Download the book for free

Chapter 1
Entah sejak kapan komplek sekolah ini menjadi begitu ramai dengan suara-suara besi yang saling beradu. Di bayangan kalian mungkin ini seperti sebuah pertarungan sengit kayak di film-film. Tapi ini dunia nyata.
Di komplek sekolah. Tempat yang seharusnya ramai dengan kendaraan pengantar siswa atau ramai dengan lalu lalang orang-orang berseragam sekolah.
Tapi kali ini sekitar komplek ini ramai oleh...
Suara besi teradu.
Suara teriakan.
Ya tawuran. Udah pasti.
Gak mungkin suara emak-emak teriak sambil gebukin pantat panci pake centong nasi kan. Itu sih nyokap gue kalo gue udah kelewat bates molornya.
Oke skip.
Sosok siswi SMP yang keliatannya terjebak diantara kerumunan siswa SMP yang lagi asik tawuran itu memilih untuk memojok ke salah satu warung kopi yang tertutup. Harusnya tadi ia gak lewat sini tapi ini jalan terdekat menuju sekolahnya. Biasanya juga gak pernah ada tawuran walaupun ia pernah denger antara dua sekolahan itu emang suka saling serang.
Tiba-tiba ada satu siswa yang tumbang dengan luka di tangannya, ia terjatuh tepat di depan siswi itu.
Darah mengalir dari lengan siswa itu membuat siswi itu gak tega dan akhirnya menarik tubuhnya untuk ikut bersembunyi. Minimal bisa menyelamatkan dari serangan-serangan lain.
Siswi berambut panjang yang terikat itu langsung mengeluarkan sapu tangan yang selalu dibawanya untuk menutupi luka siswa tersebut . Siswa itu meringis menahan perih di lengannya." Ada-ada aja ya. Tawuran terus tewas ntar masuk tipi loh."
Siswa itu hanya nyengir." Lah elo bego. Udah tau ada tawuran ngapain lewat sini. Berharap kayak di novel-novel. Kejebak tawuran terus ada yang nolongin?"
Siswi itu berdecih." Salah sendiri tawuran disini. Udah tau jalanan umum. Gue jadi telat kan ke sekolah." Ucapnya tanpa merasa takut sedikitpun. Padahal jelas-jelas siswa didepannya ini keliatan seperti pentolan dari salah satu sekolah yang tawuran itu.
Siswa itu malah cengengesan, melupakan rasa perih di lengannya. Karena luka seperti ini menurutnya sudah biasa, masih mending gak sampe dibawa ke rumah sakit.
Sekitar satu jam kemudian tawuran itu selesai. Beberapa siswa langsung bubar karena beberapa polisi mulai datang.
Akhirnya siswa itu mengajak siswi yang belum dikenalnya untuk pergi dari sana. Daripada ketangkep polisi. Terus disuruh dijemput sama orangtua. Bisa abis uang sakunya dipotong nanti.
" Kita kemana?" Tanya siswi itu yang dengan tampang polosnya mau aja diajak pergi sama orang yang belum dikenalnya. Tapi dalam hati ia percaya kalo siswa ini gak bakal macem-macem. Entah perasaan darimana.
" Ke rumah gue. Bentar lagi sekarat nih gue kayaknya. Lu bolos aja dulu ya?" Siswa itu melirik sapu tangan yang terikat di lengannya, darah segar sudah merembes menembus kain yang melilit lengannya.
Siswi itu melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan. Ke sekolah pun percuma pasti gak bakal di ijinin masuk sama satpam sekolah. Peraturan sekolahnya kan super duper ketat." Yaudah. Terlanjur juga."
" Eh tunggu bentar disini ya...."
" Nessa." Ucap siswi itu yang merasa bahwa cowok didepannya sedang bingung menyebutkan namanya. Karena mereka memang belum kenalan sejak tadi.
Siswa itu mengangguk." Gue Cevin. Bentar ya."
Gak lama seorang cowok berparas sangat mirip dengan Cevin keluar dari dalam rumah. Bedanya cowok itu sedikit keliatan dingin dan cuek. Beda sama Cevin yang bertampang tengil ini.
" Lah lo kagak sekolah?" Tanya Cevin ke cowok yang mirip dengannya itu. Mereka seperti sedang bercermin.
" Menurut lo gue bisa sekolah kalo lagi-lagi lo dan temen-temen lo itu ngalangin jalan?" Ucap cowok bertampang dingin itu. Lalu ia melirik cewek yang berdiri dibelakang Cevin seolah bertanya.
" Eh." Nessa merasa terintimidasi dengan tatapan cowok dingin itu.
" Dia kejebak di tawuran gue tadi. Namanya Nessa. Nes dia Cavan, sodara kembar gue." Cevin memperkenalkan.
Cavan bergumam gak jelas kemudian masuk ke dalam rumahnya.
Cevin mengedikkan bahunya, gak peduli." Lo gapapa?" Tanyanya yang menyadari cewek dibelakangnya hanya diam.
" Kalian kembar ya? Ih lucu banget!" Ucap Nessa sambil tersenyum lebar, memperlihatkan dua cekungan di pipinya yang cukup dalam. Manis.
Cevin terkekeh.
Cavan ternyata kembali lagi dengan membawa kotak p3k." Lama-lama gue nyetok banyak kotak p3k buat lo doang. Untung nyokap bokap lagi dines keluar negri."
Latest chapter
Bestlovefriend Tiga Belas
Nessa mengusap air mata yang terus keluar dari matanya. Entah maksud omongan Dika tadi itu apa. Seakan cowok itu sudah mengetahui apa yang sebenernya ia rasakan. Tapi tau darimana? Sementara ia baru mengatakannya ke Cavan. Gak mungkin sahabatnya itu memberi tau ke Dika, gak ada gunanya juga." Gue gak tau kenapa Dika bisa ngomong gitu. Apa ada yg ngadu?" Cavan tampak berpikir keras di samping Nessa. Sahabatnya itu baru terlihat lebih tenang sekarang. Untung aja tadi diberitau kalo hari ini guru pada rapat jadi mereka gak perlu repot ke kelas dengan keadaan Nessa habis nangis seperti ini. Bisa banyak gosip nanti." Atau
Last Updated : 2020-10-26
Bestlovefriend Dua Belas
Nessa merasa ada yang aneh. Atau emang perasaannya aja yang akhir-akhir ini aneh.Cevin masih tetep kekeuh buat dapetin Melan, Cavan masih selalu menemaninya kemana pun, tapi Dika seakan menjauh.Padahal biasanya setiap istirahat cowok itu akan ke kelas Nessa untuk mengajaknya ke kantin bareng ataupun sekedar berbincang di pohon ceri favorit Dika.Tapi hari ini Nessa gak berhasil menemukan Dika dimanapun. Cowok itu seperti hilang ditelan bumi.
Last Updated : 2020-10-26
Bestlovefriend Sebelas
" Sorry banget ya Nes. Abisan Melan ngajak gue jalan kemaren abis dari toko buku. Kan gue masih pedekatean sama dia Nes. Ngerti ya Nes please?" Cevin memohon didepan sahabatnya pagi ini sebelum Melan datang. Ia sadar kalo hari ini Nessa berangkat ke sekolah duluan karena dia marah. Apalagi kalo bukan karena Cevin yang mengingkari janjinya? Ditambah Cavan yang sejak semalam mendiamkannya dan memilih untuk langsung tidur dibanding main games sebagai ritual mereka sebelum tidur.Nessa menatap Cevin dengan malas. Sebenernya ia gak tega juga tapi sahaba
Last Updated : 2020-10-26
Bestlovefriend Sepuluh
Tuk.Tuk.Tuk.Nessa berdecak kesal ketika satu persatu ceri mentah mengenai kepalanya, siapa lagi kalo bukan ulah pacarnya semenjak hampir satu bulan ini. Dika.Cowok itu terkekeh diatas pohon ceri melihat pacarnya mulai kesal dan mendongak kearahnya." Apa sih?"
Last Updated : 2020-10-26
Bestlovefriend Tujuh
Sial bener bener sial!
Bestlovefriend Enam
Sorenya Nessa menepati janjinya untuk membantu kedua sahabatnya itu mengerjakan tugas sejarahnya, yaitu mencari cerita soal penjajahan Belanda.
Bestlovefriend Sembilan
Nessa menyadari kelonggaran hubungan persahabatannya dengan Cevin dan Cavan. Sebenernya ia juga terlibat karena lebih banyak menghabiskan waktu dengan Dika dibanding mereka, juga
Bestlovefriend Delapan
Bruk!Nessa merutuki siapapun orang yang ia tabrak s
Reviews

Chapters
Read
Download
To Readers
Jiang Sese dapat dengan jelas mengingat betapa acuh tak acuh ayahnya ketika dia mengatakan kepadanya: "Setelah kamu pergi, jangan pernah menyebutkan bahwa kamu berasal dari keluarga Jiang, jangan sampai kamu mempermalukan dirimu sendiri." Tunangannya bahkan lebih kejam, mengkritiknya dengan ekspresi menghina di wajahnya. "Jiang Sese, bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu yang begitu menjijikkan?" Kenangan ini membangkitkan Jiang Sese yang sudah lemah.2 YINI
