GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Home / All / CHRISTOPHER SI PSIKOPAT
Last Updated : 2020-10-01
CHRISTOPHER SI PSIKOPAT

CHRISTOPHER SI PSIKOPAT

Bahasa_indonesia
·
18+
·
Ongoing
By:  thxyousomatcha

17

Chapters
10
Ratings

189

Views
Synopsis
(21+) Christopher Alexander. Pria berdarah dingin keturunan Asia yang tak akan segan membunuh siapa saja yang akan menghalangi jalannya dan mengganggunya. Tampan dan digilai banyak wanita. Tapi tidak ada yang tau bahwa pria itu sangatlah kejam tidak berperasaan. Lalu pertemuannya yang disengaja dengan gadis berkebangsaan Rusia yang saat itu sedang berkunjung ke Thailand. Sarah Alana Benjamin, orang-orang terdekatnya memanggilnya Cala. Gadis ceria yang menyukai Travelling. Seketika keceriaan itu sirna ketika dirinya bertemu dengan Christopher. Pria kejam berhati iblis. Dan Cala sangat membencinya. Selamat menikmati kisah Christop dan Cala
Share the book to

Chapter 1

Prologue

Christopher Diwei Alexander. Pria berdarah dingin blesteran China - Inggris yang menetap di Thailand itu tak akan segan membunuh siapa saja yang akan menghalangi jalannya dan mengganggunya. Tampan dan digilai banyak wanita. Tapi tidak ada yang tau bahwa di balik wajah tampannya pria itu sangatlah kejam tidak berperasaan. 

Lalu pertemuannya tidak sengaja dengan gadis berkebangsaan Rusia yang saat itu sedang berkunjung ke Thailand. Sarah Alana Benjamin, orang-orang terdekatnya memanggilnya Cala. Gadis ceria yang menyukai Travelling.

Seketika keceriaan itu sirna ketika dirinya bertemu dengan Christopher. Pria kejam berhati iblis. Dan Cala sangat membencinya. 

°°°°°

"Papa, besok aku akan berangkat ke Thailand," suara lembut seorang gadis menyapa pendengaran Benjamin. Dia Giovanno Benjamin. 

Pria tua itu menatap anak satu-satunya. Calanya sudah tumbuh menjadi gadis dewasa yang ceria sekarang, hingga Benjamin tidak ingat kapan terakhir kali ia menggendong putrinya. Mengantarkannya sekolah, dan bertanya meskipun sekedar 'apa di sekolah semua baik-baik saja?' 

Ia terlalu sibuk mengurusi pekerjaannya. Menjadikannya pria yang gila kerja, tapi semua itu Benjamin memiliki alasan. Dan di balik itu semua hanyalah pengalihannya untuk tidak selalu mengingat istrinya, ibu Cala. Bella. Istrinya meninggal ketika dalam keadaan sakit. 

Benjamin tersenyum menatap anak gadisnya. "Berapa lama kau akan di Thailand, sayang?" 

Cala diam sejenak, "Mungkin sepekan.'' Benjamin mengangguk mengerti.

Dulu setelah kepergian ibunya Cala selalu murung dan berdiam di kamar. Lalu Benjamin menyibukkan diri dengan bekerja. Kematian Bella membuat keduanya tidak lagi berkumpul seperti dulu. Semuanya berubah. 

Seakan rumah yang dulu ditinggali oleh keluarga yang harmonis menjadi sepi seperti tak berpenghuni. Lalu Cala yang lelah selalu murung, meratapi kepergian Bella mengalihkan semuanya dengan travelling.

Memutuskan untuk mengunjungi wisata-wisata di berbagai belahan dunia. Selama dua tahun, Cala sudah mendatangi hampir lima puluh negara. Dan Benjamin menyetujuinya, mungkin dengan begitu Cala tidak akan sedih lagi. Begitu pikirnya. Benjamin juga merasa mampu maka dari itu permintaan Cala diturutinya semua. "Baiklah, besok akan papa antar kamu."

Cala menatap Benjamin. "Apa Robert tidak bisa mengantarkanku?"

Benjamin menggeleng, "Papa hanya ingin mengantarkanmu saja. Apa itu tidak boleh?"

Cala terkekeh, "Tentu saja boleh, Pa!" Tiba-tiba saja hatinya menghangat. Karena sejak dulu selalu Robert yang mengantarkannya, dan untuk pertama kalinya dalam dua tahun Benjaminlah yang akan mengantarkannya. 

Cala paham mengapa papanya seperti itu, maka dari itu ia tidak pernah mempermasalahkan. Dan meskipun papanya seperti itu Cala tetap menyayanginya. Ia memilih diam. Karena hanya Benjaminlah sekarang orang tua yang ia miliki. 

"Apa kau sudah menyiapkan semua keperluanmu sayang?" tanya Benjamin. 

Dengan berani Cala menyandarkan kepalanya pada bahu Benjamin membuat pria paruh baya itu terkejut. Lalu sedetik kemudian terbitlah senyuman dari bibirnya.

"Aku sudah menyiapkannya. Semuanya sudah beres Pa."

Benjamin mengangguk, "jika begitu tidurlah. Sudah larut malam," ujarnya.

"Aye-aye captain!" jawab Cala tersenyum lebar. 

Mungkin ini akan menjadi awal yang indah untuknya.

°°°°°

Pria bertubuh tegap keluar dari sebuah ruangan. Mata sipitnya yang tajam menatap depan, rahangnya begitu tegas. Senyum puas terbit dari bibirnya, seperti sebuah seringaian. 

"Buang mayatnya, dan jangan meninggalkan jejak!" Perintahnya dengan suara yang maskulin namun tegas. 

Seorang pria yang disuruhnya mengangguk, tanpa menjawab langsung bergerak menuju ruangan yang tadi sempat didatangi Christop. Ya, Christopher Diwei Alexander. Seorang psychopath berdarah dingin blesteran China-Inggris. 

Tidak hanya psychopath Christop juga seorang mafia. Semua orang yang berurusan di dunia underground sudah dipastikan mengenal siapa itu Christopher Diwei Alexander. Pria kejam berhati iblis tanpa belas kasihan. 

Christop melangkahkan kakinya keluar menuju bugatti berwarna hitam kesayangannya yang sudah terpakir di depan pintu.

Melajukan mobilnya diatas kecepatan rata-rata, Christop tersenyum lebar. Entah ini target yang sudah keberapa kalinya ia tidak tau. Yang terpenting ia sudah merasa puas sekarang bisa membunuh seorang politikus terkenal di negaranya dengan tangannya sendiri.

Christop melajukan mobilnya menuju bandara, siang ini ia harus pergi ke China karena ada seseorang yang meminta bantuannya. Ia bisa saja menggunakan pesawat pribadi miliknya, tapi entahlah ia hanya tidak ingin sekarang. 

Ada beberapa alasan yang membuat Christop menjadi dingin dan psycho. Hanya saja alasan itu tidak bisa dijelaskan. Semua akan membuatnya mengingat masa lalu. Dulu, Christop tidak seperti itu. Ia pria yang baik, ramah. Memiliki perusahaan besar yang dikelolanya semua karyawan menghormati dan segan padanya. 

Tapi tiba-tiba semua berubah begitu cepat. Membuat semua orang bertanya-tanya. Dan sekarang perusahaan yang ditinggali orang tuanya itu ia alihkan pada adiknya, Abraham Diwei Alexander.

Ponselnya berdering, tangan kirinya mengambil ponsel yang berada di saku celananya dan tangan kanannya memegang stir mobil. Lalu menggeser tombol hijau, menempelkannya pada telinga.

"Aku sedang dalam perjalanan menuju bandara," jawab Christop datar. "Kau tunggu saja." Lanjutnya lalu mematikan sambungan telepon. 

Tidak bisakah sahabatnya itu menunggunya sebentar. Pria itu bernama Chen Hui Ying. Seorang mafia kelas kakap di China. Christop bisa saja menetap di China, tempat kelahirannya. Tapi ia memilih untuk tinggal di Thailand, mengubah kartu kependuduknya menjadi warga negara gajah putih itu. 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

  • CHRISTOPHER SI PSIKOPAT   16. Christopher Dan Kata Manisnya

    Cala ingin berjalan-jalan mengelilingi mansion, padahal hari sudah malam. Cala merapatkan mantel coklatnya, menghirup udara malam. Perasaannya seketika menghangat. Ya, ia hanya membutuhkan kenyamanan, ketenangan untuk saat ini. Meskipun hanya semalam. Cala tidak perduli.Suasana mansion sangat sepi dan sunyi, mengingat malam sudah pukul setengah dua belas. Para pelayan sudah beristirahat, hanya menyisakan beberapa penjaga yang masih terjaga memantau keadaan mansion ini.Hingga tidak terasa, langkah kaki Cala membawanya menuju sebuah lorong. Tidak ada orang-orang bertubuh tegap dengan pakaian serba hitam yang berjaga di sini. Hanya beberapa obor yang menempel di dinding yang menjadi penerangannya. Penasaran, Cala melangkahkan kakinya masuk. Ia terus berjalan menyusuri lorong dengan berhati-hati, sebisa mungkin ia tidak menimbulkan suara. Hingga sebuah tangga terlihat oleh pandangannya, Cala hendak t

    Last Updated : 2020-10-01
  • CHRISTOPHER SI PSIKOPAT   15. Luka Dari Masa Lalu

    Cala meringkuk dalam tidurnya, bahkan ia masih mengunci pintu kamarnya. Tidak berniat membuka sama sekali, meskipun beberapa maid terus menyuruh Cala untuk dibukakan.Dan selama dua hari, Cala belum mengisi perutnya. Bahkan ia membiarkan rasa lapar menggerogoti. Cala tidak peduli, jika ia harus mati karena kelaparan. Wajahnya memucat, bibirnya mengering bahkan badannyapun sedikit mengurus. Cala bersandar pada kepala ranjang. Kepalanya bahkan sangat pusing, penglihatannya sedikit berkunang-kunang. Apalagi pergelangan tangannya membengkak, meninggalkan bekas yang membiru dengan luka-luka kecil yang masih sedikit basah. Hingga bunyi 'klik' menyapa indra pendengaran Cala membuat gadis itu meringkukkan tubuhnya, menggelamkan tubuhnya di balik selimut. Ia merasa bahwa yang datang adalah Christop.Mengingat pasti jika pria itu memiliki cara untuk membuka pintu yang hanya diketahui dirinya saja. Hingga kasur yan

    Last Updated : 2020-10-01
  • CHRISTOPHER SI PSIKOPAT   14. Pertemuan Christop Dan Giovanno

    "KU BILANG PERGI!" teriakan Cala menggema di seluruh ruangan. Seorang maid yang tadi diutus Christop langsung mendatangi Cala, "Nona, Tuan Christop menyuruh saya untuk membawa Nona ke hadapan Tuan.""AKU TIDAK PEDULI!" sentak Cala dengan napas terengah.Sudah kurang lebih satu jam maid itu tidak henti-hentinya memaksa Cala untuk menemui Christop tapi ditolaknya mentah-mentah. Ia tidak peduli, persetan dengan semuanya Cala tidak takut dengan Christop meskipun hati kecilnya sedikit gemetar jika melihat wajah iblis itu.Maid itu menghela napas, lelah karena Cala sejak tadi sudah menolaknya mentah. Mungkin ia harus berpikir keras untuk menjelaskan pada tuannya itu. "Baiklah, jika Nona perlu bantuan. Nona panggil saya saja."Cala hanya diam, tidak menjawab perkataan maid itu. Ia mencoba bernapas secara teratur. Dadanya terasa sesak hanya dengan mendengar nama Christop. Ingin

    Last Updated : 2020-10-01
  • CHRISTOPHER SI PSIKOPAT   13. It's Hurt

    Christop menggeram kesal ketika kebutuhan biologisnya harus gagal begitu saja ketika mereka berdua akan melepas orgasme bersama-sama. Ia menatap paman Hansel datar. "Kau menggangguku, Paman."Pria paruh baya itu menunduk, "Maafkan saya Tuan. Saya tidak bermaksud–""Sudahlah. Apa yang ingin Paman bicarakan?" tanya Christop. Hansel memberikan sebuah map. "Ini tentang Serkan Van Houten. Ternyata dia di balik dalang semua ini. Dan dia menuduh istrinya menjadi tersangka.""Apa alasan dia menuduh istrinya?" tanya Christop dengan pandangan serius."Ternyata istrinya mengetahui jika Serkan berselingkuh, dan juga mengetahui rencana Serkan yang akan membunuhnya." "Oh jadi yang dia ceritakan jauh dari kata fakta. Sudah kuduga dari awal jika pria itu sangat licik," komentar Christop yang diangguki Hansel."Apa rencana anda kali ini, Tuan?" tan

    Last Updated : 2020-10-01
  • CHRISTOPHER SI PSIKOPAT   12. Menaklukkan Hati Sang Psikopat?

    Cala menelan salivanya dengan susah payah. Kepalanyap un masih tertunduk hingga ia dapat melihat sepasang sepatu berada tepat di depannya. Dan Cala yakin itu adalah kaki milik Christop."Tuan, bukankah ketika anda menelepon saya masih berada di Turki?" tanya Hansel memecahkan keh

  • CHRISTOPHER SI PSIKOPAT   11. Datang Bulan

    Aroma mawar yang menguar, membuat Cala nyaman dan lebih menenggelamkan tubuhnya ke dalam hingga memperlihatkan kepalanya saja.Tak terasa Cala menghabiskan waktu selama tiga puluh menit hanya untuk berendam, membersihkan diri. Ia mengikat tali bathrobe lalu melangkahkan kakinya k

  • CHRISTOPHER SI PSIKOPAT   10. Fall In Love With The Devil

    Seketika senyum miring mengembang di bibir merahnya. Senyum yang membuat siapa saja bergidik ngeri melihatnya. Ia mengambil sebuah ID card dalam saku yang ada di balik tuxedo yang dipakainya, untuk memudahkannya mengakses masuk ke dalam. Secara otomatis pintu terbuka, setel

  • CHRISTOPHER SI PSIKOPAT   9. Terima Kasih!

    Setelah membersihkan diri dan sarapan, Cala memutuskan untuk keluar kamar. Sekedar berkeliling mansion. Terus-menerus berada di dalam kamar membuatnya bosan. Cala merasa seperti seorang tahanan sekarang. Bahkan ia tidak bisa bergerak bebas karena sejak ia keluar dari mansion beberapa maid terus m

More Chapters

Reviews

no comment
No comment yet

Chapters

Read

Download

You might like

The Curse of Esmelth
Andaikan Kau Datang Kembali [Indonesia]
You Are My Reason (INDONESIA)
MIKO : THE CURSED WITCH (INDONESIA)
Inside the best gynecology and obstetrics department of the most prestigious hospital in Jin City
Pernikahan Raja Vampire (Indonesia)
The Curse of Esmelth

The Curse of Esmelth

Fura Ferra

Lucy yang kini berusia 7 tahun hidup berdua dengan Esmelth miliknya. Mereka berdua tinggal di pinggir Hutan Lugia agar jauh dari pusat keramaian. Lucien benar-benar tidak ingin Lucy terluka karena ulah manusia lainnya.Lucien terlihat memang memanjakan Lucy, tetapi semua itu memanglah keinginannya. Memanjakan masternya sendiri bukanlah hal sulit untuknya, terlebih lagi kini ia akhirnya memiliki master meski seorang anak kecil yang tidak bisa memakai sihir, tetapi diberkahi mana yang berlimpah.

download The Curse of EsmelthDownload the book on the App

To Readers

Jiang Sese dapat dengan jelas mengingat betapa acuh tak acuh ayahnya ketika dia mengatakan kepadanya: "Setelah kamu pergi, jangan pernah menyebutkan bahwa kamu berasal dari keluarga Jiang, jangan sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri." Tunangannya bahkan lebih kejam, mengkritiknya dengan ekspresi menghina di wajahnya. "Jiang Sese, bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang begitu menjijikkan?" Kenangan ini membangkitkan Jiang Sese yang sudah lemah.2   YINI

Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy