loading
Home/ All /Arranged Married (Indonesia)/1. Putri

1. Putri

Author: Nul
"publish date: " 2020-09-30 11:04:22

PoV. Putri

Hari itu mungkin adalah hari yang tidak mungkin kulupakan seumur hidupku, hari dimana aku melihat kedua orang tuaku menghembuskan napas terakhirnya di depan mataku. Sepulang merayakan hari kelulusan kuliah ku, mobil yang kami tumpangi harus hilang kendali karena rem blong, hanya aku yang selamat dalam kecelakaan itu. Berbulan-bulan aku koma tanpa tahu apa yang terjadi pada keluargaku, sampai dimana aku sadar dan keadaan nya sudah seperti saat ini. perusahaan ayah bangkrut, dan butik ibuku juga mengalami musibah kebakaran. Semua hancur dalam sekejap mata meninggalkan aku dan kenangan pahit.

Sekarang disini lah aku, di sebuah perkampungan kumuh tempat para berandalan berkumpul untuk bertahan hidup. Jangan tanyakan apa profesiku setelah lulus kuliah, karena kalian akan sangat terkejut. 

"put. Oprasi gak hari ini?" Tanya salah seorang pemulung yang ikut tinggal bersama ku kawasan itu.

"iya dong, mau makan apa anak-anak kalo kita diem ajah" 

"gue udah pantau, nanti siang bakal ada orang kantoran yang bakal sidak ke bangunnan gedong di deket tikungan depan" 

"oke. kalo gitu siapin semua buat siang nanti, pastiin semua udah siap!" jika kalian ingin tahu apa profesiku setelah lulus kuliah, aku bekerja sebagai agen pemindahan uang.

Siang ini mungkin adalah oprasi ke sekianku untuk mendapatkan uang modal makan dan sekolah anak-anak jalanan. Aku sempat berpikir pada hari pertamku tinggal disini, bagai mana mereka jika aku saja yang sekolah dengan tinggi saja masih bisa di bodohi oleh orang, dari situ aku bertekat untuk menyekolahkan mereka agar tidak memiliki nasib sulit sepetri orang tua mereka juga sepertiku.

Oprasiku siang ini akan melibatkan beberapa orang, Ami sebagai tukang jamu dekat pasar adalah pos pertamaku jika aku terpaksa tertangkap, lalu Amrin yang akan menjadi penghalang kegagalan oprasi kali ini. Semagatku semakin bertambah saat melihat gedung yang sedang mereka bangun tidak jauh dari pemukiman kumuh kami ini.

"gedungnya saja besar, aku yakin oprasi kali ini akan cukup untuk makan dan biaya daftar sekolah"

***

Aku melihat beberapa mobil mewah melewati warung kopi pok Isah, mataku sudah menentukan satu mobil yang terlihat paling mahal sebagai targetku. 

"pok. Ini duit kopinya aku kedepan sebentar"

"oke dah put, gua do'a in dah yak semoga hari ini rejeki lu banyak" 

Do'a pok Isah kali ini aku amini, semoga saja orang kaya itu benar-benar banyak duit, biar dia bisa bagi-bagi rejeki sama anak-anak. Dengan santai aku mendekati kawasan bangunan besar itu memberi kode pada Ami yang sudah siap dengan bakul jamunya. Kupandangi mobil sport berwarna merah itu dengan teliti sampai terlihat seorang pemuda keluar dari dalamnya dengan setelan baju yang terlihat sangat menawan, denga kulit putih serta badan tegap yang membuatku sejenak lupa akan tujuan awalku saat ini.

"ehm, aku harus fokus denga oprasi kali ini. Demi anak-anak"

Dengan topi yang menghiasi kepalaku aku mulai berjalan denga cepat mendekat pada laki-laki itu, hal yang pertama aku lakukan adalah menabrak bahunya untuk mengecoh target, sampai muncul Amrin dari arah berlawanan. Yak benar, hanya butuh waktu tiga detik kami mendapatkannya, dengan cepat aku berlari membuat target terkejut dan segera memeriksa kantung celana dan jasnya. Drama dimulai, target mengejarku dan ini sangat lucu bagiku seperti bermain polisi-polisian. 

"hai! Berhenti kau" 

Bodoh saja dia jika menyuruhku berhenti, jelas disini aku adalah pencopet bisa babak belur di hajar masa kalau begitu. Sudah lebih dari lima belas menit aku berlari tapi kenapa orang ini masih saja mengejarku apa dia tidak merasa cape? Ayolah sebanyak apa si uang di dalam dompetnya itu.

Sial! Karena tidak fokus berlari aku salah masuk gang yang adalah gang buntu, sudah tidak ada pilihan lain aku harus menghadapinya walaupun harus baku hantam.

"hahaaha, apa kau terjebak sekarang?" sungguh suara nya terdengar sangat sexy, tapi situasi nya sangat tidak tepat. Ingat Putri salah sedikit kau bisa di tangkap oleh polisi.

"aku bingung sejak awal kamu mengejar ku, apa kamu kenal aku?" 

"hai, sekarang kamu berpura-pura tidak tahu apa-apa? Jangan bodoh, jelas kamu mengambil dompetku" aku sungguh jengah melihat sifat orang ini, arogan sekali cara bicaranya padahal sangat bodoh.

"aku mengambil dompet mu? Aku bukan pencopet kamu salah orang" dia menatapku bingung namun tetap waspada. 

"jika kamu buka pelakunya kenapa kamu berlari seperti tadi?" tanyanya dengan terus menatapku tanpa terputus.

Aku mundur selangkah memberi jarak padanya agar tidak terlihat jika aku sebenarnya sangat gugup, entah kenapa berapa kali pun aku operasi tetap saja hal seperti ini yang paling aku takutkan.

"kenapa diam, apa kamu takut?" 

"iya. Aku takut_takut padamu, siapa sebenarnya kamu? Apa ini sebenarnya motif baru penculikan?"

Laki-laki itu menegakan badannya lalu terkekeh, hei apanya yang lucu dia pikir aku sedang melawak. Bagai mana ini jika hari ini aku tertangkap siapa yang akan menebus ku.

"tidak usah berdrama di hadapanku, jika bukan kamu pelakunya maka izinkan aku utuk menggeledah barang-barang yang kamu bawa" 

"baiklah. Geledah saja jelas-jelas bukan aku pencopetnya" dia pikir aku takut orang dompetnya tidak ada di aku. Dengan tidak sabar laki-laki ini membalik badanku untuk memeriksa tas punggungku dengan tidak sopan dia mengeluarkan isi dari dalam tasku.

"kamu ini tukang rongsokan ya, banyak sekali sampah di dalam tasmu"

"apa kamu bilang? Rongsokan? Ini buku untuk belajar dan asal kamu tahu buku-buku ini lebih berharga dari dompet mu itu tahu" 

Enak saja dia bilang buku-buku ini barang rongsok, ya walaupun bekas aku tidak terima jika dia menyebut buku-buku ini barang rongsok. Besok-besok ku copet lagi dia baru tahu rasa.

"sia-sia waktuku mengejar kamu sampai sini, pasti kamu berkomplot" serunya setengah mendorongku lalu pergi begitu saja.

Lihat saja laki-laki satu ini, aku tandai kamu sebagai target resmi ku.

*** 

Aku kembali ke warung pok Isah dengan mengendap di balik pepohonan untuk menemui Amrin dan Mia, pok Isah yang melihatku mengendap-endapa terlihat bingung.

"Putri lu ngapa ngumpet-ngumpet gitu?" tanyanya dengan logat khas betawinya.

"enggak pok, itu tadi ada bang boim biasa nagih setoran, males bayarnya pungli gitu mah"

Maap in aku bang Boim udah boong bawa-bawa nama bang Boim lagi kepepet soalnya. Amrin dan Mia menahan senyumnya melihatku berbohong, kurang ajar nih anak dua aku cape-cape habis dikejar orang malah dia enak-enakkan makan mie rebus pake telor disini.

"enak ya makan berduaan kaya orang bener disini, gak mikirin aku yang harus lari lima belas menit gak berenti-berenti di kejar orang. Putus kita!"

"ya elah Put, lari lu kan kenceng pasti kalah lah tuh orang"

"nyaris ketangkep iya, untung udah kena tipu duluan tuh orang"

"ayo kita balik Put, Mi" 

Kita berjalan keluar dari warung pok Isah menuju gang yang biasa kita pakai untuk bagi-bagi hasil. Saat sedang berjalan tidak sengaja aku melihat mobil milik laki-laki tadi berhenti di tepi jalan yang kami lalui. 

"Sial!' 

"kabur oy" 

Mendengar seruan Amrin aku dan Ami langsung berlari memasuki gang kecil sedangkan Amrin memilih berlari lurus untuk mengecoh laki-laki sialan itu.

Want to know what happens next?
Continue Reading
Previous Chapter
Next Chapter

Share the book to

  • Facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • Reddit
  • Copy Link

Latest chapter

Arranged Married (Indonesia)   27. Author (terungkap)

PoV. Author Malam ini Azka sangat kelsal, sudah beberapa hari ini Putri tak mau lagi sekamar dengannya, entah apa penyebabnya. Gadis itu ternyata lebih memilih tidur di sofa daripada dikamar bersamanya. "tidur didalam,"Azka berujar sembari lewat ke pantry. "nggak mau. "Kata Putri yang tak memutuskan pusat perhatiaanya pada layar televisi di depannya." hampir seminggu kamu nggak mau tidur lagi di kamar, kenapa si? Udah mulai nggak sabaran aku sama kamu," Azka mearik paksa Putri dari berbaring sampai terduduk. "kamu tuh ya.. harusnya kamu tuh senang aku balik ke sini kan kamu jadi leluasa tuh tidur di... AAAaaa" Putri meronta-ronta saat Azka membopongnya kea rah kamar dan melemparnya ke atas Kasur seperti sekarung beras. Akibatnya baju tidur Putri terangkat dan memperlihatkan setengah perutnya serta celana dalamnya.Azka seketika terdiam merasakan sentuhan kulit paha Putri di lengannya. Sat

Arranged Married (Indonesia)   26. Author (jujur dari hati?)

PoV. AuthorSemua karyawan perempuan hari ini terlihat sangat aneh, mereka menatap Putri sinis. Beberapa orang bahkan mencibirnya seolah ia telah melakukan kesalahan yang fatal. Apalagi, saat ia melewati gerombolan Ani dan kawan-kawan. Tak lama Aji ikut bergabung, duduk di meja yang sama dengan Putri dan Mitha. Jangan tanya lagi kenapa Aji masih tetap bekerja, Azka sudah membatalkannya beberapa hari lalu, dengan syarat tentunya Aji tidak boleh mangkir dan menggoda karyawan lain. Meski yang tersirat sebenarnya adalah jangan pernah mendekati Putri.Dan... Akhirnya pertanyaan di otaknya tentang tatapan sini itu terjawab setelah Aji mengatakan bahwa tersebar gosip tentang Azka dan Putri mesra-mesraan di ruangan bos mereka itu. Putri melongo mendengarnya. Mulutnya berbentuk huruf 0. Secepat itukah kabar itu beredar? Dasar wanita bermulut ember!, Umpat Putri dalam hati.

Arranged Married (Indonesia)   25. Author (Azka berubah)

PoV. AuthorDua hari berlalu setelah Azka pulih, mereka kembali ke rutinitas biasanya yaitu pergi kekantor. Malam itu, tidak terjadi apapun. Putri menolak Azka dengan alasan kesehatan Azka yang tidak memungkinkan untuk melakukan itu. Walaupun alasan yang membuat Putri menolak sebenarnya adalah kemungkinan perceraian mereka akan terjadi cepat ataupun lambat, jelas ia tidak mau menjadi pihak yang banyak di rugikan. Logika saja.Setelah makan siang hari ini, Putri dan Mitha mengobrol dengan salah satu teman mereka yang bernama Aji. Pria itu terus saja menggombali Putri terang-terangan. Sejak tadi Putri dan Mitha tak henti-hentinya tertawa mendengarnya."Ehem.. jam makan siang sudah habis, ngapain masih cekikikan disini?" Tanya Azka dingin."Iya nih pak, ini karen

Arranged Married (Indonesia)   24. Author (Hak suami?)

PoV. AuthorAzka meremas rambutnya. Jawaban dari Putri tadi benar-benar mengganggu benaknya. Bahkan rasa tidak terima menggerogoti hatinya, miliknya telah direnggut orang lain. "Ka?" Adit menghampiri Azka yang tadi menelponnya untuk menemaninya minum, ia merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya satu itu. Azka bukan tipe pria yang suka minum minuman keras, hanya masalah berat yang mampu membawanya ketempat seperti itu."Ada apa, Ka?" Azka duduk di depan Azka sambil menatap penuh tanya. Azka terlihat sangat kacau. "Dia..." Azka terus meminum minuman nya lagi dan lagi sambil meracau tak jelas. "Udah, Stop!" Adit merampas gelas dan botol itu, lalu memanggil bartender untuk membawa botol dan gelas itu menjauh. "Sebenarnya kenapa, ha?" Tanya Adit lagi.

Arranged Married (Indonesia)   23. Author (salah paham 18+)

PoV. AuthorPagi ini Azka dan Putri duduk berhadapan di meja makan. Padahal Putri sudah berusaha menghindari Azka dengan bangun lebih pagi. Namun tak selang berapa lama, Azka malah muncul dan bergabung sarapan bersamanya. Salahnya sendiri yang makan dengan lamban, harusnya ia bisa kabur tadi untuk menikmati hari liburnya. Melihat Azka yang makan dengan tenang di hadapannya membuat Putri merasa cabul saat ia mengingat seluruh kejadian di kamar mandi serta ciuman tadi malam. Wajahnya pias saat sadar ia tidak seperti biasanya, kemana jiwa tukang pukulnya yang biasa ia kerahkan untuk mengatasi pria di saat seperti itu.Azka menatap Putri yang sejak tadi hanya diam saja. Azka meneliti penampilan Putri yang telah rapih di pagi hari. "Ehem!" Azka meletakan sendok di tangannya, berusaha menarik perhatian Putri. Namun malah di acuhkan oleh Putri."Pagi-pag

Arranged Married (Indonesia)   22. Author (sudah terjerat 18+)

PoV. AuthorPutri benar-benar ingin menangis meraung-raung sekarang. Rasanya ia ingin terhisap lumpur hidup hinggak keluar dari Apartemen ini dan tak perlu melihat Azka lagi selamanya. Saat ini ia berada di atas closed masih menggunakan handuk nya, Putri begitu malu. Sangat malu! Sampai ia merasa rambutnya bisa rontok parah karena sejak tadi ia jambakki. Putri tak tahu harus bersembunyi ke mana sekarang.Setelah menghabiskan hampir satu jam lebih berdiam diri diatas closed, dengan sisa-sisa keberaniannya Putri keluar. Dengan cepat Putri membuang pandangannya saat sudut matanya menangkap sosok Azka yang duduk di tepi tempat tidur. "Nggak usah terlalu dipikirin. Aku nggak tertarik sama badan gak berbodi." Ucap Azka dengan nada serius. Pembohong."Apa?!" Rasa malu Putri menguap begitu saj

Arranged Married (Indonesia)   17. Author (18+)

PoV. AuthorSejak Rama meminjamkan motor metik itu untuknya, Putri tidak pernah lagi bangun lebih awal seperti sebelumnya. Malah, Azka yang terlebih dulu bangun dan pergi ke kantor. Sekitar pukul tujuh Putri baru menyelesaikan mandinya. Putri berani keluar dari kamar man

Arranged Married (Indonesia)   16. Author

PoV. Author"Putri!" Azka berdiri mendapati Putri yang mengantar kuenya. Matanya meneliti dari atas sampai bawah. Mungkinkah gadis nakal itu bekerja di toko kue ini? Dilihat dari pakaiannya Azka tidak mungkin salah."Bie.. kenalin ini Putri, sepupu Azka," ucap

Arranged Married (Indonesia)   15. Author

PoV. AuthorHari ini Putri diajak zumba bersama dengan Tantenya. Dalam sesi zumba Putri menjadi orang yang paling terlihat karena gerakan bersemangatnya. Menurutnya kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang mengasikan seperti bermain. Setelah zumba s

Arranged Married (Indonesia)   14. Author

PoV. AuthorSetelah pulang kerja dari cafe milik Dimas, Putri di jemput oleh Rama dan di minta menemaninya makan malam. Putri tidak mungkin menolak Rama yang sudah berbaik hati padanya, kan? Kemarin Rama menawarinya sebuah motor metik milik ibu nya yang sudah lama tida

More Chapters
Download the Book
GoodNovel

Download the book for free

Download
Search what you want
Library
Browse
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystemFantasyLGBTQ+ArnoldMM Romancegenre22- Englishgenre26- EnglishEnglishgenre27-Englishgenre28-英语
Short Stories
SkyMystery and suspenseModern urbanDoomsday survivalAction movieScience fiction movieRomantic movieGory violenceRomanceCampusMystery/ThrillerImaginationRebirthEmotional RealismWerewolfhopedreamhappinessPeaceFriendshipSmartHappyViolentGentlePowerfulGory massacreMurderHistorical warFantasy adventureScience fictionTrain station
CreateWriter BenefitContest
Hot Genres
RomanceHistoryUrbanWerwolfMafiaSystem
Contact Us
About UsHelp & SuggestionBussiness
Resources
Download AppsWriter BenefitContent policyKeywordsHot SearchesBook ReviewFanFictionFAQFAQ-IDFAQ-FILFAQ-THFAQ-JAFAQ-ARFAQ-ESFAQ-KOFAQ-DEFAQ-FRFAQ-PTGoodNovel vs Competitors
Community
Facebook Group
Follow Us
GoodNovel
Copyright ©‌ 2026 GoodNovel
Term of use|Privacy