanjiri jalanan. Tubuh putih Cheryl sudah penuh dengan darah. Kaos berwarna kuning pudar tersebut sudah bercampur banyak darah. Saat melihat tubuh Cheryl yang kebanjiran darah, sesaat Juna tak tahu caranya bernapas. Juna seolah tahu, kesakitan seperti apa yang Cheryl rasakan. Juna mengepalkan tangannya. Laki-laki itu menggeleng, ia tak mampu

Möchten Sie wissen, wie es weitergeht?
Weiterlesen
Vorheriges Kapitel
Nächstes Kapitel

Buch teilen mit

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Aktuellstes Kapitel

I Was Never YOURS (INDONESIA)    Scene 37

Berlari secepat cheetah. Bergerak selincah ular, melompat sejago kelinci.Mawar berlari memegangi, gaun pengantin yang belum ia ganti. Juna hanya mengikuti Mawar dari belakang. Tak meyangka, istrinya begitu gesit."Yang tungguin." teriak Juna. Saat, Mawar tak peduli pada kehadiran orang-orang di sekitarnya. Bahkan, ia merasa dejavu, saat mengejar Cheryl dulu. Ya Tuhan, musibah apalagi?Mawar berlari dengan menenteng sepatunya, mengangkat gaunnya dan berlari di manapun rumah sakit berada. Ia merasa sangat trauma. Karena kepergian Cheryl, Mawar seperti antipati terhadap rumah sakit. Kalau boleh, seumur hidupnya ia tak perlu berhubungan dengan rumah sakit. Kalau boleh lagi, melahirkan nanti, Mawar ingin melahirkan sendirian."Sayang.." tegur Juna dengan napas ngos-ngosan, akhirnya berhasil menggapai tangan Mawar. Memang tenaga Mawar, tenaga kuda."Udah, jangan panik. Kita cari angkot, atau ta

I Was Never YOURS (INDONESIA)    Scene 36

"Satu ... Dua ... Tiga ...""Huwahh .... Dea dapat anjirr." heboh semua orang, saat penangkapan buket bunga pernikahan. Sang pengantin bertepuk tangan bahagia, hari yang dinantikan telah tiba. Tuhan telah menyatukan dua insan yang telah menemukan tulang rusuk mereka, dan dua cucu anak Adam bersatu dalam perkawinan. Mawar dan Juna begitu kompak dan bahagia dengan hari ini, hari istimewa yang takkan mereka lupakan dalam sejarah hidup keduanya. Hari keduanya bersatu, dalam ikatan suci pernikahan.Gadis itu memakai dress pernikahan dengan gaya empire. Gaun polos dengan pilihan satu warna, terkesan sederhana, tapi tetap terlihat elegant."Mantap-mantap kita yang." gurau Mawar sambil tertawa. Juna mengamit lengan Mawar, ia tak meyangka usianya masih cukup muda untuk menikah, tapi ketika sudah memahami sifat masing-masing, Juna akhirnya tahu, Mawar tempat terakhirnya berlabuh.Kedua pengantin meninggalkan semua o

I Was Never YOURS (INDONESIA)    Scene 35

1 tahun berlalu."Anak mami yang cantik, setahun itu rasanya cepat, lambat, menyiksa, kelam, terpendam. Tidak menyangka, kamu pergi untuk selamanya. Setahun berlalu, tapi mami tak pernah lihat senyuman kamu kecuali hanya dalam mimpi. Bahkan, udah jarang mami mimpi. Kenapa? Udah nggak rindu mami lagi? Udah bahagia disana?" Delisha masih bersungut sambil curhat, di kuburan Cheryl."Ah, mami masih belum ikhlas. Tapi ... Hari ini, dengan segala kelemahan, mami datang untuk pertama kalinya kesini. Ini bukan hal yang mudah nak. Tapi, perlahan mami bisa bangkit. Kamu pergi, tapi penyesalan terdalam dari kami semua takkan pernah kami lupa sama kami menyusulmu. Mami tahu, kamu pernah menyebut, mami sebagai mami yang kejam di muka bumi ini." air mata itu tak berhenti mengalir, bahkan semakin deras seperti air terjun Niagara. Padahal, Delisha sudah berjanji untuk melupakan semuanya, tapi kembali lagi ke kuburan, sama seperti kembali megingat memori l

I Was Never YOURS (INDONESIA)    Scene 34

"Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta, diperoleh selama masa persidangan dari keterangan saksi-saksi, maupun keterangan terdakwa beserta barang bukti yang ada, diketahui pada hari Sabtu, tanggal 21 November sekitar pukul 11.34, berdekatan antara persimpangan jalan Garuda menuju jalan Elang terdakwa Komar mengendarai kendaraan roda empat, telah menabarak seorang perempuan bernama Cheryl Anastasia yang sedang menyeberang jalan ---"Mawar langsung keluar ruang dari persidangan, tak sanggup mendengar lebih lanjut. Membuat dirinya makin terpuruk dan hancur disaat bersamaan. Harusnya ia ada, disana untuk menemani Juna, karena laki-laki itu yang menjadi saksi hingga berlanjut sampai persidangan hari ini, dan putusan bersalah.Delisha juga ikut, tapi tak berani masuk ke dalam, wanita hanya menunggu di luar, dengan kain selempang yang menutupi kepalanya, pakaian ciri khas orang sedang berduka.Mawar menutup mulutnya, dan langsu

I Was Never YOURS (INDONESIA)    Scene 33

Tiga Minggu, Mawar berani mengunjungi makam sahabatnya. Tiga Minggu terakhir adalah masa terberatnya, masa-masa ia berada ada hidup yang paling bawah. Kepergian Cheryl membawa duka yang mendalam bagi semua orang yang ditinggalkan.Sekarang, perkumpulan mereka tak lagi seperti dulu. Semuanya tak lagi sama, hanya ada kekosongan yang mereka rasakan.Mawar sedang berjongkok di depan makam Cheryl, sambil menerawang kosong. Tak ada yang ia buat, selain terduduk dalam waktu yang tak bisa ia tentukan kapan ia bisa menerima takdir kejam ini.Cheryl Anastasia.Seorang gadis periang, dengan menyimpan banyak luka di hatinya. Tapi, ia bertingkah konyol demi menghibur orang lain."Berapa lama nggak jumpa?" tanya Mawar sambil memegang nisan tersebut. Ya, matanya masih bengkak menangis terus siang dan malam. Terkadang, Mawar terbangun di tengah malam dan menangis seperti orang gila, membuat semua keluarga

I Was Never YOURS (INDONESIA)    Scene 32

"Cewek bego, cewek tolol." maki seorang cowok di atas kuburan basah tersebut. Laki-laki itu mengusap air mata di sudut matanya masing-masing. Ya, semua orang tak menyangka atas kepergian Cheryl. Kepergian gadis itu begitu tiba-tiba membuat siapa saja tak percaya, bahwa gadis bar-bar itu tak lagi bernapas di bumi tapi memiliki alam sendiri."Woi cewek bego bangun lah. Jangan bikin semua orang sedih, aku tahu kau juga sedih, tapi kau mampu menghibur orang lain dengan tingkah konyolmu. Bangun, dan hibur semua orang. Dan biarkan aku yang menghiburmu saat kamu sedih." laki-laki itu tersenyum kecut dan memalingkan wajahnya. Masih tercium jelas, bau tanah yang masih basah. Saat semua orang bubar dan ia baru berani mendekati makam tersebut."Woi cewek bego bangun Juleha. Kau bahkan belum tahu, kalau aku adalah the one bukan Juna. Bangun Juleha, bahkan aku mau dipanggil bujang lapuk terus, bangun cewek bego." maki Aldo lagi. Ia merasa menyesal, ken

I Was Never YOURS (INDONESIA)    Scene 26

Kebencian itu membunuh!Dan ini jelas. Kebencian telah melumpuhkan seluruh sendi-sendi Cheryl. Gadis itu merasa dunianya berhenti sekarang. Terpuruk lagi untuk kesekian kalianya. Biasanya, Cheryl bisa mentolerir rasa sakit, tapi kali ini tak ada lagi penawarnya. Cheryl

I Was Never YOURS (INDONESIA)    Scene 25

Cheryl menyeka ingusnya. Entah sudah berapa banyak tisu yang habis, bahkan bajunya menjadi sasaran. Untuk ia mengeluarkan lendir bening tersebut, dan juga bantalnya sampai bercorak karena bekas air matanya.Cheryl akhirnya bangun dan memungut kembali diary usang yang ia

I Was Never YOURS (INDONESIA)    Scene 24

"Em..." guman Cheryl norak. Gadis itu sedang makan roti lapis dengan berbagai campuran. Dan memang rasanya sangat enak atau Cheryl yang sedang kelaparan, ekpresi Cheryl menunjukan keduanya, kelaparan dan juga menikmati makanan saking enaknya.Kencan lagi.

I Was Never YOURS (INDONESIA)    Scene 23

"Jadi?" tanya Cheryl bersandar di motor the one."Siap menjalani kisah kita?" tanya cowok itu. Cheryl mengangguk. Apa salahnya mencoba. Ia akan mencoba lelaki ini dalam hidupnya, walau tahu ujungnya akan kecewa."Mau jalan-jalan?" tanya the one. Cheryl

Weitere Kapitel
Buch herunterladen
GoodNovel

Buch kostenlos herunterladen

Download
Suchen
Bibliothek
Stöbern
RomantikAlternativgeschichteUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+
Kurzgeschichten
LiebeskummerGeheimnisModerne StadtApokalypse-Überleb1enshort-Science-FictionLiebesroman0
ErstellenVorteile für Autor:innenWettbewerb
Beliebte Genres
RomantikAlternativgeschichteUrbanWerwolfMafiaSystem
Kontaktieren uns
Über unsHilfe & VorschlägeGeschäft
Ressourcen
Apps herunterladenVorteile für Autor:innenInhaltsrichtlinieTop-SuchanfragenFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Folge uns
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Nutzungsbedingungen|Datenschutz