Download the book for free

Chapter 1
Seorang gadis sedang tergantung di sebuah ruangan sempit yang minim ventilasi udara. Gadis itu dalam keadaan sadar tetapi dalam keadaan yang sangat lemah, ia sudah di gantungselama dua hari tanpa di beri makan. Ia bernapas dengan susah payah karena ruangan yang pengap.
Gadis itu hanya memakai bra dan celana pendek setengah paha. Pakaiannya sudah di lepaskan sejak ia masuk ke sini, bajunya robek saat ia melawan agar tidak di masukkan di dalam tempat ini, semenara celananya di gunting oleh seorang pria hingga setngah paha. Sangat pendek menurutnya tetapi masih beruntung di bandingkan hanya menggunakan celana dalam.
“Ana, tetaplah sadar.” Ucap seseorang yang terikat oleh rantai di lantai.
Gadis yang di panggil Ana itu langsung membuka matanya. Pergelangannya mati rasa akibat di gantung. Napasnya memburu akibat ruangan yang sangat pengap. Ana sejak dua hari lalu berjuang untuk tetap sadar tetapi hari ini ia tidak bisa lagi menahannya.
Ana baru satu kali di berikan air dan itu sudah berjam-jam yang lalu. Sekarang, tenggorokannya sangat kering dan ingin sekali minum, ia berharap seseroang datang lagi dan membawakannya air. Tetapi, waktu berjalan sangat lama, tidak lama kemudian kesadarannya hilang karena terlalu lelah.
…
Ana terkisap dan menjerit sekuat tenaga, ia berontak dan mengakibatkan rantai besi yang mengantungnya berbunyi karena saling bergesekan. Air matanya keluar dari kedua matanya akiba rasa menyengat dan sakit yang berasal dari punggungnya.
“Kau beruntung, Burke memutuskan untuk menyelamatkanmu dan sekarang kau bagian dari anggota organisasi ini.” ucap seseorang dari arah belakang Ana.
Ana masih menjerit kesakitan, matanya melebar ketika melihat sebuah besi yang ujungnya membara sedang di bawa oleh seorang pria yang baru saja lewat di sampingnya. Air mata masih mengalir di pipinya ketika melihat benda itu.
“Itu cap organinasi, semua yang bergbung dengan Burke harus memilikinya. Itu akan sembuh dalam seminggu, tenang saja.” ucap Pria itu sembari tersenyum miring.
Ana tidak bereaksi apa-apa, punggungnya masih sangat sakit dan suaranya sudah serak karena berteriak kesakitan. Ia merasakan punggungnya seperti di bakar ketika besi panas itu menempel di kulitnya.
“Kemana temanku?” tanya Ana, itu kata yang pertama kali keluar dari mulutnya.
Pria itu berhenti melangkah, “Oh, dia. Entahlah, sepertinya di bawa oleh orang lain. Tenang saja, dia tidak mati.”
Ana menghela napas lega, ia tidak akan bisa melihat temannya mati. Mereka telah bersama sejak sama-sama di jual ke sini, hanya mereka yang selamat dari puluhan orang yang mengarungi laut dengan kapal kecil menuju Washington untuk di jual.
Pria itu berjalan mendekati Ana dengan tatapan sulit di artikan, Ana menghindar ketika pria itu berusaha meraih tengkuknya dan sukses membuat pria itu berdecak.
“Andai saja pimpinan tidak menyelamatkanmu, sekarang kau pasti sudah menjadi pemuas ranjangku.” Ucap pria itu sensual sembari membelai payudara Ana.
Ana mengetatkan rahang dan menghantam kepala pria itu dengan kepalanya membuat pria itu meringis kesakitan dan menyumpahinya sebelum keluar dari ruangan tempatnya di sekap. Tidak lama kemudian, seseorang perempuan datang untuk melepaskannya.
Setelah berhasil bebas, Ana tidak tinggal diam. Ia mencari pria tadi dan memukulnya dengan sekali pukulan dan membuat pria itu langsung meraung kesakitan dengan mulut berdarah dan gigi lepas.
Latest chapter
Dynamite (Indonesia) Chapter 20 - Ana Parents
Werren duduk setelah pria yang menemaninya, Anton… masuk di damping oleh seorang perempuan lain yang membawa tiga cangkir teh panas untuk mereka. Dia sering bertemu dengan wanita seperti Rose. Hanya saja, yang membedakan Rose dengan wanita lain adalah profesinya. “Jadi, langsung saja. Apa yang ingin kau bicarakan tentang mantan atasanku itu?” tanya Rose tertarik.
Last Updated : 2020-11-14
Dynamite (Indonesia) Chapter 19 - Rose
Werren dan Ana tidak perlu membawa banyak barang, dia tidak ingin membawa pakaian Ana dari vila itu. Untuk menyamarkan jejak bahwa mereka akan pergi, Werren tidak percaya jika mereka tidak akan kembali untuk masuk lagi ke dalam vila ini.Ana sedang membuat sarapan untuknya dan Werren, kali ini dia hanya membuat wafel di siram dengan madu serta teh panas untuk mengisi perut mereka sebelum pergi.
Last Updated : 2020-11-13
Dynamite (Indonesia) Chapter 18 - Bomb
Werren langsung menghubungi Ana ketika menderima pesan itu, dia juga langsung berlari meninggalkan ruangan kerjanya dan langsung naik lift menuju tempat parkir. Tanpa pengawalan, Werren langsung mengemudi menuju vila miliknya. Ana masih tidak mengangkat panggilannya dan itu membuatnya semakin khawatir. Dia mengemudi sangat kencang sampai di peringati oleh petugas kepolisian.
Last Updated : 2020-11-10
Dynamite (Indonesia) Chapter 17 - Meet Dake
Werren sedang dalam perjalanan, dia baru saja meninggalkan vila miliknya. Dengan airpods terpasang di telinganya, dia akan membiarkan Ana mendengarkan apa yang dia bicarakan selama di perjalanan atau ketika sampai di tempat pertemuan mereka.Dari keterangan Ana, tempat yang di atuju sekarang adalah markas pusat mereka. Maka dari itu, Werren membawa pengawal dan senjata api untuk berjaga-jaga, walaupun dia tahu kecil kemungkinan Burke akan melakukan sesuatu yang merugikannya.
Last Updated : 2020-11-09
Dynamite (Indonesia) Chapter 16 - Hot Night
Sesampainya di Washington, Werren langsung pergi ke vila miliknya.
Dynamite (Indonesia) Chapter 15 - Find Ana
Malam yang sama sejak dia ditinggal oleh Werren, Ana tiba-tiba terb
Dynamite (Indonesia) Chapter 14 - See you again
Werren mengajak Ana u
Dynamite (Indonesia) Chapter 13 - Alone
Seluruh tubuh Werren merinding, ia membeku di tempatnya berdiri lal
Reviews

Chapters
Read
Download
To Readers
Jiang Sese dapat dengan jelas mengingat betapa acuh tak acuh ayahnya ketika dia mengatakan kepadanya: "Setelah kamu pergi, jangan pernah menyebutkan bahwa kamu berasal dari keluarga Jiang, jangan sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri." Tunangannya bahkan lebih kejam, mengkritiknya dengan ekspresi menghina di wajahnya. "Jiang Sese, bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang begitu menjijikkan?" Kenangan ini membangkitkan Jiang Sese yang sudah lemah.2 YINI
